<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Krisis Kepemimpinan?</title>
	<link>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/</link>
	<description>Mempercayakan perubahan melalui kata-kata</description>
	<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 07:39:28 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Kepemimpinan</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-38799</link>
		<author>Kepemimpinan</author>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 19:11:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-38799</guid>
		<description>Jadi pemimpin dizaman sekarang itu mudah tapi susah,

mudah untuk masuk neraka 
susah masuk surga,.he..he..

Pemimpin sekarang takut susah 
sehingga nyusahin rakyat

pemimpin sekarang banyak ngomong
jadi banyak diomongin rakyat

pemimpin sekarang takut miskin
jadi ngemiskinin rakyat

DI CARI PEMIMPIN

"Pemimpin yang mau masuk surga, pingin susah, ga banyak omong dan siap miskin"</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi pemimpin dizaman sekarang itu mudah tapi susah,</p>
<p>mudah untuk masuk neraka<br />
susah masuk surga,.he..he..</p>
<p>Pemimpin sekarang takut susah<br />
sehingga nyusahin rakyat</p>
<p>pemimpin sekarang banyak ngomong<br />
jadi banyak diomongin rakyat</p>
<p>pemimpin sekarang takut miskin<br />
jadi ngemiskinin rakyat</p>
<p>DI CARI PEMIMPIN</p>
<p>&#8220;Pemimpin yang mau masuk surga, pingin susah, ga banyak omong dan siap miskin&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andreas</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-37857</link>
		<author>andreas</author>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 02:14:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-37857</guid>
		<description>Pemimpin seperti apa? Semoga artikel ini bermanfaat……

Kepemimpinan Yang Jazzy : Sebuah Metafora

Kepemimpinan yang bertumpu pada daya kreasi rakyat atau bahkan kepemimpinan sebagai sebuah kolektif kesadaran rakyat untuk menggerakan perubahan


Berbeda dengan musik klasik, ada dirigen, partitur, pemain musik yang tertib di tempatnya masing, segudang pakem-pakem musik klasik, maka didalam musik jazz kebebasan, kreatifitas, keliaran, kejutan merupakan nafas dan jiwa musiknya. Ada saxophone, flute, drum, perkusi, bass gitar, piano yang masing-masing berdaulat penuh.

Disatu sisi ada keliaran, tapi segala keliaran tetapmenghasilkan harmoni yang asyik. Kebebasan dan keliaran tiap musisi, patuh pada satu kesepakatan, saling menghargai kebebasan dan keliaran masing-masingmusisi sekaligus menemukan harmoni dan mencapai tujuannya, yakni kepuasan diri musisinya dan kepuasan pendengarnya.

Jadi selain kebebasan juga ada semangat saling memberi ruang dan kebebasan, saling memberi kesempatan tiap musisi mengembangkan keliarannya (improvisasi) meraih performance terbaik. Keinginan saling mendukung, berdialog, bercumbu bukan saling mendominasi, memarginalisasikan dan mengabaikan.

Seringkali saat bermusik ada momen-momen ketika seorang musisi diberikan kesempatan untuk tampilkedepan untuk menampilkan performance sehebat-hebatnya, sedangkan musisi lain agakmenurunkan tensi permainannya. 

Tapi anda tentunya tau gitar tetap gitar, tambur tetap tambur, piano tetap piano. Namun demikian dialog antar musisi dilakukan juga dengan cara musisi piano memainkan cengkok saxophone, musisi perkusi memainkan cengkok bass betot. OHOOOOOOOOO guyub dan elok nian.

Lepas dari jiwa musik jazz yang saya sampaikansebelumnya tetap saja ada juga yang 'memimpin', pusatgagasan dan inspirasi tentunya dengan kerelaan memberi tempat kepemimpinan dari semua musisi. Bisa dalam bentuk beberapa person/lembaga maupun kolektifitas. 

Misalnya dalam grup Chakakan bahwa vocalisnya Chahakan adalah inspirator utama grup ini. Apa yang menarikdari vokalis Chahakan ini adalah dia yang menjadi inspirator, penulis lagu dan partitur dasar musiknya,selain itu improvisasi, keliaran dan kekuatan vokalnya menebarkan energi , menyetrum dan meledakkan potensi musisi pendukungnya. 

Model kepemimpinannya bukan seperti dirigen dalam musik klasik yang menjaga kepatuhan dan disiplin tanpa reserve, tetapi lebih menjadi penjaga semangat (nilai-nilai, atau bahkan cita-cita kolektif), memberiruang bagi setiap musisi untuk pengayaan gagasan danproses yang dinamis. Baik ketika mematerialkan gagasan maupun ketika berproses di panggung atau di studio rekaman. Tidak memaksakan pola yang baku dan beku, tetapi sangat dinamis dan fleksibel. 

