Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta
Arsip Kategori ‘blog’

Redenominasi Blog    Print This Post   Email This Post

Saturday, August 7th, 2010

Satu kata lagi yang sedang ngetrend di negeri ini, redenominasi. Dikeluarkan oleh para ahli keuangan di gedung BI, menyebar hingga jadi perbincangan di pojok-pojok internet. Obrolan ini sukses menggeser isu besar tentang penculikan (yang masih belum selesai), tentang lumpur lapindo (yang bosnya tetap eksis di kancah politik sementara para korban mengais-ngais keadilan), tentang korupsi milyaran (yang setelah redenominasi akan menjadi jutaan saja) dan banyak lagi.

Lantas mengapa pula saya membawa-bawa isu ini ke halaman ini? Alasan pertama saya jelas, biar trendy, biar tidak dibilang udik :) Maklum, sekian lama tidak ngeblog, gagap kiranya kalau saya mengungkap “luka lama” tadi. Maka jadilah, redenominasi saya bahas. Alasan kedua, karena Pesta Blogger 2010 sudah mulai berjalan. Sekedar satu tulisan sumbangan pikiran saja dari saya terkait ajang kumpul para blogger.

Jika Blog adalah Mata Uang

Redenominasi hanya bisa berlaku jika yang dikenainya adalah mata uang. Istilah itu sendiri hanya lahir di kalangan ekonom, redenominasi dengan demikian tidak bisa dikenakan pada nama seseorang, katakan orang itu bernama Mega lalu terkena redenominasi menjadi Kilo, tidak relevan. Maka redenominasi blog ini hanya berlaku jika blog adalah mata uang.

Lalu kenapa saya menulis ini? Apakah blog itu mata uang? Jelas bukan, bagi umumnya para blogger, tapi bagi beberapa blogger berbayar, tentu saja iya :D Sejatinyalah istilah ini muncul di kepala saya karena perbincangan hangat di blognya pakdhe Blontank, mengenai pesta blogger.

Di sana saya menemukan ungkapan menarik soal blogger petani. Pikiran saya langsung membayangkan seseorang dengan capil dan cangkul, sibuk bercocok tanam blog, untuk satu saat nanti dipanen. Wah! keren! :D

Lalu ada juga twit berbayar, twitter, media social blogging yang kebetulan sedang banyak penggunanya ini, ternyata juga memunculkan beberapa pengguna akun yang twitnya dibayar. Saya sendiri belum tahu bagaimana pola kerjanya, mbok saya dibagi to ilmunya :)

Nah, blogger petani dengan twit berbayar ini apakah sama? Wah ndak ngerti. Tapi kalau dikembalikan ke wilayah perbincangan sesuai judul, maka keduanya memiliki kemiripan. Media menjadi mata uang.

Lalu apa itu redenominasi blog?

Yang terlintas di kepala saya sih, jumlah karakter. Dalam blogging, sungguh belum pernah saya memposting hanya 140 karakter saja. Sekarang dengan adanya twitter, plurk, facebook, dan masih banyak lagi social media, blogging cukup singkat saja. Walaupun ada juga sih yang membabibuta menggunakan fitur twit longer yang saru sekali itu sehingga twitnya menjadi lima paragraf. Anu saya bilang saru soalnya di ujung twit akan muncul (cont)tl.gd… hayoo saru to?

Jadi, blog mengalami redenominasi. Jumlah karakter terpangkas, tetapi nilainya tida berubah. Penghasilan tidak berkurang :D Apakah saya salah? sangat mungkin begitu.Baiklah, demikian dulu sajalah tulisan saya. Singkat dan nggak mutu, maafkan. :)

Sebagai penutup, baik teman-teman yang terkena efek redenominasi blog maupun tidak, mari bergembira dengan adanya event pesta blogger. Saya tidak peduli dengan siapa penyelenggaranya, yang jelas ini kesempatan bagi para blogger untuk menemukan wujud gerakannya. Ah iya, saya nulis begini bukan karena saya menang lomba logonya, tolong jangan minta farhat abbas untuk nuntut saya sumpah pocong, saya beneran tulus nulis ini.

vale, demi bercocok tanam

el rony, tidak pandai bercocok tanam blog :)

Posted in blog | 13 Comments »

Mbok Ya Jangan Kebangetan    Print This Post   Email This Post

Thursday, February 18th, 2010

Hmm.. susah juga mencari padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Tetapi intinya, saya sangat memohon, atas nama siapa saja yang seide dengan saya dalam hal penanganan dan pendidikan anak, kepada Anda semua –siapa saja yang tidak seide dengan saya– agar sedikit menghargai dan berpikir sebelum bertindak dan berucap.

