GendengCruch 2.0
Friday, December 1st, 2006
I got the idea for the title from mr. Andry
If phrophet is a podcaster, then Zaid bin Tsabit is a blogger.
..and hadits is merely a wikipedia with sahih author.
vale, for the world without war
Posted in blog | 2 Comments »
Di pintu ini aku menunggu..
Friday, October 20th, 2006

mohon maafkan aku..
berdiri lama di sini, tak tahu lagi dimana
yang dalam dan yang luar
mohon maafkan aku..
berdiri lama di sini, tak tahu lagi dimana
sisi milikku dan sisi milikmu
mohon maafkan aku..
berdiri lama di sini..
tapi aku sendiri tak pernah menyadari
taqabbalallahu minna wa minkum
vale..
NB: ornamen di desain oleh Donald Valentino Sinaga, sebuah modifikasi
Posted in blog, Daily Life | 14 Comments »
Negara Super Nanggung
Thursday, August 31st, 2006
Sebuah obrolan di pos ronda, memang kadang membawa kita kemana-mana. Latar belakang yang berbeda-beda, hebatnya, bisa dijembatani dengan sebuah mantra kuno: bola. Dan ketika mantra kuno itu sudah mengudara, semua opinipun berkembang dengan sendirinya. Kekalahan tim Indonesia (PSSI) atas Myanmar, disinyalir karena memang Indonesia tidak serius dalam menangani tim sepakbola. Semuanya generasi tua, sementara dari Myanmar rata-rata anak muda usia 24 tahun semua. Jadi, selain kalah strategi, Indonesia juga kalah stamina dan kelincahan.
Saya sendiri mengungkapkan analisa semena-mena. Saya bilang, karena saya tidak terlalu mengerti bola, kemungkinan Indonesia nggak bagus sepakbolanya karena negara kita ini nanggung. “Maksudnya gimana mas?” celetuk kang Kimu. Jadi gini lho kang, negara ini dikatakan miskin, nyatanya tidak semiskin Afrika. Dikatakan kaya, walah jelas tidak, kalah jauh sama Korsel misalnya. Nah, nyatanya negara seperti Afrika ataupun Australia itu bisa toh menghasilkan tim sepakbola handal? Lantas saya pun mengembara ke dunia akhir orde baru.
Era Tinggal Landas, Era Super Kandas
Nah, kalau dimulai dari sini, jadinya enak. Anda semua ingat nggak dengan jargon itu? Dikatakan bahwa kita memasuki era tinggal landas. Bayangannya adalah teknologi pesawat super canggih, yang membawa Indonesia ke awang-awang, ke kelas yang melesat menembus awan. Tetapi, apa ya begitu?
Posted in Neolib, Yogyakarta, blog, Technology, Daily Life | 21 Comments »
Oleh-oleh buat Kampung: ID-CARD GENERATOR
Monday, August 28th, 2006
Dalam keisengan saya, terbikinlah script untuk membuat ID-Card ini. Pada tahap pertama saya hanya membuat sangat sederhana. Sebuah form html, yang dieksekusi dengan php dengan mengambil value-value dari form, untuk kemudian di print di atas background gambar ID-Card.
Sebenarnya format html untuk keluaran bisa sederhana saja, taruh gambar sebagai background sehingga tulisan bisa langsung di isi di atasnya. Tetapi karena saya berharap agar output ini bisa di-save atau di kopi paste ke form email, maka saya bikin dengan model floating di atasnya.
Tetapi harapan saya ternyata tidak sepenuhnya terjadi. Gambar background memang bisa di-select dan di kopi atau save as, tetapi tulisan tidak terikutkan. Kalaupun di select semua lantas di kopi paste ke form email, jadinya tulisan terpisah dengan background.
Silakan coba di sini: http://rony.dgworks.net/uploads/ktp-idgmail/
Perbaikan dengan GD
Akhirnya saya memperbaiki script tersebut. Tentu saja setelah dipanas-panasi oleh Toni. Nah, untuk yang versi kedua ini, outputnya menjadi gambar semuanya. Dengan memanfaatkan fitur re-draw dari GD. Dari tulisan, hingga image background dan foto, semua digambar ulang dan disusun ulang.
Posted in blog, how to, Technology, Daily Life | 27 Comments »
Javanese WordPress Blog. Do You Want Some?
Friday, August 25th, 2006
Karena Jawa adalah Kunci!
–Sorry for my bad grammar–
English Version
Finally, I’m coming up with this new plugins. Actually it’s a language set to let your WordPress appear as Javanese style. I’m building it in three days by myself
(crazy enough, heh?) so if later you found any mistake or wrong translation, please let me know. Well, let’s not wasting our time, here it’s the steps to make your Javanese WordPress Blog:
- Download this file http://rony.dgworks.net/uploads/jv.mo
- Copy it to your “wp-includes/languages” directory
- Open your config.php file, and edit this part define (’WPLANG’, ”); and change it to ==> define (’WPLANG’, ‘jv’);
- Done!
