Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Aku Cuek, Maka Aku Ada

Print This Post   Email This Post

Prinsip yang diplesetkan dari prinsipnya Rene DescratesDescartes ini sepertinya sekarang banyak dianut oleh penduduk negeri. Mari kita lihat saja kecuekan orang-orang di jalanan. Fokus tulisan ini memang lebih ke jalan.

1. Cuek Membelok

Entah mengapa, hal ini sering terjadi pada kaum perempuan. Maka tak heran jika ada kecelakaan yang diakibatkan oleh kecuekan orang yang belok tanpa lihat kanan-kiri depan-belakang, bahkan kadang tanpa sein. Dan ketika yang berlaku cuek adalah perempuan, maka akan terdengar nada sumbang,”ooo..pantes”.

Yang membuat saya heran adalah kenapa sih mereka tidak melihat dulu keadaan sekeliling? Asal sudah belok saja maunya menang sendiri. Mungkin hal ini hanya bisa dijawab oleh pelakunya. Jika Anda termasuk salah satu yang seperti itu, mohon diberi info.

2. Cuek Merokok sambil Jalan

Di Yogyakarta, hal ini semakin banyak ditemui. Entah siang entah malam. Tidak pernah terpikir rupanya kalau abu rokok bisa terbang dan masuk ke mata orang-orang di belakangnya. Saya sendiri perokok, tapi saya merasa harus berfikir 5000 kali untuk melakukan hal konyol semacam ini.

Sayangnya belum pernah ada laporan pasti mengenai orang yang matanya kemasukkan abu rokok (apalagi yang masih menyala bara-nya) dan akhirnya jatuh. Semoga saja tidak terjadi. Namun mbok yao, teman-teman yang melakukan ini instropeksi. Terutama bagi pengendara motor lho ya, kalo di dalam mobil dan kemudian ada asbak di dashboard, saya ndak bisa komen.

3. Cuek Melintasi Jalan Sempit dengan Mobil

Herannya yang melakukan ini banyak sekali. Lihat saja sepanjang selokan mataram, kadang harus berhenti lama sekali gara-gara ada dua mobil yang bertemu di jalan sempit itu. Dan lebih mengherankan lagi, mobil mewah yang masih baru kinyis-kinyispun lewat sini. Ketakutan mobilnya tergores jelas terlihat dari wajah goblok mereka. Lha jelas goblok, wong takut kegores kok lewat jalan sempit.

Tentu hal ini tidak berlaku bagi yang terpaksa, alias memang rumahnya di pinggir selokan sehingga tidak ada jalan lain. Tapi kadang mengherankan juga, rumahnya memang di pinggir selokan, tapi dia memilih menyusuri selokan daripada –misalnya– belok kiri yang lebih dekat ke jalan raya.

Mutar sedikit gak masalah lah harusnya, orang punya mobil kan artinya kaya. Kalau nggak mampu beli bensin, mbok ya jalan kaki saja.

4. Cuek Mengumumkan Kesalahan di depan Publik

Ini sih berkait dengan postingan saya yang kemarin, Krisis Kepemimpinan. Cuek mereka. Ndak perlu dibahas lagi, politikus memang harus ndableg kali ya.

Dan masih banyak lagi cuek-cuek yang lain, saya sampai capek untuk me-list satu per satu. Capek hati karena teringat bagaimana paramedis cuek dengan pasien yang miskin, capek hati karena melihat bagaimana orang kaya cuek dengan tetangganya yang miskin malah pamer mobil baru terus, dan seterusnya dan sebagainya.

Di jaman sekarang ini, bisa jadi mereka yang tidak cuek justru dianggap aneh. Kecuekan telah menjadi tolok ukur kesuksesan tiap-tiap diri dalam menghadapi kehidupan. Orang yang mengomentari orang lain karena kecuekannya, seperti yang saya lakukan ini, justru menjadi aneh.

