
Geregetan saya membaca berita soal pelatih Lin Dan yang baru-baru ini mempecundangi Taufik Hidayat di final Thomas Cup. Ternyata Tong Sinfu berada di belakang kesuksesan Lin Dan. Tong Sinfu adalah pelatih tim bulutangkis Indonesia yang sukses mengantar Alan Budikusuma dan Susy Susanti memperoleh Medali Emas dalam Olimpiade Barcelona 1992. Bahkan, Tong kemudian ikut membidani lahirnya generasi Hendrawan. Namun betapa menyesakkanya, beliau harus hengkang dari Indonesia –setelah deretan prestasi beliau– dikarenakan pengajuan kewarganegaraan beliau ditolak. Berita mengenai hal ini bisa dibaca di Kompas.
Yang membuat saya semakin geregetan karena saya teringat dengan klub olahraga nasional yang lain, PSSI. Dana mengalir deras, bahkan sempat didukung oleh APBD, sampai sekarang tong kosong mlompong gak ada prestasinya, ditambah dengan pimpinannya yang NAPI dan membuat nama Indonesia TERCORENG di mata FIFA. Orang yang seperti ini yang dibela oleh negeri bedebah ini, sampah yang tak menyumbang apapun!
Nasib Para Pahlawan Olahraga
Kalau kita search melalui Google dengan keyword Heryanto Arbi SKBRI, maka akan kita temukan catatan bagaimana memalukannya negeri kita memperlakukan anak bangsanya. (Terimakasih kepada Om Eko untuk keyword ini).
Dan kalau kita merunut sejarah perbulutangkisan, melalui media konvensional, kita akan dapati kisah-kisah memilukan. Susy Susanti sempa disuruh menyanyikan lagu Indonesia Raya ketika mengajukan perpanjangan passport, Ivana Lie bertanding di luar negeri dengan passport palsu (terpaksa) karena status beliau ketika itu masih stateless. Heriyanto Arbi, seperti sudah disinggung sebelumnya, karena sempat mengalami kesulitan mengurus SKBRI, akhirnya beliau membawa klipingan koran tentang perjuangannya demi bangsa dan negara yang dicintainya. Apa lacur, pihak KBRI malah menjawab dengan ,”urus saja passportmu di kantor koran itu”. Bedebah!
Ya, sekali lagi bedebah! kata itu paling tepat diucapkan pada mereka para pemegang birokrasi di negeri ini. Kenapa nggak kalian usir saja itu orang yang mengaku berbangsa Indonesia, berbekal surat kelahiran di negeri ini, tapi kenyataannya maling, pencuri, penindas rakyat? Kenapa kalian biarkan NAPI yang sudah terbukti di pengadilan memimpin sebuah lembaga olahraga nasional? Kalau menurutku, kalian harusnya ekstradisi saja dia ke timbuktu.
Belajar dong Pada para Revolusioner!
Khadafi, agak melenceng jauh tulisan saya, adalah seorang pemimpin dari sebuah negeri gersang bernama Libya. Khadafi, memimpin dari tenda ke tenda, di cap sebagai komunis dan musuh Amerika. Namun mari kita tengok sejauh mana beliau memandang negerinya. Dia menempatkan olahraga sebagai salah satu pilar perjuangan penegakan kebernegaraan di Libya, silakan baca buku tulisan beliau.
Di Amerika Latin, sekelompok gerilyawan bernama EZLN, tak memandang sebagai olahraga sebagai kegiatan tak berguna. Mereka serius membina warganya untuk berolahraga, tak tanggung-tanggung memanggil tim Italy untuk bertanding bersama, bermain bola.
Di negeri ini, negeri yang katanya jamrud katulistiwa, menanam kayu jadi makanan, lempar jaring dapat ikan, olahraga ditempatkan di sudut tak penting. Kalau tidak dipandang sebagai sesuatu yang tak berguna, justru dipandang sebagai sarana mengeruk kekayaan, terutama oleh orang-orang seperti NAPI yang sekarang sedang menjabat itu.
