Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

TK dan SD yang Bagus Menurut Saya

Print This Post   Email This Post

Sekali lagi, menurut saya. Jadi sangat mungkin informasi ini tidak sesuai atau kurang cocok dengan keinginan/kebutuhan bapak/ibu sekalian. Maka, katakanlah, ini adalah disclaimer awal saya atas informasi di bawah ini. :)

Tulisan ini dipicu dari beberapa pertanyaan baik di shoutbox lama saya (yang sementara saya tutup dulu, sampai saya sempat bikin template baru), maupun di tulisan saya terdahulu yang berjudul Snapshot Pendidikan Anak di Yogyakarta.

Taman Kanak-kanak dan Playgroups

Bagi saya, dan menurut beberapa psikolog terkenal (silakan cari sendiri di wikipedia), usia balita sampai 8 tahun adalah usia kritis. Usia dimana anak membutuhkan perhatian lebih, sehingga dia akan mendapatkan dasar yang paling mantap untuk menapaki dunia kedewasaannya nanti.

Jangan salah ya, pandangan ini sebenarnya bukanlah hal baru bagi dunia pendidikan Indonesia. Memang di luar negeri, perkembangan pola pikir seperti ini baru muncul setelah –istilah saya– renesains tahap ke-dua, yaitu pasca booming pembebasan.

Ki Hajar Dewantara sebenarnya adalah pelopor untuk hal ini. Silakan cari informasi tentang beliau, sepertinya sudah banyak beredar di buku-buku perpustakaan, maupun di internet. Nah, saya tidak sedang membahas ini, mari kita lanjutkan ke TK yang menarik menurut saya.

Di Yogyakarta, TK dan Playgroup yang pola pendidikannya cukup Freire-an, sementara ini baru dua buah yang saya tahu. Salah satunya saya dapatkan informasinya justru dari teman kantor.

Kebetulan teman kantor saya ini, memiliki anak yang istimewa. Anak tersebut tidak mudah menurut pada sembarang orang. Akibatnya dia –kalau saya tidak salah tangkap– di-cap pembangkang oleh guru di TK-nya yang sekarang. Alhasil, kawan saya harus mencari TK yang tidak semena-mena seperti itu. Dan sampailah teman saya ini pada TK/Playgroup SALAM (Sanggar Anak Alam).

SALAM bertempat di daerah Nitiprayan, yaitu sebelah selatan-barat dari perempatan Bugisan. SALAM ini terletak di tengah sawah. Dan sesuai namanya, TK ini mendekatkan anak-anak ke alam. Jika ada anak yang tidak mau ke kelas, dan bilang lebih suka melihat kodok, maka diajaklah anak tersebut ke kolam sebelah, sambil si Guru memberikan keterangan lebih jauh tentang kodok.

SALAM ini didirikan oleh, kebetulan saya kenal, mbak Wahyah. Tokoh lawas di dunia NGO. Mbak Wahyah ini, mungkin bukan kebetulan ya, sangat dihormati oleh penduduk sekitar. Beliau sempat menjabat sebagai ketua RT. Apalagi beliau juga sempat menampung penduduk yang terkena PHK jaman krismon parah beberapa waktu lalu dengan mendirikan sebuah usaha pupuk organik. Jadi, jika Anda merasa ragu dengan dukungan masyarakat (terutama masyarakat sekitar) atas pola pendidikan alternatif ini, saya bisa jamin bahwa keraguan itu tidak berdasar. Dukungan sangat besar kok :) Untuk SPP kalau saya tidak salah tangkap adalah sekitar Rp. 25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah) per bulan. Perbandingan guru murid adalah 1:3 hingga 1:4, artinya 1 guru maksimal menjaga/melayani 4 murid.

