<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Playgroup, Pilihan ataukah Keterpaksaan?</title>
	<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/</link>
	<description>Mempercayakan perubahan melalui kata-kata</description>
	<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 14:09:28 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Dwynadea</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-42416</link>
		<author>Dwynadea</author>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 02:15:21 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-42416</guid>
		<description>Saya bru liat blog ini setelah search di goegle, saya hanya ingin sharing tentang anak saya. Anak saya usia 2,5 th waktu masuk playgroup atas keinginan dia sendiri untuk sekolah, sebenarnya saya termasuk orang tua yang beruntung karena tidak perlu menitipkan anak ke mana-mana, meskipun saya kerja saya memiliki pengasuh anak yang sangat handal dan sayang kepada anak2 saya. anak saya selalu menanti-nanti saat sekolah, dia selalu riang bila esok hari akan sekolah, tapi tiba2 dia jadi nggak nyaman kalau akan bersekolah karena peraturan baru di playgroupnya bahwa pengantar harus menunggu di luar pintu gerbang, setiap kali dia sampai sekolah dia menangis bila dipisahkan begitu jauh dari pengasuhnya, keinginan dia untuk sekedar bisa melihat pengasuhnya meskipun dari jauh asal terlihat, dilarang keras oleh playgroup dengan alasan akan mendidik kemandirian anak, saya sudah protes sama guru tapi mereka minta saya untuk memberikan kepercayaan penuh kepada pihak sekolah, pertanyaan saya sudah diperlukan kah pendidikan kemandirian anak pada playgroup, karena tujuan awal saya memasukkan playgroup adalah untuk bersosialisasi dan bermain tapi kalo kenyataannya sekolahnya membuat dia tak nyaman apakah harus diteruskan? mohon masukan dari teman-teman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bru liat blog ini setelah search di goegle, saya hanya ingin sharing tentang anak saya. Anak saya usia 2,5 th waktu masuk playgroup atas keinginan dia sendiri untuk sekolah, sebenarnya saya termasuk orang tua yang beruntung karena tidak perlu menitipkan anak ke mana-mana, meskipun saya kerja saya memiliki pengasuh anak yang sangat handal dan sayang kepada anak2 saya. anak saya selalu menanti-nanti saat sekolah, dia selalu riang bila esok hari akan sekolah, tapi tiba2 dia jadi nggak nyaman kalau akan bersekolah karena peraturan baru di playgroupnya bahwa pengantar harus menunggu di luar pintu gerbang, setiap kali dia sampai sekolah dia menangis bila dipisahkan begitu jauh dari pengasuhnya, keinginan dia untuk sekedar bisa melihat pengasuhnya meskipun dari jauh asal terlihat, dilarang keras oleh playgroup dengan alasan akan mendidik kemandirian anak, saya sudah protes sama guru tapi mereka minta saya untuk memberikan kepercayaan penuh kepada pihak sekolah, pertanyaan saya sudah diperlukan kah pendidikan kemandirian anak pada playgroup, karena tujuan awal saya memasukkan playgroup adalah untuk bersosialisasi dan bermain tapi kalo kenyataannya sekolahnya membuat dia tak nyaman apakah harus diteruskan? mohon masukan dari teman-teman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Playgroup pilihanku.. &#171; hanya kata</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-40992</link>
		<author>Playgroup pilihanku.. &#171; hanya kata</author>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 04:18:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-40992</guid>
		<description>[...] lakukan. Alhamdulillah, aku dapatkan juga informasi yang menarik tentang playgroup.. Makasih mas Ronny, untuk postingannya yang berguna [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] lakukan. Alhamdulillah, aku dapatkan juga informasi yang menarik tentang playgroup.. Makasih mas Ronny, untuk postingannya yang berguna [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: upik</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-40989</link>
