
Seruan sederhana saja, “saya bilang cukup!”. Perbincangan soal Roy Suryo tak berujung kepada kebaikan sedikitpun. Capek hati, capek otak. Lama-lama saya pikir Roy Suryo semakin menjadi sampah di dunia internet, seperti spam yang bertebaran.
Omongannya yang selalu sok penting, yang anehnya di-backup oleh media konvensional (baca koran, majalah dan tabloid), selalu memancing reaksi. Saya paham kenapa teman-teman blogger bereaksi keras, terkait dengan ungkapannya yang terakhir soal UU ITE (silakan baca lengkap di bloggerdanhacker.wordpress.com) yang menyinggung blogger dan hacker. Dengan tanpa tedeng aling-aling menuduh bahwa seluruh blogosphere akan menolak atau mungkin bahkan menyerang UU ITE.
Semakin keras pula reaksi teman-teman ketika terjadi defacing pada website depkominfo dan website partai golkar. Dipancing oleh omongan dia yang mengatakan bahwa blogger dan hacker berada di balik aksi itu. Apa sih salah blogger om? Hanya karena kami ndak percaya sama sampeyan? Bikinlah diri sampeyan layak untuk dipercaya, baru minta kami percaya. Bertindaklah yang santun, yang layak dihargai, agar kami juga bisa menghargai. Mungkin lebih tepatnya saya menggunakan kata saya, bukan kami, karena blogger itu beragam.
Terakhir saya mendapat kabar bahwa om Roy mengancam (melalui sms) kepada salah seorang rekan blogger yang mengirim pertanyaan atas blowup media yang dilakukan oleh media tempat dia bekerja setiap kali Roy bicara. Pertanyaan itu dikirim ke milis internal, yang entah bagaimana sampai pula ke tangan om Roy. Dan om Roy menanggapinya secara sangat pribadi. Kenapa pula musti sibuk sih om? Biarlah orang media, yang masih mempercayai sampeyan, yang menyampaikan alasan mengapa mereka masih mempercayai omongan sampeyan. Ndak perlulah sampeyan harus mengganggu orang dengan sms malam-malam.
Ya, terlihat bukan? Apapun yang berkait dengan dia, selalu saja hanya menyampahi dunia internet. Tak lama lagi, tulisan saya yang menyinggung dia ini hanya akan menambah banyaknya sampah di internet. Ndak penting, nyebelin.
Anda mungkin bisa bilang,”nggak usah nulis mas, kalo sebel”. Dan itu sangat betul. Mulai sekarang, mari kita bilang “Ya Basta Roy!” Cukup sudah! Jadikan Roy Suryo 0 (nol) di search engine!
Intermezo
Terus terang sebelumnya saya termasuk orang yang “ngompor-ngompori” Enda untuk menuntut Roy Suryo, karena memang di indocommit disebutkan secara explisit bahwa Enda berada di balik kasus defacing. Walaupun dia (Roy) sudah membantah, tapi mustinya –menurut saya– dia harus minta maaf melalui media atas pernyataan itu.
Dulu saya juga “ngompor-ngompori” Priyadi ketika dia disebut sebagai Narasumber yang tidak jelas moralnya oleh Roy. Tapi kini saya berfikir: ah sudahlah! Ndak penting! Effort tenaga dan pikiran terlalu besar untuk menuntut dia. Efek atas tuntutan juga malah bisa dijadikan sarana promosi diri. Benar-benar ndak penting.
Sudahlah Roy!
El rony, berjanji untuk cukup sudah!
nb: lha kalo di sms? mending saya buang ke milis junk!
*banner roy 0 result kok ilang yak.. siyal*
Category: Pendidikan, blog | Comment RSS 2.0 | trackback
April 7th, 2008 at 12:39 pm
pemilik no hp yang nanyain si momon kemarin udah ketemu? gak dibuang ke milis junk?
April 7th, 2008 at 12:39 pm
kamyu pasti bukan blogger positif.
April 7th, 2008 at 12:42 pm
banner mana? banner!
April 7th, 2008 at 12:45 pm
kudetaaaaaaaa
April 7th, 2008 at 12:46 pm
Lha, mending resource sampeyan dipake buwat nraktir aku, penak tur gurih tho Ron?
April 7th, 2008 at 1:04 pm
“Perbincangan soal Roy Suryo tak berujung kepada kebaikan sedikitpun. Capek hati, capek otak.”
Hmm..
Bener juga..
Tapi kalo nantinya hak-hak dan kebebasan kita ditindas, masa diem-diem aja?
April 7th, 2008 at 1:07 pm
@Imansyah:
Roy bisa menindas? WHOA!! itu kayak membayangkan semut jadi astronot
April 7th, 2008 at 1:56 pm
kurang bahan utk ngeblog ya ron?
*cegat bajaj terbang*
April 7th, 2008 at 4:15 pm
husy,
sesama wong jogja ki mbok rukun ngunu lho
* tp mana bannernya *
April 7th, 2008 at 5:03 pm
ketahuan negatif! SATU MILIAR!!!
April 7th, 2008 at 5:08 pm
roy, ya kok basta sih?
*sambil mlengos..huh!
April 8th, 2008 at 6:14 am
Betul kali kata mas Rony…kita ini bikin KRMT makin terkenal aja…
April 8th, 2008 at 7:59 am
Lha kalau nggak ada Mas Roy, dunia blog bakal garing. Ibarat infotainment yang setengah tahun tanpa kabar artis cerai…
April 8th, 2008 at 3:17 pm
Saya biasanya sangat suka ngobrol teknologi … ngobrol integrasi sistem …
Tapi kalau udah abis bahan … biasa nya saya pengen bincang bincang mengenai perempuan … utama nya mengenai wilayah nya yang kira kira gak lebih 1 meter diatas tanah. Pokoknya hal hal “pria punya selera dey” ..
Kalau itupun sudah habis .. atau otak buntu … dan masih pengen nyrocos juga … nah disinilah peran roy : Sebagai bahan kumur kumur level 3, setelah IT dan Sex.
Jadi .. mbok ya o roy ini jangan di buang dong. Kecuali ronny mau menempati posisi nya (yang level 3 itu) tadi
Yuuuuukkkkkkk
-bino-
April 9th, 2008 at 1:10 pm
itu kayak membayangkan semut jadi astronot :p
April 10th, 2008 at 5:50 am
Nah, yang kita gak sadar selama ini mas –atau mungkin baru saja tersadari– adalah bahwa si KeRMiT melakukan viral marketing. Dan parahnya, kita sudah terprovokasi, dan addict pula, hihihi.
Jadi, saya setuju lah. Ya basta, KeRMiT..
(Kecuali kalau dalam rangka menggunakan hak jawab)
April 11th, 2008 at 5:39 am
kalo udah saatnya kan pasti mati sendiri..
April 25th, 2008 at 11:24 am
wah, ternyata yang tidak suka ma roy suryo banyak yah. boleh juga tuh idenya mas. “Ya Basta Roy!!!”