1. Obat Nyamuk itu bukan Cemilan

Beneran, saya berani sumpah. Dan ketika saya dan istri memilih menghindari Anda yang sedang menyemprotkan obat nyamuk, demi menjauhkan Mata Air dari jangkauan sebarannya, tolong jangan salahkan kami dong. Perlu Anda ketahui, beberapa obat nyamuk mengandung Phosporux, zat yang menewaskan ribuan orang di Bhopal India. Apa? Kadar? ya benar, tapi kalau bisa dihindari bukannya lebih baik?

Wangi dari obat nyamuk semprot atau aerosol sebenarnya adalah indikasi bagi kita untuk menghindarinya minimal selama satu jam. Ini informasi yang saya dapat dari dokter anak. Kalau Anda merasa bahwa seorang anak atau manusia bisa kebal terhadap hal ini, silakan. Tapi jangan ajak saya dan keluarga ya, saya masih mau menggunakan otak saya.

2. Mengajari Anak akan Rasa?

Yakin dengan usulan Anda? Untuk anak usia 2 (dua) tahun? Masak sih? Tetapi terimakasih atas perhatiannya. Saya dan istri memilih mengajarkan pada anak akan rasa-rasa alami dari buah-buahan saja. Maka kami bersama-sama makan alpukat tanpa campuran gula, makan mentimun, makan mangga, makan rambutan. Kadang sedikit sambal. Oh mungkin ada juga yang tidak setuju dengan sambal, nggak apa-apa, itu memang pilihan dan saya tidak merasa diri paling benar.

[ detail ]

Posted in blog, Daily Life | 15 Comments »

Tentang Pungli di Lokasi Wisata Kaliurang    Print This Post   Email This Post

Monday, February 15th, 2010

Obyek wisata Kaliurang, salah satu ikon wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada di kaki Gunung Merapi, menjanjikan suasana adem dan romantis. Di daerah ini selain tersebar berbagai villa dan penginapan yang mengundang pengunjung untuk melewatkan waktu dan melepas lelah dalam suasana yang nyaman, juga hadir taman rekreasi untuk anak-anak. Atas alasan kedua inilah saya mengajak anak dan istri ke sana.

Dulu, ketika masih berpacaran, sering juga kami (saya dan istri) mengunjungi daerah ini. Berbincang tentang berbagai hal, yang sebenarnya lebih sering diskusi membahas kebusukan dunia luar, hingga lewat sekian penanda waktu. Maka mengajak anak ke sini seakan mengajak dia untuk napak tilas perjalanan cinta orang tuanya. Walaupun pacarannya orang tua Mata Air sebenarnya agak jauh juga dari kata romantis :)

Dengan berbekal karunia Allah berupa sebuah mobil tua, menembus rintik hujan di awal tahun baru Imlek, penuh semangat kami menuju daerah wisata itu. Tidak banyak yang berubah dari suasana perjalanan, selain lalu lalang kendaraan mewah yang semakin hari sepertinya semakin banyak saja di Yogya.

Pungli! Itu namanya.
Kaget sekaligus sedih saya mendapati kenyataan ini. Untunglah saat itu, Mata Air sedang bobok sehingga dia tidak melihat secara langsung kebobrokan pengelola taman wisata ini. Kami memasuki gerbang lokasi wisata ini, disambut oleh bapak petugas dengan kertas di tangannya.

[ detail ]

Posted in Yogyakarta, blog, Daily Life | 15 Comments »

Sumpah! SMS Sambil Menyetir itu Norak!    Print This Post   Email This Post

Thursday, February 4th, 2010

Lebih tepatnya mainan HP sambil menyetir, dengan lagak sekejap melihat jalan lantas balik lagi ke layar HP, itu sama sekali tidak keren! Tindakan bodoh yang hanya memakan korban, bukan cuma pelaku tetapi pengguna jalan yang lain.

