<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Quovadis FKY: Tentang Modernitas dan Tradisionalisme</title>
	<link>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/</link>
	<description>Mempercayakan perubahan melalui kata-kata</description>
	<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 21:47:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: nino</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-43265</link>
		<author>nino</author>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 19:56:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-43265</guid>
		<description>wah, seni ya?
jogja identiknya seni, jadi orang2 yg tinggal atau pindah ke sana, otomatis jadi 'nyeni' (ga semuanya lho..)
mereka berpenampilan 'seperti' seniman (sekali lagi, ga semuanya)
atau mengadaptasi tren dari luar, dan memberi label padanya sebagai 'seni' 
saya jadi jenuh dengan definisi seni dari pemikir2 prematur
dan 'seni' sudah kehilangan artinya bagi saya

- curhat jape methe yg bukan seniman -</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, seni ya?<br />
jogja identiknya seni, jadi orang2 yg tinggal atau pindah ke sana, otomatis jadi &#8216;nyeni&#8217; (ga semuanya lho..)<br />
mereka berpenampilan &#8217;seperti&#8217; seniman (sekali lagi, ga semuanya)<br />
atau mengadaptasi tren dari luar, dan memberi label padanya sebagai &#8217;seni&#8217;<br />
saya jadi jenuh dengan definisi seni dari pemikir2 prematur<br />
dan &#8217;seni&#8217; sudah kehilangan artinya bagi saya</p>
<p>- curhat jape methe yg bukan seniman -</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rachel Eny Bp</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-30030</link>
		<author>Rachel Eny Bp</author>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 03:18:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-30030</guid>
		<description>Salam kenal ya?????????

saya Rachel, dan sekarang bertugas di Maluku- Ambon.
Pingin tahu banyak tentang Globalisasi dan dampak positif and negativenya, boleh sharing gakkkkk????

Trims &#38; JBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal ya?????????</p>
<p>saya Rachel, dan sekarang bertugas di Maluku- Ambon.<br />
Pingin tahu banyak tentang Globalisasi dan dampak positif and negativenya, boleh sharing gakkkkk????</p>
<p>Trims &amp; JBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rony</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-26436</link>
		<author>rony</author>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2007 02:35:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-26436</guid>
		<description>@mpokb: yup, mari menghirup udara globalisasi :D

@mbahatemo: weh situ seniman jebule. eh tapi mbah, kesenian jangan dipakemkan, cukup orang lali-jiwo saja yang dipakemkan. wahihihi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@mpokb: yup, mari menghirup udara globalisasi <img src='http://rony.dgworks.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@mbahatemo: weh situ seniman jebule. eh tapi mbah, kesenian jangan dipakemkan, cukup orang lali-jiwo saja yang dipakemkan. wahihihi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mbahatemo</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-26423</link>
		<author>mbahatemo</author>
		<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 23:03:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-26423</guid>
		<description>sepertinya yg jadi quo vadis ketika ada upaya-upaya memakemkan satu bentuk kesenian. kesenian bukan perhitungan matematis kok mas.. tidak melulu 4+4=8.. tapi boleh jadi 4+4=16..
duh, bingung dhewe rek..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sepertinya yg jadi quo vadis ketika ada upaya-upaya memakemkan satu bentuk kesenian. kesenian bukan perhitungan matematis kok mas.. tidak melulu 4+4=8.. tapi boleh jadi 4+4=16..<br />
duh, bingung dhewe rek..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mpokb</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-26038</link>
		<author>mpokb</author>
		<pubDate>Thu, 14 Jun 2007 05:53:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-26038</guid>
		<description>globalisasi tidak mungkin dihindari. kalo di indonesia sendiri mungkin yg terjadi jawanisasi. masalahnya, gimana supaya semua kebagian porsinya, hidup bareng, saling memperkaya. bukan malah saling merusak.. kesenian tradisional biasanya punya pakem. apa pun medianya, selama pegang pakem, seharusnya nggak masalah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>globalisasi tidak mungkin dihindari. kalo di indonesia sendiri mungkin yg terjadi jawanisasi. masalahnya, gimana supaya semua kebagian porsinya, hidup bareng, saling memperkaya. bukan malah saling merusak.. kesenian tradisional biasanya punya pakem. apa pun medianya, selama pegang pakem, seharusnya nggak masalah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rony</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-26029</link>
		<author>rony</author>
		<pubDate>Thu, 14 Jun 2007 02:39:25 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-26029</guid>
		<description>@Hedi:
 lho, justru kalo di persimpangan bagus dong, tinggal bikin warung, jualan rokok sama bensin. hihihi

