Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Mengamati Nama, Mengamati Budaya

Print This Post   Email This Post

Malam ini saya ngobrol enteng dengan istri saya. Obrolan berkisar nama anak. Kami coba mengamati, dengan tidak serius dan tanpa pedoman ilmiah, perkembangan nama-nama anak. Berangkat dari nama kami sendiri, hingga tebaran nama-nama anak “jaman sekarang”. Dan kami sampai pada sesuatu yang menarik.

Nama anak ternyata mengalami perkembangan sesuai jamannya. Di setiap jaman, muncul apa yang mungkin bisa disebut sebagai “trend” nama. Trend tersebut entah disebarluaskan dan ditularkan melalui media apa, mungkin melalui “getok tular” alias mulut ke mulut, atau mungkin juga melalui media. Karena obrolan ini sama sekali tidak ilmiah, maka saya akan menyajikannya hanya dalam bentuk tipe-tipe nama anak tanpa batasan jelas periodenya.

Nama Jawa

Tentu saja ini hanya berlaku bagi orang Jawa. Nama-nama ini muncul mungkin di seputar tahun-tahun kelahiran saya (yang tidak jauh dari istri, hanya terpaut 2 tahun). Sebut saja misalnya Eko, Edi, Adi, Sugeng, Retno, Dyah, Dian, dan lain-lain. Kami menemukan bahwa teman seangkatan kami banyak yang memiliki nama tersebut.

Selain itu, muncul juga nama-nama yang diambil dari tokoh pewayangan seperti Yudhis (kami “menuduh” nama ini diambil dari Yudhistira tokoh pandawa), Bimo, Krishna, dan masih banyak lagi. Dalam pandangan sekilas kami, nama-nama ini seakan menjadi trend pada masa itu.

Nama Islami/Religius

Wajar jika orang  Islam menamai anaknya dengan nama yang berbau arab. Juga jika mengambil nama-nama Nabi/Rasul untuk anak mereka. Dalam hal ini maka Nabi Muhammad SAW kami yakini menduduki peringkat tertinggi. Silakan hitung sendiri teman anda yang bernama Muhammad atau Ahmad, pastilah nama ini paling banyak di antara nama yang lain.

Selain beliau, masih banyak nama nabi yang lain yang juga cukup populer untuk dipakaikan pada anak, sebut saja Ibrahim, Yusuf, dan masih banyak lagi. Setelah nama nabi, yang menduduki peringkat kedua (sekali lagi menurut kami, tanpa penelitian ilmiah) adalah nama sahabat nabi. Umar, Usman, Ali, dan yang lain lagi.

Trend Nama Anak Masa Kini

Berangkat dari identifikasi kasar itu, kami mulai mencoba mengumpulkan indikator trend nama anak masa kini. Kami coba cari nama-nama anak yang sering muncul di media, tentu saja anak-anak selebritis maupun kyai yang nyeleb. Dan kesimpulan sementara kami nama masa kini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Mengandung huruf Z. Makin banyak huruf Z, makin nampak masa kini-nya
  • Selain huruf Z, huruf Y dan Q juga penting. Silakan amati nama-nama anak yang mungkin baru lahir
  • Kadang bahkan nama yang ada seakan tanpa makna. Yang penting bertebaran huruf Z, Y, Q. Semakin sulit dilafalkan, seakan semakin mantap dijadikan nama. :)

Kalau kita kembali ke masa sangat-sangat dulu, maka nama-nama tokoh kita bahkan mengambil dari nama binatang. Sebut saja Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan yang lainnya. Tampaknya tidak terlalu dipusingkan mengenai makna dari nama itu. Dan tampaknya, trend itu kembali muncul di masa kini, dengan model yang lebih sulit untuk ditulis dan membuka kemungkinan salah-tulis maupun salah-ucap. :)

Ah, tapi ini jangan terlalu dianggap serius ya, ini cuma selorohan kami. Tulisan ini hanya gelitikan di dalam hati saja, yang sementara ini kami anggap cukup asyik untuk dituliskan. Namun saya jadi teringat dengan Almarhum Pak Usman. Tetangga saya yang memiliki 15 orang anak dan kesemuanya saat ini “jadi orang”. Sukses semua pokoknya, bahkan salah satu anaknya adalah pendiri Partai Keadilan, artinya jadi orang penting. Nah, alkisah Pak Usman ini sedang menunggu kelahiran putrinya yang bungsu. Beliau menyempatkan untuk nonton film, bareng bapak saya. Dan selesai nonton, beliau terkenang-kenang dengan tokoh di film itu, Eva Arnas. Akhirnya anak beliau yang bungsu diberi nama Eva. :) Apakah ini juga termasuk alasan munculnya trend? Yang jelas pada masa anak bungsunya ini lahir, nama Eva juga mulai banyak beredar.