Tapi semua ini hanya opini saja, opini pribadi yang tidak memiliki kekuatan hukum maupun kaidah analisis ilmiah. Jadi, monggo sajalah.

vale, ikutan cuek..

el rony, tak cuek matamu!

nb: tiba-tiba inget saja (gak ada kaitannya sih) dengan tulisan di sebuah kaos “Jogja, nyeni sak modare”.

Category: Culture, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

9 Responses to “Aku Cuek, Maka Aku Ada”

  1. ryosaeba Says:

    Cuek Mengumumkan Kesalahan di depan Publik

    “Saya menyesalkan banyak pejabat tinggi yang tidak mengetahui PP ini.”
    – sumber dirahasiakan.

  2. ryosaeba Says:

    eh nama orang jangan dipelesetin dong… descartes, bukan nick carter descrates.

  3. rony Says:

    @ryosaeba: wah iya. hihihi thanks .. edited

  4. rd Limosin Says:

    cuek aj kasih komen seadanya…

  5. Luthfi Says:

    el rony, tak cuLek matamu!

    kurang hurup L tuh Om

    *meralat*

    :peace:

  6. -tikabanget- Says:

    ehh..
    ibu ibu tetangga sayah kalo ngumpul di rumah masi ngomongin kayak ginian kok..
    jadi ndak sendirian ituh kangmas rony..
    ikut ngumpul sama ibu ibu tetangga sayah ajah..

  7. M Fahmi Aulia Says:

    aku cuek, maka aku komen di sini….

  8. mely Says:

    mas, aku juga cuek,tapi aku pengen jalan ke Djogja. makanya aku mo nanya. boleh aku minta referensi? sekalian tar nganter jalan2. hehe.

  9. irwan Pahlipi Says:

    Mas, anda jeli sekali ya, mestinya masih banyak ya yang lainnya, benar, anda akan capek kalo dilist semua, bisa jutaan. Bangsa kita makin hari makin rusak ya, norma dijungkirbalikkan, dan selalu ada pembenar untuk pertahankan prilaku angkara murkanya. Apa karena doyan makan uang haram kali ya, kalo saya amati, bangsa ini doyan banget nipu, meres, korup dalam segala bentuknya, ngambil hak orang lain materi maupun non-materi, tentu dengan cuek seperti anda bilang, tanpa perasaan bersalah. Betapa buruknya pikiran dan prilaku bangsa kita dicerminkan bagaimana mereka di jalan raya dan di tempat2 publik lain(mall, pasar, stasiun, termina, rumah sakit, dll), se-mena2, gak cuma waktu pake kendaraan, waktu jalan kaki juga.
    Kayaknya uang haram penyebabnya, bisa jadi sebagian besar uang yang beredar di negeri ini haram. Uang haram kayak candu, sekali ambil, seterusnya ketagihan, sampe seluruh sel tubuh kita berasal dari uang haram tsb, akhirnya haramlah kelakuan kita, jadilah angkara murka merasuki segala tingkah polah bangsa ini. Gak cuma pejabat dan aparat yang doyan uang haram, coba lihat tukang parkir liar, dengan alasan penggangguran, se-olah2 berhak ngutip uang dari kendaraan yang parkir disitu, padahal pemilik gedung bukan, pegawai gedung tsb juga bukan. Belum pedagang k5 yang pake trotoar, hak pejalan kaki diambil sepihak. Pemalak yang ngutip uang dari supir angkot dan truk yang lewat, sebuah contoh lagi. Itu belum penipu2 yang berjualan dengan barang buruk dan mencelakai, seperti penjual jajan anak yang dikasih formalin, borak, pewarna tekstil, daging sapi glonggong, obat palsu dan kadaluarsa, ikan kakap yang diwarnai, beras dikasih pemutih pakaian, mainan anak yang catnya mengandung timbal, wah se-abrek2 mas.

Leave a Reply