Rony's Blog
Meta

Taspen I - Mengurus UDW

Print This Post   Email This Post

Tulisan ini saya buat dengan tujuan berbagi informasi mengenai lika-liku mengurus surat-surat berkait dengan PT TASPEN. Tulisan ini rencananya akan saya buat minimal dalam dua tahap, yaitu dari mulai mengurus UDW (uang duka wafat) hingga SPPT Janda. Semoga berguna.

Bagi teman-teman dan saudara sekalian yang memiliki orang tua pegawai negeri, atau bahkan Anda sendiri yang pegawai negeri sipil, tentu tidak asing dengan nama TASPEN. Tabungan Asuransi Pensiun adalah sebuah perusahaan yang menangani biaya pensiun untuk pegawai negeri. Kebetulan almarhum ayah saya adalah pensiunan pegawai negeri sipil, dulu beliau menjabat sebagai Kepala SMP.

Pada tulisan awal ini saya akan berbagi mengenai urutan pengurusan dana UDW (uang duka wafat). Informasi ini tentu saja hanya berlaku bagi pensiunan pegawai negeri yang meninggal. Dan pegawai negeri tersebut pensiun secara normal (bukan tidak terhormat atau alasan lain).

Mengurus Surat Kematian

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengurus surat kematian. Surat kematian ini didapat dari Kelurahan setempat.

Surat Kematian harus ditandatangai oleh Lurah (tidak boleh wakil/atas nama) dan dengan cap Lurah Desa (bukan Pemerintah Desa)

Blangko surat kematian tersedia di kelurahan, Anda tinggal menghadap ke Kaur Kesra (atau umum, tergantung desa-nya) untuk meminta blangko tersebut. Setelah itu mintakanlah tanda tangan lurah. Sekali lagi, tanda tangan harus oleh lurah, tidak boleh yang lain.

Jika Lurah tidak ada, mintalah tandatangan sekdes dan dengan cap Pemerintah Desa. Setelah itu anda harus ke kecamatan, memintakan tanda tangan dan cap Camat. Aturannya sama, tandatangan harus dari Camat sendiri (bukan wakil/atasnama) dengan cap Camat, bukan Pemerintah Kecamatan.

Perhatikanlah stempel yang dipakai. Tulisannya haruslah Lurah Desa atau Camat (untuk yang mengurus hingga kecamatan). Oh ya, jika Anda mendapat cap Lurah Desa dan tandatangan asli Lurah, maka Anda tidak harus mengurus hingga kecamatan.

Simpan surat kematian tersebut, karena itu adalah syarat penting untuk berbagai urusan. Misalnya saja mengurus UDW ini, SP4B Pensiunan Janda/Duda, mengurus rekening bank, mengurus KTP atau Kartu Keluarga, dan lain-lain. Jangan sampai hilang ya.

Meminta Blangko SP2UDW dan SP4B Pensiunan 

Datanglah ke kantor TASPEN sambil membawa surat kematian yang asli. Untuk Kantor TASPEN Yogyakarta, urutannya adalah datang ke pendaftaran (biasanya dijaga oleh satpam) dan meminta nomer urut, kemudian mengantri di bagian Informasi.

Blangko SP2UDW (Surat Permintaan Pembayaran Uang Duka Wafat) dan SP4B Pensiunan (Surat Permintaan Pembayaran Pensiun/Tunjangan Pertama bagi Janda/Duda/Yatim Meninggal) tersedia di bagian informasi PT TASPEN.

Mengisi Blangko dan Melengkapi Syarat

Setelah mendapatkan blangko tersebut, maka Anda tinggal mengisi blangko itu. Untuk SP4B Pensiunan, baru bisa diproses 4 (empat) bulan setelah pensiunan meninggal. Sebagai contoh untuk SP4B Pensiunan Ibu saya, baru bisa saya urus bulan September nanti. Namun untuk SP2UDW, sebaiknya justru segera diurus, karena berkait dengan catatan penerimaan dana pensiun almarhum.

