Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Ritual Ngalap Berkah dan Budaya Pop di Blogosphere

Print This Post   Email This Post

Sebuah produk budaya dikatakan pop ketika memiliki ciri-ciri populer dalam rentang waktu tertentu untuk kemudian tergantikan oleh keluaran produk budaya lain. Definisi ini belum saya cek ke wikipedia tertentu, paling tidak ketika saya menulis ini, tapi ya gapapa wong ini bukan tulisan serius hehe.

Tanpa harus menunggu, saya lanjutkan saja tulisan ini. Tulisan ini sebenarnya berawal dari sebuah gelitikan diri, cerminan atas perilaku saya ketika ada kegiatan “turba” dari para priyagung di dunia blog. Ah..iya, jadi ingat saya dengan istilah seleb blog dan budaya komeng..eh komen itu. Nah, saya singgung dulu soal ini.

Gaya penulisan saya *halah kok jadi ke sini* kali ini bisa dibilang cukup nge-pop. Saya yakin kalo Samuel atau Agung Leak membacanya, pasti mereka akan mengatakan demikian, mereka kan “polisi budaya” haha. Nah, mengenai gerakan jangang komeng itu (memang saya beri tambahan g, karena cengeng). Itu satu bukti bahwa ada budaya pop di lingkungan blogosphere.

Budaya atau produk budaya lebih tepat, yang muncul seketika, menghiasi dunia blogosphere (baca teknokrati dan segala agregat blog di bumi Indonesia), namun tidak bertahan lama. Bahkan untuk kemudian pherish, musnah, sirna, mandul. Wah, ini bukan kritik, ini refleksi saya yang barang tentu banyak salahnya. :D

Istilah selebblog sendiri muncul seiring dengan budaya komeng yang digemborkan. Sambutan sinis muncul dari para penganut “komen bermartabat”. Gerakan asal komen, tentu menyedihkan. Buat apa kita nulis kalo komennya cuma pertamax? (kalo bagi saya sih tetap penting, saya dikunjungi gituloh). Tapi nyatanya seorang sekaliber Andry merasa perlu untuk menyikapi. Saya menyambut baik hal ini, hitung-hitung sebuah studi kasus gratis. :D

Banner yang saya bikin cukup pop menurut saya, dan benar saja, tak lama kemudian istilah “perlu banner om?” mendapat sambutan dari bapak tersangka polisi eyd alias pak rektor alias om amal dengan kata-kata,”wahahaha, bandar banner”. Saya tersanjung dong, dan berniat mau membuat blog bandar banner, tapi kok ya gak sempat-sempat.

Ealah, sampe mana ini. Nah, iya. Jadi itu tadi gambaran dunia budaya pop di negeri blogosphere. Tidak ada yang salah dengan hal ini, tapi tentu saja hal ini melahirkan (di negeri ini memang suka dengan hal yang berbau seksual) budaya baru. Ngalap Berkah!

Ngalap Berkah? Kok Bisa

Lha ya bisa banget. Wis bisa saja musti saya tambahi banget. Saya kan sedang membicarakan diri saya sendiri. Nah cerita ngalap berkah ini tentu saja juga menyangkut diri saya. Kalau toh nanti Anda merasa terwakili, silakan bayar gaji saya (wakil rakyat itu gajinya tinggi), kalau Anda tidak merasa terwakili, ya jangan marah, wong saya gak minta gaji dari Anda.

Saya tiba-tiba teringat dengan pakde kerekemplu. Walaupun beliau sudah menulis besar dan jelas di blognya sebagai paman tyo, lidah saya terlanjur luwes dengan pakdhe. :D Waktu beliau datang, saya merasa kaget. Lha gimana gak kaget, blog beliau itu selalu saya kunjungi. Kebetulan koneksi di kantor lama tidak separah di kantor baru ini.

Nah, saya termasuk pengagum tulisan ringan menyentil nan cerdas itu. Wah, kenarsisan dan kesombongan saya muncul,”iki mesthi wong jogja”. Dan ya, beliau ternyata muncul di Jogja. Gek ndilalah mengontak saya, mengajak ketemu. Welha, bangga saya. Kalau diukur, mungkin lubang hidung saya diameternya melebar cukup signifikan waktu itu.

