
Informasi ini sebenarnya sudah sangat terlambat, artinya fasilitas parkir menginap di bandara tersebut sudah lama ada. Namun saya ingin membagi informasi yang lain, bagaimana mengakali parkir menginap di bandara?
Sekedar informasi, parkir menginap di bandara disediakan oleh penduduk sekitar, jadi bukan fasilitas resmi dari bandara. Biasanya saya ke Jakarta hanyalah sebentar, berangkat pagi dari Yogya, sore sudah di Yogya lagi. Jadi parkir non menginap sudah cukup bagi saya. Namun akhir-akhir ini saya harus menginap di kota tujuan, baik Jakarta maupun yang terakhir kemarin ke Balikpapan.
Waktu ke Jakarta, sekitar seminggu yang lalu, saya memarkir kendaraan saya di bandara. Biaya parkir membuat saya tersedak. Untuk motorĀ biayanya Rp. 10.000,- per malam, sementara untuk mobil Rp. 20.000,- per malam. Karena sudah terlanjur memasukkan motor ke tempat parkir, dan waktu boarding tinggal sebentar lagi, maka saya tetap parkir di sana. Waktu bayar terasa nyesek di dada
lha kan mending naik taksi, biaya cuma terpaut sekitar Rp. 5.000,- tapi bisa duduk tenang dan bawaan tidak menjadi beban (ke Jakarta kemarin sekitar 3 hari saya).
Maka ketika harus ke Balikpapan, dimana waktunya sampai sekitar 5 (lima) hari, saya mencari cara agar bisa lebih efektif (halah tepatnya ngirit haha). Lalu sayapun berkeliling, mencari-cari terminal/halte transjogja. Dan akhirnya saya menemukan halte di Janti, dekat dengan parkir inap motor. Mantap!
Parkir Hemat, Hati Semangat
Yak, parkir di sana hanyalah Rp. 1.000,- (seribu rupiah) per malam. Biaya transjogja ke bandara (kemanapun sama saja sih) hanya Rp. 3.000,- satu kali trip. Jadi untuk menginap 5 hari plus biaya transport dari bandara, saya hanya keluar uang Rp. 11.000,- (sebelas ribu rupiah)! Mantap!
Ditambah lagi kenyataan bahwa transjogja beroperasi (terutama untuk yang melewati/trayek bandara) hingga pesawat terakhir alias sekitar jam 9 malam. Saya semakin mantap dengan pilihan ini
Sekelumit Sejarah Parkir Janti, yang saya tahu
Parkiran Janti sudah berumur puluhan tahun. Parkiran ini menjembatani kesulitan orang-orang luar Yogya yang bekerja di Yogya. Katakanlah yang dari Klaten, mereka bisa membawa motornya ke Yogya, lantas ketika mau pulang ke daerahnya, mereka tinggal parkir motornya di sini, lanjut ke Klaten naik bis. Ataupun sebaliknya.
Nah, tradisi tersebut nampaknya sampai sekarang masih berlangsung. Hal ini terlihat dari parkiran yang saya pilih, selalu penuh dengan motor. Oh iya, sekedar informasi, saya memarkir kendaraan saya di parkiran dekat lampu merah. Yang punya ramah, baik hati, kendaraan terjaga tetap bersih, sistem first in first outnya keren, dan beliau walaupun sudah setengah baya tapi mengenal google!
paling tidak waktu melihat stiker ID-GMAIL di motor saya, beliau nyeletuk,”wah google!”
Parkiran itu juga bersih, dari dulu begitu. Ini yang membuat kita semakin nyaman memarkir di sana. Sejauh ini saya juga belum pernah mendapati keluhan orang-orang yang memarkir di sana. Jadi, mari mengirit! *lho gak nyambung? ya gapapa :D*
vale, demi penghematan
el rony, akan berlangganan ![]()
Category: Yogyakarta, blog, how to, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback
July 6th, 2009 at 10:38 am
aku tiap hari ke jakarta (dari bogor sih)
parkir motor di stasiun Bogor, tiap hari mbayare 3 rb
kalo nginep jd 8 rb.
Kalo pengen parkir murah sih di kampus ipb, cuman itu artinya, aku gak naik kreta, tapi naik bis
July 6th, 2009 at 4:16 pm
jogja emang kalem… [gak nyambung yach.. ]
July 6th, 2009 at 9:27 pm
bisa naik pesawat kok masih ngirit ongkos parkir. huh!
July 7th, 2009 at 1:20 am
@ndorokakung: intinya adalah lifehacking haha
December 28th, 2009 at 2:21 pm
wah masih murah mas. disini motor 15ribu permalam. itupun masih tergolong murah karena yang lain tarifnya per jam
May 17th, 2010 at 11:39 pm
Mas, boleh minta nomor CP nya? Saya berencana untuk parkir menginap selama 2 minggu, tapi kendaraan saya masih baru. Aman nggak ya? Kalo boleh mohon nomor HP nya dikirim PM via email Mas, saya ingin ngobrol langsung, untuk lebih meyakinkan. Thanx ya Mas.