Untuk SP2UDW, syarat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  • Fotocopy Surat Kematian 2 (dua) lembar
    dilegalisir oleh Lurah dengan Cap Lurah. Jika tidak ada lurah, maka urus hingga kecamatan, langkah sama dengan catatan ketika mengurus surat kematian di atas.
  • Fotocopy Akta Pernikahan 2 (dua) lembar
    dilegalisir oleh Lurah dengan cap Lurah. Sama dengan di atas.
  • Fotocopy KTP Janda/Duda (jika masih hidup) atau KTP Anak Kandung
  • Fotocopy SK Pensiun
  • Fotocopy KARIP (Kartu Identitas Pensiun)
  • Fotocopy Bintang Jasa jika ada 2 (dua) lembar
    yang dimaksud dengan bintang jasa adalah Bintang Jasa Sewindu, Bintang Jasa Bhayangkara, Bintang Jasa Eka Paksi, Bintang Jasa Jalatuna, Bintang Jasa Gerilya
  • Pasphoto pemohon (janda/duda jika masih hidup atau anak kandung) 3×4 1(satu) lembar

Pemohon di sini adalah Janda/Duda jika masih hidup. Silakan cek di SK Pensiun almarhum/almarhumah, di sana ada bagian:

B. Keluarga penerima pensiun yang bersangkutan pada saat diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan hak pensiun, sebagai tersebut dalam daftar keluarga

Nah di bagian tersebut ada kolom Isteri/suami dan Anak. Jika Istri/suami masih hidup, maka isian blangko pemohon adalah nama dan keterangan tentang Istri/suami. Jika istri/suami masih hidup, namun blangko di isi (status pemohon) oleh anak kandung, maka hak atas SP4B Pensiunan menjadi hangus.

SPP Klim

Setelah semua syarat dipenuhi dan blangko terisi, datanglah ke PT TASPEN lagi. Jika janda/duda pensiunan masih hidup, sebaiknya ajaklah serta. Sebenarnya untuk menyerahkan data bisa dilakukan oleh siapa saja, namun nantinya akan dibutuhkan tandatangan janda/duda pensiunan di bagian Kasir.

SPP Klim hanyalah sebentar saja urusannya. Setelah Anda dipanggil, dan di cek kelengkapannya semua, maka Anda akan diberi kwitansi/nota untuk mengambil dana SP2UDW di bagian Kasir. Di bagian inilah sekali lagi janda/duda harus membubuhkan tandatangan.  Tunggu sebentar saja di bagian kasir, nanti Anda akan dipanggil dan menerima santunan dana UDW.

Curhat 

Demikian lika-liku pengurusan di PT TASPEN. Nah, semoga dengan tulisan ini tidak ada lagi yang mengalami apa yang saya alami. :)

Terus terang saya bolak-balik menempuh Yogya-Bantul (kurang lebih 20-an Km lebih) hanya untuk hal-hal sepele. Kemarin kebetulan ada kesalahan di bagian administrasi kelurahan, sehingga stempel yang saya dapat adalah stempel Pemerintah Desa, padahal seperti sudah saya tulis di atas stempel haruslah Lurah Desa. Akibatnya saya balik lagi ke Bantul.

Juga blangko isian SP2UDW. Sebenarnya pada hari saya mengambil blangko, sudah diterangkan tentang siapa yang mengisi dan sebagainya oleh bagian informasi. Namun ternyata pikiran saya masih blank, sehingga informasi tersebut tidak terekam. Akibatnya blangko saya isi dengan nama saya. Saya harus meminta lagi blangko SP2UDW karena keteledoran ini, dan pulang ke Bantul lagi untuk mengisi serta meminta tandatangan ibu saya di blangko tersebut.