		<author>upik</author>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 03:27:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-40989</guid>
		<description>Aku sedang belajar untuk memasukkan anakku ke Taman Balita.. karena memang tidak ada lagi pengasuhnya. Pengasuh yang dulu sering sakit dan aku tidak ingin berdampak hal yang buruk terhadap anakku. Postingan ini mencerahkan aku banget. Makasih ya mas. Segala sesuatu memang ada plus minusnya bukan? Tergantung bagaimana kita menyikapinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku sedang belajar untuk memasukkan anakku ke Taman Balita.. karena memang tidak ada lagi pengasuhnya. Pengasuh yang dulu sering sakit dan aku tidak ingin berdampak hal yang buruk terhadap anakku. Postingan ini mencerahkan aku banget. Makasih ya mas. Segala sesuatu memang ada plus minusnya bukan? Tergantung bagaimana kita menyikapinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erin's mom</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-40304</link>
		<author>erin's mom</author>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 05:38:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-40304</guid>
		<description>anak saya 2.5 th.biasanya umur segitu sudah mulai masuk Play group.tapi saya tidak memasukkannya. cukup lama juga mikirnya untuk mutusin mau di masukkin playgroup apa nggak.menurut saya anak yang perlu masuk playgroup adalah anak yang selalu ditinggal di rumah sama pembantu karena ortunya kerja. dan tidak punya teman sebaya di lingkungannya. sehingga dia gak bisa bersosialisasi. tapi Erin beda, walau ortunya semua kerja dan baru plg jam 5 sore, tapi alhamdulilah bapak ibu asuhnya (saya titipin ke tetangga)sangat sayang padanya, temen sebayanya juga banyak, sehingga dia bisa berinteraksi dengan orang lain. dan saya sepulang kerja semaksimal mungkin waktu untuk dia, dengan belajar sambil bermain (nyanyi, nggambar, doa- doa pendek) yang biasanya diajarkan di play group juga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>anak saya 2.5 th.biasanya umur segitu sudah mulai masuk Play group.tapi saya tidak memasukkannya. cukup lama juga mikirnya untuk mutusin mau di masukkin playgroup apa nggak.menurut saya anak yang perlu masuk playgroup adalah anak yang selalu ditinggal di rumah sama pembantu karena ortunya kerja. dan tidak punya teman sebaya di lingkungannya. sehingga dia gak bisa bersosialisasi. tapi Erin beda, walau ortunya semua kerja dan baru plg jam 5 sore, tapi alhamdulilah bapak ibu asuhnya (saya titipin ke tetangga)sangat sayang padanya, temen sebayanya juga banyak, sehingga dia bisa berinteraksi dengan orang lain. dan saya sepulang kerja semaksimal mungkin waktu untuk dia, dengan belajar sambil bermain (nyanyi, nggambar, doa- doa pendek) yang biasanya diajarkan di play group juga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wulan</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-38180</link>
		<author>wulan</author>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 03:05:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-38180</guid>
