
Pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan uneg-uneg saya yang mencuat begitu saja seiring dengan keluarnya berita-berita yang berisi tanggapan Enda atas komentar seseorang. Hal yang mengganjal pada diri saya ini justru berangkat dari definisi blog dan blogger yang ditulis Enda di blognya –yang kebetulan pula saya amini.
Polarisasi Blogger
Hal pertama yang paling mengganjal adalah adanya pengkutuban blogger. Proses pengkutuban ini tidak disampaikan oleh seorang blogger, bahkan orang tersebut sama sekali tidak kompeten untuk mendefinisikan soal blog. Hal ini berpijak pada dua hal, orang tersebut bukan seorang blogger dan orang tersebut belum pernah menyampaikan sebuah analisis berdasar metodologi ilmiah mengenai blog dan blogger. Kalaupun dia mengklaim sudah melakukannya, maka ada kecacatan dimana tidak ada publikasi yang memadai atas analisisnya, uji keilmiahannya dan lain sebagainya.
Satu hal yang pasti, saya jawab saat ini, polarisasi blog itu bodoh. Hal ini sama saja dengan mengatakan bahwa di dunia ini hanya ada dua warna. Blog, pada hakikatnya adalah media. Jadi seorang blogger adalah seorang blogger, seorang pekerja media. Sudah selesai sampai di situ.
Kalau kita menilik pada dunia offline, media konvensional, maka kita akan dihadapkan pada istilah jurnalis amplop dan sejenisnya. Tetapi sejauh ini kita tidak bisa mencap bahwa wartawan itu bisa didikotomikan dalam dua hal itu. Wartawan adalah mereka yang bekerja mencari dan membuat berita, mengenai bagaimana mereka melakukan kerjanya maka itu adalah kapasitas dia sebagai seorang individu. Oleh karenanya ketika ada wartawan amplop, kalaupun sampai masuk ke persidangan, maka yang disidang adalah si wartawan sebagai individu. Bukan Aliansi Jurnalistiknya misalnya, ataupun lembaga tempat dia bekerja.
Pengkutuban blogger negatif-positif, mengibaratkan ada pengelompokan tegas atas dunia blogosphere. Mengingat akan hal ini pula, maka melalui tulisan ini saya menolak istilah tersebut. Bahkan penggunaan frasa,”semua blogger itu positif” bukanlah hal yang tepat. Karena dengan demikian, pertanyaan yang selanjutnya adalah siapa yang negatif? Mereka yang bukan blogger? Cukup sudah konflik horisontal yang tidak penting ini berlanjut.
Sekali lagi saya tegaskan, blogger adalah blogger (titik). Kalau ada pertanyaan lagi, maka blogger adalah pekerja media, medianya adalah blog. Jadi, kawan Enda yang saya hormati, mohon Anda ralat perkataan Anda di media tersebut melalui media Anda sendiri.
Mispersepsi Media
Poin selanjutnya yang ingin saya sampaikan adalah ungkapan ini. Tanpa paksaan apapun, melalui media saya ini, maka saya sampaikan kepada teman-teman wartawan bahwa kalian tidak mispersepsi. Yang kalian tuliskan adalah ungkapan langsung. Jika ada kesalahan maka itu bukanlah persepsi, tetapi salah kutip. Dan kalau ini terjadi, maka di dunia media ada yang namanya hak jawab.
Enda mengatakan bahwa rekan-rekan jurnalis harus hati-hati atas hal ini. Perkataan dia ada benarnya, tetapi di sisi lain, untuk kasus ini, maka pernyataan Enda tersebut sama sekali tidak mewakili blogger, paling tidak dia tidak mewakili saya. Wahai wartawan, kalian tidak salah!
Buat Enda, mungkin ungkapanmu itu emosional, sangat aku pahami. Dalam situasi seperti ini, kamu yang tidak berbekal ilmu komunikasi yang memadai, akhirnya menjadi korban adu domba antara blogger dengan media konvensional. Maka saya minta dengan hormat, sampaikan ralatmu di mediamu.