Nah, hari ini saya menyerahkan semua kebutuhan administrasi UDW, tetapi ternyata di bagian kasir harus ada tandatangan ibu saya. Walah, terpaksa cari cara agar ibu bisa saya bawa serta ke kantor TASPEN. Mungkin naik bis lebih masuk akal. :)

Vale, demi birokrasi

el rony, sejujurnya merasa asyik saja

Category: Yogyakarta, Culture, how to | Comment RSS 2.0 | trackback

40 Responses to “Taspen I - Mengurus UDW”

  1. zam Says:

    hmm..

    bener-bener.. pernah mengambil duit tabungan adik di sebauh bank pemerintah, syaratnya bertele-tele. selain fotokopi surat kematian, kudu ada tandatangan semua ahli waris, terus ada keterangan dari RT dan macem-macem..

    capek dehh..

  2. paKDhe Says:

    lha yo masalahnya di pemerintah blom ada sistem database yang bener, jadi mesti ngisi segala macem form.

    akurasi sistemnya…. mbuh2an, tibaknya ada orang yang bisa ngakali asuransi pake surat kematian palsu :D :D :D

  3. Luthfi Says:

    suwun Dab atas infonya :-)

  4. peyek Says:

    Emmm…. mbulet!!!

  5. Pogung177 Says:

    ….Ribet…yah kalo urusan ama BUMN

  6. Qky Says:

    capek deh… Gimana mau maju?!?
    Hidup Republik non DATABASE…

  7. Surya Says:

    Bagi taspen, hal itu mungkin untuk security atas pengeluaran dana,
    Sehingga kita harus bolak-balik untuk urusan yang sebetulnya sederhana.
    tapi secara sistem memang, kita membutuhkan database untuk pemerintahan secara umum, sehingga dalam membuat KTP pun, tak perlu manual lagi, karena data masyarakat indonesia ada di pemerintah/depdagri/pemda.

  8. Jazair Says:

    Mas Lam kenal, Aku salut ama Mas yang “care” ama taspen, aku jadi pingin kenal boleh kan?

  9. Anca Says:

    thanx banget neh atas penjelasannya..
    gw kebetulan lagi ngurusin hal ini..
    jadi bener2 terbantu..

  10. Davy Says:

    Prinsipnya sih bener cuma buat ngamanin duit negara, masalahnya negara nggak punya duit dan orangnya rada blank aja kali ya………..he…he….he

  11. siswati Says:

    Mas, mana info tentang mengurus sppt janda? kok saya gk ketemu ya?

  12. efendi Says:

    saya pns baru, bagaimana cara pembuatan kartu taspen? mohon penjelasan

  13. nurrohman Says:

    Setelah membaca cara Pengurusan UDW saya sudah paham, tapi saya ada masalah dalam kelengkapan berkas/persyaratan. Mungkin sedikt cerita awal : Mertua laki wafat 19-05-08, istri adalah salah satu ahli waris (1 orang kakak perempuan masih hidup, keberadaanya belum diketahui), Ibu mertua wafat 20-10-2001, setelah kami ke taspen ternyata surat kemetian ibu mertua tidak dilaporkan ke PT.Taspen. Faktor tidak tau atau sengaja kami tidak tahu. Dari pihak Taspen dibilang Almarhum mertua harus kembalikan kelebihan gaji (tunjangan istri) selama th.2001 wafatnya ibu mertua. Pihak Taspen tidak memberikan rincian kelebihan gaji yang harus dikembalikan kepada kami. Saya mencoba menghitung Tunjangan Almarhumah yang tidak dilaporkan sejak bln Nopember 2001 s.d Mei 2008 kira-kira 79 bln x Rp.100.000,- (kira2 penerimaan tunjungan istri/bln) total hutang Rp.7.900.000,-. Yang pingin saya tanyakan dan mohon dijelaskan tentang :
    1. Apakah ahli waris bisa mengajukan keberatan/keringan atas piutang yang disampaikan pihak PT TASPEN.
    2. Bila wajib diselesaikan/dibayar apakah hasil UDW bisa menutupi piutang almarhum.
    3. Apabila hasil UDW tidak cukup untuk menutup piutang, ahli waris bisa mencicil sisa piutang almarhum.

    Mungkin ada pembaca lainnya yang punya permasalahan yang sama, mohon penjelasan dan terima kasih.