Setiap penampilan mereka di panggung adalah penemuan cengkok-cengkok baru, nyaris sebenarnya setiap performance selalu baru. Tidak ada penampilan yang persis sama. Tetapi tetap mereka dipandu tujuan yang sama memuaskan kebutuhan masing-masing musisi dan pendengarnya,menggerakan dan merubah.

Yang menarik juga dari jazz ini adalah sifatnya yangterbuka, open mind, open heart. Waljinah, master penyanyi keroncong dengan lagu walang kekeknya, ataulagu bengawan solonya gesang, atau darah juang lagu perlawanan itu, ravi shankar dengan sitar, rebab dan spirit indianya, atau bahkan internasionale dan maju tak gentar, atau imaginenya john lennon, atau reportoar klasik bach, bahkan dangdut pun, bahkan lagu-lagu spiritual bisa diakomodir oleh musisi jazz dan jadi jazzy.

Itulah karakter kepemimpinan yang asyik, kepemimpinan yang berkarakter kepemimpinan spiritual, menjaga dan menyalakan spirit/semangat/ nilai-nilai/ garis perjuangan, menyeimbangkan dan mencapai harmoni musik. 

Selain itu kepemimpinan ini harus bisa fleksibel dalam pengayaan pilihan-pilihan pendekatan, bisa menawarkannuansa keroncong, dangdut, gending, samba, regge,rock, gambus, pop, klasik dalam bermusik jazz. Ataumemberi peluang atau kesempatan satu musisi atau alat musik leading, maju kedepan dan yang lainnyamemperkaya di latar belakang. Lepas dari itu bukan berarti saya lebih mencintai jazz, dibanding klasik, new age atau dangdut, tetapiini lebih kepada menemukan analogi dan metafora.