Blog adalah media merdeka
Angkat topi untuk Andry Huzain atas inisiatifnya membuat sebuah tempat bernama merdeka.or.id. Blog adalah media yang tidak dihinggapi kepentingan di luar dirinya. Blog adalah merdeka. Blog pada tahap berikutnya bahkan merupakan agen perubahan yang sebenarnya. Tanpa perlu saya beri contoh ataupun success story mengenai hal ini di negara-negara tetangga, tetapi satu contoh sederhana saja, blog menguasai opini di search engine.
Dengan mengingat potensi itu, maka blog sebenar-benarnya adalah media yang sebenar-benarnya pula merdeka. Dengan sifat yang merdeka ini pula maka segala polarisasi, pendikotomian, dan adu domba yang bodoh dari orang di luar lingkaran blog maupun orang di dalam blog adalah kejahatan. Tidak ada Undang-undang yang melindungi hal ini, tetapi paling tidak blog bisa menghakimi mereka dengan opininya.
Kembalikan blog menjadi media yang merdeka.
salam hangat dari Jogja juga,
Rony
nb: mata air, saatmu nanti tiba
update:
Category: Politik, Culture, blog, Semiotics | Comment RSS 2.0 | trackback
April 8th, 2008 at 12:48 pm
He.. he.. opo wae sih Ron..?
April 8th, 2008 at 12:55 pm
enda ngomong apa oom?
April 8th, 2008 at 1:23 pm
ini kampanye pilpres blog ya ?
April 8th, 2008 at 1:31 pm
Kalo blogger cuman 1 orang, mungkin tidak akan terkutub2. Tapi kalo udah 1000 orang blog, sangat mungkin akan terjadi pengkutuban. Tapi bukan hanya positif negatif, tapi multipolar. sing jelas aku termasuk blogger kutub konslet, alias weblog saya mati
April 8th, 2008 at 1:47 pm
[…] diskusi diubah menjadi “bagaimana membangun citra positif blogger.” ya yang bikin polarisasi positif negatif di dunia blog ya beliau ini, dengan mengubah topik seperti ini, artinya polarisasi yang dikarang beliau diamini oleh […]
April 8th, 2008 at 2:16 pm
Hak jawab..Ya alangkah idealnya Hak jawab ini dipahamai para Blogger. Daripada nyampah di komen..
* eh ini nyampah juga ya ??
April 8th, 2008 at 2:17 pm
ah sampeyan memang bak air penyejuk di tanah gersang…
April 8th, 2008 at 2:50 pm
sebenernya ini kan cuma masalah besar yang dikecil-kecilkan dan masalah kecil yang dibesar-besarkan toh ron? Wahihihihihhi
April 8th, 2008 at 3:03 pm
setubuh..eh, setuju ron!
jangan mau dikotakkotakkan.
blogger ya blogger!
April 8th, 2008 at 6:53 pm
‘ blogger setan dah ada kotaknya belum om?
” ya belum…mana ada blogger setan!
‘ mana ada setan mau ngeblog ya om?
*hiks…dejapuw
April 9th, 2008 at 11:00 am
Blog akan tetep merdeka, kemarin, hari ini dan esok hari.
Dan tentang polarisasi di dua kutub itu, gue terima, ga kepikir sebelumnya, next time ada yang nanya lagi gue akan bilang, dunia blog tidak hanya item dan putih, tapi justru berwarna-warni juga berkelap-kelip.
Ada yang sekarang putih besok hitam, ada yang sekarang hitam besok abu-abu.
Ada juga yang hari ini merah, besok kuning padahal hijau.
April 9th, 2008 at 11:22 am
Ron, kalau aku bilang aku bloger[1] HITAM bakal dimusuhi gak yah? bakal dicap poros kiri gak yah?
