Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta
Arsip Bulan August, 2011

Ujung Ramadhan Sudah Terlihat    Print This Post   Email This Post

Friday, August 26th, 2011

Selamat Iedul Fitri, Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga kita semua kembali suci. :)

Selamat pensiun juga, om steve

Posted in blog | 6 Comments »

Merdeka Itu..    Print This Post   Email This Post

Tuesday, August 16th, 2011

Tulisan kali ini singkat saja, sekedar memberi pembanding bahwa sesingkat apapun entry sebuah blog, jauh lebih panjang dibandingkan sebuah twit, dan akan bertahan lebih lama, tentu saja. :) Jadi, langsung saja, merdeka itu bagi saya adalah:

1. Kebebasan menyatakan pendapat, tanpa harus takut ancaman subversif.

2. Kebebasan memperoleh informasi, apapun, tanpa harus dipaksa tunduk oleh aturan yang tidak masuk akal. 

3. Kebebasan mengamalkan kepercayaan tanpa harus dihantui oleh ancaman mayoritas.

4. Terpenuhinya hak-hak asasi sebagai warga negara, terutama pendidikan, kesehatan dan informasi.

5. Ketika negara dipimpin oleh orang yang kompeten di bidangnya, dan fokus dalam penyejahteraan warga.

6. Hilangnya represi paramiliter dan dihancurkannya kelompok-kelompok anarkis (tepatnya perusak) atas nama agama ataupun bukan, oleh negara.

7. Ketika kebanggaan lahir dengan sendirinya, bukan dengan pemaksaan ataupun ancaman.

8. Ketika negara (dan rakyat) sudah tidak lagi dihantui hutang.

9. Ketika koruptor dan pemerkosa dihukum seberat-beratnya tanpa ampunan (maaf, saya manusia biasa, pengampunan bagi saya ada batasnya).

10. Hilangnya militerisme di segala lini masyarakat sipil dari tingkat kelurahan hingga negara. Militer cukup berada di barak.

Ini serba sedikit hal yang bisa saya tuangkan, bisa jadi esok hari sudah bertambah lagi. Anda boleh tidak setuju, karena saya menghormati kemerdekaan yang saya artikan menurut pendapat pribadi saya ini.

Vale, demi kemerdekaan.

El rony, belum merdeka.

SAMTING - Satu Minggu Satu Posting

Posted in Politik, Neolib, blog, Daily Life | 7 Comments »

Beramal kok Koar-koar    Print This Post   Email This Post

Sunday, August 14th, 2011

Bulan Ramadhan, bulan pencitraan. Sayangnya begitu, apa boleh bikin. Di bulan ini, tidak hanya manusia yang berbondong-bondong memperebutkan perhatian Tuhannya, bahkan merek-merekpun tak mau kalah berusaha mendapatkan perhatianNya.

Twitter, sebuah layanan social media yang sedang sangat populer saat ini, menjadi salah satu jembatan pengejawantahan perebutan perhatian tersebut. Dan, maafkan saya, saya sedang agak suntuk dengan segala kelebatan promo tidak masuk akal tersebut. “Follow saya, maka saya akan menyumbang seribu rupiah untuk tiap follower baru ke orang yang membutuhkan”. Kurang lebih seperti itu redaksinya. Ada yang mempromokan akun, ada yang mempromokan hashtag, banyak yang terang-terangan, ada pula yang malu-malu.

Lalu saya teringat dengan kyai yang menggunakan kata sumbangan sebagai modal ceramah. Nyumbanglah agar engkau segera kaya. Komentar saya atau tepatnya selorohan saya atas ucapan kyai tersebut, bahkan memicu diskusi yang cukup panjang. Diskusi yang menurut saya tidak penting, karena masing-masing memang tidak berniat mencari titik temu, masing-masing sibuk mempertahankan argumennya dengan imbuhan kekeraskepalaan. Tentu saja ketika saya menyebut kata masing-masing, artinya saya juga begitu. :)

Kalau emang mau, lakukan.

Pingin rasanya ngomong gini tiap hal di atas muncul. Lakukan! Tidak usah bikin keributan. Ada yang pernah bilang “bersedekahlah dengan tangan kananmu, hingga seolah-olah tangan kirimu sendiri tidak mengetahuinya”. Bukankah itu indah sekali? Berbuat baik tanpa harus diketahui oleh orang lain, bahkan seakan-akan tanpa sadar, refleks. 

[ detail ]

Posted in Neolib, blog | 17 Comments »

Hutang kok bangga    Print This Post   Email This Post

Thursday, August 4th, 2011

Hari ini adalah hari ke empat puasa. Beruntung sekali saya bertemu bulan ini, tidak lama setelah satu proses penuh emosi terjadi. Ibaratnya menemukan oase ketika kehausan. Tetapi saya tidak ingin bercerita tentang hal itu, saya lebih ingin menceritakan apa yang terjadi di kepala saya, di otak saya maksudnya, setelah peristiwa itu.

SAMTING - Satu Minggu Satu PostingApa yang terjadi dengan saya terkait dengan uang. Saya sungguh baru berhadapan sekali itu dengan orang yang sangat tamak, sementara dia belum beberapa lama baru pulang dari Tanah Suci. Saya terus terang tidak bisa habis mengerti, bagaimana orang bisa sedemikian dikendalikan dengan uang. Lantas pikiran sayapun berkembang, karena kebetulan orang-orang di sekitar saya yang juga terlibat dalam kejadian itu, memiliki kemiripan satu lagi. Hutang.

Kenapa dengan hutang?

Hutang sepertinya sudah menjadi jalan hidup sekarang. Pingin TV, hutang. Pingin kendaraan, hutang. Pingin baju, hutang. Bahkan dengan pola pikir paling bodoh yang menancap di kepala para manusia Indonesia, yang memandang pemilik kartu kredit adalah golongan keren, budaya hutang ini semakin merasuk bahkan hingga ke urusan makan. 

Orang hutang tidak lagi malu-malu. Kalau dulu, manusia malu-malu mencari waktu, menunggu sambil memperhatikan sekiranya target sedang lunak hatinya, untuk kemudian memohon diberikan hutang. Kini? Orang hutang dengan petentang-petenteng, bahkan dalam satu cerita ada yang pakai acara membentak-bentak pelayan sebuah restoran, padahal dia ya cuma tukang hutang. Sungguh sial.

[ detail ]

Posted in Neolib, Culture, blog | 9 Comments »