
Satu kata lagi yang sedang ngetrend di negeri ini, redenominasi. Dikeluarkan oleh para ahli keuangan di gedung BI, menyebar hingga jadi perbincangan di pojok-pojok internet. Obrolan ini sukses menggeser isu besar tentang penculikan (yang masih belum selesai), tentang lumpur lapindo (yang bosnya tetap eksis di kancah politik sementara para korban mengais-ngais keadilan), tentang korupsi milyaran (yang setelah redenominasi akan menjadi jutaan saja) dan banyak lagi.
Lantas mengapa pula saya membawa-bawa isu ini ke halaman ini? Alasan pertama saya jelas, biar trendy, biar tidak dibilang udik
Maklum, sekian lama tidak ngeblog, gagap kiranya kalau saya mengungkap “luka lama” tadi. Maka jadilah, redenominasi saya bahas. Alasan kedua, karena Pesta Blogger 2010 sudah mulai berjalan. Sekedar satu tulisan sumbangan pikiran saja dari saya terkait ajang kumpul para blogger.
Jika Blog adalah Mata Uang
Redenominasi hanya bisa berlaku jika yang dikenainya adalah mata uang. Istilah itu sendiri hanya lahir di kalangan ekonom, redenominasi dengan demikian tidak bisa dikenakan pada nama seseorang, katakan orang itu bernama Mega lalu terkena redenominasi menjadi Kilo, tidak relevan. Maka redenominasi blog ini hanya berlaku jika blog adalah mata uang.
Lalu kenapa saya menulis ini? Apakah blog itu mata uang? Jelas bukan, bagi umumnya para blogger, tapi bagi beberapa blogger berbayar, tentu saja iya
Sejatinyalah istilah ini muncul di kepala saya karena perbincangan hangat di blognya pakdhe Blontank, mengenai pesta blogger.
Di sana saya menemukan ungkapan menarik soal blogger petani. Pikiran saya langsung membayangkan seseorang dengan capil dan cangkul, sibuk bercocok tanam blog, untuk satu saat nanti dipanen. Wah! keren!
Lalu ada juga twit berbayar, twitter, media social blogging yang kebetulan sedang banyak penggunanya ini, ternyata juga memunculkan beberapa pengguna akun yang twitnya dibayar. Saya sendiri belum tahu bagaimana pola kerjanya, mbok saya dibagi to ilmunya
Nah, blogger petani dengan twit berbayar ini apakah sama? Wah ndak ngerti. Tapi kalau dikembalikan ke wilayah perbincangan sesuai judul, maka keduanya memiliki kemiripan. Media menjadi mata uang.
Lalu apa itu redenominasi blog?
Yang terlintas di kepala saya sih, jumlah karakter. Dalam blogging, sungguh belum pernah saya memposting hanya 140 karakter saja. Sekarang dengan adanya twitter, plurk, facebook, dan masih banyak lagi social media, blogging cukup singkat saja. Walaupun ada juga sih yang membabibuta menggunakan fitur twit longer yang saru sekali itu sehingga twitnya menjadi lima paragraf. Anu saya bilang saru soalnya di ujung twit akan muncul (cont)tl.gd… hayoo saru to?
Jadi, blog mengalami redenominasi. Jumlah karakter terpangkas, tetapi nilainya tida berubah. Penghasilan tidak berkurang
Apakah saya salah? sangat mungkin begitu.Baiklah, demikian dulu sajalah tulisan saya. Singkat dan nggak mutu, maafkan.
Sebagai penutup, baik teman-teman yang terkena efek redenominasi blog maupun tidak, mari bergembira dengan adanya event pesta blogger. Saya tidak peduli dengan siapa penyelenggaranya, yang jelas ini kesempatan bagi para blogger untuk menemukan wujud gerakannya. Ah iya, saya nulis begini bukan karena saya menang lomba logonya, tolong jangan minta farhat abbas untuk nuntut saya sumpah pocong, saya beneran tulus nulis ini.
vale, demi bercocok tanam
el rony, tidak pandai bercocok tanam blog
August 7th, 2010 at 6:20 am
Analogi yang keren oom dalang lantip! Btw. comment juga mengalami redenominasi menjadi pesan “pertamax” *facepalm*
August 7th, 2010 at 9:57 am
iki sampeyan ngomong opo sih? *tangi turu*
August 7th, 2010 at 10:04 am
@niwat0ri: haha.. eh emangnya ada comment berbayar? wah mau!
@Ace: ngene lho mon.. pertama-tama..
August 7th, 2010 at 10:53 am
nom susu nom !
August 7th, 2010 at 10:53 am
wah ngeliat tulisannya yg mendukung pestablogger, kayaknya ini golongan bangsawan, yato yato
August 7th, 2010 at 10:55 am
waspada redekarakterisasi blog! #lawanarus
August 7th, 2010 at 11:18 am
Ngoceh apaan sih tip?
*hihi
August 7th, 2010 at 11:25 am
[…] Rony’s Blog » Redenominasi Blog rony.dgworks.net/2010/08/07/redenominasi-blog/ – view page – cached Satu kata lagi yang sedang ngetrend di negeri ini, redenominasi. Dikeluarkan oleh para ahli keuangan di gedung BI, menyebar hingga jadi perbincangan di pojok-pojok internet. Obrolan ini sukses menggeser isu besar tentang penculikan (yang masih belum selesai), tentang lumpur lapindo (yang bosnya tetap eksis di kancah politik sementara para korban mengais-ngais keadilan), tentang korupsi milyaran… Read moreSatu kata lagi yang sedang ngetrend di negeri ini, redenominasi. Dikeluarkan oleh para ahli keuangan di gedung BI, menyebar hingga jadi perbincangan di pojok-pojok internet. Obrolan ini sukses menggeser isu besar tentang penculikan (yang masih belum selesai), tentang lumpur lapindo (yang bosnya tetap eksis di kancah politik sementara para korban mengais-ngais keadilan), tentang korupsi milyaran (yang setelah redenominasi akan menjadi jutaan saja) dan banyak lagi. View page Tweets about this link […]
August 7th, 2010 at 11:26 am
kalau yang nulis panjang2 pakai mikir saja sekarang jadi teredeminiosiniasi jadi 140 karakter, bayangkan blognya dulu cuma nulis teks lagu dan iklan baris, akan terdemorenisiasitis jadi berapa karakter?
August 7th, 2010 at 6:58 pm
setuju banget, ron!
August 8th, 2010 at 1:16 am
retweet berbayar?
followfriday berbayar?
August 8th, 2010 at 7:58 am
ngalorngidul.com
August 14th, 2010 at 8:35 am
analisanya bagus banget, tambahin jumlah update-nya dong, misalnya blog di update 1 bulan sekali, 140 karakter diupdate 1 menit sekali, kira2 masih sama gak hasilnya yah
*salam kenal.. eh