Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Bapak-Ibu Sekalian, Infus bukanlah Tolok Ukur

Print This Post   Email This Post

Judul yang agak aneh. Tapi baiklah, saya memang hanya ingin curhat sebenar-benarnya curhat saja di sini. Tentang kondisi ayah saya. Kebetulan beliau sedang dapat rejeki sirosis hati dan batu empedu. Sekarang masih dalam taraf perawatan.

Nah, kemarin teman-teman bapak saya membezuk. Dan mereka melihat kondisi ayah saya, kuning sekujur badan dan tubuh mengering mengurus. Ayah saya masih tergeletak, tanpa selang, tanpa tumpukan obat. Lalu muncullah celetukan ini,”Bapak kok tidak segera ditangani? Ini pasti khas rumah sakit negeri, pasien malah jadi bahan ujicoba. Kok gak diinfus atau gimana gitu”.

Pada saat muncul celetukan itu, saya membiarkannya. Tapi, ternyata celetukan itu, entah bagaimana, sampai ke telinga kakak saya yang di Jakarta. Semalam, kakak saya menelfon saya karena hal itu. Dan saya terpaksa harus menulis unek-unek ini.

Sekali lagi, Infus bukanlah Tolok Ukur!

Bapak-ibu yang saya hormati. Saya sungguh sangat berterimakasih atas kehadiran bapak-ibu sekalian menjenguk bapak saya. Sungguh, bapak saya terlihat terhibur. Satu hal saja yang ingin saya sampaikan. Penyakit bapak saya adalah sirosis hati, pengerasan jaringan di hati. Dan munculnya batu empedu.

Mari sama-sama kita lihat pelajaran waktu kita semua masih setingkat SMP. Bapak dan ibu yang bergelar sarjana, tentu mengerti bahwa hati itu dalam fungsinya sangat berkait dengan  penanganan racun di dalam tubuh. Jika fungsi hati tidak beres, racun menyebar ke seluruh tubuh melalui jaringan darah, mengakibatkan kekuningan dari mata hingga seluruh kulit. Artinya apa bapak/ibu sekalian? Penanganan untuk penyakit ini yang paling utama adalah mencegah penumpukan/penambahan racun di dalam tubuh pasien.

Itulah makanya bapak/ibu sekalian yang saya sangat cintai, bapak saya tidak diberi obat-obatan. Kalau diberi obat, mungkin bapak ibu akan melihat satu berita (walaupun mungkin kecil) tentang saya menuntut Rumah Sakit Sardjito. Karena obat pada dasarnya adalah sekumpulan unsur kimiawi yang bisa diartikan sebagai racun oleh hati. Dan Sarjito adalah rumah sakit besar, mereka tentu tidak akan berbuat konyol dengan memberi obat kepada penderita penyakit sirosis hati.

Penumpukan Cairan Tubuh di Lambung

Lantas bagaimana dengan infus? Hal ini sama sekali tidak berkait. Sayang sekali saya tidak sempat mencari literatur secara detail, semua hanya dalam ingatan saya saja. Mohon maklum, saya harus kembali ke rumah sakit menjagai bapak saya.

Penumpukan cairan tubuh terjadi karena efek berantai. Sirosis hati ini mengakibatkan rasa sebah di pasien, sehingga nafsu makan turun drastis. Akibat langsung dari ini adalah asam lambung meningkat. Dan ketika itu terjadi, hal itulah yang diberi nama penumpukan cairan tubuh.

Bagaimana mengatasinya? Ya tentu saja dengan makan. Makan pelan-pelan, katakanlah satu suap tiap satu jam, sekedar untuk menjaga agar lambung tidak kosong. Agar lambung tidak terpicu menumpuk asam. Terbayang kan kalau proses ini dilewati? Infus yang bapak/ibu sebutkan itu, justru membuat asam lambung susah dikontrol. Bapak saya masih bisa menelan makanan kok. Mohon bapak/ibu tenang saja, mohon bantuan doa, agar bapak tidak muntah. Itu saja. Jadi, infus bukanlah satu-satunya tolok ukur penanganan.

Sekedar informasi, kemarin bapak saya sudah menjalani serangkaian observasi detil di bawah pengawasan langsung Dr Putut S.PD. Observasi ini meliputi USG, Rontgen, Cek Darah (total), dan rekam jantung. Berdasar tes darah, jelas ayah saya menderita diabetes melitus. Oleh karenanya kontrol gula darah juga diperlukan. Sayangnya obat pengontrol gula darah justru akan menjadi bumerang bagi tubuh bapak saya jika diberikan sekarang, karena fungsi hatinya sedang terganggu tadi. Lantas apa yang harus dilakukan? Makan. Ya, makan yang teratur agar gula darah tidak naik drastis, juga tidak turun drastis.

Nah, bapak ibu sekalian yang saya sangat sayangi. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Namun sejujurnya saya sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian Anda sekalian. Sungguh, saya merasa bahagia sekali, tentu saja keluarga saya juga, mengetahui bahwa banyak yang peduli dengan ayah saya. Namun mohon percaya pada proses yang sekarang sedang dijalani. Saya sungguh berharap bantuan doa dari bapak ibu sekalian.

Mungkin tulisan saya ini bukanlah tulisan yang bagus. Tapi kurang lebih seperti itu kondisi bapak saya, dan bagaimana proses yang sekarang sedang berjalan. Sementara mungkin ini dulu. Saya harus kembali ke rumah sakit.

