Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Potret Bodoh Calon Pemimpin

Print This Post   Email This Post

Terpampang rapi dalam jajaran seragam dan kesombongan. Berderet dalam gegap gempita keangkuhan dan ketidaksetiakawanan. Dengan kualitas moral paling bejat, lebih bejat dari hewan. Dengan kualitas otak paling bebal, lebih bebal dari keledai. Mereka hadir dalam genangan darah bernama IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri).

IPDN atau STPDN sama saja, beda nama, otak tak ada

Apa Kata Direktur Lemhanas?

Sungguh potret kebebalan yang lebih-lebih tak terukur. Muladi bilang bahwa,”ribuan praja dalam satu kampus itu sudah terlalu banyak, sehingga sulit untuk dikontrol”, demikian apa yang ditulis oleh surat kabar. Saya membaca ketika dalam perjalanan pulang dari Jakarta, hari Kamis kemarin, dan meninggalkan kegeraman hingga siang hari ini, bahkan mungkin berlanjut.

Apakah Muladi tidak pernah tahu, ribuan calon orang cerdas terkumpul dalam satu kampus bernama UGM, ataupun ITB, ataupun Sanatadharma, atau apapun deh UNDIP sekalipun, dan tidak ada satupun kampus yang menghasilkan cermin/citra yang goblok bin nista seperti IPDN.

Kasus penganiayaan tahun lalu juga masih terbayang, solusi apa yang ditawarkan? Penggantian nama dari STPDN menjadi IPDN. Upaya ini tak lebih dari pembodohan lagi. Ketika orang bilang : STPDN itu sux, mereka tinggal berkelit,”STPDN? apa itu STPDN, kami ini di IPDN kok!”. Kurang lebih begitu. Goblok bukan? Bopengnya masih sama kok!

Jadi kawan, seperti itulah kondisi calon pemimpin-pemimpin birokrasi negara ini. Saya jadi teringat ketika saya dan teman-teman sedang diskusi hangat tentang fisika, adik teman saya yang mahasiswa (for god sake, mereka bukan mahasiswa, tapi mahasinga, bahkan lebih nista dari singa) STPDN nyeletuk,”ngapain susah-susah kayak gitu mas, kayak saya ini lho, nanti lulus minimal jadi camat”. Dan waktu itu saya balas dengan celetukan,”memang di negeri ini untuk menjadi camat, bahkan presiden, tidak dibutuhkan otak. Selamat anda sudah mendapatkan otak asbak!”. Dia marah, saya tidak peduli, memang demikian kenyataannya.

Lantas mau seperti apa penyelesaian kasus STPDN ataupun the bloody stupid IPDN ini nantinya? Tentu sudah terbayang, ujungnya peti es. Hukuman lima tahun, seperti hukuman para maling ayam. Bahkan maling ayam mengalami penistaan nasib/martabat yang lebih tertindas! Mereka, yang sudah jadi pembunuh itu, kemungkinan akan kembali ke masyarakat dengan tetap kepala terdongak. Angkuh, seperti halnya para pengurus perguruan itu yang sampai hari Kamis kemarin masih saja bilang,”kami belum menentukan sanksi apa yang akan kami timpakan..”. Nggak bapak, nggak anak (kalau mau dilihat dalam kacamata ini) sama-sama goblok bin bebal.

vale, sesungguhnya kalian lebih nista dari makhluk paling nista

el rony, masih geram dan akan terus geram

NB: tapi saya beruntung, paling nggak masyarakat mencatat, bahwa orang-orang yang bebal, tak berotak, tak punya moral, ngumpul di satu tempat bernama IPDN atau STPDN atau nama baru nanti. Di situ saja! di tempat lain isinya orang-orang beriman bermoral.

Category: Pendidikan, Culture | Comment RSS 2.0 | trackback

55 Responses to “Potret Bodoh Calon Pemimpin”

  1. fidrik Says:

    saya setuju sama usul mantan mendagri Hari Sabarno, sebaiknya utk sementara hentikan penerimaan praja, biar semua yg ‘belajar’ di IPDN itu lulus dulu semua. Abis itu baru terima lagi praja dgn pengawasan ketat supaya ga ada aksi2 preman seperti skrg2. Mungkin ga yah?

  2. Luthfi Says:

    :-)

  3. didats Says:

    *nyengir kuda*

    trus kita bisa apa ron?

  4. Luthfi Says:

    @ didats : bisanya ikutan pasang banner :-)
    hihihihi

  5. ndra Says:

    BUBARKAN IPDN!!! FOTE!!