Tentu kita ingat nasib pelatih karate yang dianiaya oleh polisi diraja Malaysia. Apa yang dilakukan pemerintah kita? Nothing, None, Null.
Sadar dong kalian para penguasa!
vale, demi olahraga
el rony, memandang jijik pada sang NAPI. semoga kamu ditolak cacing dalam kuburmu.
nb: tanyakan catatan mengenai diskriminasi ini kepada Askvicong.com database beliau lengkap.
update:
Susahnya Mendapatkan Surat Kewarganegaraan Kisah tragis yang dialami Heryanto Arbi dan Hendrawan
Category: Kesehatan, Politik, Culture, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback
May 17th, 2010 at 5:10 pm
pancen.. panas nih baca berita ini
May 17th, 2010 at 5:12 pm
setuju je.
bahkan saya yang mengaku-aku atheist pun tergoda untuk ikut mendoa-celakakan para NAPI dan bangsat nagara itu.
May 17th, 2010 at 5:14 pm
pemerintah ncen pekok kok. padahal liat animo penduduk indonesia waktu pemain badminton indonesia main, semua negara pasti pengen punya pendukung sefanatik ini.
May 17th, 2010 at 5:22 pm
Tiba-tiba sejenak merasa malu menjadi WNI. Terutama karena banyak teman-teman saya yang harus berjuang lebih untuk mendapatkan status WNI, padahal jelas-jelas mereka lahir, besar, mencari nafkah di Indonesia ini. Apakah mereka musti operasi plastik untuk diterima jadi WNI? Oh dasar negeri bedebah.
May 17th, 2010 at 6:11 pm
@pakerte: Iya, tiap hari aku juga berkumpul dengan mereka, jadi tahu bagaimana keadaan mereka. Bagaimana susahnya kalau sudah berurusan dengan birokrasi.
#fuckthegovernment
May 17th, 2010 at 6:59 pm
urgh … menyebalkan …
agar semua bisa berubah menjadi lebih baik apa yang bisa kita lakukan ?
mudah2an pemegang birokrasi sekarang tidak seperti dulu lagi …
SKBRI sampai sekarang masih harus dibuat ya?
May 17th, 2010 at 6:59 pm
Bhineka Tunggal Ika hanya ada di kaki seekor burung..
May 17th, 2010 at 9:49 pm
sepertinya mereka2 (tong sinfu, ivana, heryanto) lupa untuk nyelipin “uang administrasi” ke pegawai kecamantan *salam kenal
May 17th, 2010 at 9:59 pm
birokrat korup itu mesti dipenggal kepalanya. *nyiapin asahan guilotine
May 17th, 2010 at 10:26 pm
Tulisan yang bagus, Ron!
Yg kelakuannya jelas-jelas jelek dipertahankan dan malah dibiarkan merajalela, yg prestasinya jelas-jelas bagus malah dipersulit hidupnya. Sux! Prihatin yang ke sekian kalinya.
May 17th, 2010 at 10:33 pm
Baca ini bikin frustasi!
Orang yang berjasa buat negara aja dipersulit, apalagi orang biasa?! SBY punya nyali buat beresin diskriminasi ini gak?
May 17th, 2010 at 10:34 pm
Keren mas tulisannya
Buka mata buka telinga!
May 18th, 2010 at 2:09 am
Sedih bener dah baca post ini
T.T
susah payah mengharumkan nama Indonesia di dunia international tetapi balasannya tidak ada, hanya masalah SKBRI saja dipersulit padahal mereka atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia di dunia international.
Mudah - mudahan pemerintah lebih perhatian lagi terhadap dunia olah raga Indonesia, bukan hanya menuntut untuk membuat prestasi tetapi kesejahteraannya juga.
Hidup dunia olahraga Indonesia!!!
May 18th, 2010 at 6:22 am
yang penting semuanya harus setor, setor, dan setor.