[1]kulitnya hihi.. ^_^
April 9th, 2008 at 12:18 pm
aku bloger hitam, karena rambutku hitam…
Kang,..mbalangi kulon kantor nyonyahmu hyuukk.
April 9th, 2008 at 12:35 pm
WE LOVE YOU, JIM!!!
*lho?*
April 9th, 2008 at 1:16 pm
MERDEKA!!
Mari kita kudeta mr cepiden.
*salah fokus*
April 9th, 2008 at 11:26 pm
hiks… klo saiia mah blogger pemula, ndak tau putih ato hitam
April 9th, 2008 at 11:39 pm
Yah…jadi mencap diri blogger negatif atau positif itu salah ya
Padahal seminggu terakhir ini uda gembar-gembor kalo saya ini blogger negatif
Kan negatif itu cool :B
April 10th, 2008 at 12:21 am
Positif atau negatif, blogger atau bukan blogger, wartawan yang ngeblog atau blogger yang bukan wartawan,udah susah untuk dikotak-kotakin. Coba deh bikin mindmap-nya, pasti akan selalu ada cabang yang berhubungan. Dalam konteks tanggapan Enda di media, saya ngeliatnya maksud Enda tuh gini; blogger ada yg ngeblog dgn niat positif, ada yang ngeblog dgn niat negatif. Jadi musti diliat lagi, ini konteksnya apa, lagi ngomongin apa. Dalam konteks terkait, Enda lagi ngejawab serangan Roy Suryo yang bilang “blogger itu negatif” dengan “enggak ah, siapa bilang?”. Karena Enda menyanggah, maka terciptalah dua kutub yang langsung dicap jadi ‘pengkutuban’.
Contoh lain, MISALNYA ada yang bilang “blogging itu gak enak, ribet”, lalu saya menyanggah “enggak ah, blogging itu enak gila!”, apakah secara otomatis saya mengkutubkan ada blogging enak vs blogging nggak enak? Enggak juga kan?
Mispersepsi bisa terjadi di pihak mana aja. Enggak cuman wartawan yg kudu ati-ati, blogger juga demikian. Nenek saya juga harus ati-ati kalau lagi nyebrang jalan, supaya engga ketabrak mobil. Kaum pembaca juga harus hati2 dalam membaca blog maupun media massa. Saya sih curiganya posting Anda ini juga akibat mispersepsi belaka. Maksudnya anda dan Enda sama-sama baik, cara ngutarain aja yang beda hehehe…
Setuju, selamanya blogger akan selalu merdeka. Kemerdekaan itu tidak cuma tercermin di kebebasan mengekspresikan pendapat di postingan blog, tetapi juga kebebasan memposting comment seperti yang saya lakukan ini
April 10th, 2008 at 12:46 am
@16: iyah… sama. nunggu2 ada yg bikin banner “saya blogger negatif”, hihi
ga boleh ya?
April 10th, 2008 at 1:43 am
www.pengkutuban.com
“What Kutubs You Are?, Insert your URL and you instantly know your kutubs”
April 10th, 2008 at 6:49 am
Saya kok jadi bingung, karena jadi ambigu semuanya. Lha kalo seumpamanya ada pihak yang tidak bertanggungjawab, lalu bikin blog gratisan dan sengaja bikin scam dlsb, nanti yang terkena imbasnya juga golongannya (iya, blogger). Mungkin disitu juga akhirnya terjadi penggolongan tadi. Meskipun saya SANGAT tidak setuju.
Nah, benernya sih memang gak usah digolongkan hanya hitam dan putih, masukkan area abu-abu saja semua. Jadi kalau ada apa-apa, salahkan si erly (greyarea), hihihi.
April 10th, 2008 at 4:02 pm
owww…blogger ya blogger, wartawan ya wartawan, masing-masing punya media sendiri. meski begitu, yah jgn saling mengadu domba lah. mending ngadu ayam (ooppss…dosa nih ya!)