Wah, tulisan saya kok ndak ilmiah lagi ya. Tapi ya sudahlah, memang segini saja kemampuan saya :)

vale, demi kesehatan

el rony, “ngelus-elus boyok”

Category: Culture, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

42 Responses to “Mengamati Nama, Mengamati Budaya”

  1. Hedi Says:

    Nama anak sekarang justru aneh2 kedengaran dan lafalnya meski punya arti bagus. Saya justru takutnya itu usaha orang tuanya supaya dapet “pujian”…

  2. galih Says:

    Heheh… benar juga, saya baru saja ngasih nama buat ponakan saya dengan namanya yang amaaaaat susah dilafalkan. hihihi.. permintaan bapak si anak itu, yang tidak umum dan sulit dikembari orang lain hehehehe…

  3. paydjo Says:

    soale kalo gag ngikutin tren bapake dikira kampungan, dan kasihan anaknya besok kalo dah sekolah diejek sama temennnya.

    bayangin aja, yang lain namanya david, michael, arthur, kevin eh ada satu namanya paydjo

  4. geblek Says:

    nama orang jawa ternyata lebih susah ntuk bikinnya ron, harus melalui ritual kusus untuk menemukan nama jawa itu, http://jokosupriyanto.com/2006/02/08/apalah-arti-sebuah-nama

  5. Qky Says:

    jadi inget waktu Ghiffari mau lahiran, bokap-nyokap udah nyiapin beberapa nama yg bisa aku pilih, sedang aku masih lagi berdebat sama mertua dengan nama depan anak yg aku pilih, yg katanya berbau non-muslim… hehehe… untunglah semua udah terlewati dan alhamdulillah semua nama adalah pemberian aku sendiri…

  6. Luthfi Says:

    klo bimosetyop?
    *ngumpet*

  7. cahyo Says:

    nama anak saya campur2 mas. ada sansekerta (jawa kuno), nama arab dan jawa beneran. hehehehe…

    kalo mata air dapat diartikan apa nih mas?

  8. Charly Silaban Says:

    Example dong ron… ! nama seperti apa yang betebaran ketiga huruf tesebut.. QozY ?

  9. temukonco Says:

    jadi inget nama-nama seperti…. Chelsea Olivia, Velove, Unique Priscilia, Caecilia, sopo meneh ya? Oh iya… Rony Agung Rahmanto… :))

  10. sigit Says:

    kalau Mata Air gimana? :p

  11. ndoro kakung Says:

    nama anakku sastra jendra hayuningrat dan wangi bunga savana. lah kok pengumuman? :D

  12. kw Says:

    di jogja ada nama anak satu huruf “n”.

  13. pipit Says:

    Tapi itu tergantung sikon setempat lho.
    Disatu daerah, ada yang punya kebiasaan menamakan anaknnya berdasarkan sosok tokoh tertentu.
    Jadi 1 generasi ada yg namanya (nama depan) sama.

    Anakku sendiri, aku pilih2 yang tidak terlalu kebarat2an, dan kalau bisa yang unik.
    Akhirnya pakai Devlin deh. Dipangil sih tetap Dede.

    Eh, ko malah curhat … :)

  14. ratna Says:

    ingat istilah “apalah artinya sebuah nama..” ?
    Masih berlaku ga ya untuk jaman sekarang..?

  15. MaNongAn Says:

    Tak tambahi : nama religius (gabriel/jibril), nama jawa/wayang (wishnu), nama trend (hermawan) :D
    Ning pada prinsipnya, nama adalah do’a orang tua kepada anaknya.
    .::he509x™::.

  16. bayu Says:

    tahun ini, saya mempunyai 8 orang teman yang baru mempunyai anak,..
    and guess what,..

    semuanya mempunyai nama yang ke arab2-an,..
    dan benar,..
    semuanya sangat sulit di ucapkan hehehe,..

  17. yanti Says:

    dulu banget pernah nulis, penting ga sih nama anak itu nggak dikembari?

    buat aku sih nggak… walaupun ya kalo namanya “umum” banget, aku juga nggak mau :D. jadi kalo buat aku, yang penting adalah:

    1. artinya bagus, sekalian jadi doa dan biar anaknya nggak malu
    2. mudah diucapkan, ditulis dan diingat oleh lidah orang Indonesia, dan orang asing juga kalo bisa (ceritanya mikir global nih :D)
    3. masih berciri Indonesia… walaupun aku Muslim, kalo terlalu ngarab juga males ah… arti yang indah dan islami kan ga harus arabi :)

    udah, itu aja… makanya nama anakku juga standar banget: Naila Anindya.

