
Demikian, jika saja saya seorang Raja, saya akan mengumumkan hal itu dengan disertai sanksi berat bagi yang melanggarnya. Sebagai seorang Raja, tentunya saya berhak dan dikaruniai hak mutlak untuk menentukan perilaku para andahan (bawahan/kawulo) saya.
Atau katakanlah saya ini MUI, saya akan membuat fatwa bahwa HARAM hukumnya memasang bendera partai di pinggir jembatan sempit! Paling tidak kalau saya sudah membuat fatwa demikian, sanksi neraka bagi mereka yang melanggarnya sepertinya cukup menakutkan. Apalagi kalau seperti selama ini yang terjadi di negeri ini, fatwa saya tentu akan didukung oleh serombongan pecinta kekerasan pendamba secuil kapling di surga. Tapi tentu berbeda dengan MUI, saya memiliki alasan yang sangat masuk akal dan sangat-sangat penting, walaupun tak lepas dari obyektifitas. Jadi, membela fatwa saya ini tentunya sangat baik bagi kemaslahatan umat.
Bendera Pembawa Bencana
Ya, jujur saja, sebenarnya belum menjadi bencana. Hanya saja sangat-sangat nyaris hampir menjadi bencana. Ceritanya saya melewati selokan mataram, kebetulan saya sedang pakai motor, bersama istri dan anak. Hampir seluruh jembatan di selokan mataram ini dipenuhi oleh bendera-bendera partai.
Pada awalnya ndak ada masalah, saya hanya agak terganggu pandangannya saja sehingga tidak bisa melihat dengan jelas ke arah berlawanan karena kadang terhalang oleh lambaian bendera. Hingga akhirnya saya sampai di ruas jembatan –yang jalannya rusak di seputaran Kutu Dukuh (Jalan Magelang). Tiba-tiba bendera yang cukup besar melambai ke arah badan jalan, menutup muka saya. Hampir saja saya jatuh, motor sempat goyang ke kiri dan ke kanan. Keseimbangan saya nyaris hilang ketika saya terantuk oleh lobang jalanan. Untungnya saya bergerak cukup pelan dan dari seberang sudah tidak ada motor/mobil lagi. Sehingga saya masih bisa mengendalikan dan kembali ke posisi seimbang.
Pertama kali yang terlontar hanyalah “Astaghfirullah” dan “Alhamdulillah tidak jatuh”. Tapi kemudian tidak bisa dibendung, keluar juga pisuhan/makian terhadap pemasang bendera. Bendera PKNU! Ya, bendera itu lebih besar dari bendera yang lain (PKS) dan posisinya lebih pendek sekitar 10cm. Bendera itu yang hampir mencelakakan saya. Jika saja saya sendirian atau hanya berdua dengan istri, mungkin saya tidak akan sedemikian marah. Tapi saya bersama anak yang masih 9 bulan umurnya, kalau sampai jatuh, siapa yang akan bertanggung jawab?
Berharap partai tersebut bertanggungjawab? Ah, itu sih sama saja dengan berharap mendapatkan pemimpin yang tidak suka bohong. Ndak mongken! begitu teriakan teman saya. Maka saya hanya bisa berjanji untuk menuliskan peristiwa ini di media saya, di blog ini.
Sekali lagi, Jangan memasang bendera partai di pinggir jembatan sempit!
Ini mungkin himbauan saya ketika saya tersadar akan posisi dan siapa saya. Saya bukan Raja, bukan pula MUI, jadi tidak bisa mengeluarkan statement, fatwa maupun perintah. Saya hanya bisa menghimbau.
Sudahlah kalian para partai-ers itu, sibukkanlah diri kalian dengan janji-janji saja. Janganlah kalian mengancam keselamatan orang-orang yang kalian klaim telah kalian wakili ini. Oke?
Saya sendiri punya janji kok dengan kalian, saya ndak akan milih!
vale, demi kesehatan
el rony, memandang sinis pada pemasang bendera. Sungguh, kalian tidak mengerti sama sekali tentang advertise, campaign apalagi ilmu komunikasi!
Category: Politik, Culture, blog, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback
August 6th, 2008 at 10:27 am
Kalau temen saya yg nama tengah nya “SUX” pasti akan tulis ini di surat pembaca. Yah, itu masih PKNU, belum lagi partai besar yg laen yg nantinya tiba2 naruh bendera partai segede-gumbreng.