TK/Playgroup yang lain adalah Pelangi. Seperti sudah saya singgung di tulisan saya terdahulu, TK ini juga memiliki pendekatan alternatif. Dan pembatasan jumlah murid diberlakukan di TK ini, karena mereka sendiri memiliki konsep bahwa satu orang guru (di sini dipanggilnya kakak) menjaga tak boleh lebih dari 4 orang anak. Kurang lebih sama bukan? Nah, di sini SPP-nya sedikit lebih mahal. Sekitar Rp. 500.000,- tetapi tidak ada lagi uang makan, uang gedung, maupun uang seragam.

Jika Anda datang ke TK-TK tersebut, pertama sekali yang akan Anda hadapi adalah pertanyaan beruntun dari para penyelenggaranya. Jangan apriori atau ketakutan dulu, pertanyaan itu adalah sebuah upaya penggalian informasi atas Anak Anda. Sehingga diharapkan nantinya akan didapatkan metode yang paling tepat untuk mendekati anak Anda, dan segera menjadi “kawan” bagi mereka.

Di TK Pelangi, para guru bahkan mengadakan evaluasi pada tiap periode tertentu. Evaluasi ini nantinya akan disampaikan ke orang tua, dan kemudian dimintakan pendapat. Oh ya, di kedua TK tersebut, sependek pengetahuan saya, upaya untuk selalu melibatkan orang tua atas setiap “perubahan” sikap dari si anak sepanjang proses pendidikan selalu diutamakan. Sehingga tak heran kalau sewaktu-waktu Anda di telfon untuk diberi informasi-informasi tertentu, misalnya,”Pak/bu, {nama anak Anda} tadi memukul temannya, apakah sedang ada masalah di rumah karena bla bla” dengan informasi berbasis psikologi. Ah, ini informasi yang saya dengar dari cerita salah seorang teman saja, saya belum mengalami sendiri. Namun saya cukup pasti untuk memilih kedua TK tersebut sebagai tempat dimana anak saya nanti menuntut ilmu. :)

Bagaimana dengan SD?

Nah, untuk SD ini saya belum mendapat informasi lengkap. Tapi baiklah, saya berbagi saja informasi yang saya tahu.

SD Mangunan, sebuah SD yang bertempat di Desa Mangunan, Kalasan, adalah salah satu yang menarik. SD ini dulunya dibangun oleh seorang budayawan terkenal, Romo Mangun Almarhum.

Pengembangan ke depan dilanjutkan oleh DED (dinamika edukasi dasar). Di SD ini pendekatannya juga berbeda dengan SD yang lain. Konsep sekolahnya adalah di rumah penduduk. Jadi modelnya adalah meminjam sebuah rumah, dan di ruang tamu rumah tersebut di susun kursi-kursi kecil melingkar untuk anak-anak duduk. Tidak ada seragam di sini, sehingga kursi-nya pun warna-warni.

Bagi anak yang sedang tidak ingin belajar di kelas, bisa menggantung kaleng-kaleng di sebuah pohon, kemudian memukul-mukul sesuai keinginan dia, ataupun melakukan riset tentang lingkungan, ataupun bermain-main dengan alat olahraga. Anak tersebut diawasi oleh seorang guru. Yang menarik adalah lagi-lagi orang tua dilibatkan dalam proses. Selain itu, para murid juga dirangsang untuk mencari jawaban atas pertanyaan mereka.

Di salah satu pojok ruangan, ada sebuah meja tempel. Meja ini biasa saja, hanya saja permukaannya ditempeli oleh semacam kliping. Apa fungsi meja ini? Ternyata itu adalah meja jawaban. Ketika seorang anak bertanya, misalnya, tentang mengapa daun putri malu menutup ketika disentuh, maka ramai-ramai guru dan murid menjadikan hal itu sebagai pe-er. Pe-ernya adalah mencari informasi tentang hal ini melalui majalah ataupun media. Dan esok harinya, seorang anak akan menempel guntingan majalah bobo yang menerangkan tentang putri malu tersebut. Seperti itulah suasananya.

