Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Merdeka Itu..

Print This Post   Email This Post

Tulisan kali ini singkat saja, sekedar memberi pembanding bahwa sesingkat apapun entry sebuah blog, jauh lebih panjang dibandingkan sebuah twit, dan akan bertahan lebih lama, tentu saja. :) Jadi, langsung saja, merdeka itu bagi saya adalah:

1. Kebebasan menyatakan pendapat, tanpa harus takut ancaman subversif.

2. Kebebasan memperoleh informasi, apapun, tanpa harus dipaksa tunduk oleh aturan yang tidak masuk akal. 

3. Kebebasan mengamalkan kepercayaan tanpa harus dihantui oleh ancaman mayoritas.

4. Terpenuhinya hak-hak asasi sebagai warga negara, terutama pendidikan, kesehatan dan informasi.

5. Ketika negara dipimpin oleh orang yang kompeten di bidangnya, dan fokus dalam penyejahteraan warga.

6. Hilangnya represi paramiliter dan dihancurkannya kelompok-kelompok anarkis (tepatnya perusak) atas nama agama ataupun bukan, oleh negara.

7. Ketika kebanggaan lahir dengan sendirinya, bukan dengan pemaksaan ataupun ancaman.

8. Ketika negara (dan rakyat) sudah tidak lagi dihantui hutang.

9. Ketika koruptor dan pemerkosa dihukum seberat-beratnya tanpa ampunan (maaf, saya manusia biasa, pengampunan bagi saya ada batasnya).

10. Hilangnya militerisme di segala lini masyarakat sipil dari tingkat kelurahan hingga negara. Militer cukup berada di barak.

Ini serba sedikit hal yang bisa saya tuangkan, bisa jadi esok hari sudah bertambah lagi. Anda boleh tidak setuju, karena saya menghormati kemerdekaan yang saya artikan menurut pendapat pribadi saya ini.

Vale, demi kemerdekaan.

El rony, belum merdeka.

SAMTING - Satu Minggu Satu Posting

Category: Politik, Neolib, blog, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

7 Responses to “Merdeka Itu..”

  1. fajarmcxoem Says:

    yang nomer 10, maaf tidak sepakat mas bro.. lha militer juga yg merjuangin kemerdekaan. Tidak bisa dihilangkan, dikurangi saja porsinya.. :)

  2. geblek Says:

    tagarnya mana nih

  3. rony Says:

    @fajarmcxoem: sip! no problem :) saya juga ndak setuju kalau direduksi yang berjuang hanya militer (pahlawan rata-rata mereka yang berjuang fisik saja, yang non-fisik sedikit sekali). makanya saya lebih setuju kalo militer cukup berada di barak. tapi ndak masalah, emang ndak harus semua satu pendapat :D tengkyuh! :D

  4. avianto Says:

    @fajarcxoem mungkin bacaan ini bisa sedikit membuka mata mengenai “peran” militer di Indonesia: http://goo.gl/kQ8M2

  5. fajarmcxoem Says:

    Era soeharto militer kompleks, Koramil sampe masuk tiap desa. Bisa dibilang ‘aman’ (bagi Soeharto). Preventiv, gerak dikit dibungkam. Tapi lumayan gak ada gejolak, rakyat tentram aman, meski batin tak merdeka.
    Betapa sulitnya Merdeka itu ya mas

    yang ini:
    *semoga tidak dimoderasi*
    Militer e sampean iki militer lama apa baru (tni+pol apa just tni) sekarang kan TNI emang rada dikebiri ama si Pol? Haha

  6. fajarmcxoem Says:

    @avianto woogh, thanks *budal ngeklik*

  7. pujianto Says:

    setuju mr rony. :D

Leave a Reply