<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Playgroup, Pilihan ataukah Keterpaksaan?</title>
	<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/</link>
	<description>Mempercayakan perubahan melalui kata-kata</description>
	<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 08:16:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: wulan</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-38180</link>
		<author>wulan</author>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 03:05:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-38180</guid>
		<description>Saya adalah seorang guru playgroup di Bandung. Menarik juga pembahasan mengenai masalah playgroup adalah pilihan atau sebuah keterpaksaan karena saya sebagai salah seorang praktisi di tempat tersebut yang sangat concern tentang masalah perkembangan anak. Banyak orangtua yang belum mengerti atau paham betul tentang periode  emas anak dan belum paham betul artinya bermain bermakna dengan anak. Selama ini orangtua masih menganggap bahwa anak usia playgroup adalah anak yang masih belum mengerti apa-apa, anak yang masih belum bisa mengurus dirinya sendiri, anak yang rewel, bertingkah, banyak maunya, susah diatur, banyak bergerak, dan sebagainya. Padahal sebenarnya di balik itu semua Tuhan sudah menciptakan potensi yang luar biasa pada diri mereka. Bayangkan anak usia 2 tahun sudah bisa mengerti tentang Tuhan, artinya bercakap-cakap dengan Tuhan, artinya bersyukur. Anak usia 2-3 tahun sudah bisa paham tentang arti kemandirian, tanggung jawab, percaya diri, kerja sama, empati, dan sebagainya yang mungkin -bahkan orangtua pun tidak sepenuhnya mengerti tentang konsep-konsep tersebut.Mengapa anak-anak itu bisa? Karena mereka belajar. Belajar untuk berinteraksi, belajar untuk bertanggung jawab, belajar untuk mensyukuri apa yang mereka lihat, mereka makan, mereka dengar, dan mereka rasakan dari alam. Mungkin masih banyak orangtua yang mendidik anak-anak mereka seperti mereka dididik oleh orangtuanya dulu. Ini ada sisi positif dan negatifnya tentu. Nah playgroup bisa menjadi sarana untuk orangtua mengembangkan anaknya dengan lebih baik. Playgroup bisa menjadi sarana untuk orangtua mengetahui potensi anak yang sebenarnya sehingga orangtua dapat lebih mengarahkan dan membimbing anak mencapai masa depan sesuai dengan minta, bakat, dan potensi yang dimilikinya. Jadi menurut saya, playgroup dapat menjadi sebuah pilihan yang tepat untuk orangtua terutama orangtua muda yang mempunyai harapan agar  anaknya menjadi seorang manusia yang berkembang utuh karena mereka adalah titipan Tuhan yang sempurna. Insya Allah playgroup menjadi fasilitator Tuhan untuk mengembangkan anak sesuai dengan fitrahnya. KAmi berharap semoga dengan membaca tulisan ini tidak ada lagi orangtua yang merasa terpaksa menyekolahkan anaknya di playgroup karena playgroup adalah pondasi bagi anak menggapai masa depannya. Kita tidak ingin bangunan yang kita bangun runtuh di tengah jalan bukan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adalah seorang guru playgroup di Bandung. Menarik juga pembahasan mengenai masalah playgroup adalah pilihan atau sebuah keterpaksaan karena saya sebagai salah seorang praktisi di tempat tersebut yang sangat concern tentang masalah perkembangan anak. Banyak orangtua yang belum mengerti atau paham betul tentang periode  emas anak dan belum paham betul artinya bermain bermakna dengan anak. Selama ini orangtua masih menganggap bahwa anak usia playgroup adalah anak yang masih belum mengerti apa-apa, anak yang masih belum bisa mengurus dirinya sendiri, anak yang rewel, bertingkah, banyak maunya, susah diatur, banyak bergerak, dan sebagainya. Padahal sebenarnya di balik itu semua Tuhan sudah menciptakan potensi yang luar biasa pada diri mereka. Bayangkan anak usia 2 tahun sudah bisa mengerti tentang Tuhan, artinya bercakap-cakap dengan Tuhan, artinya bersyukur. Anak usia 2-3 tahun sudah bisa paham tentang arti kemandirian, tanggung jawab, percaya diri, kerja sama, empati, dan sebagainya yang mungkin -bahkan orangtua pun tidak sepenuhnya mengerti tentang konsep-konsep tersebut.Mengapa anak-anak itu bisa? Karena mereka belajar. Belajar untuk berinteraksi, belajar untuk bertanggung jawab, belajar untuk mensyukuri apa yang mereka lihat, mereka makan, mereka dengar, dan mereka rasakan dari alam. Mungkin