May 18th, 2010 at 8:42 am
saya bacanya juga ikut geram… smoga banyak yang sadar setelah baca ini…
May 18th, 2010 at 10:59 am
Bedebah memang,tp bukan negeri ini. Yg bedebah itu birokrat dan pejabat,serta pemerintahannya, sehingga negeri yg diperjuangkan dgn darah dlm mengusir penjajah,dinodai dgn ulah para bedebah pengabdi penjajah…maaf, sedikit masukan, agar enak dibaca,alangkah baiknya jika judulnya bukan ‘negeri bedebah’, krn yg bedebah bkn negerinya
May 18th, 2010 at 11:16 am
Ron, nyuwun pangestu arep ngopy tulisanmu, oleh?
May 18th, 2010 at 11:35 am
@Roy: sumonggo kek :p
May 18th, 2010 at 11:37 am
@Ichi: terimakasih masukkannya, sayang saya tidak bisa mengubah judulnya karena negeri ini tidak dimiliki oleh rakyatnya, negeri ini dikangkangi oleh para bedebah itu. Rakyat hanyalah obyek pelengkap penderita di negeri ini.
May 18th, 2010 at 3:22 pm
bangsa ini emang penuh kemunafikan dap
May 18th, 2010 at 3:28 pm
Setuja…dimata bedebah itu, rakyat adl pemilik modal. Jgnkan pahlawan olah raga, janda veteran saja malah dituntut penjara. Anak ismail marzuki, hanya hidup dgn ngontrak rumah… Bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai pahlawannya. Dan itu belum ada di negeri ini..
May 22nd, 2010 at 8:24 am
negeri kita jadi bedebah karena dipimpin oleh orang2 bedebah, fiwhhh…!!!
salam kenal
June 7th, 2010 at 7:21 am
sekarang lebih bedebah lagi ngotot minta dana 15 M untuk alasan rakyat lagi, bener2 makin bedebah
June 9th, 2010 at 8:19 am
Logonya Pesta Blogger keren…
June 9th, 2010 at 1:50 pm
ayo di update lagi blognya…
June 10th, 2010 at 11:23 pm
lebih menggemaskan lagi, penolakan menjadi warga negara justru harus dilalui dengan “setor menyetor” dulu. Lha kalo diluluskan sih gpp, nah ini ditolak je…
June 14th, 2010 at 8:54 am
pertama selamat…telah menang logo pesta blogger..
apa mau dikata orang-orang diatas sana masih belum memandang olahraga sebagai bagian penting dari negara..ya seperti yang uraikan diatas, hanya sebatas angan saja…
June 17th, 2010 at 9:19 am
betapa bangsa ini sangat kurang menghargai anak bangsanya bagaimana tidak prestasi saja dicekal ironis sekali disaat mereka berjuang dan mengharumkan negri, di negri sendiri dipersulit ckckckkc… birikrasi… birokrasi…. owalah
ot of the topic : congratz atas dipilihnya logo sampean , nais logo
June 18th, 2010 at 2:00 pm
izinkan saya memperkenalkan diri dulu, karena saya pengunjung baru di blog ini, nama saya ikhwan
pertama saya mau mengucapkan selamat kepada mas rony atas menjadi jawara desain logo pesta bloggernya
kalau saya yang berdebah adalah pemerintahnya mas, karena gagal dalam birokratnya
June 23rd, 2010 at 1:47 am
bedebah memang!bukan hanya pahlawan olahraga za…negeri yang diurus oleh orang2 dan sistem yang tak becus(kapitalisme)…ya beginilah jadinya
June 23rd, 2010 at 11:36 am
Sedikit marah ngebaca judul tulisannya. ‘…di negeri bedebah’ ? Hebat banget ya bisa menghina negara yang dimana Anda jadi warga negaranya, salut loh sama pola pikir anda. Memang ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan oleh rakyat untuk membuat negeri ini berubah, sebagian memilih untuk berhenti bertanya apa yg negeri ini bisa berikan kepada rakyatnya tapi mulai melakukan apa yg mereka bisa lakukan untuk negeri ini dan sebagian lain lagi hanya bisa berceloteh, menilai dan menggurui ttg kebobrokan negeri ini yang seolah mereka layak memimpin negeri ini.