  18. ristu Says:

    Nama anak juga bisa diambil dari nama tokoh yang terpandang, padahal nama tokoh tersebut juga diambil dari tokoh yang sebelumnya lagi.
    Misalnya, orang Indonesia menamai anaknya Karno atau Sukarno, karena terinspirasi oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno. Padahal nama tokoh tersebut konon karena terinspirasi oleh seorang ksatria kakaknya para Pandawa, yaitu Adipadi Karna. Sedangkan si Adipati itu diberi nama Karna karena lahirnya bukan lewat tempat yang normal tapi lewat kuping (konon Karna artinya kuping).
    Oh ya, pengamatan saya ini juga cuma iseng lho, ngawur dan gak ilmiah babarblas

  19. zam Says:

    wah, berarti nama saya termasuk nama “jaman sekarang” karena ada “Z”-nya..

    oh iya kang, kalo ungkapan “nama adalah doa” menurut njenengan gimana? lalu ada lagi istilah “kabotan jeneng”, menurut njenengan gimana?

  20. lenje Says:

    nama saya diambil dari nama hotel tempat orang tua saya tinggal beberapa saat, tak lama setelah menikah. gak tau apa karena kekurangan inspirasi atau justru mengukuhkan memori :D.

  21. mpokb Says:

    besok2 ada nggak ya orang tua yg kasih nama anaknya aburizal bakrie?

  22. paKDhe Says:

    ya memang harus ikut jaman, biar beda. lha wong komputer aja ndak boleh punya hostname yang sama :D

  23. suket Says:

    sunarto

  24. suket Says:

    sunarto, nama sepanjang masa lho

  25. delaska_haekal@yahoo.co.id Says:

    kasih dong referensi nama anak gabungan dari latin, islami dan sansekerta buat anak kedua gue, nama anak pertama DELASKA HAEKAL MAHENDRA, tolong dong cari nama yang sepadan dengan kakaknya, kirim ke email gue ya . please ………………..

  26. joel Says:

    keren.. abis..

  27. iman brotoseno Says:

    masalah nama anak memang tidak habis habisnya dibahas..sebagaian besar sekarang memang generasi yang memilih nama karena pengaruh budaya asing dan modernisasi,..sehingga namanya aneh aneh..Najwaa, Gibran, Zazkia, dll..padahal orang dulu kalau memberi nama kita simpel saja Budi, Tuti, Retno, Aseng, Dadang, Iman he he

  28. purplish Says:

    wah.. reply masih pada anget2 yah…
    buat aq nama itu penting banget krn seperti kata beberapa temen kalo nama itu adalah doa orang tua untuk anaknya. q pernah baca artikel mengenai pemberian nama ini yang katanya berhubungan dengan prestasi anak, jadi kalo anak di namai dengan abjad a dan b, maka si anak akan tumbuh menjadi anak yang ya.. istilahnya anak yang pinter, well.. sekadar nuangin apa yang pernah q baca aja. Salam..

  29. pudakonline Says:

    lho mas ron, katanya ndak ilmiah, tapi bahasannya mendalam sampai nyebut-nyebut yudhistira, hehehehe…

    btw, nama ndak keren tapi panggilannya keren pak Kino, tapi aslinya sukino, hahahaha… maap kalo sebut nama, ini contoh aja mas!

  30. abcd Says:

    ron, buat aku nama itu juga bermakna. ada doanya gitu lho. biar kalo orang manggil tu juga doain. so ?????????

  31. isdah ahmad Says:

    wah klo yang lahir taon 90′an dikasih nama kebule”an kekeke… aku sing ngabsen sampe kesel ilat ikiy

  32. Black_Claw Says:

    Bagian bule dari isdah ahmad sebelah mana?

  33. loper Says:

    Hmm … terus sido di jenengno sopo? kok gak ono beritane?

  34. Ferry Says:

    wah..pas tuh..nama anak saya Azfa Rizkyansyah.ada huruf Z dan Y nya he hehehe..

  35. slamet Says:

    NAMA adalah Doa…

  36. endhoot Says:

    ya saya? ada apa panggil2 namaku, Ron?
    *uyel2 Mata Air*

  37. Agung Says:

    Saya penghen tahu apa artinya AZFA ? krn saya cari dibuku2 tdk ada. Please jawab ya, krn saya kok tertarik nama tsb.
    Thanks

  38. theodolite Says:

    salam kenal, informasi yang menarik.

    thanx :)

  39. Muis Says:

    Apa sebenarnya arti & hakikat sebuah nama?…………….

  40. JoNi GuDelL Says:

    Matur Sembah Nuwun ya Mas2 an Mbak2….masukan dan edi eh Ide nya tuk memberikan nama anak…. :)

  41. koko Says:

    duh…….lg bingun ni cari nama buat anak pertama gwe, pngennya sih yang lahir laki-laki, gwe kasi nama WHISNU PUTRANA PRASETYO, kira-kira bagus ga ya? klo ga bagus kasi gwe masukan donk….kirim ya ke email gwe

  42. wawan Says:

    klo nam calon anakku : ” SYAILENDRA AGUNG PRATAMA” gmana keren ga tu wangsit dari eyang jawa kuno..

Leave a Reply