  6. Bayu Indra's Journal Says:

    IPDN, Masih Perlukah?

    BUBARKAN!!!

  7. peyek Says:

    Owalah, saya mungkin tak kalah geram dengan anda ,mengumpat habis-habisan melihat kejadian itu, guoblok puuol!, herannya tak henti-hentinya para pendidik dan orang-orang bejat yang berhubungan dengan institut pencetak pemimpin masa depan itu membodohi masyarakat dengan menutupi borok mereka.

    Apa yang bisa kita lakukan? itu memang harus menjadi wujud dan tindakan nyata bagi orang macam kita untuk menghentikannya, tapi untuk saat ini, saking geram dan pengennya untuk menguliti mereka tak tercetus ide sedikitpun.

    Bubarkan IPDN, seolah harga mati yang tak bisa ditawar lagi.

  8. Abdulsomad Says:

    Assalamualaikum wr wb..
    Ini akibat dari manusia yang hanya mengusahakan otak.
    Dalam tubuh manusia ada 3 rongga, perut, otak dan hati.
    Selama ini yg di usahakan hanya 2 rongga saja, usaha atas perut dan otak, usaha ini hanya dapat menarik manfaat dari makhluk lain, akibat nya manusia tak ubah seperti makhluk lain, manusia cuma bisa makan dan berkelahi.

    Mengusahakan hati, adalah mengenalkan manusia kepada AL-KHALIK, DZAT Yang Mencipkan Manusia, apabila manusia kenal pada TUHAN nya, AL-KHALIK, maka manusia akan faham FITRAH nya, dia bukan cuma makhluk yg butuh makan dan berkelahi saja, tetapi sesungguh nya adalah makhluk yang paling mulia.

    Bagaimana agar menjadi makhluk mulia?
    TUHAN nya manusia, ALLAH AZZA WAJALLA telah berikan manusia AGAMA.

    Yang diperlukan saat ini adalah USAHA AGAMA, agar manusia faham Fitrahnya dan faham dimana letak Kemuliaaannya.

  9. thuns Says:

    .
    ..

    ajaran jahiliyah kok masih dipake :-s

  10. Kang Kombor Says:

    Ingat, bukan hanya IPDN melainkan juga sekolah-sekolah kedinasan yang lain. Sebelum ini kan STTD juga menumbalkan nyawa kan?

  11. budiw Says:

    Owh.. baru tahu kalo IPDN itu alias CNAME dari STPDN..
    Suck memang..

    –budiw

  12. Biho Says:

    Bubarkan!

  13. nova Says:

    *buk..*
    duh sakit tau, mikir dong dada gue bisa retak nih…

  14. diditjogja Says:

    saya ampe speechless mo ngomongin n posting soal ini….

    udahlah bilang aja SETUJU dengan apa kata el rony!!

  15. bahtiar Says:

    ipdn ato stpdn = modarooo kaaana wa ahwatuhaaa …. !

  16. agorsiloku Says:

    mereka tidak bodoh, tapi mereka zalim bin jahat. Mereka bodoh pada hati nuraninya. Mungkin ini satu-satunya yang kadarnya paling rendah. Termasuk tentunya semua pemimpinnya. Alangkah nistanya bangsa ini punya lembaga pendidikan jahat yang dipelihara dan dibayar melalui pajak rakyat.

  17. -tikabanget- Says:

    hehehe… ya mungkin dipandang perlu bgituh untuk menjadikan para pramong praja kita selain kuwat di ngemeng juga kuwat ketika ngadepin preman..

  18. Yanuar Says:

    BBUBAARKAANNN..!!!

  19. cahyo Says:

    mas, kancaku satu angkatan (fitria jg tahu), ada yang jadi dosen disana. aku suruh baca tulisan ini ya..;-)

  20. alex Says:

    Bubarkan saja negara ini sekalian. Nggak ada guna kalo pemimpin dan calon2 pemimpinnya reinkarnasi Hitler-Lenin-Stalin-Mao dan Saddam di balik seragam Indonesia. Kutuki kemungkinan anak-cucu kita nanti dipimpin bajingan2 begini… bisa sengsara mereka :(

  21. dwiyanto Says:

    Sebenarnya kuncinya adalah di system yang berjalan di IPDN walaupun di ganti dengan orang2 barupun tapi tetap menjalankan system yang lama ya sama saja, kalau menurut saya Pendidikan systems IPDN sudah tidak di perlukan sebaiknya di bubarkan saja lebih baik, IPDNkan adalah bagian dari tradisi ORDEBARU dan kolonial yang tahunya pake OTOT Doang untuk menciptakan sesuatu termasuk mendidik untuk disiplin.