Kemarin, temanku dan istrinya jatuh dan terseret yang mengakibatkan keduanya luka-luka dikarenakan seorang pengguna jalan yang sok-sokan smsan sambil menyetir. Kejadian yang menimpa temanku itu adalah kasus yang kesekian kalinya dari kejadian serupa. Dan sayapun melihat kejadian ini dimana-mana, bukan kecelakaannya untunglah, tapi perilaku pengguna jalan yang entah-sms-an-atau-apa sambil menyetir.

Maka, saya persembahkan Iklan Layanan Masyarakat ini. Dipersembahkan untuk Anda dari Emak Anda dan pengguna jalan yang lain. Silakan disebarkan kalau Anda berkenan.

JGN SMS + NYTR NYET  JGN SMS SMBL NYTR GBLK! KTHXBYE

Harap selalu Anda ingat, camkan di benak Anda, dengan melakukan tindakan bodoh itu, Anda berpotensi menjadi seorang pembunuh.

vale, demi kesehatan dan sedikit kecerdasan

el rony, akan menuntut MUI mengeluarkan fatwa haram bagi tattoo goblok di jidat.

Posted in Kesehatan, Culture, blog, how to, Daily Life | 15 Comments »

Komunike #6969 - Programming is like sex..    Print This Post   Email This Post

Friday, October 30th, 2009

Berawal dari lontaran hasil merambah kemana-mana, kampung gajah kemudian melanjutkan ide ini. Lontaran hasil rambahan itu adalah: Programming is like sex, one mistake and you are providing support for a lifetime!

Karena bikin ngakak, saya lemparlah itu kemana-mana, plurk, facebook dan kampung gajah. Maka, demikianlah hasilnya di kampung itu:

  • programming is like sex, one mistake and you’re providing support for a lifetime.
  • programming is like sex, everyone loves it??
  • programming is like sex; you’re either too young or too old to enjoy it.
  • programming is like sex, never do it for free
  • Programming is like sex, it’s better in the silent night
  • Programming is like sex, ideas just come like morning glory
  • programming is like gangbang sex, you work with a team to satisfy user
  • programming is like sex, sometimes only one party is satisfied, the other has unmeetable requirements.
  • programming is like sex, it has handjob and blowjob
  • programming is like sex, nowdays people use agile method, help you code in a pair and everyone happy
  • programming is like sex, you can have threesome, foursome, gangbang and sort, you can even just watching others doing this while you still can get orgasm
  • programming is like sex, there is an app for that
  • is programming like sex?
  • programming is like sex, it will loop until it break
  • programmers (do) like sex.
  • programming is like sex, You can do it for money or for fun.
  • Programming is like sex, you have to tune it up and down
  • programming is like sex, can be done in various style
  • Programming is like sex, you will never walk alone.
  • Programming is like sex, you will never walk straight?
  • Programming is like sex, please indent properly
  • Programming is like sex, it’s not about how long, it’s about quality
  • Programming is like sex, it involves KISS
  • Programming is like sex, sometimes you scream along the way
  • Programming is like sex, just ask to have it.
  • programming is like corruption, it make everything ligit seems crackable [1] 1. ligit translator software being cracked :d
  • programming is like sex, it require balls
  • Programming is like sex, mundane and boring most of the time, with the occasional meteor in your garden
  • Programming is like sex, don’t do it when there’s a bleeding
  • programming is like sex, do it safely
  • programming is like sex, ati-ati bojomu minggat.

disarikan pertama kali oleh om Very

Posted in blog, how to, Technology | 9 Comments »

Ajang Ketemu Blogger    Print This Post   Email This Post

Saturday, October 24th, 2009

Sebuah ajang akbar tahunan, kini sudah menginjak tahun ketiga, yang rutin diselenggarakan oleh para blogger. Sedari awal, ajang pertemuan ini diberi label pesta. Mengapa menggunakan kata pesta, siapa pencetusnya, saya tidak tahu pasti, yang jelas kata pesta blogger pertama kali saya dengar dari Enda Nasution.

