Sabtu, 22 Juli 2006


Foserba  

Pilih Thread: LamaBaru
Pilih: Daftar ForumDaftar topikTopik BaruCariLogout
Penjelasan Alat Anti Gempa
Dikirim oleh: blogger (IP Logged)
Tanggal: July 17, 2006 03:08PM

Assalamu'alaikum. Selamat siang semuanya. Terutama untuk Akang.
Saya ingin menanyakan seputar alat anti gempa. Kebetulan saya sudah menuliskan pendapat saya mengenai alat anti gempa ini di blog saya. Namun sepertinya yang ditangkap oleh beberapa orang adalah melecehkan.
Inti dari postingan saya adalah menanyakan alat ini sebenarnya apa, bagaimana bekerjanya dan detail teknisnya.
Terus terang ada hal mengganjal di hati saya:
1. Alat anti gempa, berarti menolak adanya gempa. Apakah ini bisa dibenarkan oleh agama?
- Apakah dengan diam saja dengan tanpa mengantisipasi keadaan juga dibenarkan oleh agama ? dan agama mana yang melarang kita membuat alat anti gempa untuk menghindari korban yang berjatuhan ?
2. Gempa yang terjadi adalah karena pergeseran lempeng. Apa kaitan lempeng dengan padat dan tidaknya molekular tanah?
- Betul sekali , kalau molekularnya memadat dan menguat , maka seperti di yogya , frekwensi gempa bisa berkurang dengan cepat , hanya alatnya cuma bisa bertahan selama tiga minggu , karena kepepet dengan alat seadanya dan waktu pembuatannya kurang memadai , itu juga baru di dua tempat yaitu piyungan dan imogiri , tapi setelah alat ini dicabut , gempa susulan jadi membanyak lagi
3. Sebenarnya ini cukup prinsip, tapi saya taruh di nomer tiga. Saya bingung dengan maksud dari molekular tanah. Apakah itu?
- Kerapatan molekularnya , karena karakteristik tanah di tiap tempat itu berbeda , jadi alat itupun akang kalibrasi disesuaikan dengan tempatnya dan struktur tanah disana
4. Terlepas dari semua itu, jikalau molekular tanah dan proses pemadatan itu seperti yang saya terima di nalar saya, berarti struktur tanah memadat? Bukannya gelombang lebih mudah dihantarkan jika medianya padat?
- Iya , jadi tidak merusak jalur lewatnya karena kekuatannya cukup untuk menyalurkan gelombang , tanpa merusak jalur gelombang tersebut , jadi gelombang akan merambat dan tersalurkan dengan baik , dan keseimbangan alam terjaga
5. Jikalau memang alat ini benar adanya, kenapa tidak dibuat publikasinya?
- Sudah , tapi baru sebatas di komunitas HI saja dulu , dan Bank Indonesia rencananya akan membiayai untuk dipasang di beberapa tempat terutama di lampung dan di jakarta
Demikian list pertanyaan saya, terimakasih atas perhatiannya.
Oh ya, saya adalah Rony Agung Rahmanto, tinggal di Yogyakarta. Saya mencoba mengirim email melalui webmaster web ini, tapi sepertinya bounce karena kapasitas email penuh.
- Tapi terus terang akang sudah buka itu web nya , yang berkomentar : saya cuma bisa tertawa . sambil diikuti kata : maaf . Memang teknologi ini baru dan melompat , jadinya membuat orang menjadi bingung . Tapi akang memaklumi perbedaan pendapat kok , tenang saja . Dan tujuan akang bukan mencari hadiah nobel , tapi semoga Allah SWT meridhlai apa yang akang lakukan ini. Semoga anda selalu di rahmati Allah SWT . Amiiinn.



Diedit 1 kali. Terakhir 07/18/06 12:29AM oleh zneznela.

Re: Penjelasan Alat Anti Gempa
Dikirim oleh: Fauriyan (IP Logged)
Tanggal: July 18, 2006 09:16AM

Assalamu'alaikum wr. wb

Kang waktu kemarin memasang APAG (Alat Peredam Anti Gempa) di pasang di piyungan dusu kwasen kemudian di minggu terakhir relawan di pasang di Imogiri dusun Kerten
sebelum saya bertanya saya akan memberi penjelasan dulu cuma sebelumnya saya telat menginformasikan ke akangnya punteun pisan kang nya'
Jarak :
a. Kwasen - titik pusak gempa = 40 km (pemasangan APAG 2 minggu)
b. plered - titik pusat gempa = 20 km
c. imogiri - titik pusat gempa = 6 km (pemasangan APAG 1 minggu)

terjadinya gempa akibat lempengan samudra austria dan europa berbenturan jarak dari jogja ke lempengan tersebut 200 KM sehingga memicu energi mengenai lempengan di Sungai Opa dan Oyo sehingga terjadi patahan dengan kedalaman 27 km dari permukaan, maka tidak akan heran jikan terjadi keretakan di permukaan, bahkan yang anehnya lagi di beberapa kampung ada yang kesusahan air, dan ada pula ada yang airnya keluar dari tanah.