April 11th, 2008 at 5:35 am
kutub opo kulub tho?
hehehe…
roy suryo effects, dadi merembet kemana mana.
nengke wae lak wes, mengko lak mati dewe bocahe.
April 11th, 2008 at 7:07 pm
Setuju banget sama jawabannya mas Enda yang revised. Udah pas itu. namanya juga blogger, ya nge blog sekena perutnya. berapa banyak sih orang yang nge blog dan isinya konsisten? kayaknya kebanyakan tgt mood deh. namanya juga media merdeka.
sesuai mood, ya warna warni. kadang ijo, besok merah. lusa putih dan seterusnya.
April 13th, 2008 at 1:05 am
netral aja ah..
*sambil bingung…
April 14th, 2008 at 11:09 am
INIKAN KAMPENYE PILPRES BLOGGER SELANJUTNYA!!!
RONCEH MO KAMPANYE JADI PRES BLOG!!!
huehauuehaueae…..
btw, serius dikit - negakin kerah benerin dasi,
bagi yang belum tau hubungan ronceh dengan enda sebenernya hubungan yang romantis sekali.. nggak berbeda kutub… jadi jangan salah sangka kalo ronceh nggak setuju dengan enda maka mereka berdua gontok2xan..
adalah hal yg sebaliknya.. mereka makin hari makin romantis..
tapi inilah indahnya dunia blog.. walau berbeda komen.. tapi dalam hati masing2x masih menyimpan hati yang berbunga-bunga…
- derau adalah pesan -
*ngeloyor*
April 14th, 2008 at 12:12 pm
ngga begitu ngerti apa yang dipermasalahkan,
memangnya orang menulis sekena dan sesempatnya bisa dikelompok2an yah
pengin tahu saya masuk kelompok yang mana
April 14th, 2008 at 7:20 pm
hehehe… itulah kalau kita terlalu memperumit masalah, terkadang bukan solusi yang didapat malah kesimpangsiuran yang semakin menjadi…
apa dan bagaimana yang disebut positif? apa dan bagaimana yang disebut negatif? semua polarisasi atau gerak tentu ada inti dan di sana yang ada hanya kekosongan…
tidak ada yang salah dan benar maka tidak ada juga yang menyalahkan dan membenarkan, semua hanya persepsi dan batasan-batasan yang digariskan sendiri-sendiri…
salam buat semuanya…
:: sebuah tulisan yang sangat menarik dari bung Rony
April 15th, 2008 at 12:08 pm
wah..wah.. rame nih.
nunggu simpulannya aja ah..
April 15th, 2008 at 6:50 pm
Jadi ingat mang Usopp di One Piece jilid… ugh, berapa, ya? 48 or 49 gituh… “Jangan remehkan energi negatif!”
April 16th, 2008 at 12:55 pm
aku gak pake blogger kok mas. aku pake wordpress
April 17th, 2008 at 11:04 am
jangan sampe ada perpecahan antar blogger pokoknya.. kita harus bersatu melawan kengawuran Roy Suryo!!! MERDEKAAA..!!!!
April 21st, 2008 at 1:38 pm
Kok kesannya jadi sempit gitu ya? Sebenarnya blog itu apa sih? Blog adalah sebuah website + CMS engine dan CMS adalah Content Management System. Apakah tanpa blog, kita-kita bisa menuliskan pemikiran kita di internet? Ya tetap bisa, kita tetap bisa menulis kok, yang penting ada website sebagai wadahnya.
Blog itu jangan dianggap sesuatu yang sakral. Itu hanya wadah seperti jenis-jenis web yang lain kok. Mungkin aja, in the next year, namanya bukan blog lagi, tapi yang lain, blig, blug, etc, karena perkembangan teknologi internet.