masih banyak orangtua yang mendidik anak-anak mereka seperti mereka dididik oleh orangtuanya dulu. Ini ada sisi positif dan negatifnya tentu. Nah playgroup bisa menjadi sarana untuk orangtua mengembangkan anaknya dengan lebih baik. Playgroup bisa menjadi sarana untuk orangtua mengetahui potensi anak yang sebenarnya sehingga orangtua dapat lebih mengarahkan dan membimbing anak mencapai masa depan sesuai dengan minta, bakat, dan potensi yang dimilikinya. Jadi menurut saya, playgroup dapat menjadi sebuah pilihan yang tepat untuk orangtua terutama orangtua muda yang mempunyai harapan agar  anaknya menjadi seorang manusia yang berkembang utuh karena mereka adalah titipan Tuhan yang sempurna. Insya Allah playgroup menjadi fasilitator Tuhan untuk mengembangkan anak sesuai dengan fitrahnya. KAmi berharap semoga dengan membaca tulisan ini tidak ada lagi orangtua yang merasa terpaksa menyekolahkan anaknya di playgroup karena playgroup adalah pondasi bagi anak menggapai masa depannya. Kita tidak ingin bangunan yang kita bangun runtuh di tengah jalan bukan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rhiya</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-35612</link>
		<author>Rhiya</author>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 06:39:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-35612</guid>
		<description>Saya adl.ibu muda berusia 28th yg bekerja sampai jam 3 sore,Bagi saya anak adalah suatu anugerah yg sangat luar biasa dan menitipkan anak di playgroup adl.suatu hal yg sia- sia saja krn playgroup tmp buat anak yg masih sering ngompol,anak kuper,rewel,bandel dan susah diatur.Daripada buang2 uang di playgroup mending ditabung unk masa SD,SMP,SMU bhkan Universitas yang "THE BEST".Masa pra sekolah anak,saya manfaatkan betul2 sblm saya serahkan kpd guru.Peranan Orangtua sangat penting dlm pembentukan kepribadian anak.Okay ibu ibu.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adl.ibu muda berusia 28th yg bekerja sampai jam 3 sore,Bagi saya anak adalah suatu anugerah yg sangat luar biasa dan menitipkan anak di playgroup adl.suatu hal yg sia- sia saja krn playgroup tmp buat anak yg masih sering ngompol,anak kuper,rewel,bandel dan susah diatur.Daripada buang2 uang di playgroup mending ditabung unk masa SD,SMP,SMU bhkan Universitas yang &#8220;THE BEST&#8221;.Masa pra sekolah anak,saya manfaatkan betul2 sblm saya serahkan kpd guru.Peranan Orangtua sangat penting dlm pembentukan kepribadian anak.Okay ibu ibu&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anikeu</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-33728</link>
		<author>anikeu</author>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 05:54:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-33728</guid>
		<description>something weird here...
knp semua bilang playgroup itu tempat penitipan, ya?
hhhmmmm, kalau mindsetnya seperti itu, memang jadi ndak bener. apa pun yg kita lakukan, even di luar terlihat sama, mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Saya rasa yg paling penting disoroti terlebih dahulu adalah 'apa motivasi' yang melandasi tindakan. Everybody can not judge other people do just because they see the action. apalagi yg berhubungan dengan pihak ke 3 (anak). 
kalau kita sudah tau motivasinya, baru kita bisa menilai. n yg paling penting, kebenaran itu adalah hal yg relatif, so subyektif depend on princips.
kadang2 kita lupa, bahwa anak-anak itu belajar jauuuuh, lebih banyak daripada orang dewasa. seluruh indera mereka bekerja dengan sangat baik untuk menyerap apa yg terjadi di sekitarnya. so, it's your choice, memberikan sesuatu yg baik untuk diserap atau mau yg biasa2 saja bahkan ada yg lebih buruk krn perilaku orang yg dititipi belum tentu sejalan dengan prinsip2 kita dalam mendidik anak.
justru, terkadang orang yg kita titipi tidak punya kapasitas apa-apa dalam mendidik anak. anak hanya diurusi lahiriahnya saja tanpa diurusi mental &#38; jiwanya. 
Cb titip anak ke ortu, saking sayangnya ma ccu, biasanya mereka mengabulkan apa saja kemauan anak kita yaaaang notabene kita ingin anak bisa dibatasi kemauannya. bgmn kita mau memperbaiki kalau 2 lingkungan memberlakukan policy yg berbeda? anak2 jg pintar untk belajar bahwa yg ini lbh enak dijalani drpd yg itu shg saya pilih dekat sm anu saja biar semua mau saya dikabulkan. Nah, berabe kan?