kemudian di jogja setiap 1 tahun sekali tanah naik 1 hingga 10 cm tapi tidak dapat dirasakan oleh manusia, kemudian sekarang turun drastis.

nah saya mau nanya nich kang
1. apakah hasil kerja dari APAG bekerja dengan maksimal berdasarkan jarak dan waktu di atas ?
- Karena alatnya juga nggak maksimal jadi hasilnyapun nggak maksimal , tapi kalau dilihat dari kesaksian penduduk , insya allah alat itu sudah membawa hasil , meskipun tidak sesuai dengan yang diharapkan karena keterbatasan alat , tapi itu sudah banyak mengurangi , tapi berdasarkan laporan dari tim ke akang , begitu alat itu dicabut , katanya terjadi lagi peningkatan frekwensi gempa susulannya

jujur aja kang saya benar-benar kecewa ketika pemasangan APAG pertama kok saya ga di kasih tau relawan secara gamblang, andaikan di kasih tau Insya Allah saya akan cari tau tempat yang cocok untuk pemasangan APAG ini.
- Mungkin lupa saking tegangnya mau masang alat , insya allah nanti kalau ada dana dan kirim tim , yang pertama kali diberi tahu adalah fauriyan ,

terus untuk informasi vulkanik akan saya informasikan.

jarak dari Ranting Banguntapan ke Puncak gunung merapi 25 KM
jarak dari Ranting UII JL. kaliurang ke puncak gunung merapi 10 KM

akan tetapi cuaca di Jogja saat ini dinginnya luar biasa ga tau karena apa, ya mungkin itu aja kang pertanyaan dan informasi dari saya.
- Itu karena terjadi perubahan di alam ,nggak apa apa , tenang saja

wassalam



Diedit 1 kali. Terakhir 07/19/06 09:26AM oleh zneznela.

Re: Penjelasan Alat Anti Gempa
Dikirim oleh: blogger (IP Logged)
Tanggal: July 18, 2006 10:33AM