Katerangan Mawi Basa Jawi
Alhamduilllah, sak meniko kulo sampun kelar anggenipun ndamel “plugins” kagem WordPress. Plugins meniko inggih kagem ndamel WordPress panjenengan supados tampil mawi cara Basa Jawi.
Posted in Yogyakarta, Bahasa Jawa, Culture, blog, Technology, Daily Life | 30 Comments »
Jadi, Kita Mau Milih Majalah Apa Jurnal?
Friday, August 25th, 2006
Selorohan itu muncul di tengah diskusi asyik penentuan arah organisasi. Selorohan khas Rinto dan saya.
Organisasi apa itu? Dan mengapa muncul selorohan aneh seperti itu? Sebentar, nanti pasti sampai ke sana, saya hanya ingin menerangkan dulu, bahwa ini bukan selorohan ketika membahas sebuah penerbitan.
Nama organisasi tersebut adalah Jangkep. Sering kami plesetkan menjadi Jaringan Orang-orang Cakep. Betapa narsisnya bukan?
Jangkep sendiri sebenarnya bermakna Jaringan Advokasi Anggaran dan Kebijakan Publik.
Pada awalnya jaringan ini bersifat cair. Anggotanya terdiri dari pegiat-pegiat LSM yang sudah suntuk dengan LSM. Nah loh!
Ya, kami, para pendiri, sudah muak dengan LSM yang tak lebih bak kerbau dicocok hidungnya ketika berhadapan dengan Funding alias lembaga donor.
Kami, para anak muda penuh ambisi dan pemikiran super-ideal, akhirnya berkumpul ala Jogja. Ngeteh, ngopi, ngrokok, ngobrol ngalor-ngidul. Sehingga akhirnya mengerucut ke isu membikin sebuah lembaga non lembaga. Maksudnya? Ya, maksudnya “semacam lembaga” tetapi tidak usah pusing dengan AD/ART dan segala macam. Yang menjadi fokus utama adalah berproses bersama, membantu masyarakat. Dananya? Ya dari kocek kami masing-masing. Uang yang kami peroleh dari lembaga kami masing-masing, menurut hemat kami memang perlu dicuci bersih.
Dan Kami-pun Berjalan
Kami hadir dalam aksi-aksi tuntutan rakyat. Waduh.. bahasanya.. maksudnya kami ada di tengah-tengah masyarakat ketika masyarakat menuntut kejelasan tentang kebijakan dan anggaran. Dan berhubung kami tidak memiliki dana banyak, maka pilihan utama kami adalah kebijakan. Maka serbuan analisis wacana-pun muncul di koran-koran.
Posted in Culture, blog, Technology, Daily Life | 1 Comment »
Mengubah Setting Tanggal di Wordpress
Tuesday, August 22nd, 2006
Kemarin sore, ketika saya sedang iseng online di kantor, saya mendapatkan pertanyaan seputar wordpress. Pertanyaannya tidak langsung ke saya sih, tapi melalui media arisan. Baskara, sang penanya, menanyakan seputar penanggalan di wordpress.Seperti kita tahu, secara default penanggalan wordpress menggunakan sistem non-Indonesia, alias memakai bahasa Inggris.
Nah, si mbas (gabungan antara mbah_dukun dan baskara) pingin tanggalnya ber-format Indonesia. Maka jadilah, kami berdua mencari info di google.
Yang saya dapatkan justru plugins untuk membuat penanggalan hijriyah
sementara Baskara memperoleh pluginsnya, tapi hanya berlaku untuk wordpress 1.5 ke bawah. Akhirnya saya putuskan untuk melihat script generator penanggalan di wordpress. Dan kemudian saya-pun mendapatkan jawabannya.
Jadi bagi siapa saja, yang ingin mengubah penanggalannya menjadi metode Indonesia, bisa menggunakan langkah ini. Ini bukan plugins, ini adalah langkah bodoh yang agak ngawur hehe.. tapi tenang, langkah ini tidak akan merusak wordpress kok.
Yak, demikian langkahnya:
Posted in blog, Technology | 21 Comments »
Menjadi Terkenal dan Kaya!
Thursday, August 3rd, 2006
Bagaimana caranya untuk menjadi terkenal dan kaya di negeri ini? Ulasan ini sama sekali bukan pengalaman pribadi saya, ini hanyalah hasil pengamatan saja. Akan tetapi, kemanjuran dari “ramuan” ini sudah terbukti membawa keberhasilan kepada banyak orang. Mari kita lihat saja bersama
1. Pahami: Masyarakat Indonesia itu Bodoh!
Ya, pernyataan itu tentu saja salah. Tapi sebagai calon terkenal dan kaya, Anda harus selalu menanamkan pemahaman itu. Bukan hanya pengertian lho ya, lebih dalam lagi, pemahaman. Artinya setiap perkataan Anda nantinya harus didasarkan pada analisa pemahaman bahwa masyarakat Indonesia itu bodoh. Dalam bahasa yang lain omongan Anda adalah upaya pencerdasan, sebuah misi suci.
