
Sebuah pagi yang cerah, hari Minggu kemarin, dengan kelelahan yang menumpuk menunggu untuk dilampiaskan dengan bermalasan seharian. Sebenarnya bulan ini tidak pantas untuk menikmati hari cerah, bagaimanapun kita belum cukup puas dengan hujan yang turun, namun tak apalah toh tubuh butuh istirahat.
Jam 10:00 pagi, ketika sedang menimbang pertanyaan sulit “mandi atau tidak”, saya kedatangan tamu. Teman saya, Rinto dan Dati dengan anaknya. Wah, senang saya. Pertama karena alasan untuk menunda mandi jadi jelas, kedua karena saya memang merindukan mereka.
Rinto dan Dati ini adalah pegiat organisasi yang saya kenal sudah sejak lama. Kedatangan mereka dengan anaknya, Lintang, mewarnai hari cerah itu dengan warna yang lebih sejuk. Terutama Lintang, yang mengenal saya sebagai orang gondrong. Apa daya, rambut sudah terpotong.
Mengapa sih..
Dan di sinilah awal kisah alasan saya untuk menulis artikel ini. Lintang, perempuan kecil usia 3 atau 4 tahun, yang lincah dan lucu ternyata menyimpan kisah-kisah yang dalam pandangan saya layak dicatat.
Beberapa waktu sebelumnya, ternyata Lintang pernah bertanya pada ibunya, Dati. Berikut petikan tanya jawabnya:
Lintang: Bu, anak-anak itu apa sih?
sang ibu yang bingung melontarkan jawaban retorik
Ibu: Apa ya.. menurutmu anak-anak itu apa?
Lintang: mm.. anak-anak itu suka konyol
Lintang: Bu, kalau orang dewasa itu apa?
sang ibu kembali bingung, maka jawabannya lagi-lagi retorik
Ibu: Kalau menurutmu apa?
Lintang: Orang dewasa itu kerjaaaa terus, dan suka ngobrol
Hehehe.. menarik bukan? Jawaban ataupun analisa jujur dari seorang anak kecil, yang mungkin sudah menyadari dirinya konyol namun merasa selalu ditinggalkan oleh para orang dewasa dengan alasan kerja ataupun ngobrol.
Maka akhirnya saya bilang pada Lintang,”maaf ya, kami kok suka ngobrol itu lho, kami juga nggak tahu nih mesti gimana” dan Lintang hanya tersenyum.
Manajemen Waktu
Kita selalu saja kebingungan dengan hal ini. Tuntutan kehidupan, membuat kita tenggelam dalam aktivitas yang menurut kita penting, yaitu bekerja. Saya sendiri merasa tidak bisa kalau tidak bekerja, saya merasakan bagaimana empat bulan tidak mendapatkan pekerjaan satupun dan harus berpuasa. Sungguh berat.
Namun, ketika kita melihat lagi, beberapa orang membutuhkan kita. Mungkin tetangga, mungkin anak kita, atau keluarga kita yang lain. Lantas bagaimana kita akan menyediakan waktu untuk mereka? Sementara kita sibuk dengan pekerjaan kita, dan pulang dalam keadaan kelelahan. Adakah hal baik yang kita tawarkan untuk mereka?
Waktu untuk berinteraksi dengan mereka, seakan sulit kita penuhi. Secara teori sebenarnya mudah saja, sehari ada 24 jam kita tinggal sisihkan beberapa menit saja. Namun kenyataannya tidaklah semudah itu.