@cahyo: 
masih ada mas, baliwaenangjogja :D

@luthfi:
yup, contoh yang bagus. wayang waktu itu adalah ciri ke-modern-an, tetapi para sunan tidak sepenuhnya memindah wayang, ada proses adaptasi, bahkan sunggingan wayangnya per daerah beda lho. belum lagi munculnya cepot, gareng, petruk, dan seterusnya. sementara turntable? tetap aja turntable *menghindar dari incaran jim*

@jsop:
salam kenal juga mas, terimakasih sudah mampir. wah, soal polisi seni itu guyon saja mas hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Hedi:<br />
 lho, justru kalo di persimpangan bagus dong, tinggal bikin warung, jualan rokok sama bensin. hihihi</p>
<p>@cahyo:<br />
masih ada mas, baliwaenangjogja <img src='http://rony.dgworks.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@luthfi:<br />
yup, contoh yang bagus. wayang waktu itu adalah ciri ke-modern-an, tetapi para sunan tidak sepenuhnya memindah wayang, ada proses adaptasi, bahkan sunggingan wayangnya per daerah beda lho. belum lagi munculnya cepot, gareng, petruk, dan seterusnya. sementara turntable? tetap aja turntable *menghindar dari incaran jim*</p>
<p>@jsop:<br />
salam kenal juga mas, terimakasih sudah mampir. wah, soal polisi seni itu guyon saja mas hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jsop</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-25998</link>
		<author>jsop</author>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 19:51:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-25998</guid>
		<description>salam kenal,
Menurut saya harus ada kesepahaman tentang karakter lokalitas yang akan dikembangkan. Supaya tidak ada pemaksaan-pemaksaan mencampur unsur minyak kedalam air,lalu berharap akan lahir sebuah persenyawaan baru.

Jiwa atau karakter lokal , seharusnya bisa menjadi sebuah tatanan estetika baru walau disampaikan lewat media instrument konvensional sekalipun . Tetapi memang itu sebuah proses yang harus dilakukan dengan cerdas dan jangan-jangan memang diperlukan polisi seni he :)

Khusus untuk wilayah seni , Jogya adalah benteng terakhir harapan saya yang ada di Jakarta . Jangan sampai mampet , karena Jakarta dan kota budaya lain sudah kalah tergerus.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal,<br />
Menurut saya harus ada kesepahaman tentang karakter lokalitas yang akan dikembangkan. Supaya tidak ada pemaksaan-pemaksaan mencampur unsur minyak kedalam air,lalu berharap akan lahir sebuah persenyawaan baru.</p>
<p>Jiwa atau karakter lokal , seharusnya bisa menjadi sebuah tatanan estetika baru walau disampaikan lewat media instrument konvensional sekalipun . Tetapi memang itu sebuah proses yang harus dilakukan dengan cerdas dan jangan-jangan memang diperlukan polisi seni he <img src='http://rony.dgworks.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Khusus untuk wilayah seni , Jogya adalah benteng terakhir harapan saya yang ada di Jakarta . Jangan sampai mampet , karena Jakarta dan kota budaya lain sudah kalah tergerus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Luthfi</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-25972</link>
		<author>Luthfi</author>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 09:52:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-25972</guid>
		<description>bukannya dulu wayang kulit itu juga merupakan sebuah kesenian modern
(tapi di kala jaman para sunan, itupun konon katanya)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bukannya dulu wayang kulit itu juga merupakan sebuah kesenian modern<br />
(tapi di kala jaman para sunan, itupun konon katanya)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cahyo</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-25971</link>
		<author>cahyo</author>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 09:25:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-25971</guid>
		<description>masih ada ya FKY?

*pengenpulangjogja*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masih ada ya FKY?</p>
<p>*pengenpulangjogja*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hedi</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-25966</link>
		<author>Hedi</author>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 08:07:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2007/06/13/quovadis-fky-tentang-modernitas-dan-tradisionalisme/#comment-25966</guid>
		<description>Lho kita kan memang berada di persimpangan, mas. Bingung mau pilih arah ke mana hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lho kita kan memang berada di persimpangan, mas. Bingung mau pilih arah ke mana hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