*summon dementor*
August 6th, 2008 at 10:41 am
mungkin dalam munas mesti dibahas gimana cara pasang bendera yg bener. btw, haramkan sistem setoran untuk angkutan umum.. cuma menyiksa penumpang dan awak angkutan *berasa jadi MUI*
August 6th, 2008 at 11:08 am
oh. mangkane pasang wae bendera bergambar artis cantik.
August 6th, 2008 at 12:43 pm
kalo kata gusdur, kalo ada bendera-bendera seperti itu, kita pasangi aja bendera-bendera sepak bola atau bendera pssi di sampingnya. biar makna partai-partai itu luntur dengan sendirinya.
August 6th, 2008 at 1:18 pm
Kalo kata kang Jae, “GOBLOK KOK DITATO!™”
August 6th, 2008 at 2:09 pm
woy, itu oknum, jangan digeneralisir
*melenggang sambil siyul-siyul*
August 6th, 2008 at 3:24 pm
kalo mereka ngerti semua ilmu itu, mendingan mereka cari kerjaan lain daripada jadi anggota partai..
August 6th, 2008 at 10:46 pm
semuanya, dari spanduk parte sampe umbul-umbul jualan….beuh!
gak cuman dijembatan om…dipemisah jalan pun ditancepin…kudu extra hati-hati tau-tau ada mahluk nylonong dari sela-sela bendera dan umbul-umbul
August 7th, 2008 at 2:43 am
mana mungkin orang2 partai itu mau mikir membahayakan atau enggak, lha mereka pasang bendera itu aja sering melanggar waktu kampanye
August 7th, 2008 at 8:47 am
emang katro tuh yang masang bendera. gak pake otak kali ya. sing penting kejar setoran. ada kabar yang bisa dipercaya setiap bendera yang terpasang itu ada duitnya.
August 7th, 2008 at 10:14 am
kurang sensasional judulnya, kamu tidak ada bakat jadi editor koran murah, harusnya judulnya gini:
alternatif 1:
PKNU, PARTAI PEMBAWA BENCANA
alternatif 2:
BELUM KAMPANYE PARTAI SUDAH MAKAN KORBAN
alternatif 3:
PKNU PARTAI PEMBUNUH, PARTAINYA RYAN!
August 7th, 2008 at 12:03 pm
iki lagi benderane mas, durung satgase?
August 7th, 2008 at 1:06 pm
Alhamdulillah Mata Air is owkey saja.
Btw, kalau sudah ada peraturan atau undang-undang, sudah dipastikan mereka akan teratur?
.::he509x™::.
August 7th, 2008 at 4:24 pm
Sux gag, Ron?
August 9th, 2008 at 12:02 am
Abe udah berhasil summon dementor *lirik komen atasku*
August 9th, 2008 at 11:05 pm
jangankan jembatan sempit, jembatan lebar saja aku tidak setuju. Kalau di Jakarta, membahayakan pengendara sepeda motor. Soalnya bendera-bendera tsb dipasang menggunakan bambu dan mudah tertiup angin, terus roboh melintang ke pinggir jembatan. Bahaya deh
August 10th, 2008 at 2:33 pm
itu di jembatan layang lempuyangan sering jatuh2 benderanya, ganggu bgt. mana sempit gt.
August 11th, 2008 at 11:10 am
wes ron.. nyoblos PKNU wae.. sopo reti PKNU menang.. njur entuk amanah dadi pemimpin.. trus ora iso nyekel amanah.. trus mlebu neroko. Sip to pembalasane.. alus tapi ngantem.
August 11th, 2008 at 11:53 am
mbok yao genderone didedeli wae, trus dijait dadekno katok. biasae lak gendero2 ngono nganggo kain sing adem tur isis *enable bakul rombeng mode*
August 26th, 2008 at 12:05 pm
saya turut prihatin dengan musibah yang hampir menimpa anda. mungkin memang harus ada aturan dan saknsi tegas bagi pelanggar pemasangh benedera yang tidak tertib.
PKNU pro ketertiban hukum. alau salah yang laporkan polisi saja. Tapi yang adil, semua yang melanggar.
October 10th, 2008 at 8:52 pm
@ 20 : kalo pro ketertiban hukum — koq ikut2an pasang bendera di pinggir jembatan?
apa ndak mikir?
otak koq gak dipake