Salam hangat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemimpin seperti apa? Semoga artikel ini bermanfaat……</p>
<p>Kepemimpinan Yang Jazzy : Sebuah Metafora</p>
<p>Kepemimpinan yang bertumpu pada daya kreasi rakyat atau bahkan kepemimpinan sebagai sebuah kolektif kesadaran rakyat untuk menggerakan perubahan</p>
<p>Berbeda dengan musik klasik, ada dirigen, partitur, pemain musik yang tertib di tempatnya masing, segudang pakem-pakem musik klasik, maka didalam musik jazz kebebasan, kreatifitas, keliaran, kejutan merupakan nafas dan jiwa musiknya. Ada saxophone, flute, drum, perkusi, bass gitar, piano yang masing-masing berdaulat penuh.</p>
<p>Disatu sisi ada keliaran, tapi segala keliaran tetapmenghasilkan harmoni yang asyik. Kebebasan dan keliaran tiap musisi, patuh pada satu kesepakatan, saling menghargai kebebasan dan keliaran masing-masingmusisi sekaligus menemukan harmoni dan mencapai tujuannya, yakni kepuasan diri musisinya dan kepuasan pendengarnya.</p>
<p>Jadi selain kebebasan juga ada semangat saling memberi ruang dan kebebasan, saling memberi kesempatan tiap musisi mengembangkan keliarannya (improvisasi) meraih performance terbaik. Keinginan saling mendukung, berdialog, bercumbu bukan saling mendominasi, memarginalisasikan dan mengabaikan.</p>
<p>Seringkali saat bermusik ada momen-momen ketika seorang musisi diberikan kesempatan untuk tampilkedepan untuk menampilkan performance sehebat-hebatnya, sedangkan musisi lain agakmenurunkan tensi permainannya. </p>
<p>Tapi anda tentunya tau gitar tetap gitar, tambur tetap tambur, piano tetap piano. Namun demikian dialog antar musisi dilakukan juga dengan cara musisi piano memainkan cengkok saxophone, musisi perkusi memainkan cengkok bass betot. OHOOOOOOOOO guyub dan elok nian.</p>
<p>Lepas dari jiwa musik jazz yang saya sampaikansebelumnya tetap saja ada juga yang &#8216;memimpin&#8217;, pusatgagasan dan inspirasi tentunya dengan kerelaan memberi tempat kepemimpinan dari semua musisi. Bisa dalam bentuk beberapa person/lembaga maupun kolektifitas. </p>
<p>Misalnya dalam grup Chakakan bahwa vocalisnya Chahakan adalah inspirator utama grup ini. Apa yang menarikdari vokalis Chahakan ini adalah dia yang menjadi inspirator, penulis lagu dan partitur dasar musiknya,selain itu improvisasi, keliaran dan kekuatan vokalnya menebarkan energi , menyetrum dan meledakkan potensi musisi pendukungnya. </p>
<p>Model kepemimpinannya bukan seperti dirigen dalam musik klasik yang menjaga kepatuhan dan disiplin tanpa reserve, tetapi lebih menjadi penjaga semangat (nilai-nilai, atau bahkan cita-cita kolektif), memberiruang bagi setiap musisi untuk pengayaan gagasan danproses yang dinamis. Baik ketika mematerialkan gagasan maupun ketika berproses di panggung atau di studio rekaman. Tidak memaksakan pola yang baku dan beku, tetapi sangat dinamis dan fleksibel. </p>
<p>Setiap penampilan mereka di panggung adalah penemuan cengkok-cengkok baru, nyaris sebenarnya setiap performance selalu baru. Tidak ada penampilan yang persis sama. Tetapi tetap mereka dipandu tujuan yang sama memuaskan kebutuhan masing-masing musisi dan pendengarnya,menggerakan dan merubah.</p>
<p>Yang menarik juga dari jazz ini adalah sifatnya yangterbuka, open mind, open heart. Waljinah, master penyanyi keroncong dengan lagu walang kekeknya, ataulagu bengawan solonya gesang, atau darah juang lagu perlawanan itu, ravi shankar dengan sitar, rebab dan spirit indianya, atau bahkan internasionale dan maju tak gentar, atau imaginenya john lennon, atau reportoar klasik bach, bahkan dangdut pun, bahkan lagu-lagu spiritual bisa diakomodir oleh musisi jazz dan jadi jazzy.</p>
<p>Itulah karakter kepemimpinan yang asyik, kepemimpinan yang berkarakter kepemimpinan spiritual, menjaga dan menyalakan spirit/semangat/ nilai-nilai/ garis perjuangan, menyeimbangkan dan mencapai harmoni musik. </p>
<p>Selain itu kepemimpinan ini harus bisa fleksibel dalam pengayaan pilihan-pilihan pendekatan, bisa menawarkannuansa keroncong, dangdut, gending, samba, regge,rock, gambus, pop, klasik dalam bermusik jazz. Ataumemberi peluang atau kesempatan satu musisi atau alat musik leading, maju kedepan dan yang lainnyamemperkaya di latar belakang. Lepas dari itu bukan berarti saya lebih mencintai jazz, dibanding klasik, new age atau dangdut, tetapiini lebih kepada menemukan analogi dan metafora.</p>
<p>Salam hangat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tahu isi</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-35730</link>
		<author>tahu isi</author>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 21:13:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-35730</guid>
		<description>emang susahlah...... ngatur wong indonesa,indonesia tlah di jajah belanda 350th ATO(3,5 ABAD)bayangin otak rang indonesia di cuci sam wong belanda; yg suka ngadu domba,trus korupsi itu sudah melilit-lilit dan mendarah daging.jadi
Dari pamong desa sampai pimpinan atasan ya pasti akhirnya korupsi....ayo ngaku jgn munafiq awas loh..dasar orang nggak takut ama tuhan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>emang susahlah&#8230;&#8230; ngatur wong indonesa,indonesia tlah di jajah belanda 350th ATO(3,5 ABAD)bayangin otak rang indonesia di cuci sam wong belanda; yg suka ngadu domba,trus korupsi itu sudah melilit-lilit dan mendarah daging.jadi<br />
Dari pamong desa sampai pimpinan atasan ya pasti akhirnya korupsi&#8230;.ayo ngaku jgn munafiq awas loh..dasar orang nggak takut ama tuhan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mas Guru</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-34785</link>
		<author>Mas Guru</author>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 13:33:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-34785</guid>
		<description>Kalau boleh urun rembug, kayaknya, sepanjang kemerdekaan repiblik ini, belum pernah kita punya pimpinan yang baek. Yang ada hanya pimpinan-pimpinan yang menomorsatukan kepentingan sendiri atau kelompoknya doang. Kalo negeri ini dipimpin oleh pimpinan yang baek dan bener, tentu rakyat ndak melarat,utang ndak segunung dan bangsa ini bangga pada negerinya.
Cuma masalahnya, bagaimana ya caranya agar Endonesya ini punya pimpinan yang baek dan bener ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau boleh urun rembug, kayaknya, sepanjang kemerdekaan repiblik ini, belum pernah kita punya pimpinan yang baek. Yang ada hanya pimpinan-pimpinan yang menomorsatukan kepentingan sendiri atau kelompoknya doang. Kalo negeri ini dipimpin oleh pimpinan yang baek dan bener, tentu rakyat ndak melarat,utang ndak segunung dan bangsa ini bangga pada negerinya.<br />
Cuma masalahnya, bagaimana ya caranya agar Endonesya ini punya pimpinan yang baek dan bener ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sugeng rohadi</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-34701</link>
		<author>sugeng rohadi</author>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 17:02:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-34701</guid>
		<description>kepemimpinan itu gak akan krisis kalau kita tidak menganggapnya krisis. bisa jadi kita saja yang berpikir kepemimpinan kita krisis padahal diri kita yang sedang krisis...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kepemimpinan itu gak akan krisis kalau kita tidak menganggapnya krisis. bisa jadi kita saja yang berpikir kepemimpinan kita krisis padahal diri kita yang sedang krisis&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: peyek</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-30475</link>
		<author>peyek</author>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 15:32:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-30475</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;menjadi orang yang paling terakhir senang dan paling pertama susah&lt;/blockquote&gt;