SD yang lain adalah SD Tumbuh. Lokasinya di Jetis, pusat kota. Begitu Anda tertarik untuk memasukkan anak Anda ke SD ini, maka Anda akan mendapatkan undangan. Undangan tersebut adalah undangan presentasi. Pihak sekolah akan mempresentasikan metode dan pola pendekatan dari SD tersebut untuk pendidikan. Di ruang presentasi itulah kemudian digali pendapat dari orang tua siswa mengenai pola pendidikan ini.

Pendekatan SD ini juga cukup memerdekakan si anak. Tidak ada kekangan, tidak ada keharusan tertentu. Dalam hal ini kekangan/keharusan maksudnya adalah kekangan/keharusan yang berujung pada punishment. Taruhlah hukuman di sini, seperti sudah saya singgung di tulisan saya sebelumnya, seperti harus sholat dhuha kalau melakukan kesalahan. Di SD ini hal itu tidak berlaku.

Nah, mengenai informasi SPP dan lainnya, saya belum mendapatkan informasi jelasnya. Kebetulan saya sedang ada banyak pekerjaan, jadi belum sempat tanya-tanya. Namun kalau memang Anda tertarik, silakan datang. Para guru akan dengan senang melayani.

Oh ya, khusus untuk SD Mangunan, saya sendiri masih belum yakin apakah SD tersebut masih berjalan. Maaf, karena informasi yang saya berikan itu adalah informasi ketika saya datang ke sana bersama teman-teman Ambon. Yaitu sekitar enam tahun yang lalu :) Kebetulan waktu itu kami sedang berbagi metode untuk pendekatan pendidikan bagi anak-anak Ambon yang masih dalam trauma perang saudara.

Nah, sementara seperti ini dahulu informasi dari saya. Mudah-mudahan di kemudian hari saya bisa memberikan informasi yang lebih jelas dan masif.

vale, demi kesehatan dan kecerdasan

El rony, menata puzzle demi puzzle demi kemajuan bangsa

tambahan

Tambahan ini penting sekali, tapi sayang saya lupa kemarin menuliskannya. Inti dari semua informasi ini adalah bahwa pilihan dimanapun sang anak mau belajar, dikembalikan kepada si anak. Kalau anak tidak nyaman dengan model seperti di atas, ya menurut saya sebaiknya jangan dipaksakan. Bagaimana mau belajar, kalau mereka sendiri tidak nyaman, bukan begitu? :)

Category: Pendidikan, Yogyakarta | Comment RSS 2.0 | trackback

18 Responses to “TK dan SD yang Bagus Menurut Saya”

  1. peyek Says:

    Mas, jadi pengen balik ke masa kecil dan sekolah lagi ke sekolah yang mas sebutkan tadi, soalnya saya merasa sudah mengalami pencemaran otak yang parah.

  2. edwin Says:

    kirain di Jakarta…

  3. Yudhis Says:

    syukurlah masih banyak sekolah yang peduli dengan pendekatan yang mengikuti pribadi anak yang berbeda2. terima kasih sudah berbagi informasinya mas

  4. cahyo Says:

    sekalian, TK dan SD di Jakarta mas. Mana yang bagus…;-)

    *towel-towel*

  5. Mira Says:

    wah, sayang ya jauh di Yogya. aku tertarik banget pada metode yang diterapkan TK yang Dik Roni ceritain. Di Bandung, di TK yang kata orang bagus, mehelnya minta ampun.

  6. ishary Says:

    trim’s atas info Tk khusus nya SALAM kebetulan saya sdg mencarikan TK anak saya. dan untuk anak saya yang pertama kebetulan sudah sekolah kelas 2 di SD tumbuh. untuk Sd tumbuh memang bagus buat anak saya jadi memang bagus juga menurut saya. VIVA SD TUMBUH. spiritnya SD Jogja…..

  7. didi Says:

    SD Tumbuh lokasinya di mana ya Mas ? Jetis sebelah mana ? Kebetulan rumah orang tua di belakang TVRI tidak begitu jauh dari Jetis.