jd, sbg org tua, memangtidak ada guidance-nya. tapi kalau mau menyekokolahkan anak di usia dini, pilihlah yg 1 prinsip dgn kita untuk menjaga keseragaman perlakuan. 

it's all your choice! so, itulahtanggung jawab org tua...berat, meeeen...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>something weird here&#8230;<br />
knp semua bilang playgroup itu tempat penitipan, ya?<br />
hhhmmmm, kalau mindsetnya seperti itu, memang jadi ndak bener. apa pun yg kita lakukan, even di luar terlihat sama, mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Saya rasa yg paling penting disoroti terlebih dahulu adalah &#8216;apa motivasi&#8217; yang melandasi tindakan. Everybody can not judge other people do just because they see the action. apalagi yg berhubungan dengan pihak ke 3 (anak).<br />
kalau kita sudah tau motivasinya, baru kita bisa menilai. n yg paling penting, kebenaran itu adalah hal yg relatif, so subyektif depend on princips.<br />
kadang2 kita lupa, bahwa anak-anak itu belajar jauuuuh, lebih banyak daripada orang dewasa. seluruh indera mereka bekerja dengan sangat baik untuk menyerap apa yg terjadi di sekitarnya. so, it&#8217;s your choice, memberikan sesuatu yg baik untuk diserap atau mau yg biasa2 saja bahkan ada yg lebih buruk krn perilaku orang yg dititipi belum tentu sejalan dengan prinsip2 kita dalam mendidik anak.<br />
justru, terkadang orang yg kita titipi tidak punya kapasitas apa-apa dalam mendidik anak. anak hanya diurusi lahiriahnya saja tanpa diurusi mental &amp; jiwanya.<br />
Cb titip anak ke ortu, saking sayangnya ma ccu, biasanya mereka mengabulkan apa saja kemauan anak kita yaaaang notabene kita ingin anak bisa dibatasi kemauannya. bgmn kita mau memperbaiki kalau 2 lingkungan memberlakukan policy yg berbeda? anak2 jg pintar untk belajar bahwa yg ini lbh enak dijalani drpd yg itu shg saya pilih dekat sm anu saja biar semua mau saya dikabulkan. Nah, berabe kan?</p>
<p>jd, sbg org tua, memangtidak ada guidance-nya. tapi kalau mau menyekokolahkan anak di usia dini, pilihlah yg 1 prinsip dgn kita untuk menjaga keseragaman perlakuan. </p>
<p>it&#8217;s all your choice! so, itulahtanggung jawab org tua&#8230;berat, meeeen&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jampez</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30463</link>
		<author>jampez</author>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 08:12:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30463</guid>
		<description>awas yen suk anakmu mbok tetipke neng play group! :D Mari ciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak seperti lagunya Sincan ...sluruh kota adalah tempat bermain yang nyaman..... wah kok fals :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>awas yen suk anakmu mbok tetipke neng play group! <img src='http://rony.dgworks.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Mari ciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak seperti lagunya Sincan &#8230;sluruh kota adalah tempat bermain yang nyaman&#8230;.. wah kok fals <img src='http://rony.dgworks.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mpokb</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30096</link>
		<author>mpokb</author>
		<pubDate>Fri, 03 Aug 2007 04:09:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30096</guid>
		<description>hidup dalam paradigma kecepatan : dangkal dan membingungkan. jangan sampai kelak anak menyesal karena telah dilahirkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hidup dalam paradigma kecepatan : dangkal dan membingungkan. jangan sampai kelak anak menyesal karena telah dilahirkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kw</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30036</link>
		<author>kw</author>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 04:34:11 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30036</guid>
		<description>ribet yak! hmm....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ribet yak! hmm&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Febz</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30028</link>
		<author>Febz</author>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 02:54:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30028</guid>
		<description>*skdr sharing* pengalaman ku kerja di sekolahan -kebetulan skrg mengajar untuk kelompok bermain ato playgroup istilahnya- justru kebanyakan motivasi parents kirim anaknya ke playgroup supaya anak itu lebih baik berinteraksi sosial ketimbang melulu sama keluarga intinya (tapi ada juga yg masukin anaknya ke preschool krn lg tren dan prestis semata hahahha)

