
Tak jauh berbeda, ayah
Anakmu masih bergelut mencoba bertahan
Tak jauh berbeda, ayah
Tak sempat anakmu ini menengok semaian
Kini membunuh waktu,
Mengejar detik untukmu
Menunggu hadirnya cucumu
Lepas hari lepas pula letih
Tenggelam dalam selimut malam
Mohon maafkan sekali lagi maafkan
Hariku menjauh dari pusaramu
Kalau kuingat, ayah
Titik air mata tak banyak tercurah
Kadang rasa heran membawa marah
Kenapa aku tak bisa menangis untukmu?
Ayah, semoga engkau tenang di sana
Anakmu akan selalu berusaha
Menjaga
Wasiat keyakinan titipan semangat
——- di telinga kini suara Ebiet G Ade menemani
Ayah, cucumu sekarang sudah 7 (tujuh) bulan di kandungan. Semoga dia sehat ya ayah, semoga dia tidak seperti ayahnya, yang terkungkung oleh kesibukan yang dibayangi kemasygulan, tiap saat.
Ayah, apakah dingin di sana?
…
Category: Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback
August 9th, 2007 at 12:26 pm
merenungi….
August 9th, 2007 at 3:35 pm
nderek kintun donga
August 15th, 2007 at 9:11 am
ah..
*inget bapak..*
August 21st, 2007 at 10:03 am
inget papa
*apus air mata
September 6th, 2007 at 6:46 pm
ingat ponakanku
December 28th, 2007 at 8:15 pm
hm.. inget papa..