  22. Layudi Says:

    Klo menurutku mending dibubarkan saja.
    Coba bayangkan, kemarin waktu pak Wapres sidak ke Barak DKI Jakarta, tempat korban di “Habisi” dan beliau bertanya “Ada gak yang dengar/liat kekerasan terhadap saudara cliff Muntu?”..dan secara serempak dijawab “Tidak Ada Pak”.
    Nah ketahuan sudah belangnnya, mereka semua sudah diajarkan untuk berbohong menutupi kebenaran, inilah Potret calon Pamong Praja nantinya.
    Hebtikan Kekerasan di Dunia Pendidikan sekarang Juga

  23. paKDhe Says:

    lha kontrolnya ndak ada. seharusnya di sekolah2 kedinasan yang rawan dengan permainan otot ada pengawasan, jam malam, apel siaga per 1 jam, ato apapun bentuknya. dari dulu kasusnya seperti itu, kejadiannya selalu di luar jam kuliah.

    di satu sisi memang bisa disolusikan dengan memangkas generasi, biarkan lulus dulu semua, trus bikin baru. tapi kalo gak ada pengawasan lagi yaaaaa bubar lagi kelakuannya.

  24. Charly Silaban Says:

    Kamuflase… Nama boleh beda isi tetap sama..!!
    Ehhh.. jadi ingat ama Partai-Partai Politik di Indonesia..
    Uhhmm… sebaiknya IPDN harus berubah lagi.. berubah jadi “IPDN perjuangan” atau “IPDN pembaharuan” atau “IPDN amanat rakyat” ealahhhh….

  25. Anthony Says:

    Bubarkan IPDN!
    Penjarakan rektornya!
    Penjarakan pembunuhnya!
    Penjarakan yang lama!

    Kok gak ada orang IPDN yang membela diri?
    2 Kemungkinan nih:
    1. Gak ada yg bisa internet
    2. Gak ada yg bisa dibela

    Kayaknya lebih ke pilihan kedua deh.
    Saya geram banget dengan IPDN. Emang nyawa murah ya? Rasa-rasanya saya pengen….. aduh gak usah disebut deh! Saya aja kesel begini, apalagi orang tuanya CLIFF MUNTU!
    Buat semua orang IPDN (khususnya REKTORNYA) yg baca komen ini, denger baik-baik ya:

    “Dasar orang gak bermoral, gak punya perasaan, gak punya hati nurani, binatang, rendahan, jahanam, bejat, setan, hantu, pocong, kuntilanak, drakula, vampir, daripada bunuh anak orang mending BUNUH DIRI aja sana! Nyemplung ke NERAKA! Dasar manusia gagal sialan! Biarpun lu mati dicincang-cincang, keluarga dari korban tetap akan sakit hatinya! Bekasnya gak bakal hilang dengan mudah! Susah banget malahan! Dasar RENDAHAN, moral TEMPE BUSUK, pengen rasanya ngehajar kalian! PENGEN RASANYA TAU! Dasar Rendah! Dasar Rendah! Manusia yang lebih Rendah dari HEWAN! BINATANG!”

    (sori atas kekasaran ini, I can’t hold myself)

  26. Death Berry Says:

    Hahahah…..IPDN…

    Institut Preman Dalam Negeri. :D

    Saya juga telah membuat satu pamflet tentang IPDN. Tapi entah bagus atau tidak. Bisa dikunjungi via nickname saya. :D

  27. bukan_pk Says:

    sundel, anjing, babi belanda IPDN or STPDN or apa aja deh, kalo emang loe brani, lawan kite2 di luar sini, jgn cuma brani ama junior loe aja… lawan tuh preman-preman pasar. pukul tuh kepala polisi, memang sundel kalian semua… mati aja kalian !!!!!

  28. Oladalah Says:

    Menurut Radio Elshinta, Yang Dipertuan Agung I Nyoman, rektor IPDN itu, datang ke kantor Depdagri dengan kawalan ketat 6 orang (maksudnya manusia lah.., bukan orang hutan..) berbadan tegap dan kekar, 3 orang berseragam hitam, dan 3 orang berseragam coklat.