		<description>Saya adalah seorang guru playgroup di Bandung. Menarik juga pembahasan mengenai masalah playgroup adalah pilihan atau sebuah keterpaksaan karena saya sebagai salah seorang praktisi di tempat tersebut yang sangat concern tentang masalah perkembangan anak. Banyak orangtua yang belum mengerti atau paham betul tentang periode  emas anak dan belum paham betul artinya bermain bermakna dengan anak. Selama ini orangtua masih menganggap bahwa anak usia playgroup adalah anak yang masih belum mengerti apa-apa, anak yang masih belum bisa mengurus dirinya sendiri, anak yang rewel, bertingkah, banyak maunya, susah diatur, banyak bergerak, dan sebagainya. Padahal sebenarnya di balik itu semua Tuhan sudah menciptakan potensi yang luar biasa pada diri mereka. Bayangkan anak usia 2 tahun sudah bisa mengerti tentang Tuhan, artinya bercakap-cakap dengan Tuhan, artinya bersyukur. Anak usia 2-3 tahun sudah bisa paham tentang arti kemandirian, tanggung jawab, percaya diri, kerja sama, empati, dan sebagainya yang mungkin -bahkan orangtua pun tidak sepenuhnya mengerti tentang konsep-konsep tersebut.Mengapa anak-anak itu bisa? Karena mereka belajar. Belajar untuk berinteraksi, belajar untuk bertanggung jawab, belajar untuk mensyukuri apa yang mereka lihat, mereka makan, mereka dengar, dan mereka rasakan dari alam. Mungkin masih banyak orangtua yang mendidik anak-anak mereka seperti mereka dididik oleh orangtuanya dulu. Ini ada sisi positif dan negatifnya tentu. Nah playgroup bisa menjadi sarana untuk orangtua mengembangkan anaknya dengan lebih baik. Playgroup bisa menjadi sarana untuk orangtua mengetahui potensi anak yang sebenarnya sehingga orangtua dapat lebih mengarahkan dan membimbing anak mencapai masa depan sesuai dengan minta, bakat, dan potensi yang dimilikinya. Jadi menurut saya, playgroup dapat menjadi sebuah pilihan yang tepat untuk orangtua terutama orangtua muda yang mempunyai harapan agar  anaknya menjadi seorang manusia yang berkembang utuh karena mereka adalah titipan Tuhan yang sempurna. Insya Allah playgroup menjadi fasilitator Tuhan untuk mengembangkan anak sesuai dengan fitrahnya. KAmi berharap semoga dengan membaca tulisan ini tidak ada lagi orangtua yang merasa terpaksa menyekolahkan anaknya di playgroup karena playgroup adalah pondasi bagi anak menggapai masa depannya. Kita tidak ingin bangunan yang kita bangun runtuh di tengah jalan bukan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adalah seorang guru playgroup di Bandung. Menarik juga pembahasan mengenai masalah playgroup adalah pilihan atau sebuah keterpaksaan karena saya sebagai salah seorang praktisi di tempat tersebut yang sangat concern tentang masalah perkembangan anak. Banyak orangtua yang belum mengerti atau paham betul tentang periode  emas anak dan belum paham betul artinya bermain bermakna dengan anak. Selama ini orangtua masih menganggap bahwa anak usia playgroup adalah anak yang masih belum mengerti apa-apa, anak yang masih belum bisa mengurus dirinya sendiri, anak yang rewel, bertingkah, banyak maunya, susah diatur, banyak bergerak, dan sebagainya. Padahal sebenarnya di balik itu semua Tuhan sudah menciptakan potensi yang luar biasa pada diri mereka. Bayangkan anak usia 2 tahun sudah bisa mengerti tentang Tuhan, artinya bercakap-cakap dengan Tuhan, artinya bersyukur. Anak usia 2-3 tahun sudah bisa paham tentang arti kemandirian, tanggung jawab, percaya diri, kerja sama, empati, dan sebagainya yang mungkin -bahkan orangtua pun tidak sepenuhnya mengerti tentang konsep-konsep tersebut.Mengapa anak-anak itu bisa? Karena mereka belajar. Belajar untuk berinteraksi, belajar untuk bertanggung jawab, belajar untuk mensyukuri apa yang mereka lihat, mereka makan, mereka dengar, dan mereka rasakan dari alam. Mungkin masih banyak orangtua yang mendidik anak-anak mereka seperti mereka dididik oleh orangtuanya dulu. Ini ada sisi positif dan negatifnya tentu. Nah playgroup bisa menjadi sarana untuk orangtua mengembangkan anaknya dengan lebih baik. Playgroup bisa menjadi sarana untuk orangtua mengetahui potensi anak yang sebenarnya sehingga orangtua dapat lebih mengarahkan dan membimbing anak mencapai masa depan sesuai dengan minta, bakat, dan potensi yang dimilikinya. Jadi menurut saya, playgroup dapat menjadi sebuah pilihan yang tepat untuk orangtua terutama