Apalah Arti Sebuah Nama
Wednesday, November 23rd, 2011
Pada tulisan kali ini, ijinkan saya memperkenalkan dua sahabat saya, Glendem dan Langsam. Glendem saat ini bekerja di peternakan besar, banyak sapi di sana. Sebagai lulusan cum laude perguruan tinggi ternama, sebut saja Gadjah Mada nama kampusnya, tidak sulit bagi dia untuk mendapatkan pekerjaan. Ahli masalah peternakan yang selalu persaja, dengan pembawaan yang selalu kalem, murah senyum dan kadang-kadang keluar hal lucu dan agak saru, sesuatu yang mengejutkan kalau menilik sifatnya yang pendiam.
Lain halnya dengan Langsam. Dia pembaca buku yang mendarah daging. Agak sulit saya menemukan kata yang tepat, intinya dia suka sekali membaca. Buku apa saja, dari teori sosial hingga novel. Langsam juga ceplas-ceplos dalam setiap pertemuan. Dengan bekal bacaan yang banyak, tak jarang muncul juga kutipan-kutipan terkenal (yang saya selalu terperangah tiap mendengarnya. Sayangnya, dalam sekejap saya lupa juga apa yang dikatakannya huhu).
Mereka berdua jarang bertemu, apalagi berkumpul bersama dan reriungan seperti masa muda kami ketika kami sama-sama di bangku sekolah menengah pertama. Langsam yang aktif di dunia NGO (Non Government Organization), hampir selalu keluar kota, membagi ilmunya ke pelosok negeri. Sedangkan Glendem, kadang ke luar negeri untuk belajar sistem peternakan. Tapi hari ini istimewa, mereka berdua tiba-tiba muncul di depanku, yang sedang menikmati teh racikan mas blontankpoer. Ya sudah, mari ngeteh bersama.
“Gimana pendapatmu tip, soal pemakaian kata ASEAN untuk komunitas blogger?” Langsam tidak memerlukan basa-basi untuk bertanya. “Walah, sek to, ngeteh-ngeteh dulu to. Ini soal apa sih?” saya tergagap. Sumpah. Mereka berdua memang blogger juga, menuliskan apa saja yang menurut mereka menarik dan pantas dibagi. Entah mengapa, kadang mereka berdua seperti membangun polemik, dan saya menikmatinya
Glendem selalu berpikir positif tentang pemerintah, sedang Langsam sebaliknya. Saya? Saya sedang ngeteh! jangan tanya! *eh*
Posted in blog, Semiotics | 15 Comments »
Shoot The Messenger
Friday, November 18th, 2011
Begitulah, dalam tiap diskusi, hampir dengan siapapun, dalam tema apapun, sering sekali saya menemukan sikap seperti dalam judul. Bukan berpegang pada pesan yang disampaikan, tetapi lebih ke mencari kesalahan sang penyampai.
Hari ini saya senang sekali, karena kebetulan khatib sholat jumat kali ini, uraiannya cerdas. Sudah beberapa kali saya mendapati beliau berkhutbah, dan sedari dulu, sikap beliau selalu pas dengan nalar. Kali ini beliau bercerita soal da’wah. Adda’a, ud’u, yad’u, do’a. Berseru.
Hakikat dakwah adalah berseru. Ini menjadi kewajiban tiap kita. Bukan berarti kalau tidak melakukan lantas berdosa, tetapi ini amanat yang memang diberikan oleh pendiri agama saya ketika beliau melaksanakan ibadah haji wada’ (terakhir). Saya sangat yakin, seruan ini juga ada pada tiap agama. Intinya, mari menyerukan atas kebaikan kepada semua orang.
Posted in Pendidikan, Culture, blog | 4 Comments »
Solusi /var/mysql/mysql.sock not found error
Thursday, November 10th, 2011
Sekali-kali menuliskan hal yang bersifat teknis sepertinya nggak apa-apa deh ya. Kali ini saya ingin menuliskan hal terkait bahasa pemrograman PHP. Sebenarnya tulisan ini dipicu karena masalah yang saya hadapi ketika menjalankan script bikinan saya sendiri untuk mengconvert informasi berupa sekumpulan file XML, di mana di dalamnya berisi informasi data-data tentang detail sebuah tempat dari berupa nama tempat, lokasi, hingga foto-foto terkait tempat tersebut, ke sql.
Sebelumnya perlu saya informasikan, saya orangnya pemalas. Saya tidak mau dipusingkan dengan permasalahan permission folder di tempat hosting, oleh karenanya paling sering saya convert image ke base64encode, lalu menyimpannya sebagai text di dalam sql. Kebiasaan ini, ditambah kesulitan untuk move on *halah* membuat saya harus memparse data di dalam file xml tadi lantas mengambil informasi terkait image, mendownload image tersebut, lalu mengconvert ke base64encode, dan akhirnya menyimpannya ke sql.
Masalah kemudian muncul, ketika script itu saya jalankan melalui browser. Seperti kita tahu, browser memiliki waktu timeout. Saya lantas jadi berpikir untuk mencoba menjalankan script php itu melalui command line. Hal ini belum tentu menjadi solusi tentu saja, belum terlihat hasilnya karena masih dalam proses. Namun saya ingin berbagi saja mengenai hal yang saya alami ketika menjalankan hal ini.
Posted in blog | 9 Comments »
Abai
Tuesday, November 1st, 2011
Kata ini terngiang terus di kepala saya. Pernah adakah satu penelitian serius yang mengungkapkan peningkatan satu sikap abai dari satu komunitas/penduduk? Apakah linear, exponensial atau bagaimana? Faktor apa saja kiranya yang membuat menjadi seperti itu?
Tulisan ini dipicu dari pengalaman pribadi saya, dimana saya terlanjur masuk satu lorong (jalan tikus) untuk menuju satu tempat, dan terpaksa putar balik karena ternyata di tengah-tengah jalan tikus tersebut sedang ada proyek galian yang menutup akses. Saya bingung, kenapa tidak dari depan pintu masuk jalan tikus itu diberi tanda atau peringatan soal pekerjaan ini?
Empat jam kemudian saya lewat pintu masuk tadi, dan ternyata sudah ada tanda peringatan dimaksud. Saya tidak sempat menghitung, berapa orang yang “terjebak” harus putar balik karena tanda itu terlambat ada. Ditambah pula, sekian pekerja yang ada di tempat itu, seakan tidak peduli. Mereka membiarkan pengemudi berjalan sampai ke dekat lokasi (meski sebenarnya sudah terlihat dari jauh), dengan harapan masih bisa lewat, dan harus kecewa karena ternyata tertutup total.
Saya tidak habis pikir, tidak satupun dari pekerja di situ yang melambaikan tangan memberi tanda bahwa tidak bisa lewat. Juga beberapa penduduk yang ada di ujung belokan gang, yang tahu persis keadaan di situ, seakan tidak peduli juga. Urusanmu urusanmu sendiri, urusan saya sudah banyak. Mungkin seperti itu.
Posted in Neolib, Culture, Daily Life | 1 Comment »
