Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Seratus Hari

Print This Post   Email This Post

Tak jauh berbeda, ayah
Anakmu masih bergelut mencoba bertahan
Tak jauh berbeda, ayah
Tak sempat anakmu ini menengok semaian

Kini membunuh waktu,
Mengejar detik untukmu
Menunggu hadirnya cucumu

Lepas hari lepas pula letih
Tenggelam dalam selimut malam
Mohon maafkan sekali lagi maafkan
Hariku menjauh dari pusaramu

Kalau kuingat, ayah
Titik air mata tak banyak tercurah
Kadang rasa heran membawa marah
Kenapa aku tak bisa menangis untukmu?

Ayah, semoga engkau tenang di sana
Anakmu akan selalu berusaha
Menjaga
Wasiat keyakinan titipan semangat

——- di telinga kini suara Ebiet G Ade menemani

Ayah, cucumu sekarang sudah 7 (tujuh) bulan di kandungan. Semoga dia sehat ya ayah, semoga dia tidak seperti ayahnya, yang terkungkung oleh kesibukan yang dibayangi kemasygulan, tiap saat.

Ayah, apakah dingin di sana?

Category: Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

6 Responses to “Seratus Hari”

  1. rd Limosin Says:

    merenungi….

  2. jampez Says:

    nderek kintun donga

  3. -tikabanget- Says:

    ah..
    *inget bapak..*

  4. andriansah Says:

    inget papa

    *apus air mata

  5. mely Says:

    ingat ponakanku

  6. purplish Says:

    hm.. inget papa..

Leave a Reply