orangtua muda yang mempunyai harapan agar  anaknya menjadi seorang manusia yang berkembang utuh karena mereka adalah titipan Tuhan yang sempurna. Insya Allah playgroup menjadi fasilitator Tuhan untuk mengembangkan anak sesuai dengan fitrahnya. KAmi berharap semoga dengan membaca tulisan ini tidak ada lagi orangtua yang merasa terpaksa menyekolahkan anaknya di playgroup karena playgroup adalah pondasi bagi anak menggapai masa depannya. Kita tidak ingin bangunan yang kita bangun runtuh di tengah jalan bukan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rhiya</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-35612</link>
		<author>Rhiya</author>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 06:39:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-35612</guid>
		<description>Saya adl.ibu muda berusia 28th yg bekerja sampai jam 3 sore,Bagi saya anak adalah suatu anugerah yg sangat luar biasa dan menitipkan anak di playgroup adl.suatu hal yg sia- sia saja krn playgroup tmp buat anak yg masih sering ngompol,anak kuper,rewel,bandel dan susah diatur.Daripada buang2 uang di playgroup mending ditabung unk masa SD,SMP,SMU bhkan Universitas yang "THE BEST".Masa pra sekolah anak,saya manfaatkan betul2 sblm saya serahkan kpd guru.Peranan Orangtua sangat penting dlm pembentukan kepribadian anak.Okay ibu ibu.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adl.ibu muda berusia 28th yg bekerja sampai jam 3 sore,Bagi saya anak adalah suatu anugerah yg sangat luar biasa dan menitipkan anak di playgroup adl.suatu hal yg sia- sia saja krn playgroup tmp buat anak yg masih sering ngompol,anak kuper,rewel,bandel dan susah diatur.Daripada buang2 uang di playgroup mending ditabung unk masa SD,SMP,SMU bhkan Universitas yang &#8220;THE BEST&#8221;.Masa pra sekolah anak,saya manfaatkan betul2 sblm saya serahkan kpd guru.Peranan Orangtua sangat penting dlm pembentukan kepribadian anak.Okay ibu ibu&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anikeu</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-33728</link>
		<author>anikeu</author>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 05:54:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-33728</guid>
		<description>something weird here...
knp semua bilang playgroup itu tempat penitipan, ya?
hhhmmmm, kalau mindsetnya seperti itu, memang jadi ndak bener. apa pun yg kita lakukan, even di luar terlihat sama, mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Saya rasa yg paling penting disoroti terlebih dahulu adalah 'apa motivasi' yang melandasi tindakan. Everybody can not judge other people do just because they see the action. apalagi yg berhubungan dengan pihak ke 3 (anak). 
kalau kita sudah tau motivasinya, baru kita bisa menilai. n yg paling penting, kebenaran itu adalah hal yg relatif, so subyektif depend on princips.
kadang2 kita lupa, bahwa anak-anak itu belajar jauuuuh, lebih banyak daripada orang dewasa. seluruh indera mereka bekerja dengan sangat baik untuk menyerap apa yg terjadi di sekitarnya. so, it's your choice, memberikan sesuatu yg baik untuk diserap atau mau yg biasa2 saja bahkan ada yg lebih buruk krn perilaku orang yg dititipi belum tentu sejalan dengan prinsip2 kita dalam mendidik anak.
justru, terkadang orang yg kita titipi tidak punya kapasitas apa-apa dalam mendidik anak. anak hanya diurusi lahiriahnya saja tanpa diurusi mental &#38; jiwanya. 
Cb titip anak ke ortu, saking sayangnya ma ccu, biasanya mereka mengabulkan apa saja kemauan anak kita yaaaang notabene kita ingin anak bisa dibatasi kemauannya. bgmn kita mau memperbaiki kalau 2 lingkungan memberlakukan policy yg berbeda? anak2 jg pintar untk belajar bahwa yg ini lbh enak dijalani drpd yg itu shg saya pilih dekat sm anu saja biar semua mau saya dikabulkan. Nah, berabe kan?

