Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta
Arsip Kategori ‘Daily Life’

Ketika Keyakinan bertemu Logika    Print This Post   Email This Post

Wednesday, May 23rd, 2007

Pernah dengar cerita ini?

Seorang pemuka agama (bayangkan saja pemuka agama yang familiar dengan Anda) suatu hari berjalan di sebuah kota yang baru saja didatanginya. Dia, lengkap dengan attribut keagamaan di sekujur tubuhnya serta bibirnya terlihat selalu bergerak seakan memanjatkan doa di setiap tarikan nafas,  berjalan sambil menengok ke kanan kiri. Di tangan kanannya tergenggam sebuah kertas. Lantas dilihatlah olehnya seorang anak kecil yang sedang bermain sendirian. Dihampirinya anak kecil tadi, dan terjadilah dialog berikut:

Pemuka Agama: “Nak, tahukah kamu jalan menuju Kantor Pos?”
Anak Kecil: “Oh jalan ini lurus saja pak, nanti perempatan belok ke kiri. Sesudah itu kalau bapak ketemu pertigaan, beloklah ke kanan. Di ujung gang itu bapak akan menemui jalan besar, nah belok ke kiri lalu lurus saja. Nanti di kiri jalan ada papan besar bertuliskan Kantor Pos”
Pemuka Agama tadi tampak senang dan puas, lantas dengan wajah paling teduh yang pernah ada, dia berkata kepada anak itu
“Terimakasih ya nak, besok di akhirat, bapak akan bimbing kamu menuju jalan surga”
AnakKecil menjawab,”Sudahlah pak, jalan ke kantor pos saja bapak tidak tahu, kok mau nunjukkin jalan ke surga”

Ini hanya anekdot. Tidak benar-benar terjadi. :)

vale..

el rony, sedang tidak bisa menulis

Posted in Culture, Daily Life | 15 Comments »

Selamat Pulang    Print This Post   Email This Post

Monday, May 7th, 2007

Ayah..

Kamis, 3 Mei 2007 05:45 WIB

Semoga Allah menerimamu.

vale, demi…
el rony, merencanakan berbagi langkah mengurus pensiun janda

nb: manusia selalu saja hanya bisa menyesal.

Posted in Yogyakarta, Daily Life | 19 Comments »

Bapak-Ibu Sekalian, Infus bukanlah Tolok Ukur    Print This Post   Email This Post

Wednesday, May 2nd, 2007

Judul yang agak aneh. Tapi baiklah, saya memang hanya ingin curhat sebenar-benarnya curhat saja di sini. Tentang kondisi ayah saya. Kebetulan beliau sedang dapat rejeki sirosis hati dan batu empedu. Sekarang masih dalam taraf perawatan.

Nah, kemarin teman-teman bapak saya membezuk. Dan mereka melihat kondisi ayah saya, kuning sekujur badan dan tubuh mengering mengurus. Ayah saya masih tergeletak, tanpa selang, tanpa tumpukan obat. Lalu muncullah celetukan ini,”Bapak kok tidak segera ditangani? Ini pasti khas rumah sakit negeri, pasien malah jadi bahan ujicoba. Kok gak diinfus atau gimana gitu”.

Pada saat muncul celetukan itu, saya membiarkannya. Tapi, ternyata celetukan itu, entah bagaimana, sampai ke telinga kakak saya yang di Jakarta. Semalam, kakak saya menelfon saya karena hal itu. Dan saya terpaksa harus menulis unek-unek ini. [ detail ]

Posted in Kesehatan, Daily Life | 16 Comments »

Kabar dari Yogya (lagi)    Print This Post   Email This Post

Saturday, April 14th, 2007

“Apakabar?” adalah sebuah kalimat standar bagi siapa saja yang jarang bertemu. Atau sering ketemu tapi hanya sebatas “sliringan” alias ketemu sekilas, begitu ada kesempatan tentunya kita akan menanyakan kabarnya. Itu kalau kita memang peduli, kalau nggak peduli, ngapain ketemu? *lah ngomong apa sih*

Baiklah, saya menulis ini sebenarnya hanya ingin berkabar saja. Tentang suksesi di Yogyakarta. Sedang ada pesta besar di sini, yaitu menghadapi suksesi gubernur dan suksesi rektor UGM.