    Dari kenyataan bahwa sang I Nyoman menyertakan 6 orang bodyguard untuk mendampinginya, ada 3 cerminan yang salah satunya (kalau bukan semuanya..) mencerminkan siapa, atau apa sebenarnya sang I Nyoman tersebut, sebagai berikut:

    1. Sang I Nyoman memiliki banyak musuh, yang karena tidak berdaya atau tidak berani menghadapi, ia berlindung di ketiak para bodyguardnya.
    Pengecut, beraninya main keroyok..!
    2. Sang I Nyoman memiliki sifat arogan, yang senang menunjukan kekuatan dan kekuasaan, memaksakan kehendak, senang menindas yang lemah, main pukul dan sifat lain yang umumnya dimiliki oleh preman.
    Preman, penjahat, perampok..!
    3. Sang I Nyoman tidak beriman, yang merasa bahwa mati hidupnya ada ditangannya sendiri, atau ditangan para bodyguardnya, bukan berada ditangan Yang Maha Kuasa.
    Kafir..!

    Nah.., kalau satu saja (jangan2 ketiganya lagi..???) dari ketiga cerminan diatas dimiliki oleh seorang rektor.., kira2 apa dong yang dapat kita harapkan dari siswa2nya, yang adalah calon pamong negara..?? Pamong yang pengecut, pamong preman, penjahat dan suka merampok, atau pamong yang kafir, atau ketiganya…???

    Bubar aja lah, IPDN..!!
    Yang diperlukan rakyat adalah pamong yang arif, bijak, ngemong (mengayomi), dan beriman.. Bukan yang tahan pukul, atau yang jago pukul, atau tukang pukul, atau ketiganya..!!

  29. yan_cakepp Says:

    IPDN…IPDN lagi

    Kenapa sih gak pernah jera..padahal yang didik disana anak bangsa calon pemimpin..IPDN (Intitut Pembunuhan Dalam Negeri) gitulah kata2 orang…

    Cuci gudang aja….biar bener-bener bersih !!!!! dari “pembunuh” dibalik pakaian coklat,,

  30. vicky Says:

    coba aja buka forum alumni STPDN/IPDN
    http://www.forumpamong.org/

  31. Azil Says:

    Tip, tolong bikinkan saya kopi!

  32. godeklu Says:

    sundel IPDN, sy ancot mulutmu nanti, kalo brani, ayo kita adu panco kontol, beraninya ama junior aja, kalo kalian dateng ke Papua, bakalan sy bikin mampus kalian semua, kontol kalian sy mau kasih anjing !!!

  33. gagahput3ra Says:

    uda….bubarin aja!!! hehe gila uda lama bener gak berkunjung kesini…uda ganti template keren euy haha

  34. rusle Says:

    hmm…
    1. saya masih inget betapa SOMBONGnya para praja itu saat pelesir ke Bandung, atau di bis, kereta, pesawat dll. mereka bak pejabat agung yg minta di prioritaskan. Padahal KOLOR nya pun bisa beli dari duit rakyat, anggaran APBD daerah masing2…
    2. waktu nonton acara kunjungan/inspeski Wapres JK ke ruangan tempat Cliff dibantai, seorang praja ditanyain oleh JK, “apa kamu liat atau dengar kejadian itu”…jawab dia “Siap, tidak pak, saya tidur”…
    ini GOBLOK dan BOHONG Besar….masa pemukulan oleh puluhan orang dengan keGADUHan yg sangat gak bisa di dengar oleh praja PemBOHONG itu…walah…memang mereka dididik untuk KORUPSI kebenaran apa ya?…

  35. ichsanmufti Says:

    Wah jangan dibubarkan, ntar malah jadi preman gebukin tetanggga sekampung..

    *saya punya teman alumni sana, anaknya sopan dan baik hati. Sepertinya teman saya ini termasuk korban lama kali ya. Sekarang hampir jadi camat bro.

  36. mBu Says:

    di-didik untuk korupsi?
    entahlah..
    yang jelas, dari pengakuan beberapa orang teman..
    me-’nyamar’-kan penggunaan dana, bahkan untuk kegiatan kampus, adalah hal yang wajar saja..
    ikuti apa yang semua orang lakukan, itu katanya..