jd, sbg org tua, memangtidak ada guidance-nya. tapi kalau mau menyekokolahkan anak di usia dini, pilihlah yg 1 prinsip dgn kita untuk menjaga keseragaman perlakuan. 

it's all your choice! so, itulahtanggung jawab org tua...berat, meeeen...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>something weird here&#8230;<br />
knp semua bilang playgroup itu tempat penitipan, ya?<br />
hhhmmmm, kalau mindsetnya seperti itu, memang jadi ndak bener. apa pun yg kita lakukan, even di luar terlihat sama, mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Saya rasa yg paling penting disoroti terlebih dahulu adalah &#8216;apa motivasi&#8217; yang melandasi tindakan. Everybody can not judge other people do just because they see the action. apalagi yg berhubungan dengan pihak ke 3 (anak).<br />
kalau kita sudah tau motivasinya, baru kita bisa menilai. n yg paling penting, kebenaran itu adalah hal yg relatif, so subyektif depend on princips.<br />
kadang2 kita lupa, bahwa anak-anak itu belajar jauuuuh, lebih banyak daripada orang dewasa. seluruh indera mereka bekerja dengan sangat baik untuk menyerap apa yg terjadi di sekitarnya. so, it&#8217;s your choice, memberikan sesuatu yg baik untuk diserap atau mau yg biasa2 saja bahkan ada yg lebih buruk krn perilaku orang yg dititipi belum tentu sejalan dengan prinsip2 kita dalam mendidik anak.<br />
justru, terkadang orang yg kita titipi tidak punya kapasitas apa-apa dalam mendidik anak. anak hanya diurusi lahiriahnya saja tanpa diurusi mental &amp; jiwanya.<br />
Cb titip anak ke ortu, saking sayangnya ma ccu, biasanya mereka mengabulkan apa saja kemauan anak kita yaaaang notabene kita ingin anak bisa dibatasi kemauannya. bgmn kita mau memperbaiki kalau 2 lingkungan memberlakukan policy yg berbeda? anak2 jg pintar untk belajar bahwa yg ini lbh enak dijalani drpd yg itu shg saya pilih dekat sm anu saja biar semua mau saya dikabulkan. Nah, berabe kan?</p>
<p>jd, sbg org tua, memangtidak ada guidance-nya. tapi kalau mau menyekokolahkan anak di usia dini, pilihlah yg 1 prinsip dgn kita untuk menjaga keseragaman perlakuan. </p>
<p>it&#8217;s all your choice! so, itulahtanggung jawab org tua&#8230;berat, meeeen&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jampez</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30463</link>
		<author>jampez</author>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 08:12:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30463</guid>
		<description>awas yen suk anakmu mbok tetipke neng play group! :D Mari ciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak seperti lagunya Sincan ...sluruh kota adalah tempat bermain yang nyaman..... wah kok fals :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>awas yen suk anakmu mbok tetipke neng play group! <img src='http://rony.dgworks.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Mari ciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anak seperti lagunya Sincan &#8230;sluruh kota adalah tempat bermain yang nyaman&#8230;.. wah kok fals <img src='http://rony.dgworks.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mpokb</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30096</link>
		<author>mpokb</author>
		<pubDate>Fri, 03 Aug 2007 04:09:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30096</guid>
		<description>hidup dalam paradigma kecepatan : dangkal dan membingungkan. jangan sampai kelak anak menyesal karena telah dilahirkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hidup dalam paradigma kecepatan : dangkal dan membingungkan. jangan sampai kelak anak menyesal karena telah dilahirkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kw</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30036</link>
		<author>kw</author>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 04:34:11 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/07/28/playgroup-pilihan-ataukah-keterpaksaan/#comment-30036</guid>
		<description>ribet yak! hmm....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ribet yak! hmm&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