Terus terang, saya ingin hadir dalam acara itu, sayang Tuhan belum mengijinkan *digetok dari atas*. Baiklah, tulisan panjang yang tadi sempat saya tulis, saya hapus saja, saya ingin mempersembahkan ini saja buat para blogger, mikroblogger, pegiat online yang sekarang sedang bertemu-bersapa di pesta blogger 2009.

Pasta Blogger 2009

 *ide didapat dari logo pestablogger2009*

vale, demi kebersamaan

el rony, mengudap pasta

Posted in blog, Daily Life | 10 Comments »

Perjalanan Aksara Jawa menjadi Unicode    Print This Post   Email This Post

Tuesday, October 20th, 2009

Beberapa hari yang lalu, tepatnya 16 Oktober 2009, saya mendapat kabar dari kang Jay tentang perkembangan aksara Jawa. Kabar menggembirakan bahwa ternyata proposal Aksara Jawa sebagai unicode sudah disetujui. Jauh hari sebelumnya, Aksara Sunda sudah lebih dahulu diterima sebagai unicode.

Perjalanan Aksara Jawa menjadi unicode sendiri bisa dilihat di roadmaps-nya unicode di sini. Satu hal yang patut mendapat apresiasi dari siapa saja yang peduli dengan kebudayaan bangsa.

Aksara Jawa sebagai font dikembangkan oleh Mas Teguh Budi Sayoga,  hadir pada 13 Maret 2004, melalui sebuah situs gratisan bernama hanacaraka.fateback.com. Selain membuat aksara jawa, mas Teguh juga membuat jawa-palsu alias alphabet dengan style penulisan seperti huruf jawa. Kini berbagai model dari font ini (baik font aksara jawa maupun jawa-palsunya) sudah sangat beragam. Mas Teguh sepertinya memang seorang kreatif yang sangat produktif. Untuk mendapatkannya, Anda bisa memesan melalui website barunya yaitu www.pallawa.com.

Bagaimana Kementrian kita?

Kalau kemarin kita gegap gempita tentang curi mencuri budaya, maka huruf/kata/bahasa sebagai satu identitas sebuah kebudayaan, sudah semestinya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah kita. Kebudayaan bukan semata tari dan baju, justru bahasa-lah yang membentuk sebuah kebudayaan.

Lantas bagaimana posisi kementrian kita atas hal ini? Aksara Sunda maupun Aksara Jawa, seakan menjadi perjuangan dari individu-individu tanpa pamrih, yang pada akhirnya nanti hanya akan menjadi artefact dengan ancaman punah. Akankah hal ini dibiarkan saja?

Menunggu

Saat ini saya hanya bisa menunggu. Menunggu respons dari pemerintah? Bukan, saya tidak terlalu bersemangat dalam hal itu. Saya menunggu kode-kode unicode untuk aksara jawa, sehingga saya bisa menuliskannya di blog ini. Satu saat nanti.

vale, demi budaya

el rony

adalah orang jawa

nb. bagi Anda yang ingin melihat font-chartnya, silakan download di sini.

Posted in Bahasa Jawa, Culture, blog | 11 Comments »

Parkir Menginap di Bandara Adisutjipto    Print This Post   Email This Post

Saturday, July 4th, 2009

Informasi ini sebenarnya sudah sangat terlambat, artinya fasilitas parkir menginap di bandara tersebut sudah lama ada. Namun saya ingin membagi informasi yang lain, bagaimana mengakali parkir menginap di bandara? :)

Sekedar informasi, parkir menginap di bandara disediakan oleh penduduk sekitar, jadi bukan fasilitas resmi dari bandara. Biasanya saya ke Jakarta hanyalah sebentar, berangkat pagi dari Yogya, sore sudah di Yogya lagi. Jadi parkir non menginap sudah cukup bagi saya. Namun akhir-akhir ini saya harus menginap di kota tujuan, baik Jakarta maupun yang terakhir kemarin ke Balikpapan.