    *sigh*

  37. paydjo Says:

    IPDN == Institut Preman Dibiayai Negara

  38. ndahmaldiniwati Says:

    mreka tuh belagu karena dgn baju seragam & pendidikan ala militer menumbuhkan sifat chauveisme yg mengakar
    mereka & orang tua mereka diem karena mereka adlh calon ABDI NEGARA yg tanpa mereka sadari sudah membebani pembayar PAJAK hanya utk melahirkan pejabat korup dan preman.

    proses pendidikannya aja ka’ gini mangkanya ga’ heran banyak pejabat preman. Masa’ cuman untuk melahirkan seorang CAMAT dibutuhkan sekolah semahal itu dan menjadi beban negara sih! Coba ya itu lulusan STPDN untuk brsaing dgn fair jalur masuk kepegawaian yg “normal”, berapa % sih yg bisa lolos?

    gw tambahin singkatan lain, gimana kalo Institut Pemukul Dalam Negeri ato Institut Pejabat Durjana Negara:D

  39. Qky Says:

    Apa pentingnya IPDN buat bangsa? Nggak ada? Ya, bubarin aja, gitu aja kok repot…

  40. IPDN TIKUS Says:

    BANGSAAAAAAAATTTTTTTTTTTTTTTT IPDN ANJIIIIIIIIING…SEDOT KONTOL REKTORMU ITU ISEP AMPE KERING KERONTANG..BERANINYA AMA ANAK KECIL.. BINATANG KALIAN SEMUA,, EH ANJING PROTES KALO DISAMAIN AMA LOE SEMUA IPDN..KRN LOE LBH BAJINGAN DR BINATANG… KALO BERANI SATU LAWAN SATU!!!! DASAR KALIAN DIDIKAN BELANDA KALI YAH!!! DASAR KAPALA LICIN GAK KARUAN!!! KALO BERANI DATENG SINI ANAK2 IPDN KE RUMAH GW DI HUTAN SARANG PEMBANTAIAN IPDN,, AJAK REKTOR LOE SEKALIAN!!!!! SEKALI LAGI ISEEEP DAN JILAT TUH PANTATMU SENDIRIIIIII…….

  41. Kukuh TW Says:

    kunjungi galery photo,cartoon, anecdote tentang IPDN di http://demo.kukuhtw.com/ipdn
    jangan lupa ikutan berpartisipasi ya, kirimkan foto,cartoon dan anecdote tentang IPDN

  42. reynard Says:

    IPDN kalau mau dibubarkan harus diperhatikan dulu, pelaku-pelaku pembunuhan di dalamnya, so jangan asal di bubar, bisa-bisa jadi akses untuk ditutup2i. pelindung para pembunuh juga harus diseret kedalam penjara (kenapa harus LP? retorika cengeng). saya dukung kalau dibubarkan!!

  43. TK Kiridit Says:

    yang mencuat pembunuhannya, bagaimana dengan kelakuan bejat lainnya, freesex, ato jangan-2 ada yang lebih bejat lagi pemerkosaan misalnya? tolong deh kepada para aparat yang sedang mendapat tugas menyelidiki nya, ungkap semua, jangan ada yg di tutupi dengan alasan apapun, karena ini menyangkut moral, sekali lagi MORAL, sepintar apapun, se berprestasi apapun, kalo moral nya bejat … adalah se hina-hinanya manusia bahkan lebih hina dari binatang, apakah layak jadi birokrat ato pejabat negara? astagfirulloh ….. pantesan negeri ini mendapat musibah terus menerus

  44. B. Nartama Says:

    Alhamdullilah ….! IPDN tidak dibubarkan …!

    titip duit, berkurang….!
    titip omongan, bertambah….!
    titip waktu, molor…!
    titip anak, kekanak-kanakan…!
    Itulah…INDONESIA…..!

    makanya saya titip tulisan saja ….!
    IPDN adalah potret riil dari penyelenggara negara kita !
    sebagai warga negara, kita tak boleh merengek, merintih, marah , bersedih, atau pun menyesal.

    meski sebagai warga negara tidak mendapat perlindungan dari penyelenggara negara, tapi kita harus melindungi diri-sendiri. dan biarkan pemerintah itu memerintah dirinya sendiri untuk melindngi mereka sendiri.

    alhamdulillah, IPDN tidak dibubarkan, sebab jika dibubarkan mereka akan memutasi dalam bentuk yang lain dengan perilaku yang sama. bahkan itu adalah totonan menarik seperti SMACKDOWN. tapi sebagai warga negara yang baik jangan tiru adegan mereka tanpa keahlian yang memadai.

    sebagai warga negara mari kita hidup sendiri-sendiri yang mandiri, karena pemerintah telah mandiri dengan kursinya sendiri.