Kangmas (biar dikira saya berdarah biru gitu) Sultan Hamengkubuwono X, sudah menyatakan bahwa beliau tidak mau lagi menjabat sebagai gubernur. Pernyataan ini tentu saja memicu banyak tanggapan. Antara lain:

  • Dari Para Lurah/kepala desa:
    Mereka menyatakan bahwa masyarakat Yogyakarta masih ingin mempunyai gubernur seorang sultan. Kecintaan rakyat Yogyakarta atas Sultan-nya, tidak mengering. Kurang lebih demikian yang disampaikan.
  • Dari Pejabat Keraton (Gusti Tirun dan Jaya):
    Itu hak Sultan. Kalau memang beliau sudah berkeputusan, maka sabda pandhita ratu harus dipatuhi, bukan hanya oleh para kawula tetapi bahkan oleh sang raja sendiri. Kedua orang ini bahkan mengatakan bahwa gubernur tidak harus dari lingkungan kraton. Saya kok sepakat dengan mereka ya, biar sosok sultan tetap bersih dari kotoran-naif bernama politik praktis kekuasaan.
  • Dari Roy Suryo:
    Itu hanya kiasan saja, pertanda. Kalau sultan saja yang paling pantas memimpin Yogya bilang tidak mau dipilih, apalagi yang lain yang jauh lebih tidak berhak, sebaiknya tidak usah mengajukan diri jadi gubernur.

Nah, kurang lebih itu pendapat yang beredar. Pendapat terakhir dari KRMT (yang sekarang sudah jadi KRT karena bukan “mas” lagi) adalah pendapat yang saya rasa paling tidak masuk akal.

Bukan karena saya pro-proletar, ataupun karena saya anti-feodal, ataupun yang lain lagi, tetapi saya hanya tidak membayangkan kalau sampai ada kekosongan kekuasaan. Emangnya Yogyakarta mau menjadi propinsi tanpa Gubernur? Gubernur tidak harus Sultan, bahkan tidak harus dari lingkungan Keraton. Hal itu sudah ditegaskan oleh beliau kangmas (asyik, kayaknya makin akrab saja saya) Sultan sendiri. Saya baik sebagai kawula Yogya maupun sebagai bagian dari masyarakat modern bernama propinsi DIY, menyatakan mendukung penuh hal ini.

Sudah saatnya kedewasaan berpolitik di wilayah ini untuk beranjak ke sana. Memberi kesempatan bagi siapa saja, siapa tahu bisa muncul sosok alim dan dekat dengan rakyat sekaliber Ahmad Dineejad. Bukan begitu? [ detail ]

Posted in Politik, Pendidikan, Yogyakarta, Culture, Daily Life | 11 Comments »

Pengemis dan Istrinya    Print This Post   Email This Post

Thursday, April 12th, 2007

Terseok dia menuju pulang
yakin untuk kembali pergi
matanya merah, bungkusan di punggungnya
kumal, dia menyongsong terbitnya matahari

Di ujung sana istrinya
sedang hamil muda
semalaman tak bisa tidur
terlanjur terbiasa lelap diiringi dengkur

dia harus bergegas
yakin untuk kembali pergi

Tidak berat karung yang dibawa
Justru menambah beban hati pikirannya
Apa yang harus disampaikan pada istrinya?
Istrinya sedang hamil muda

“Istriku, kali inipun
tak ada uang yang kubawa pulang
hanya keringat dan waktu yang terbuang”,
Kalimat ini tersekat di kerongkongan

Dia berjalan ke matahari tenggelam
mengantar istri untuk kemudian
kembali berkubang dengan sampah
berharap terkais satu dua rupiah

“Bagaimana nanti? Bagaimana besok?”
Lelaki itu sama sekali tidak tahu
Dia hanya bisa berjalan tak menentu
Sambil berkali-kali mengusir kantuk

“Aku mesti ngomong apa?”
Hanya itu, ya.. hanya itu
Karena dia sudah tak lagi merasa berhak
Untuk beralasan ini itu

“Istriku.. maafkan aku”

Pengemis berjalan dan berjalan
menenteng beban dan cobaan
“Adakah akan kutemukan?
Satu dua rupiah di jalan?”

“Hidup bukan hanya uang paklik”
Kataku
“Gombal!”
Katamu

Posted in Daily Life | 7 Comments »

Apa Yang Haram di Negeri Ini?    Print This Post   Email This Post

Friday, March 30th, 2007

Bukan, bukan.. ini bukan tulisan keagamaan. Juga bukan upaya menghakimi sesuatu. Lebih ke pertanyaan murni. Tulisan ini diawali oleh kesedihan saya ketika melihat spanduk dengan tulisan besar dan merah: “Komunisme/Marxisme Haram di Negeri Indonesia”.

