
Tidak ada term politik secara langsung dari kalimat judul di atas. Kisah ini adalah kisah kuliner biasa saja, sebuah kekaguman. Blandongan adalah nama sebuah tempat ngangkring (duduk santai, ngobrol dan minum kopi atau sejenisnya) di wilayah selatan Gowok.
Di Blandongan ini pula, ratusan anak muda ngumpul pas malam minggu. Kebetulan malam minggu kemarin saya berkesempatan ngobrol dengan teman-teman lama di tempat ini. Ramai sekali. Dari teman saya yang sangat rajin keliling daerah, saya mendapatkan informasi lebih tentang tempat ini.
Kawan saya itu, Rinto Andriono, mengatakan bahwa blandongan sebenarnya adalah tempat ngopi biasa di Jawa Timur. Hampir di setiap pinggir jalan ada tempat minum kopi yang santai seperti ini. Nah, akhirnya dibawalah konsep tersebut ke Yogyakarta. Dipadukan dengan budaya ngangkring dan lesehan, jadilah tempat ini menjadi tempat favorit.
Ada hal-hal yang cukup unik di tempat ini, saya akan review satu per satu sependek pengetahuan saya.
No Parking Fee
Nah, menarik sekali bukan? Situasi yang ramai pengunjung, tentu saja membersitkan ide bagi para penduduk di sekitar untuk memasang jasa parkir. Namun pihak manajemen (disebut begini saja deh biar keren) Blandongan tidak setuju, mereka memilih membayar penduduk untuk ikut menjaga motor pengunjung, sehingga pengunjung tetap gratis parkir.
Namun Tetap Murah
Dengan pilihan seperti di atas, tentunya biaya dibebankan ke harga minuman/gorengan. Logika sederhana seperti itu. Namun kenyataanya, harga di sini tergolong masih sangat murah. Range harga berkisar dari Rp. 1.000,- hingga Rp. 5.000,- (kalau saya nggak salah ingat).
Menu Yang Khas
Ada banyak pilihan menu di sini. Tidak hanya kopi, juga disediakan wedang jahe, jeruk anget, teh anget, gorengan dan lain-lain, juga minuman dingin. Namun yang menarik adalah menu untuk kopi-nya. Lihat saja, ada KOTANGSU (kopi tanggung pake susu), ada pula KOTANG (kopi tanggung, gak pake susu), dan yang gelas besar diberi nama kopi DEWA (gedhe dowo, mungkin dari kata itu). Kopinya mantap, aromanya terasa.
Relatif Tidak Ada Batasan Waktu
Para anak muda datang dengan membawa kartu. Hal ini bukanlah pemandangan yang aneh, mereka memang sengaja datang untuk ngobrol santai, sambil main kartu. Kebayang kan berapa lama mereka meluangkan waktu?
Jam Khusus
Nah, ada jam atau waktu khusus yang layak untuk dicatat. Jam 15:00 WIB adalah waktu yang tepat untuk datang ke sini. Suasana belum ramai, sejuknya sore ditambah dengan rimbunnya tetumbuhan di halaman Blandongan, tentu membuat kita semakin nyaman. Yang lebih utama lagi adalah jam ini adalah jam memasak kopi. Aroma segarnya kopi merebak dengan bebas pada jam segini. Dua peracik kopi yang khusus didatangkan dari Jawa Timur, meracik dan memasak dengan tertib. Mereka ibaratnya kepala koki di hotel bintang lima, ketika mereka sedang bekerja, tidak ada yang boleh mengganggu. Dan mereka bekerja tepat jam 3 sore.
Nah, demikianlah sekilas kopi Blandongan ini. Anda bebas untuk datang dan ngobrol santai, namun ada kelemahannya. Karena banyaknya pengunjung, apalagi malam minggu, maka pesenan Anda sangat mungkin akan telat sekali datang. Maklum, queue kadang ngaco
Tapi jangan harap Anda bisa membawa sendiri kopi dari dapur, hanya pada kasus tertentu saja yang boleh begitu, biasanya kopi harus dibawakan oleh pramusaji. Dan obrolan Anda akan diselingi oleh sesekali teriakan, “KOTAAANGGGG.. SAPA YANG KOTAAANGGGG… KOTANG SUUUUUUU”
Vale, demi kesehatan..
El rony, menghirup kopi
NB: Iklan Blandongan sendiri cukup asik, mereka mengutip gaya iklan POSYANDU “Cegah Anak-anak Indonesia dari Kekurangan Kopi”.
Category: Yogyakarta, Culture, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback
January 31st, 2007 at 11:37 am
boleh..boleh..suatu saat kalo pas pulang ke Jogja..mo kesitu mas.. pesen KOTANG terutama. hihihi…
thanks infonya
January 31st, 2007 at 11:59 am
Mas Rony, isi web page nya cukup baik, tapi kalo boleh saya sarankan alangkah baiknya jika tampilan web page nya ditambah ads by google biar tampak lebih meriah.
January 31st, 2007 at 12:48 pm
wah, menarik nih.. aye mau coba semuanyah! *maruk*

menyenangkan memang layanan kedai yg diiringi atraksi pramusaji, meskipun hanya berupa teriakan. itu trik dagang menarik. emang sih, warung kupi lebih cocok yg ada pramusaji (bukan sok manja lho :P), bukan yg ambil sendiri seperti beberapa gerai kupi nagri, karena lewat pramusaji kita bisa menilai dan menghargai arti sebuah layanan..