  14. niken susanti Says:

    tks atas infonya, kebetulan sekali, ayah sy tgl 10 des 08 kemaren meninggal dunia, jd kami lg cari info untuk kepengurusan surat ke Taspen. Juga ke asabri krn beliau angkatan laut. Cukup rumit jg ya?

  15. safarino Says:

    informasi berguna sekali mas rony
    terimakasih…

    Ditunggu sambungannya mas…
    Taspen II dan informasi SPPT Janda

    bravo

  16. budi Says:

    menurut saya sih, kalau kita mo urus segala sesuatu yang berhubungan dengan uang yang berkaitan dengan APBN tentunya mo g mo kita harus patuh dan taat dengan regulasi yang telah ditentukan. Meski itu hak ya ? TAPI mau ga mau kita harus mematuhi dan mentaati segala aturan yang berlaku. Seperti kita mau ambil uang tabungan di Bank, maka kita harus patuh dan taat dengan aturan serta legalitas yang ditetapkan. Moga kita dapat beradaptasi dengan semua perauturan yang ada sesuai dengan ketetapan yang ditentukan oleh BUMN itu.

  17. Donita Says:

    Infonya bagus. Thanks.

  18. shohib Says:

    dengan hormat, besama ini sayamohon kepada bapak format sp4a dan skpps uantuk mengur pensiun demikian terima kasih

  19. rony Says:

    mas @shohib yang baik, mohon maaf saya tidak memiliki formulir itu. formulir itu bisa didapat di kantor TASPEN tempat mas shohib mengurus dana pensiun. Silakan ke sana.

    Saya hanya menemukan formulir ini di website taspen:
    http://www.taspen.com/index.php?option=com_content&task=category&sectionid=16&id=88&Itemid=295

    oh ya, untuk semua, maaf, ternyata saya tidak bisa melanjutkan ke tahap II. tahap II sebenarnya cuma nunggu dipanggil, lalu ambil uang. tetapi urut-urutannya saya sudah terlanjur lupa, waktu itu terburu-buru ada pekerjaan, dan tidak sempat dicatat. maafkan.

  20. Fita Says:

    bts yg mnrma pnsiun itu usianya smpai brp thun y…
    Trz klo msalnya dh bts umurnya,pa msih bs d perpnjng g? coz msih kuliah, blm nikah, jug blm kerja.

  21. ikew Says:

    bagus mas gw jg pusing nh ngurus buat ahli waris nyokap bolak balik birokrasi acak kadul.thanks ya

  22. Carolina Says:

    Mo tanya nih pak.. klo SK pensiun nya hilang gimana ya? Pusing nih..

  23. rony Says:

    mbak carolina:
    saya belum punya pengalaman itu mbak, tetapi coba lapor polisi. nah, berkas laporan kehilangan itu dibawa ke taspen, nanti insyaAllah dibantu.

    mbak fita: maaf baru balas, setahun lebih haha.. perpanjang saja mbak kalo masih kuliah :)

  24. teten Says:

    legalisir surat nikah hrs di cap kelurahan pd wkt nikah atau kelurahan domisili skrg?

  25. rony Says:

    @teten: pada saat menikah mas. sesuai surat nikahnya. :) kalaupun kesulitan, bisa konsultasi ke pihak taspen atau ke keluarahan setempat

  26. luwak Says:

    mbak fita@ batas umur untuk anak penerima pensiun maksimal 21 tahun dan ”25 tahun untuk anak yg masih sekolah dan belim nikah”.
    Untuk pengurusan UDW emang bener apa yg mas roni tulis di atas. Kebetulan sebulan yg lalu saya baru ngurus administrasi almarhum bapak saya. Krn beliau ada urusan dgn BTPN maka pengurusan jg di BTPN bukan di TASPEN. Masalah kelengkapan administrasi gak beda jauh.