Spanduk itu tidak ada penanggungjawab siapa yang menulis, minimal tidak terpampang di spanduknya. Dan sepertinya dipicu oleh munculnya partai baru beberapa hari lalu. Namun, pertanyaan saya bukanlah tentang siapa pemicu ataupun yang dituju oleh spanduk itu, tapi lebih ke isi-nya.

[ detail ]

Posted in Neolib, Politik, Yogyakarta, Culture, Semiotics, Daily Life | 17 Comments »

Ron, Beneran di Hack atau April Mop?    Print This Post   Email This Post

Saturday, March 10th, 2007

Sebuah SMS datang kemarin sore, ketika saya sedang mengantar istri untuk periksa ke dokter. Nama yang muncul di hp saya adalah deden. Isi beritanya adalah bahwa website saya di hack. Wah, saya langsung kaget, memangnya ada apa dengan website saya?

Dan saya langsung menelfon deden, untuk menanyakan apa maksud dari sms dia. Ternyata website saya di”hack” oleh Luthfi. Waktu itu Deden bertanya pada saya, apakah mau dibantu atau tidak untuk kejadian ini, saya sendiri malah tertawa. :)

Tak lama, sebuah sms masuk lagi, tapi kali ini datang dari om ganteng. Dia mengabari bahwa website saya di-hack, dan dengan tambahan informasi: itu akibat kesalahan saya sendiri. Om ganteng tertawa (emoticon di sms), dan saya juga tertawa. :)
[ detail ]

Posted in Daily Life | 37 Comments »

Halo    Print This Post   Email This Post

Friday, March 9th, 2007

Sori Om Rony lantip

blog ini berhasil aku ‘hek’

Tertanda luthfi ganteng

*kabur*

Posted in Daily Life | 12 Comments »

Menilik Masa Depan Bangsa, dan Saya Tersesat..    Print This Post   Email This Post

Thursday, March 1st, 2007

Ceritanya kemarin saya makan siang dengan teman baik saya, Ayik bos IDWEBHOST. Kami makan lotek, warung sebelah timur kantor saya. Di sana Ayik bercerita tentang pengalamannya ketika kemarin di Papua.

Cerita ini membawa kami pada sebuah perdebatan yang hangat. Dia menceritakan tentang sebuah kota buffer yang dibangun oleh Freeport di wilayah Papua. Kota itu sangat tertata, katanya. Tidak ada kabel-kabel yang bergelayutan, jalan-jalan rapi, aturan pemakaian kendaraan juga ketat. Menurut Ayik, setiap jalan dilengkapi dengan saluran irigasi dan di sampingnya tertanam saluran fiber optic. Informasi yang memicu perdebatan hangat kami adalah ketika Ayik bercerita hasil ngobrolnya dengan penduduk asli papua. Menurut warga Papua tersebut, mereka tidaklah dijajah oleh Freeport, melainkan oleh Indonesia.

[ detail ]

Posted in Daily Life | 19 Comments »

Lagi-lagi Adam Air, Lagi-lagi Pembodohan    Print This Post   Email This Post

Friday, February 23rd, 2007

Retak, patah, apapun, yang jelas pesawat Adam Air penerbangan Jakarta-Surabaya mengalami kecelakaan kemarin. Hal yang membuat saya menuliskan tentang topik ini, bukanlah sentimen saya atas maskapai satu itu, namun atas munculnya pembodohan-pembodohan yang masih saja dilakukan, pembodohan gaya orde baru sekali.

Dalam pemberitaan resmi di beberapa surat kabar baik media online maupun offline, Manajer Distrik Adam Air Surabaya, Natalia Budiharjo, mengatakan bahwa pesawat ini tidaklah patah atau retak. “Buktinya masih bisa ditarik kan? Kalau patah kan nggak mungkin ditarik?” demikian ujarnya. Memang benar bahwa pesawat ini patah di landasan, bagian ekor melengkung hingga hampir menyentuh landasan. Karena keadaan ini, 6 penerbangan keluar dan 3 penerbangan menuju bandara Juanda jadi terganggu. Sehingga akhirnya pesawat ditarik dari lokasi kecelakaan ke hanggar. Namun apakah benar apa yang diungkapkan oleh Ibu Natalia Budiharjo tadi? Apakah memang pesawat “hanya” melengkung?

[ detail ]

Posted in Daily Life | 27 Comments »