January 31st, 2007 at 1:19 pm
gimana kalo dibandingin sama warung kopi di aceh ya? boleh dicoba nih sesekali nanti
January 31st, 2007 at 1:21 pm
WWaaaahh..!!
Tampak menyenangkan..
Hmm.. yang ginian, klo di-menej dengan baik, dibawa ke kota-kota besar lain di Indonesia, cafe londo kali bisa kalah ya mas..
*angguk-angguk*
January 31st, 2007 at 3:46 pm
Ide free fee parking-nya keren juga, memberdayakan masyarakat tanpa memberatkan konsumen
January 31st, 2007 at 3:48 pm
siyal, belum pernah ke yogya
January 31st, 2007 at 4:53 pm
gowok tu di mana sih?
January 31st, 2007 at 5:10 pm
gowok? sebelah mananya lapangan tenis? selatan rel kereta ya?
January 31st, 2007 at 7:37 pm
mas ron, pernah nggak ke Gresik?
mampir mas, disana hampir semua orang-orangnya suka ngopi,cangkruk, dan ngobrol nggak karuan, mas rony pasti heran, nggak ada orang ngopi kayak orang gresik.
January 31st, 2007 at 8:06 pm
apik tenan, saya belum dengar je. perlu dicoba nih…
February 1st, 2007 at 4:01 pm
buat mahasiswa kali ye….
February 1st, 2007 at 7:27 pm
oooo deket teteg rel sepur kae to om lantip?
ada satu lagi yg patut dikunjungi, di selatan area JEC, ada sate kelincinya juga disitu…
*eh, gak biasanya, om lantip posting beginian ;)) *
February 1st, 2007 at 10:40 pm
nuwun mas, tak nyubi slurp kotang su
February 2nd, 2007 at 8:40 am
kopi-ne nggoreng dewe ta om? blandongane bukan beli kopi yang dah tinggal seduh?
February 15th, 2007 at 12:52 am
JADI NGILER
February 16th, 2007 at 2:59 pm
wah cucok bgt nih buat jadi target tempat yg harus dikunjungi pas liburan May nanti. kotang-e dimana to tepatnya?? (yg jelas bukan dibak cucian kan:-D)
February 16th, 2007 at 4:02 pm
@buat semua:

maaf lama gak posting, lagi sibuk
posisi blandongan itu:
plaza ambarukmo ke barat, nanti ada perempatan gowok, nah itu ke selatan. terus ikuti jalan itu, sampai SMA UII dan melewati rel, nah persis setelah itu di kiri jalan ada lapangan dengan spanduk bertuliskan: BLANDONGAN. selamat menikmati!
February 19th, 2007 at 9:48 pm
Yah! Basiw! makanya ron… gawul! gawul!
February 26th, 2007 at 5:12 am
Perlu dicoba juga tuh “Kompilasi” Coffee n juice, di pringgolayan, selokan mataram. Lebih Bersih daripada di Blandongan, malahan kadang ada atraksi sulap, soale sebelahe pas ada tempat kursus sulap.
March 10th, 2007 at 11:43 pm
sayang ya blandongan pemiliknya agak kolot otak bisnisnya gak berkembang, coba di waralaba atau buka cabang di kota besar kan bisa, sangat disayangkans sekali yah
March 16th, 2007 at 3:44 pm
mbok ya…pada yang suka makan kacang, jangan suka nyampah….trus kepada pengelolanya…dibersihin kek berapa jam sekali.Btw, konsep ngopi di blandongan OK.
April 6th, 2007 at 10:58 pm
sebentar lagi blandongan akan ada di malang do’akan aja biar blandongan berada di kota-kota besar khususnya ada di USA
February 15th, 2008 at 10:23 pm
Blandongan skarang dah berubah.Lebih enjoy.Lebih bersih.Ad blandongan lain d jakal namany NINGRATRI
April 10th, 2008 at 3:09 am
[…] tempat ngangkring (duduk santai, ngobrol dan minum kopi atau sejenisnya) di wilayah selatan Gowok. [link] Tags: “cerita […]
September 19th, 2008 at 1:28 pm
hehe.., bisa se-terkenal itu ya blandongan sekarang.
cak droen tambah sukses aja ente, banyak yang mempromosikan usaha lo. Suasananya memang enak, jadi inget kata yang punya blandongan, mereka yang datang ke blandongan sebenarnya bukan mencari kopi, tapi lebih dari itu mereka senang suasannya. tapi pernah ada yang lucu mereka yang baru datang dan mampir kesini pasti akan bilang, Mas.. Pesan Blandongannya satu.
Trus cak pur bilang ma gw.. dra itu orang pesan blandongan. dikira blandongan tuh makanan kali..
hahaha.. buat yang baru.. ngopi disini.. kalo mau pesan itu bilang aja.. Pesan kopi atau apalah. jangan salah pesan.. blandongan sih gak dijual ama badroen.
September 26th, 2008 at 11:35 am
sekarang jogja jd tambah rame aja nich, byk tempat nongkrongnya & yg ngga kalah asyiknya tempat nongkrongnya ada hotspotnya lho…
gw bln kemarin dpt tempat nongkrong baru yg asyik punya di vito cafe seturan dkt upn, tempatnya ajib bgt, menunya wow komplit & ada hotspotnya lho, loe2 pasti pd penasaran khan, nyoba ada dech.. ajib bgt