jadi pake koteka mas?, itu kata mereka lho mas!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>menjadi orang yang paling terakhir senang dan paling pertama susah</p></blockquote>
<p>jadi pake koteka mas?, itu kata mereka lho mas!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alex</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-30474</link>
		<author>alex</author>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 13:43:26 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-30474</guid>
		<description>Sayup-sayup rasanya terdengar suara dari gedung parlemen dan istana negara, 

"BARU ENAM PULUHAN, NDUL! TAHU APA ENTE TENTANG SUSAHNYA JADI PEMIMPIN. ENTE KIRA NDAK PAKE MODAL APA? ENTE KIRA NDAK MAHAL APA KAMI NYUAP AGAMAWAN JUALIN AYAT BUAT KAMI? ENTE KIRA INI NEGERI YANG BOLEH SOK KIRI-KIRI KAYAK BOLIVIA ATAU IRAN ITU? APA MUNGKIN LEBIH BAIK KALO ENTE TIDAK PERNAH ADA SAJA?"
......

Kita dipimpin generasi nostalgia yang selalu menjadikan zamannya sendiri sebagai tolok-ukur. Generasi tua yang begitu memiliki fans *atau mungkin pengikut?* dan dibaptis sebagai BAPAK ITU dan BAPAK INI, akan merasa makhsum...

good post, Ron... always...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sayup-sayup rasanya terdengar suara dari gedung parlemen dan istana negara, </p>
<p>&#8220;BARU ENAM PULUHAN, NDUL! TAHU APA ENTE TENTANG SUSAHNYA JADI PEMIMPIN. ENTE KIRA NDAK PAKE MODAL APA? ENTE KIRA NDAK MAHAL APA KAMI NYUAP AGAMAWAN JUALIN AYAT BUAT KAMI? ENTE KIRA INI NEGERI YANG BOLEH SOK KIRI-KIRI KAYAK BOLIVIA ATAU IRAN ITU? APA MUNGKIN LEBIH BAIK KALO ENTE TIDAK PERNAH ADA SAJA?&#8221;<br />
&#8230;&#8230;</p>
<p>Kita dipimpin generasi nostalgia yang selalu menjadikan zamannya sendiri sebagai tolok-ukur. Generasi tua yang begitu memiliki fans *atau mungkin pengikut?* dan dibaptis sebagai BAPAK ITU dan BAPAK INI, akan merasa makhsum&#8230;</p>
<p>good post, Ron&#8230; always&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jampez</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-30462</link>
		<author>jampez</author>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 08:07:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-30462</guid>
		<description>Loh,,, dia tuh kan ikut2an iklan Rinso... berani kotor itu baik. 
Oh,, namanya juga cari pemimpin,, kalau dapatnya jelek ya ojo nesu toh mas!! Mungkin carene golek sing gak bener, atau panggonane golek sing gak bener dadi isine mung barang elek tur reged.... lah trus piye?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Loh,,, dia tuh kan ikut2an iklan Rinso&#8230; berani kotor itu baik.<br />
Oh,, namanya juga cari pemimpin,, kalau dapatnya jelek ya ojo nesu toh mas!! Mungkin carene golek sing gak bener, atau panggonane golek sing gak bener dadi isine mung barang elek tur reged&#8230;. lah trus piye?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mpokb</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-30454</link>
		<author>mpokb</author>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 03:43:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-30454</guid>
		<description>pemimpin kita adalah majikan-majikan kita, bung lantip. yg menduduki pemerintahan kan kebanyakan pengusaha..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pemimpin kita adalah majikan-majikan kita, bung lantip. yg menduduki pemerintahan kan kebanyakan pengusaha..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rd Limosin</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-30337</link>
		<author>rd Limosin</author>
		<pubDate>Tue, 07 Aug 2007 09:22:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/08/06/krisis-kepemimpinan/#comment-30337</guid>
		<description>Endonesa.... Tana Aer kuuuu....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Endonesa&#8230;. Tana Aer kuuuu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
