sebetulnya apapun yang terjadi di dunia ini, awan bergulung-gulung, Angin berhembus sepoi-sepoi, peredaran matahari dari barat dan timur, gaya gravitasi bumi, makanan yang masuk dalam perut, hingga desiran hati kita semuanya dalam pandangan dan kuasa ALLAH, Pentadbiran ALLAH yang Maha Bijaksana.
Didalam itu semua ada kebijaksanaan Tuhan, Dalam Pentadbirannya, Tidak ada yang mampu terlepas dari pandanganNYA. bagi orang yang sangat faham kerja Tuhan, mereka sangat merasakan dirinya lemah, sangat terasa Kuasa ALLAH.
Dalam sejarah di ceritakan para sahabat sangat sensitif sekali dengan Tuhan, tersandung batu menjadikan mereka sangat muhasabah, merasa Tuhan ingatkan sesuatu tentang dosanya, bagi mereka sakit karena tersandung batu itu adalah penghapusan dosa…Rasa kehambaan mereka sangat tinggi, mereka merasa kesakitan yang di timpakan padanya adalah keadilan Tuhan, mereka redho dengan kesakitan yang yang menimpa, “Sungguh aneh orang2 mukmin itu, jika di beri nikmat dia bersyukur kepada Tuhannya, jika di uji dia Redho dengan Tuhannya” akhirnya terhubunglah hati hamba dengan TuhanNYA
lebih lebih lagi kejadian-kejadian yang besar-besar, bagi orang orang di waktu itu dianggapnya suatu yg negatif, tetapi para Sahabat menjadikannya keuntungan untuk menghisab dosa2nya…sebelum di hisab di akherat nanti….begitulah sudut pandang orang yang terkena musibah.
bagi orang yang tidak terkena musibah, Timbullah empati dengan kesusahan mereka, rasa berdosa jika tidak membantu, menjadikan peluang untuk berkhidmat dengan sesama, dari situ terhubunglah perlu memerlukan sesama manusia, yang punya harta berkorban dengan hartanya, yang punya tenaga berkorban tenaga..masing2 berkhidmat sesuai dengan riskinya
Yang terkena Musibah redho, Yang tidak terkena musibah membantu, indahnya hidup begini, hidup yang harmoni….
Artinya Semua yang terjadi dalam kebijaksanaan Tuhan yang Maha Bijaksana ( cuma bisa memperkatakan, belum bisa mempraktekan )
Masyarakat Yang Diidamkan
Aku rindukan masyarakat yang berkasih sayang
Bersatu padu, rasa bersama bekerjasama, bertolong bantu
Yang susah dibela, yang senang membela
Yang pandai menjadi obor, pemimpin menaungi dan memayungi
Aku menginginkan satu kehidupan yang murni dan harmoni
Hormat-menghormati di antara sesama manusia
Tidak ada benci-membenci, tidak ada khianat-mengkhianati
Maaf-bermaafan, bertimbang rasa, peri kemanusiaannya tinggi
Golongan tua dan para ketua dihormati, mereka boleh dicontohi
Golongan bawah atau orang-orang biasa dikasihi
Para pemuda-pemudi pemalu, tenaga mereka sangat berguna
Rajin bekerja, mereka menjadi aset negara, bangsa dan agama
Maksiat yang menjolok mata atau terang-terangan tidak ada
Masyarakat bersih daripada noda dan dosa
Hidup penuh dengan bersopan santun dan kasih mesra
Kurangnya jenayah, tidak ada berbalah, ketakutan tidak ada
Ulama dihormati, kerana akhlak mereka tinggi
Akhlak mereka bayangan Nabi, hingga mereka dicontohi dan dipandang tinggi
Mereka adalah obor masyarakat, juga pemimpin tidak rasmi
Sentiasa menunjukkan ajar, memberi nasihat dan diikuti
Mana ada masyarakat yang begini yang menjadi idaman bersama
Hanya wujud di zaman salafussoleh yang gemilang
]]>*menyimak*
]]>