Bernyanyilah, Pak Beye!
Monday, November 22nd, 2010
Sudah hampir berakhir kiranya masa tugas bapak menjadi abdi kami semua. Sudah berjalan berapa bulan pak? Tentu bapak yang paling ingat, bukan? Kami, para majikan sampeyan, sungguh rindu dengan suara bapak. Maafkan kalau kami tidak membeli kaset bapak, bagaimanapun selera pilihan musik tidak bisa disamakan toh?
Kali ini kami, para majikan sampeyan, ingin mendengar nyanyian bapak yang lain. Syukur kalau menjadi album baru. Tampillah di panggung dunia pak. Nyanyikanlah lagu perjuangan, memperjuangkan nasib kami para majikan sampeyan ini.
Bapak tentu tahu bukan, tentang majikan bapak yang terlantar oleh rusaknya alam karena pembabatan hutan, karena lumpur LAPINDO yang kasusnya berkepanjangan, karena bencana alam di Wasior, Mentawai dan Merapi. Kasus terakhir bahkan ada majikan sampeyan yang digunting bibirnya di Saudi Arabia sana.
Posted in Politik, Neolib, blog, Semiotics, Daily Life | 4 Comments »
Yogya, Tempat Harapan Tak Pernah Padam
Sunday, November 7th, 2010
Merapi bergolak kembali tiga hari yang lalu, hujan pasir melanda sebagian besar wilayah Jogja utara. Para pencetus kata “seyogyanya saya utarakan” berbondong-bondong mengungsi ke bawah. Kedatangan para pengungsi ini, langsung disambut dengan berbagai hal yang mengharukan. Dari mulai siraman air bersih ke kaca-kaca mobil yang lewat, yang tertutup pasir dan abu, hingga tulisan besar-besar “silakan masuk ke sini bagi para pengungsi” di beberapa rumah. Saya terharu
Tidak harus menunggu lama, tanpa ada satu instruksi berupa rentetan keharusan-keharusan, warga Jogja bahu membahu membantu para pengungsi. Bahkan simbah-simbahpun ikut membuat nasi bungkus agar para pengungsi tidak kelaparan. Para pemuda bergabung dalam posko-posko mengkoordinir bantuan dan mendistribusikannya. JalinMerapi, lingkar komunitas yang terdiri dari pegiat radio komunitas, yang sudah berada di seputar merapi sejak beberapa minggu, menjadi sumber informasi utama pendistribusian bantuan.
Menanggapi kejadian ini pula, warga online Jogja, mereka yang aktif di dunia blog, twitter, plurk, facebook, friendster, komunitas blackberry dan lain-lain, bergabung dalam satu jaringan koordinasi JogjaOnliners. Keberadaan mereka seakan menjawab kegelisahan sebagian besar pengamat sosial akan punahnya kebersamaan dikarenakan hadirnya teknologi.
Posted in Yogyakarta, Culture, Daily Life | 5 Comments »