Waktu ke Jakarta, sekitar seminggu yang lalu, saya memarkir kendaraan saya di bandara. Biaya parkir membuat saya tersedak. Untuk motor  biayanya Rp. 10.000,- per malam, sementara untuk mobil Rp. 20.000,- per malam. Karena sudah terlanjur memasukkan motor ke tempat parkir, dan waktu boarding tinggal sebentar lagi, maka saya tetap parkir di sana. Waktu bayar terasa nyesek di dada :D lha kan mending naik taksi, biaya cuma terpaut sekitar Rp. 5.000,- tapi bisa duduk tenang dan bawaan tidak menjadi beban (ke Jakarta kemarin sekitar 3 hari saya).

[ detail ]

Posted in Yogyakarta, blog, how to, Daily Life | 6 Comments »

Narablog: Sebuah Usulan    Print This Post   Email This Post

Wednesday, June 17th, 2009

Apa itu narablog? Satu kata untuk  menggantikan istilah blogger. Nara di sini merujuk atau seperti yang digunakan untuk istilah narasumber, narapidana, yang kurang lebih berarti para pelaku. Saya bukan ahli bahasa, jadi sangat bisa jadi keterangan saya kurang pas. Silakan kunjungi website yang lebih representatif untuk hal ini.

Tujuan saya sendiri menulis artikel ini adalah untuk mengenalkan kata tersebut. Bagi saya usulan ini menjadi menarik karena dengan demikian menunjukkan dinamika budaya kita. Ilmu bahasa tidak berhenti.

Pengusulnya sendiri adalah Enda Nasution (semoga dia tidak sekedar meng-klaim usulan orang, seperti yang dituduhkan kakak kelasnya hihi), yang sering disebut sebagai bapak blogger (ah narablog).

Bahasa Baku, Bahasa Kaku

Nah, saya perlu juga jujur terhadap Anda, terhadap diri saya sendiri. Bahasa dalam pemahaman saya adalah ilmu yang sangat lentur. Bebas menyerap dari sana-sini, asal kita bisa saling memahami. Karena dalam hemat saya, memang itulah tujuan ditemukannya bahasa, agar kita bisa berkomunikasi.

[ detail ]

Posted in Pendidikan, Culture, blog, Daily Life | 4 Comments »

Belajar Bahasa?    Print This Post   Email This Post

Tuesday, February 24th, 2009

hates the language! Bahasa Inggris menurutku sama saja dengan bahasa yang lain. Bahasa Arab bahkan bahasa China ataupun Jepang yang tulisannya sulit dipahami itu, pastilah juga hanyalah masalah kebiasaan. Tinggal bagaimana kita terbiasa menggunakannya.

Menguasai satu bahasa bukanlah karena kecerdasan. Bukankah di masing-masing belahan dunia ada saja orang idiot yang tetap bisa berkomunikasi dengan bahasa setempat? Bukan bermaksud merendahkan arti ilmu bahasa, bukan juga dalam rangka merendahkan kemampuan tersimpan dari penderita idiositas, tapi begitulah menurut pemahamanku.

Dalam mempelajari sebuah bahasa, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Saya sendiri belum menguasai bahasa-bahasa yang sudah sempat saya sebutkan di atas, tapi paling tidak saya mengakui dan sepakat dengan ungkapan teman saya jaman kuliah, Rizal Ginanjar. Baginya, belajar bahasa harus dimulai dengan “pisuhan”.

Darimana Anda akan mempelajari bahasa dengan awalan yang seperti itu? Teman saya tadi memulai debut pelajaran bahasa Jawanya melalui stadion sepakbola di Jogja. Lha kalau bahasa Inggris? atau Arab? atau China? Sayang sekali tidak ada stadion/lapangan sepakbola internasional di sini, jadi sulit sekali menerapkan teori tadi.

Tapi sekarang saya senang sekali, ada satu solusi yang luar biasa. Kawan, teman, sahabat, genduk saya tersayang Pito dengan difasilitasi oleh komunitas bentukan dari kawan, sahabat, homokan saya tersayang Bahtiar yaitu BHI telah membukanya. Silakan datang ke Wetiga, angkringan di Jakarta, atau mampir saja ke faceboob, eh maksud saya facebooknya Pito. Atau bagi Anda yang nggak bisa buka facebooknya Pito, bisa mampir ke blog pecah belahnya di sini.

Bahasa Inggris jadi menyenangkan, atau kata tepatnya mungkin, memisuhkan! Selamat misuh! :D

Posted in Pendidikan, blog, how to | 6 Comments »