Terimakasih atas penjelasannya kang. Tapi saya boleh nanya lagi dong ya.. :p

1. Mengenai pernyataan akang: agama mana yang melarang kita membuat alat anti gempa untuk mengurangi jumlah korban?
saya jawab: Maksud saya begini, jikalau itu adalah konstruksi bangunan TAHAN gempa, maka saya masih bisa dimaklumi. Tetapi istilah anti-gempa, berarti usaha menihilkan gempa alias menghilangkan bencana. Gambaran sederhana adalah gunung tidak akan meletus, lempeng tektonik tidak akan bertumbukan, lha.. ini kan malah tidak sesuai dengan yang akang katakan keseimbangan? Keseimbangan bukannya hitam-putih, aksi-reaksi? Atau katakanlah gunung meletus tapi tidak gempa, atau lempeng bertumbukan tapi tidak terjadi getaran, lantas kemana perginya energinya? Jika ada alat yang bisa mengubah satu energi ke lain bentuk secara sempurna (seperti tumbukan lempeng menjadi sesuatu tanpa mengakibatkan getaran), berarti efisiensi 100% sementara Allah menciptakan manusia (yang dikatakan makhluk sempurna) efisiensi-nya tidak 100% (kita masih punya dubur untuk mengeluarkan kotoran, ekses, efek samping, sampah).
- Betul makanya alat ini radiusnya cuma 30 km , jadi hanya menguatkan daerah yang terkena service area saja , kalau di luar itu memang diluar service area , jadi betul apa yang dikatakan sdr. Rony bahwa seperti manusia yang ada pelepasan seperti dubur dsb . alam juga seperti itu , hanya pelepasannya dibuang ke tempat lain yang sebetulnya alam itu punya banyak sekali titik titik pelepasan , makanya oleh karena itu di tempat lain yang diluar service area masih terjadi gempa susulan , tapi di daerah yang dipasangi alat nggak kerasa .
2. Akang membicarakan frekuensi. Berarti kerapatan/tingkat keseringan gempa. Kalaulah demikian, alat ini meredam/mengurangi gempa. Akang bilang hanya bertahan tiga minggu, berarti disitu letak non-efisiennya. Pernyataan akang saya baca menjadi alat ini menahan agar tidak terjadi gempa selama sekian rentang waktu, dan ketika alat ini rusak atau dicabut, maka gempa yang tertahan akan muncul. Demikian? Saya masih membicarakan efisiensi dan peralihan/perubahan bentuk energi.
Lantas bagaimana pula dengan panjang gelombang? Semakin rendah frekuensi berarti panjang gelombang semakin besar. Bagaimana hal ini dijelaskan?
- memang alat ini masih banyak memiliki keterbatasan , karena alat yang dibuat di yogya hanya akang bikin dalam waktu dua jam , dan waktu bertahannya cuma dua atau tiga minggu , jadi terus terang saja alat ini masih memiliki banyak kekurangan , terutama akang belum meiliki modal untuk membuat yang lebih serius dan besar, tapi ketika di yogya , lumayan juga hasilnya , dan dari situ kita bisa melihat keurangan dari alat ini sehingga bisa di benahi lebih lanjut . Kalau lah misalnya alat ini bisa dibuat lebih baik , maka rentang waktu berfungsinya bisa jauh lebih lama , Akang sekarang sedang merancang yang lebih bagus sehingga bisa bisa bertahan bertahun tahun .
3. Akang membicarakan kalibrasi dan struktur tanah, data dari mana yang akang gunakan untuk melakukannya? Atau akang melakukan sendiri ujicoba di tanah wilayah Bantul?
- Akang pasang di alat itu untuk mengukur sendiri dan akan menyesuaikan secara otomatis
4. Gelombang itu tersalur kemana? Energi yang dihasilkan lari kemana?
- Ke tempat lain yang diharapkan karena proses perambatan maka akan semakin berkurang
5. Saya tunggu publikasi lebih luasnya.
- Insya allah , tolong doakan juga biar akang nggak menjadi ria

Saya skeptis dan mungkin bisa dituduh sinis, tapi saya sangat terbuka dengan segala kemungkinan. Jikalau akang benar, tentu korban yang berjatuhan seperti di pantai pengandaran baru-baru ini akan terhindar. Apalagi akang di jawa barat (kalo saya tidak salah).
- Akang masih mengevaluasi alat itu , jadi belum dipasang lagi di tempat lain , tapi kalau melihat dari tayangan TV , akang jadi banyak memikirkan kemungkinan kemungkinan lain , penduduk melihat ledakan dan diperlihatkan oleh kameraman amatir jamur ledakan api dari tengah laut . Bukannya berburuk sangka , tapi amerika sudah lama mengembangkan bom tsunami
Oh ya, satu lagi pertanyaan saya, alat ini disebut anti-gempa, tidakkah ada alat untuk mendeteksi gempa? Artinya alat itu jadi punya fungsi, sebelum terjadi gempa dipasang alat itu, maka gempa tertolak. Jika gempa telah terjadi baru dipasang alat itu, hmm.. energi yang makin lama makin mengecilpun akan terjadi sendirinya, bahkan tanpa alat itu. Ini pendapat saya, barang tentu banyak salah. Terimakasih. smiling smiley
- Tapi untuk kasus di yogya , begitu alat ini dicabut , gempa yang tadinya berkurang jadi naik lagi , jadi memang pengaruh alat ini ada , juga fungsi alat ini insya allah bisa mencegah , cuma sayangnya radiusnya sementara ini baru 30 km an . Akang memaklumi , alat ini memang masih sangat sulit diterima , tapi nggak apa apa , Akang akan berusaha berbuat , berbuat dan berbuat yang terbaik semampunya , dan akan terus berusaha dengan mereka yang sehaluan untuk membuat perubahan . Sekali lagi mohon doa nya yaa...



Diedit 1 kali. Terakhir 07/19/06 10:06AM oleh zneznela.



Nama anda:  blogger
Tema: 
Kirim balasan lewat email
Tambahkan tanda tangan

Ini adalah forum privat. Topik anda tidak akan ditampilkan sampai disetujui oleh moderator
 


Sponsor Website HI :
  

Yayasan Hikmatul Iman Indonesia.
Sekretariat : Jl. Jalan Karawitan no. 74A, Buah Batu, Bandung Indonesia Telp 022-7302414
Homepage : http://www.hikmatul-iman.com/ email: webmaster@hikmatul-iman.com
(C) 2003 Hikmatul Iman Indonesia. All rights reserved.