Memang ada yg nangis dan teriak2 ato bahkan ngompol sampe dua bulan pertama masuk sekolah, tapi alhamdulillah kebanyakan parents ngeliatnya sbg hal positif si anak dalam berinteraksi dg lingkungannya yg baru. Adaptasi istilahnya :) dan tingkat adaptasi anak (usia preschool)-dari buku2 yg ada disekolahan yg aku baca ya- berbeda2, ada yg satu minggu udah klop sama lingk.barunya ada yg butuh berbulan2.

dan dari hasil interview sekolah thd parents dan observasi sekolah thd anak mereka, justru memasukan anak ke preschool bukan karena pilihan ato karena keterpaksaan. Tapi lebih kepada melihat kebutuhan si anak agar lebih mantap lagi social-emotional development-nya *bhs campur adukz*

sbnrnya sih ngedidik anak untuk lebih baik juga bukan melulu dg sekolah. Tapi lebih kpd akhlak dan budi pekerti yg diajarkan orang tua. Di rumah pun juga bisa, asalkan lingkungan rumahnya nyaman buat si anak (kan kebanyakan ortu bikin lingkungan rumah nyaman buat si ortu, ketimbang buat si anak hehehehe)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>*skdr sharing* pengalaman ku kerja di sekolahan -kebetulan skrg mengajar untuk kelompok bermain ato playgroup istilahnya- justru kebanyakan motivasi parents kirim anaknya ke playgroup supaya anak itu lebih baik berinteraksi sosial ketimbang melulu sama keluarga intinya (tapi ada juga yg masukin anaknya ke preschool krn lg tren dan prestis semata hahahha)</p>
<p>Memang ada yg nangis dan teriak2 ato bahkan ngompol sampe dua bulan pertama masuk sekolah, tapi alhamdulillah kebanyakan parents ngeliatnya sbg hal positif si anak dalam berinteraksi dg lingkungannya yg baru. Adaptasi istilahnya <img src='http://rony.dgworks.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> dan tingkat adaptasi anak (usia preschool)-dari buku2 yg ada disekolahan yg aku baca ya- berbeda2, ada yg satu minggu udah klop sama lingk.barunya ada yg butuh berbulan2.</p>
<p>dan dari hasil interview sekolah thd parents dan observasi sekolah thd anak mereka, justru memasukan anak ke preschool bukan karena pilihan ato karena keterpaksaan. Tapi lebih kepada melihat kebutuhan si anak agar lebih mantap lagi social-emotional development-nya *bhs campur adukz*</p>
<p>sbnrnya sih ngedidik anak untuk lebih baik juga bukan melulu dg sekolah. Tapi lebih kpd akhlak dan budi pekerti yg diajarkan orang tua. Di rumah pun juga bisa, asalkan lingkungan rumahnya nyaman buat si anak (kan kebanyakan ortu bikin lingkungan rumah nyaman buat si ortu, ketimbang buat si anak hehehehe)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gerry</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-29977</link>
		<author>gerry</author>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 06:05:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-29977</guid>
		<description>sebagai seorang yang selalu ditinggal kerja ortu dari kecil, saya punya pendapat sendiri.

