Menjadi Manusia
Friday, July 29th, 2011
Tersentil oleh ucapan kek Ivo, “Hanuman bisa bertindak jauh lebih manusiawi daripada semua orang lainnya, karena seumur hidup dia ingin menjadi manusia”. Kalimat yang lugas namun penuh makna. Mengingatkan kita untuk berkaca, apakah kita benar-benar sudah menjadi manusia?
Dalam budaya Jawa –maaf, saya orang Jawa, jadi memang budaya ini saja yang benar-benar saya tahu– terdapat satu ungkapan yang terkenal, “ojo diseneni, cah cilik kuwi pancen durung Jowo”. Arti langsungnya adalah “jangan dimarahi, anak kecil itu memang belum Jawa”. Bagi saya pribadi, keberadaan kata Jawa di sini tidak berhenti di tanah Jawa saja, atau wilayah mataram semata. Kata Jawa mewakili dunia seluruhnya, hal ini wajar karena dunia manusia Jawa waktu itu, memang hanyalah seputar wilayahnya berada.
Posted in Yogyakarta, Culture, blog | 1 Comment »
Berbagai Kelompok Bermain di Yogyakarta
Friday, July 22nd, 2011
Sebelum saya memulai bercerita, saya ingin menyampaikan permohonan maaf sekaligus pengakuan. Hal ini sekaligus pertanggungjawaban saya sebagai salah satu pencetus satu minggu satu posting, dimana seminggu kemarin saya terpaksa tidak bisa memposting apapun di blog ini, dikarenakan tubuh sedang mengalami penuaan dini. Sudah hampir dua minggu ini saya diserang migraine, hal ini sepertinya diakibatkan oleh pola tidur yang berubah. Sekarang, alhamdulillah, “jadwal” kumatnya sudah tidak sesering minggu lalu.
Oke, cukup tentang diri saya. Saya sebetulnya ingin bercerita tentang sekolah. Kebetulan kemarin saya berputar-putar keliling jogja, mencarikan sekolah untuk anak saya, Mata Air. Terlambat sebenarnya, karena sebenarnya ajaran baru sudah berlangsung. Namun apa mau dikata, kondisi tubuh membuat hal-hal mundur, namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan :D. Dan ternyata, sekali lagi alhamdulillah, untuk kelompok bermain, keterlambatan ini tidak cukup berpengaruh, karena anak bisa masuk kapan saja.
Posted in Pendidikan, Neolib, Yogyakarta, blog | 6 Comments »
Tropical Rising Moon - Sebuah Lagu
Wednesday, July 6th, 2011
Sitting here staring at a full tropical rising moon
New dreams start glidin’ into the air
others will end too soon
Dance your way across the evening sky
n’ among a million stars
Bring close all those who wish upon you
All the hearts near and far
Keep your secrets safely tucked away tropical rising moon
Lighten up all romantic moments shared in a million rooms
Light the stars, candles in this night tropical paradise
While the palm trees dance cheek to cheek
And wait for the sun to rise
On a distant sandy shore
blue waves roll on by
Racing down with silky clouds
that swirl across the trade winds skies
Smile upon the dozy island bay tropical rising moon
Gently lead it into the cool night
and out of the heat of noon
Sitting here staring still at you tropical rising moon
Thank you for watching over her sleep and for giving me this tune
Ini adalah lirik lagu “Tropical Rising Moon”, sebuah lagu yang dikarang oleh Om Gianni (demikian kami menyebutnya), suami dari mbak Elaine. Lagu ini dikarang oleh om Gianni ketika menunggui istrinya itu menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Sambil menemani mbak Elaine terbaring, kasih sayang om Gianni tertumpah dengan jujur. Kini mbak Elaine telah pergi, setelah sekian lama berjuang melawan kangker yang menggerogoti tubuhnya. Selamat jalan mbak.
Posted in Daily Life | 4 Comments »
Maaf Kawan, Kita Bersimpang Jalan :)
Friday, July 1st, 2011
Pilihan hidup seringkali bertabrakan dengan pilihan hidup teman lain. Namun selayaknya hal seperti ini tidak menjadi ganjalan dalam pertemanan. Bukankah keseragaman itu membosankan? Setidaknya inilah yang kualami beberapa hari ini, bagaimana pilihan hidupku, tiba-tiba harus berhadapan dengan pilihan atau mungkin kompromi yang dilakukan oleh sahabatku.
Tidak ada yang baru di bawah naungan matahari, semuanya hanya berulang dan berulang mengikuti siklus ciptaan-Nya. Namun proses pencarian masing-masing orang mengalami perkembangan, proses pencarian ini pula yang mengakibatkan persimpangan pilihan antara aku dengan teman-temanku.
Narasi Besar
Tentu saja, hal ini jadinya mirip dengan “agama”, yaitu satu konsep hubungan antar manusia dalam ruang makro bernama dunia, antara satu orang dengan orang lainnya. Masing-masing memegang anggapannya atas pandangan terhadap dunia. Apakah dunia itu bulat, apakah dunia itu datar, kembali ke keyakinan masing-masing.
Posted in Neolib, blog, Daily Life | 3 Comments »