Posted in Culture, blog, how to, Semiotics, Daily Life | 33 Comments »
Indonesia Berduka - Tsunami, Bencana, Siapa Bisa Menduga?
Tuesday, July 18th, 2006
Manusia boleh saja berusaha, manusia boleh saja meramal. Bencana gempa di Yogyakarta, bencana tsunami di Aceh, bencana Tsunami di Pengandaran yang efeknya juga sampai ke Yogya, siapa yang bisa mengira?
Bencana ini terjadi akibat lempeng bumi yang terus bergerak. Keberadaan deretan pulau di bagian selatan Indonesia yang tepat di atas lempeng tektonik ini, sudah sampai pada saatnya untuk bergeser. Akibatnya tumbukan terjadi dan kemudian muncullah gempa. Gempa yang terjadi di Yogyakarta dengan kekuatan besar, berada di wilayah daratan, sehingga tidak memunculkan tsunami. Namun gempa yang terjadi di sebelah selatan Pengandaran, lokasinya sangat potensial memunculkan tsunami. Dan ternyata memang tsunami terjadi.
Di wilayah Pengandaran sendiri diberitakan bahwa korban mencapai 262 jiwa. Belum termasuk korban yang luka. Sementara untuk wilayah Yogyakarta, sampai tadi malam, informasi yang saya terima terdapat 3 (tiga) korban jiwa.
Konfirmasi yang saya peroleh, korban di wilayah parangtritis ada satu orang. Perempuan berusia 21 tahun. Dia sedang berlibur dengan temannya. Korban jiwa yang lain belum dapat saya peroleh informasinya.
Luapan Air
Itulah yang terjadi di Yogyakarta selatan. Air meluap dan terangkat hingga ketinggian sekitar 5 meter. Data ini saya peroleh berdasar testimoni dari warga di wilayah Parangtritis.
Cakupan sapuan air ini mencapai hingga 100 meter dari bibir pantai. Saudara saya yang berada di jarak 500 meter dari bibir pantai, belum saya peroleh kabarnya. Semoga tidak terjadi apa-apa.
Sementara ini dulu yang bisa saya tuliskan. Ya, kita kembali berduka.
vale, …
el rony, semua menghitam.
NB:
- warga Yogya sedang demo menuntut janji Jusuf Kalla. Dikatakan waktu itu bahwa Kalla akan memberikan bantuan berupa uang sejumlah 10-30juta bagi warga korban gempa. Nyatanya hingga minggu kemarin masih belum jelas kabarnya.
- Tanggal 19 Juli 2006 ini direncanakan dana akan dicairkan. Namun berdasar informasi dari Bupati Gunungkidul, Bupati Bantul dan Sri Sultan sendiri, dana yang diturunkan akhirnya jauh dari janji. Dana yang dikucurkan adalah 5 juta per rumah yang hancur.
Posted in Yogyakarta, Culture, blog, Daily Life | 14 Comments »
Terimakasih Enda :)
Tuesday, July 18th, 2006
Tadi malam jam 19:45 WIB saya mendapat kepastian dimana bingkisan tersebut berada. Alamat yang saya dapatkan adalah Jalan Gandekan, artinya di wilayah Malioboro. Permasalahannya Gandekan yang saya kenal adalah Gandekan Lor, sementara Jalan Gandekan itu saya kenal sebagai Jalan Pajeksan. Walhasil muter-muter untuk mencari tempatnya.
Tapi akhirnya ketemu juga, terimakasih buat mbak Vita dan mesin fotokopinya yang bersedia menunggu
Juga buat teman dan suami mbak Vita *halah saya lupa namanya* yang juga menemani.
Kami hanya ngobrol sebentar, kemudian saya pamit. Maklum, Jogja semakin dingin dan hari sudah semakin larut. Istri saya paling tidak tahan dingin. Belum lagi keinginan untuk segera mengikuti perkembangan pasca Tsunami Pengandaran.
Sampai rumah saya bikin kiriman Enda tersebut. Dan inilah senyatanya yang membingungkan banyak orang itu. Ini teh susuâ„¢ dalam artian sebenarnya
Terimakasih Enda ..
Ditemani keripik durian dan teh susu, semalaman saya begadang sambil mengikuti perkembangan berita. ![]()
Posted in Yogyakarta, blog, Daily Life | 15 Comments »