Menurut saya justru kebalikannya, bahwa playgroup lebih cocok buat anak daripada titip ke keluarga. Kadang2 famili punya masalah lain lagi harus dipikirkan (terutama kalau mereka juga keluarga karir) dan sedikit banyak (meskipun keluarga) nanti bisa bikin suasana ga enak dan begini begitu.

Di lain sisi playgroup (terutama yg prfesional) punya program dalam menangani anak-anak. Biasanya sih mereka sudah research dulu atau survey atau bahkan punya psikolog anak sendiri.

Meski begitu orang tua tetap harus ada interaksi regular dengan anak itu sendiri (malam kek, pulang kantor kek). Yaaa...daripada dititipkan dengan pembantu dan belajar norma-norma pembantu, playgroup jadi pilihan terbaik buat orang tua sibuk. Bahwa playgroup itu sebagai penitipan anak, ada benarnya...tapi sisi baiknya justru cukup banyak.

Option membawa anak ke kantor sih ga tau jg. Tapi pernah baca dimana ga tau, bawa anak ke kantor itu byk jeleknya dari pada baiknya. Tergantung kerja juga sih. Kebetulan bokap sering meeting dan nyokap dokter (dan anak2 sepertinya ga mau dekat2 dokter), mungkin makanya saya dulu ga pernah dibawa ke kantor hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebagai seorang yang selalu ditinggal kerja ortu dari kecil, saya punya pendapat sendiri.</p>
<p>Menurut saya justru kebalikannya, bahwa playgroup lebih cocok buat anak daripada titip ke keluarga. Kadang2 famili punya masalah lain lagi harus dipikirkan (terutama kalau mereka juga keluarga karir) dan sedikit banyak (meskipun keluarga) nanti bisa bikin suasana ga enak dan begini begitu.</p>
<p>Di lain sisi playgroup (terutama yg prfesional) punya program dalam menangani anak-anak. Biasanya sih mereka sudah research dulu atau survey atau bahkan punya psikolog anak sendiri.</p>
<p>Meski begitu orang tua tetap harus ada interaksi regular dengan anak itu sendiri (malam kek, pulang kantor kek). Yaaa&#8230;daripada dititipkan dengan pembantu dan belajar norma-norma pembantu, playgroup jadi pilihan terbaik buat orang tua sibuk. Bahwa playgroup itu sebagai penitipan anak, ada benarnya&#8230;tapi sisi baiknya justru cukup banyak.</p>
<p>Option membawa anak ke kantor sih ga tau jg. Tapi pernah baca dimana ga tau, bawa anak ke kantor itu byk jeleknya dari pada baiknya. Tergantung kerja juga sih. Kebetulan bokap sering meeting dan nyokap dokter (dan anak2 sepertinya ga mau dekat2 dokter), mungkin makanya saya dulu ga pernah dibawa ke kantor hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yanti</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-29974</link>
		<author>yanti</author>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 04:53:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-29974</guid>
		<description>playgroup? kayaknya untuk uraian Mas Rony di atas lebih tepat pakai istilah daycare (tempat penitipan anak). ada yang seharian, atau jam2an.

kelompok bermain atau playgroup sifatnya mirip dengan taman kanak2, dengan kegiatan yang lebih banyak permainan sesuai dengan usia anak, dan waktu 'belajar' yang  lebih singkat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>playgroup? kayaknya untuk uraian Mas Rony di atas lebih tepat pakai istilah daycare (tempat penitipan anak). ada yang seharian, atau jam2an.</p>
<p>kelompok bermain atau playgroup sifatnya mirip dengan taman kanak2, dengan kegiatan yang lebih banyak permainan sesuai dengan usia anak, dan waktu &#8216;belajar&#8217; yang  lebih singkat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bimoseptyop</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-29953</link>
		<author>bimoseptyop</author>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 21:51:06 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-29953</guid>
		<description>jalanin aja</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jalanin aja</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
