Jangankan di Jogja, Mas. Di RSU Zainal Abidin Banda Aceh pun sudah mulai masuk juga waralaba semacam itu. Bahkan di kabupatenku, RSUD Abdya, juga sudah mulai nampak gejala yang sama. Sebenarnya memang kita ambivalen dalam hal ini. Melihatnya satu sisi memudahkan kita sebagai orang yang datang ke rumah sakit, sebagai keluarga pasien atau sebagai pembezuk. Tapi di sisi lain, kita melihatnya sebagai sebuah kebijakan tidak sehat di lembaga yang semestinya lebih peduli pada urusan sehat-tak-sehatnya masyarakat.
Semuanya soal uang, kayak sabda Meja, seorang penyanyi dari Amerika bertahun silam. Selalu soal laba. Laba. Dan laba.
]]>