Dan ketika kita akhirnya ketemu dengan sahabat kita, berjam-jam kita ngobrol. Bicara kesana-kemari, menanyakan kabar masing-masing untuk kemudian menelusur sejarah mencoba mencari kabar kawan di sekitar. Di saat seperti ini, waktu kita 100% tertumpah untuk interaksi intensif antar kawan, dan di saat seperti ini pula kita meninggalkan sedikit waktu bagi orang di sekitar kita yang lain. Maka tak heran, Lintang kembali bergumam…
Orang dewasa, ngobrol terus…
Vale, demi kesehatan
El rony, memang suka ngobrol.. hihihi
Category: Yogyakarta, Culture, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback
January 9th, 2007 at 7:59 pm
ini kepengen punya anak, tapi gag mampu gitu ya?
hihihi
*kabur*
January 9th, 2007 at 9:47 pm
Kalau untuk mas Rony dan saya, orang dewasa itu ngeblog terus, hehehe
January 9th, 2007 at 10:13 pm
Sejak jaman Yunani orang-orang cerdas kerjanya ya ngobrol, diskusi, berfilsafat atau menulis. Prakteknya? Ya pandai besi, tukang batu, petani, perajin, koki, pelukis dan lain-lain yang membangun dunia.
Semoga kita adalah golongan yang proporsional di kedua-duanya. Sebab sekarang era informasi, siapapun layak dan berhak untuk ngobrol dan menulis, termasuk untuk didengarkan oleh dunia.
January 10th, 2007 at 4:37 am
waktu kecil dulu, kalau nggak salah … aku berpikir kalau orang dewasa itu …
…
tidur terus
January 10th, 2007 at 8:58 am
ini post kok ngobrolnya absurd banget :p
January 10th, 2007 at 9:06 am
ngobrol kalau bermanfaat misalnya kalau ada duitnya, masih sah-saha aja kok mas rony.
btw, punya kebiasan males mandi juga ya…hihihi..kok sama?
January 10th, 2007 at 10:47 am
@didats: *jitak*
@Hedi: sepakat! hihihi
@Jay: wah, kayaknya asyik juga tuh diobrolkan dengan lintang, rahim, amar, dan teman-teman sebayanya. hehe
@kikie: waduh..
@Andry: absurd adalah feature, halap markum! *halah*
@cahyo: ngirit air mas. save water, drink beer *ups, haram* hehehe
January 10th, 2007 at 1:43 pm
kalo anak saya bilang, orang dewasa itu tukang bohong, anak-anak itu yang dibohongi … modiar
January 10th, 2007 at 2:04 pm
hmmm….emang gak ada ya, orang dewasa yang suka konyol en anak kecil yang suka ngobrol?
*piss*
January 10th, 2007 at 5:41 pm
Boleh nggak, bilang ke Lintang kalau orang dewasa menyebalkan dan anak kecil selalu menyenangkan?
January 10th, 2007 at 10:21 pm
anak kecil itu lucu, orang dewasa lebih lucu lagi :p
January 11th, 2007 at 1:56 pm
Orang dewasa itu munafik. bilang ga boleh begini begitu ke anak-anak, tapi dianya malah ngelakuin apa2 yg dilarangnya.
January 11th, 2007 at 6:56 pm
jawawaban yang jujur dari seorang anak
January 12th, 2007 at 9:01 am
jadi inget film Click..
saat pekerjaan menjadi hal utama, dan keluarga ditinggalkan..
jangan deehhh..
January 12th, 2007 at 2:13 pm
anak kecil boleh menyukai orang dewasa, orang dewasa yang menyukai anak kecil..bisa dipenjara la bisa kena pasal pedophile
January 12th, 2007 at 3:09 pm
anak kecil itu jujur dan apa adanya klo orang dewasa penuh kepalsuan dan orang dewasa yang jujur itu dianggap kekanak-kanakan dan tidak dewasa
January 12th, 2007 at 6:20 pm
kamu pedofilia yo ron ??
January 13th, 2007 at 6:30 pm
manajemen waktu itu susah,tapi lebih susah lagi manajemen qolbu..
January 18th, 2007 at 3:34 pm
Rinto juga nama suamiku looooooooooooo[mindahin garing sepenuh hati].
Aku sudah lumayan berhasil tanamkan anak kecil, orang besar, anak besar ke Salwaa.
Semoga bisa tetap konsisten
February 1st, 2008 at 5:17 pm
apa…yah? kira2 itu sprti sederhana tp adlah hal yg sulit utk dilupakan, krna dgn ngbrol kdng2 kt bs lp mslah, tp kdng2 bkn kt resek….