Turut Berduka Cita
Friday, July 17th, 2009
Turut berduka cita atas meninggalnya hati nurani dan tenggang rasa.

Jakarta, 17 Juli 2009
WE WILL NOT GO DOWN!
we have in the past
we will now
and will continue to do so
for we are one country, one nation, one people undivided

vale, demi kemanusiaan
el rony, berpita hitam
Posted in Neolib, Daily Life | 1 Comment »
Oposisi? Oh.. Posisi..
Thursday, July 9th, 2009
Pemilihan Umum untuk anggota legislatif sudah lama berakhir. Putaran pertama pemilu untuk presiden juga sudah terlewati. Berita-pun dipenuhi dengan hasil quickcount dan interpretasi serta analisa politik atas apa yang terjadi.
Selain hal itu, muncul pula –seperti biasa– protes sini-sana atas hasil pemilihan umum yang baru saja berlalu. Saya tidak akan membahas tentang benar salah, dan lain sebagainya soal pemilu ini, saya sendiri tidak memilih.
Saat ini yang terpikir oleh saya adalah soal oposisi. Sebuah negara yang telah mendeklarasikan diri sebagai negara demokratis, sudah selayaknya memiliki kanal oposisi. Dan negara kita –sependek pengetahuan saya– tidak membatasi peran oposisi. Yang jadi masalah kemudian justru, adakah peran itu diambil? Atau untuk lebih jelasnya, adakah partai yang benar-benar oposisi?
Oh… Posisi…
Saya kembali mengutip judul di atas. Karena memang itu yang terjadi di negeri ini. Ketika sebuah partai mengalami kekalahan, selain sibuk mencari-cari kesalahan pemilu mereka juga sibuk melakukan tawar menawar politik agar diberi posisi di pemerintahan.
Posted in Politik, Pendidikan, Neolib, Semiotics | 2 Comments »
Parkir Menginap di Bandara Adisutjipto
Saturday, July 4th, 2009
Informasi ini sebenarnya sudah sangat terlambat, artinya fasilitas parkir menginap di bandara tersebut sudah lama ada. Namun saya ingin membagi informasi yang lain, bagaimana mengakali parkir menginap di bandara?
Sekedar informasi, parkir menginap di bandara disediakan oleh penduduk sekitar, jadi bukan fasilitas resmi dari bandara. Biasanya saya ke Jakarta hanyalah sebentar, berangkat pagi dari Yogya, sore sudah di Yogya lagi. Jadi parkir non menginap sudah cukup bagi saya. Namun akhir-akhir ini saya harus menginap di kota tujuan, baik Jakarta maupun yang terakhir kemarin ke Balikpapan.
Waktu ke Jakarta, sekitar seminggu yang lalu, saya memarkir kendaraan saya di bandara. Biaya parkir membuat saya tersedak. Untuk motorĀ biayanya Rp. 10.000,- per malam, sementara untuk mobil Rp. 20.000,- per malam. Karena sudah terlanjur memasukkan motor ke tempat parkir, dan waktu boarding tinggal sebentar lagi, maka saya tetap parkir di sana. Waktu bayar terasa nyesek di dada
lha kan mending naik taksi, biaya cuma terpaut sekitar Rp. 5.000,- tapi bisa duduk tenang dan bawaan tidak menjadi beban (ke Jakarta kemarin sekitar 3 hari saya).
Posted in Yogyakarta, blog, how to, Daily Life | 6 Comments »