Sebenarnya hal ini gak usah dipusing-pusingin. Masalah ini rasanya gak relevan untuk dipermasalahkan. Pointnya apa sih? Kalau blog ada pengkutuban, maka semua website di dunia juga ada pengkutuban, email juga ada, messaging system juga ada, dan dalam skala besarnya, internet juga ada.. Jadi bingung kan?
Kalau memang ada pengkutuban emang kenapa? kalau nggak ada, emang kenapa? Pointnya disini apa?
April 21st, 2008 at 1:43 pm
Oh ya, soal Bapak Blog, istilah ini datang dari mana sih? Apakah diklaim sendiri atau ada institusi yang ngasih gelar? Rasanya yang benar-benar bisa menjadi Bapak Blog itu ya, orang yang pertama menggagas sesuatu ide yang namanya Weblog. Setelah itu, rasanya gak ada lagi deh yang bisa memakai gelar Bapak Blog.
April 23rd, 2008 at 10:01 am
pernah saya dengar kalo Enda itu presiden blog ?? itu sebutan dari mana ?? kita kan ga pernah ada pemilu pemilihan presiden blog kan ??
April 23rd, 2008 at 4:57 pm
hmmm cm mau tanya sebenernya si bapak enda kie bilang apa tho mas? kok ketoke serius men. tp aku jg g setuju ada pengelompokkan blogger. bloger yo bloger.
April 28th, 2008 at 11:53 pm
Seorang Mitnick, ataupun Linus tidak pernahMau disebut pendahulu, pakar atau Hackers sekalipun.. hanya Sejarah yang memberi merek pangkat,… blogger, atau apapun itu hanya seorang yangMempunyai kelebihan Memakai otaknya untuk memanfaatkan sebuah fasilitas.. kalau semua situs penyedia blog di shutdown paksa ama ‘para legenda’ itu apakah semuanya bisa dibanggakan??.. yah nothing lah semuanya… jadi.. ya nothinglah .. hanya knowledge yang dibutuhkan untuk bangsaku..dan knowledge juga diimbangi kerendahan hati …itu mungkin sebuah solusi yang tepat.. :)… sok pintar yah gw..
cheers all ‘bloggers’ .. weAre nothing ifStill humbling..
May 28th, 2008 at 9:54 am
Sebagai awam yg sok tahu dan sedikit nyeleneh… saya, …, dengan berat hati…uhuk…uhuk (batuk dulu)… menyampaikan pendapat saya, yang mana pendapat saya, yang boleh diamini maupun di aminahi… bebas, pokoke…
untuk itu… (diam) apa, deh…?!? apaan…?
Hehehe… sing sabar Pakde… sabar…
come stai? stai bene?
buat ogut, mah… nyang namanya BLOG, adalah media proses pendewasaan seorang blogger terhadap interaksinya dengan berbagai macam sumber informasi dan media informasinya… mangkanya… Cermin seorang blogger dapat dilihat pada tulisan ataupun informasi yang diberikannya… itupun kalau seriusan… kalau nyantai apalagi anonymous… yah, wallahu ‘alam… wong BLOGGER…
Ingin dihormati? hormatilah informasi orang lain, hargailah dengan sewajarnya… Penilaian adalah RELATIF, tapi kebenaran adalah bagi masing-masing TATA NILAI yang melekat… dan tentunya tanpa BOLEH adanya pemaksakan PEMBENARAN perspektif analisa informasi yang dihasilkan… Kita tidak akan tahu POSITIF kalau tidak kenal NEGATIF… So, yang penting saling mengisi, saling mewarnai, dan yang terpenting saling memperkaya… meski tujuan akhir (atau tujuan awalnya) memiliki MAZHABnya sendiri sendiri, BUKAN BEGITU PAKDE? BUKAN?
August 9th, 2008 at 10:06 am
sapa dia??
kita tak tau…
itu khan cm gelar yg disematkan oleh beberapa orang ke beberapa orang yg lainnya..