  27. wirakusuma Says:

    Mas apa tidak ada permintaan identitas ato ttd dari semua ahli waris? Ibu janda dg 2 anak knp taspen bisa dcairkan tanpa spengetahuan anak pertama

  28. intan nirmala Says:

    trimakasih banyak atas informasi yang sangat membantu ini ^_^

  29. Mukhtar Bahri Says:

    mohon contoh Formulir atau format surat keterangan kejandaan/kedudaan

  30. rony Says:

    mas @mukhtar, silakan langsung ke Taspen mas, nanti formulirnya dapat dari sana. :)

  31. saptadi n Says:

    Mungkin ini hanya info buat semuanya,blum lama ini saya mengurus UDW ibu saya (pensiunan)bapak sudah meninggal 3th lalu,segala persyaratan telah saya penuhi pada akhir pembayaran saya ga habis pikir dan tak tau info/pengumuman bahwa sepeninggalan bapak itu harusnya dilaporkan ke TASPEN,ada keteranga bahwa bapak saya mempunyai hutang tunjangan ke TASPEN sebesar 10jt,dan ibu saya menerima UDW+asuransi kuranglebih 10,5jt,itupun ga ada perincian yg lbh detail,dan ibu hanya menerima UDW sebesar 500 ribuan,utk itu saya himbau kepada semuanya apa bila ada kejadian seperti saya ataupun baru (ada yg meninggal baik pns/pensiunan) segeralah urus/laporkan ke TASPEN, jika ada ucapan yg kurang berkenan saya mohon maaf yg sebesar2nya,terimakasih

  32. mas koo Says:

    terimakasih telah menulis pengalaman yg nyata..

    hari ini saya sdng mau mengurus taspen bapak saya meninggal 22 januari kmren..

    smoga mas rony dapat pahala..

    thanks

  33. Bambang sae Says:

    apa syarat pengurusan penghentian pensiun . di karenakan semua sudah meninggal. terima kasih

  34. rio Says:

    Saya punya masalah niih..

    Sekarang lg ngurus pensiunnya yg jatuhnya ke tangan ibu saya, krna ayah sudah meninggal.. yg jd masalah surat ketrangan pensiun dgn hormat nya yg dr depdagri aslinya ga nemu.. malah fotocopynya yg ada..
    Itu bagaimana yaa, sedangkan taspen minta itu..
    Kta mereka cari trus ..

    Ada yg bisa kasih solusi..

    Tenkyu..

  35. rio Says:

    Saya punya masalah niih..

    Sekarang lg ngurus pensiunnya yg jatuhnya ke tangan ibu saya, krna ayah sudah meninggal.. yg jd masalah surat ketrangan pensiun dgn hormat nya yg dr depdagri aslinya ga nemu.. malah fotocopynya yg ada..
    Itu bagaimana yaa, sedangkan taspen minta itu..
    Kta mereka cari trus ..

    Ada yg bisa kasih solusi..

  36. silvy Says:

    permisi bpk/ibu/mas/mba
    mohon petunjuknya donk..kalau ibu dan bapak sudah tiada, kebetulan kalau ibu sudah laporan kematian sblmnya (may 09) jujur..itupun mengurus untuk ke duda dan uang duka habis waktu 3bln untuk pengurusannya, kalau bapak saya meninggal baru2 ini (juni 13) maka saya sebagai anak ahliwaris mau melaporkan ke pt.taspen ttp saya sibuk bekerja..kebetulan saya susah dapat waktu untuk izinnya dari kantor.. mohon solusinya.. trimakasih sblmnya.. ohiya,kalau tdk merepotkan bisa tdk penjelasan syaratnya saya minta sedetail2nya karena saya tinggal di tanggerang banten..dan kantor taspen trdapat di senen cempaka putih jakarta pusat.makasih ya..