  45. Unggulux Says:

    Selamat.. tidak dibubarkan.. Miris gw.. sedih.. tapi udah tau dari awal sih bakal begini.. mo ngebubarin gimana, secara Presidennya sendiri Militer.. seneng dong ada praja2 ganteng itu yang hormat ke foto presiden sebelum makan? seneng donggggg… tim investigasi sendiri orang-orang dalam.. ada mantan rektor IIP (STPDN lebur ama IIP makanya jadi IPDN) dst.. ampun deh indonesia..

    Pamong2 praja apaan tuh? ngga ada istilah itu dluar negeri. Ngga ada Praja-prajaan.. ga ada pakaian seragam kayak militer, rambut cepak dst untuk sekolah yang NON MILITER!

    kata Harun Al Jaim di Republik Mimpi.. Ndak ada itu! ndak ada! ndak ada!!!!

  46. lis Says:

    jangan hujat dong kasian kan….. ya do’ain aja yang salah cepet tobat terus ya. Tuhan itu ga buta kok, Allah Maha Adil, Maha Melihat, jangan dikira mereka menkmati khidupan kaya gitu, bisa jadi mreka terpaksa, saya kenal dengan sorang pjabat, dah kadis. orangnya baik, saya sedih aja nengoknya tertekan… bener!kenal juga dgn anak stpdn baik kok, jagan di hujat saya khwatir mgk mereka itu lebih rapuh dari orang yang ga pernah ngalami “pembinaan” kaya mereka, jika dihujat mereka bisa aja kan balik benci, terkucil, or marah besar? dirangkul aja… Wallahu’alam

  47. Sane sundani Says:

    IPDN sekolah para civitas katro, walaupu tentu tak semua pelajar IPDN seperti yang kita kira, namun kita sepakat saja bahwa IPDN harus dibubarkan, kita tak butuh calon pemimpin yang dididik dengan gaya pendidikan katro, hanya hukum rimba hutanlah yang masih memelihara kekerasan sebagai lambang kekuatan…..

  48. casper Says:

    gw berharap untuk mahasiswa2 yad di iip adalah praja2 yng cerdas, secerdas albert einstein and sebaik para khalifah dijaman para sahabat, tidak terkontaminasi sama praja2 produk sistim lama. hati2 ya anda para praja baru jangan sampai terkontaminasi ingat itu!! pesan saya, kalo tidak ingin dihujat ama masyarakat seperti tempo hari

  49. Gracio Says:

    udah deh,,, jangan usil lagi ya nak2 manis…

  50. ncis Says:

    pntsn byk yg lu2an sn lgsg kemaruk ma dunia luar.
    may be mrk t’kekang saat sklh jd paz dah krj pgn’na diambil semua

  51. peter Says:

    sadarlah wahai pemuda2 memalukan yang hanya berani keroyokan,mental kalian sangat memalukan dan tidak gentleman….!!!!!,benar2 memalukan..kalau kalian berani satu lawan satu hubungi saya di nomor tlpn 021 70044219

  52. ngie.. Says:

    tuh…kalian yang sadar,,,,otak kalian tuh yang di cuci…

    mental kalian yang bobrok….

    kenapa manusia suka benget menghina dan mencemooh kebrobokan orang lain,,,kenapa enggak sama diri mereka sendiri aja…..

    ngaca dong,,,,kalo kalian ngak punya salah baru kecam dan hina orang lain….

    potong telinga saya kalo kalian mahluk suci yang ngak punya dosa…..

    trus kalian boleh hina dah semau kalian…..

  53. kasihan kalian Says:

    kasihan benar kalian.. taunya cuman maki abis..
    apa kalian pikir kalian itu orang suci??
    kalian pikir semua anak ipdn bejat??
    Nabi Muhammad aja yang manusia suci ga pernah merasa dirinya suci, bahkan beribadah sampe bengkak kakinya lantaran merasa diri penuh dosa??
    emang kalian pikir semua anak ugm, itb, semua otak encer?? kasihan kalian…
    orang yang bejat justeru orang suka mencari kambing hitam..
    sadarlah kalian…

  54. Corps Taruna Says:

    mohon maaf,anda2 dari kalangan mahasiswa harus melihat secara luas ipdn,ada hal yang positip dari pembinaan secara semi militer,yaitu kedisiplinan tanggung jawab,namun ada yang disalah gunakan oleh oknum tertentu,jadi tidak semua yang anda hujatkan itu benar,terima kasih.

  55. masmas Says:

    auah..

Leave a Reply