  8. ressy Says:

    Thanks mas Ronny atas info sekolah yang ok di Jogja, tapi boleh saya ingin menginformasikan bahwa ada sekolah playgroup ( dari usia 1 tahun ) TK dan SD yang menggunakan metode Active Learning,kelas kecil,komitment kuat terhadap pendidikan anak,di Budi Utama ( Sekolah Nasional Tiga Bahasa ) alamat Jl Wijayakusuma 121 B ( belakang TVRI ) phone 627030 dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat Yogya. Kami tunggu kedatangan mas Ronny disana…Maturnuwun

  9. ilal Says:

    Terima kasih mas … anda adalah; salah satu pejuang pendidikan.
    Kepedulian terhadap Pendidikan khususnya di negara kita merupakan tanggung jawab kita bersama, tapi perlu diingat perubahan yang terbaik harus dimulai dari diri kita sendiri.
    Tank’s.

  10. nezza Says:

    TK pelangi lokasinya dimana ya mas? apakah TK Pelangi indonesia yang ada di Jl colombo itu?
    Thanks

  11. rony Says:

    @nezza:
    lokasinya di utara perumahan pesona merapi mas, di daerah sardonoharjo. perempatan ringroad monumen jogja kembali, ke utara terus, perempatan yang agak serong belok ke kanan.

  12. adji Says:

    Trims banyak informasi ttg TK dan Playgroup Sanggar Anak Alam.
    Komentar ttg SD Mangunan: saat ini SD tersebut masih berjalan, bahkan berkembang. Bagus.
    Metode pengajaran masih tetap mempertahankan konsep Rm Mangun. Namun, guru-guru tetap mengikutkan murid-murid ulangan/ujian bersama Dinas setempat. Hasilnya: OK banget

  13. raino Says:

    saya sdh pernah dgr mengenai SD mangunan, kalo tdk salah skrg menjadi SDK Mangunan. Boleh nanya dong alamat lengkap SD mangunan di mana ya? plus denah kesana..ada sdr yg tertarik menyekolahkan anak kesana

  14. rony Says:

    @mas raino:
    waduh, saya malah ndak tau kalo sekarang jadi SDK Mangunan. Alamatnya di dusun mangunan mas, di kalasan. Jadi, jalan raya Jogja-Solo, sebelum sungai yang biasanya buat nyuci truk. Di selatan jalan. Semoga bisa dicari :)

  15. Ida Says:

    Aduh, aku bentar lagi pindah ke Kalasan, sedangkan putriku masih sekolah di SDN Deresan, kalo bisa pengennya pindah yang lebih dekat, sepertinya SD Mangunan menarik untuk dicek. Makasih ya dah posting info penting…..

  16. nano Says:

    tolong informasinya ttg SMP yg bagus diJogja .Trims

  17. ratu pantaiselatan Says:

    allow rony….
    boleh ga aku nambah deretan sekolah bagus jogja mu
    sdit alam nurul islam jogja
    www.sekolahalamjogja.com
    dimana anak2 dsitu bener2 dihargai fitrahnya…
    anak ya anak…anak yang lebih memilih bermain…
    anak yang lebih memilih berpetualang dengan imajinasi mereka yang kadang “aneh” buat orang dewasa…
    anak yang lebih suka “nyusuh”=> mengumpulkan barang2 “ga berguna” menurut orang dewasa…tapi berharga buat mereka…
    itulah anak….yang sekarang lebih dipaksa untuk memahami cara berpikir orang dewasa ketimbang kita yang dewasa mau memahami cara berpikir mereka….
    thanks ya ron…mpe ketemu….

  18. Evi Says:

    Berguna banget informaasinya. Dijakarta sepertinya ada SALAM juga di Jl. Lebak Bulus III, tapi gak tau sama gak sistem pendidikannya sama SALAM di Yogya. Semacam sekolah alam lah.

Leave a Reply