Ohya sekali lagi selamat kepada judul anda yang sudah menghina negeri saya tercinta ini.
June 23rd, 2010 at 12:57 pm
Lagian mpunya olahraga kita terutama sepak bola alias PSSi bisa buat menopang hidup keluarga mangkanya bertahan terus biar kata udah dipenjara juga hahaha
June 27th, 2010 at 9:06 pm
setuju, indonesia harus berunah
June 28th, 2010 at 10:12 am
Diakui atau tidak, memang masih ada diskriminasi perlakuan terhadap WNI keturunan. Memprihatinkan. Namun, bukan berarti kita harus membenci negeri dan bangsa ini, sebaliknya ini tugas bersama agar kita bahu-membahu memerangi hal-hal semacam ini.
Salam Indonesia!
June 29th, 2010 at 9:49 am
Saya setuju sekali dengan pendapat Anda, para atlet kita begitu dielu-elukan ketika mereka memperoleh medali emas di kancah internasional. Tapi apa yang terjadi begitu mereka tidak lagi mampu untuk berlaga, ya sama juga nasibnya seperti orang tua-orang tua yang menjalani sisa hidupnya dengan apa yang ada. Sungguh tragis memang, tapi itulah Indonesia Raya. Thanks…
July 9th, 2010 at 10:25 am
kapan ya bangsa bedebah menghargai yg tdk bedebah? he he…
July 14th, 2010 at 11:11 am
selamat atas keberhasilan ada dalam lomba logo pesta bloger 2010 semoga sukses sobat….
July 16th, 2010 at 2:01 am
ada juga atlet Kempo yang harus ngubah nasib jadi admin jaringam.. *digaplok*
July 16th, 2010 at 1:11 pm
jadi geregetan gara2 baca posting nya ini ,,, huh ,,, negara kita harus belajar nech ,,,
mudah2an di kemudian hari tidak terulang …
July 16th, 2010 at 7:47 pm
karena tidak terlaru mengikuti perkembangannya, setelah baca ini, betapa menyedihkan sekali ya…hm…katanya mau maju ya…lagi-lagi birokrasi dan administrasi di negeri ini seperti ini adanya…
July 17th, 2010 at 3:20 pm
yah,, begitulah nasib.. pengen rasanya ngasih “hadiah” Jun Jo Dan ke muka si Napi yar dia sadar..
July 26th, 2010 at 5:02 pm
Suara Hati SUSI SUSANTI & ALAN BUDIKUSUMA :Ask what you can do for your country & and please ask what your country can do for you (tanyakan apa yang bisa anda perbuat/berikan untuk negara anda & tanyakan apa yang bisa negara anda perbuat/berikan untuk anda)
July 28th, 2010 at 9:19 am
nice post om…
negeri ini memang salah kaprah
memuja para penjahat, penipu, pelacur
tetapi memminggirkan para pahlawannya
menyedihkan
salam sukses buat Om Admin..
sedj
http://sedjatee.wordpress.com
August 3rd, 2010 at 9:37 am
Yang terbaru paling memalukan adalah ketika Kapolda Jateng masuk ke lapangan meminta pergantian wasit dalam pertandingan final Liga Indonesia…parah!!!
August 5th, 2010 at 4:44 pm
pemerintah ndak sadar sama potensi negeri ya.. yg mana yg harus didukung yg mana yg enggak
mereka lupa kalo bangsa asia itu paling bagus di olah raga bulu tangkis, bukan sepak bola
August 5th, 2010 at 7:07 pm
Sepertinya pemerintah kita belum sadar akan manfaat dari sebuah olahraga prestasi. Kita pun hanya bisa saling menyalahkan atas buruknya prestasi olahraga kita dipentas dunia.
August 6th, 2010 at 9:08 am
sayang bgt ya padahal udah banyak nyumbang medali buat endonesa… tapi kok mau pindah kewarganegaraan aja susah…