Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Pengemis dan Istrinya

Print This Post   Email This Post

Terseok dia menuju pulang
yakin untuk kembali pergi
matanya merah, bungkusan di punggungnya
kumal, dia menyongsong terbitnya matahari

Di ujung sana istrinya
sedang hamil muda
semalaman tak bisa tidur
terlanjur terbiasa lelap diiringi dengkur

dia harus bergegas
yakin untuk kembali pergi

Tidak berat karung yang dibawa
Justru menambah beban hati pikirannya
Apa yang harus disampaikan pada istrinya?
Istrinya sedang hamil muda

“Istriku, kali inipun
tak ada uang yang kubawa pulang
hanya keringat dan waktu yang terbuang”,
Kalimat ini tersekat di kerongkongan

Dia berjalan ke matahari tenggelam
mengantar istri untuk kemudian
kembali berkubang dengan sampah
berharap terkais satu dua rupiah

“Bagaimana nanti? Bagaimana besok?”
Lelaki itu sama sekali tidak tahu
Dia hanya bisa berjalan tak menentu
Sambil berkali-kali mengusir kantuk

“Aku mesti ngomong apa?”
Hanya itu, ya.. hanya itu
Karena dia sudah tak lagi merasa berhak
Untuk beralasan ini itu

“Istriku.. maafkan aku”

Pengemis berjalan dan berjalan
menenteng beban dan cobaan
“Adakah akan kutemukan?
Satu dua rupiah di jalan?”

“Hidup bukan hanya uang paklik”
Kataku
“Gombal!”
Katamu

Category: Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

7 Responses to “Pengemis dan Istrinya”

  1. mBu Says:

    hiks..

    *sedih*

  2. Qky Says:

    life is beautiful

  3. peyek Says:

    nampaknya kita segera menyusul mereka, jika negeri ini tak segera insyaf diri, memimpin dengan hati dan segera memperbaiki diri, apakah kita sudah menjadi sodara kita itu teman? ah entahlah, toh anda yang tahu persis jawabannya

  4. abe Says:

    kenapa tidak ada “vale” dan “el_rony” di thread ini?

    *bertanya*

  5. Luthfi Says:

    pengemis itu gak bakal nemu 1 atau 2 rupiah
    karena uang itu sudah gak beredar lagi

    *salah pokus*

  6. ndahmaldiniwati Says:

    sepulang dari mangdu ada tukang rokok yg nyetop angkot yg gw naikin, dia minta sopirnya bayar utang 10rebu. wajahnya tu kasiannn bgt, ka’nya dia lg butuh bgt itu duit tp si sopir bilng lum ada uang. gw ampe skrg ga’ bisa lupa wajah situkang rokok itu, uang 10rebu yg sering kita bilang “cuman 10rebu” trnyata begitu besar artinya buat org laen dan ternyata begitu susah diperoleh….hiks

  7. masagus Says:

    *hiks*

Leave a Reply