Mohon do’anya.

Salam

ps. saya mencintai anda semua. atas nama keluarga, terimakasih

Tambahan:

Bagi pasien sirosis hati, sungguh dibutuhkan kondisi yang nyaman dan jauh dari stress. Keadaan stress, beban pikiran, justru akan memicu penumpukan asam lambung dan memperparah kondisi sirosis hati. Hal yang seharusnya kita hindari.  Jadi, inilah alasan saya tertawa-tawa dan bercanda-canda selama di samping ayah saya. Mohon maklum.

Category: Kesehatan, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

16 Responses to “Bapak-Ibu Sekalian, Infus bukanlah Tolok Ukur”

  1. cahyo Says:

    semoga cepat sembuh mas, ayahandanya…

    bismillah, kami bantu dari jauh dengan doa…

  2. Jay Says:

    Semoga sabar dan tabah tetap menyertai semuanya.

    Turut berduka.

  3. oon Says:

    semoga lekas sembuh sakit bapak el rony
    +sabar dab!

  4. peyek Says:

    wah, berarti jadi jarang baca tulisan njenengan mas!
    Mudah-mudahan Ayahanda mas rony lekas sembuh, kita membantu dengan do’a, tinggalkan ngeblog demi bakti kepada orang tua, sekali lagi semoga lekas sembuh.

  5. ndahmaldiniwati Says:

    semoga bapak njenengan lekas sembuh dan ms rony ga’ kehabisan bahan untuk selalu tertawa&becanda dgn bapak.

  6. Hedi Says:

    Bener, mas. Stress yang harus dihindari ayah sampeyan. Semoga Gusti Allah memberi kemurahanNya.

  7. rawins Says:

    hmmm…hebat juga ron. cepat tanggap darurat dan tidak grusa grusu menghadapi wong² sing ra ngerti ning rodo keminter.

    postingan blogmu diprint, trus dibagikan ke setiap orang yg berkomentar ndak jelas itu. piye bos? ^_^

  8. lenje Says:

    Duh, moga2 Tuhan Yang Lebih Besar dari Segala Macam Penyakit itu mengabulkan doa mas Rony sekeluarga. Kita ikut mendukung dalam doa juga.

  9. Eka Putra Says:

    Semoga lekas mendapat kesembuhan dari Allah SWT.
    Tetap semangat ya Mas, menjaga Bapak..

  10. mukhtar Says:

    Ron, Semoga engkau sabar dalam cobaan ini.. aku dapat kabar dr Puri barusan.. (Jum’at 4 Mei 17JST)
    Semoga diampuni semua dosanya, diterima semua amalnya dan seluruh keluarga bisa tabah menghadapinya. Amien.

  11. bimoseptyop Says:

    baru tau

  12. ida Says:

    ngomong2, ayahanda mas rony udah baikan? moga2 memang sudah baik.
    Anda g’ sendirian kok mas Rony…
    Ibu saya juga di diaknosa sirosis hati, setelah sekitar 1 thn ibu merasakan sakit. Tapi kasusnya pengerutan, bukan pengerasan (g’ tau juga, termasuk sirosis hati ato bukan), itupun baru ketemu penyakitnya. Karena itu ada sedikit ketakutan juga mengenai kesehatan Ibu saya, terutama harapan hidup. Selain karena usia yg sudah diatas 60, Ibu sudah 4 kali keluar masuk RS. Jadi rasa cemas kayaknya sll ada.
    Tapi saya tau bahwa Tuhan g’ akan memberikan sesuatu jika manusia tidak bisa menerimanya. So…manusia g’ berhak untuk mengeluh. Smoga Ibu cepet sembuh. AMIN!
    Sorry yach mas rony…jadi curhat
    THANX, GOOD LUCK…

  13. rony Says:

    @mbak ida:
    bapak saya sudah baik, insyaAllah sudah di samping-Nya. :) terimakasih atas doanya. Semoga ibu Anda cepat sembuh :)

  14. imam Says:

    mas rony, bapak saya tampak stress sekali. padahal salah satu yang cukup membantu adalah tidak stress yah. mohon doa dan saran-sarannya, mas.

  15. justvee Says:

    smoga bapak lo cepet sembuh yah,
    btw GOT ama GPT nya brp?
    ad dpt suntikan albumin ga?

  16. arief Says:

    ibu saya juga terkena sirosis mas rony, sudah bulak balik dari rumah sakit A ke rumah sakit B, ya hasilnya begitu aja, sudah dua minggu ibu saya dirumah selain di kasih obat dr dokter kita juga kasih makanan yang mengandung protein tinggi (susu kambing, tripang laut Gold-G, susu colustrum, ikan gabus dll) krn ibu saya kurang albuminnya, selama makan makanan tsb ada penurunannya seperti perutnya kempes dan kakinya ng’ga bengkak lagi tapi setelah merasa sehat ibuku melakukan aktivitas lain …n stelah magrib habis sholat ibuku kambuh lagi n sekarang kesadarannya menurun (tidak sadar) atau tidak bangun-bangun sampai pipis n pup di kasur. Maaf jadi curhat mas, habis bingung harus gimana ?? ya mungkin sih, penyakit ini sipenderita harus istirahat cukup (jangan terlalu capek)

Leave a Reply