  37. silvy Says:

    permisi bpk/ibu/mas/mba
    mohon petunjuknya donk..kalau ibu dan bapak sudah tiada, kebetulan kalau ibu sudah laporan kematian sblmnya (may 09) jujur..itupun mengurus untuk ke duda dan uang duka habis waktu 3bln untuk pengurusannya, kalau bapak saya meninggal baru2 ini (juni 13) maka saya sebagai anak ahliwaris mau melaporkan ke pt.taspen ttp saya sibuk bekerja..kebetulan saya susah dapat waktu untuk izinnya dari kantor.. mohon solusinya.. trimakasih sblmnya.. ohiya,kalau tdk merepotkan bisa tdk penjelasan syaratnya saya minta sedetail2nya karena saya tinggal di tanggerang banten..dan kantor taspen trdapat di senen cempaka putih jakarta pusat.makasih ya

  38. John koplo Says:

    Nich saya mau sedikit curhat tentang peristiwa yang menimpa almarhum mertua saya yang meninggal.Sayangnya mertua saya ini meninggal saat hubungan dengan isterinya (baca:ibu tiri)dalam keadaan tidak akur.Dari saat menderita lumpuh beberapa tahun hingga pada akhirnya harus dijemput ajal sampai harus dikubur tanpa pernah ditunggui sang isteri.
    Mertua saya ini adalah pensiunan guru ,beliau pensiun pada tahun 2010.Beliau meninggal thn 2015 bulan juli lalu.Semua berkas persyaratan pengajuan udw atau pensiun janda atau apalah sebutanya jelas jelas ada pada isteri saya.Dari Surat kematian asli ,sk pensiun asli,karip dan sebagainnya isteri yang simpen.Kecuali surat nikah dan kk ada pada si brengsek.Yang membuat kami terheran heran dan sedikit ketawa adalah kenapa si kunyuk brengsek itu bisa mengajukan semua persyaratan untuk mengambil udw atau pensiunan atau apalah sebutanya.Terus terang kita ndak ngiri soal ini,tapi jujur saja kita kita ndak ikhlas jika duit itu bisa diambil dengan cara cara yang lucu.Kami lebih seneng duit itu ditangguhkan dan dikembalikan untuk keperluan negara.Yang menjadikan kami tidak habis pikir adalah kenapa sk pensiun ,surat kematian ,karip dan semuannya itu bisa terbit dua kali? Atau ada sosok demian atau sebangsannya numpang kerja di BKN atau PT Taspen sana.
    Sampe akhirnya pihak pt taspen memberikan acc pada si kunyuk ini pada proses pencairan.Proses terhenti pada pihak bank ,karena bank sendiri tidak serta merta langsung mencairkan duitnya karena harus mengetahui pihak waris keluarga,dalam hal ini anak kandung.Karena Isteri saya merasa ndak ada untungnya tanda tangan,akhirnya isteri saya kekeh untuk tidak memberikan tanda tanganya.Sampe akhirnya isteri mendapat panggilan dari pihak bank untuk segera menyelesaikan persyaratan tersebut.Itupun dikarenakan bank tersebut mendapat teguran dari pt taspen dan bank pusat karena dianggap menghalang halangi hak customer.
    Dan seterusnya dana ini akhirnya cair juga dengan dimenangkan oleh si kunyuk.UDW atau pensiunan buat janda ini yang notabene didapatkan dari rakyat ini harus lari ke tangan yang menurut saya masih abu abu.Duit yang seharusnya rencananya harus kami buat membayar hutang pengobatan dan biaya sembahyangan mertua saya harus dibawa lari oleh tikus dan teman teman nya.
    Saya ingin bertanya kepada saudara seklian tentang cerita seklumit ini.Satu pertanyaan saya adalah:
    Apa yang ada dibenak saudara sekalian tentang cerita lucu ini ?????
    Atau mungkin ada solusi tentang lawak-an diatas .Terima kasih.

  39. dianK Says:

    terimakasih mas Rony atas infonya.. ni sy jg mau urus UDW… postingannya sgt bermanfaat.. smoga Alloh membalasnya dg kemudahan2 dan kebaikan… sempat nyari2 Karip dan SK ibu.. alhamdulillah dah ketemu.
    @Rio,, coba tanyain di bank tempat ortu menerima pensiun.. mgkn ada disana… siapa tau…

  40. aan Says:

    rio_minta surat kehilangan aja dari polisi

Leave a Reply