Semenjak pertemuan itu, saya merasa saya adalah satu-satunya orang yang paham siapa si orang misterius nan cerdik dan jenaka ini. Setiap arisan eh maksud saya ngobrol di chatroom dan orang mulai menyinggung gombalan pakdhe kere, saya langsung ketawa paling keras. Apalagi ketika muncul tebakan bahwa beliau ini si A, si B, si C, yang sudah tentu salah semua, saya dengan membusung (sumpah dada saya membusung) akan bilang,”bukan! saya pernah ketemu kok!”. :D

Nah, dari sinilah saya kemudian sampai pada kata ngalap berkah. Lha saya yang unthul, anyaran, newbie, tiba-tiba kenal dengan tokoh hebat, sudah ketemu pula! Tentu saja pamor saya naik. Ya mungkin sih saya sendiri cerdas dan hebat, tapi saya harus puas mengakui bahwa faktor ini mempengaruhi. Berkahnya kemudian ada dua:

  1. Bagi saya: Menjadi ikut terkenal. Haha.. menyenangkan! Saya membayangkan banyak orang ngomong,”situ kok wangun, iso kenal sama orang hebat?”. Hohohoo
  2. Bagi Pakdhe: Sontoloyo, maunya anonim terpaksa bongkar info, daripada saya ditunggangi oleh bedhes elek dari Jogja.

Ya kurang lebih begitu. hehehe.. Jadi sebelum panjang lebar (eh sudah ya?) saya juga ingin menyampaikan mohon maaf lahir bathin pada pakdhe kere. Lha saya sudah ngalap berkah je! :D

Turba Kali Ini Susah!

Nah, seiring dengan munculnya dan terbuktinya teori ngalap berkah saya itu, maka saya ingin melakukannya sekali lagi. Kali ini datang dua priyayi, Ndoro Pecas Ndahe dan Denmas Mbilung. Eh sebenarnya juga dengan Mbokayu Nananias (sumpah saya belum pernah tahu ini orang benar-benar perempuan tidak sih, tapi kan beliau terkenal, cuek deh).

Mereka datang ke Jogja. Menurut info yang bisa dipercaya, mereka bertiga menginap di hotel/losmen dekat kantor saya. Welhadalah. Saya semangat. Pingin ngalap berkah lagi! Hehe.. Lha tapi apa daya, saya tidak mengenal mereka, mereka juga mungkin tidak mengenal saya. Nomer hp tak punya, kontak juga belum pernah, apalagi nama. Masak saya ke hotelnya dan nanya, apa benar di sini ada denmas mbilung sekeluarga? blogger terkenal itu lho? Lha yang punya hotel pasti malah mengira saya sudah sinting.

Terus sampailah pada sore hari ini. Ketika akhirnya saya mendapatkan nama dan nomer hp denmas mbilung. Saya kontak, eh, ndilalah mereka sudah pindah. Ya nasib. Gagal saya ngalap berkah.

Lalu, muncul info bahwa mereka mencari tempat ketemuan. Lha sekarang hujan, sementara kasta saya ini masih belum berubah, masih kasta motor. Pulang dari kantor, mengantar istri tercinta, sudah basah kuyup sampai rumah mertua. Badan ringkih memaksa munculnya penyakit kasta rendah, masuk angin. Ya sudah, saya tak berani berharap bisa ikutan ngalap berkah.

Jadi demikian saudara semua, budaya pop yang beredar di wilayah blogosphere, memanglah menyajikan sebuah atraksi baru, ritual menarik, bernama ngalap berkah. Kalau ketemu, mereka komen pula di blog kita, atau me-link blog kita di postingan mereka, tentu banyak yang akan datang. Ini dia berkah!

Vale, demi ngalap berkah

El rony, walaupun kecewa tetap ngetik, toh sekaligus pengakuan dosa.. haha

NB:Buat Enda, Priyadi, Jay, Om Ganteng, Didats, Idban, dan masih banyak lagi, ketemuan dengan kalian bukan ngalap berkah, tapi menggalang kekuatan blogger. ingat itu! hihihi

Category: Yogyakarta, Culture, blog, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

17 Responses to “Ritual Ngalap Berkah dan Budaya Pop di Blogosphere”

  1. Hedi Says:

    hehehe mas Rony kurang sigap sih, tapi panjenengan jangan sering² merendah lho :D

  2. cahyo Says:

    saya gak yakin, sir mbilung dan pecas ndahe ataupun nananias gak kenal mas rony. lha kan mas rony dan jadi seleb blog juga. hihihihi…:-D

  3. dudi Says:

    kekekeke, sopo ora kenal rony lantip sak jogja. kabeh mesti kenal. ampun bos.. ^:)^

  4. -f Says:

    jangan terlalu merendah! :)
    nanti keinjek baru nyahok! :d
    -
    -
    ini blog seleb itu ya? :p

  5. luwak Says:

    1. gak berani komen soal paman, takut kualat samber bledek =’.'=
    2. meskipun masih samar2 ujung pangkal, eh, pangkal ujugnnya, tapi topik perkomenan ini asik. cuma ada di internet, mengalahkan media lain yg semakin seragam dan membosankan :)
    3. salah satu ciri orang indonesia itu suka erotisme, tapi munafik -kata mochtar lubis
    4. hmm.. berarti dulu gw gagal ngalap berkah waktu ada lebah seleb yogya datang ke jakarta :P :D

  6. anima Says:

    weleh, ini toh mas rony :)

  7. oon Says:

    kopdar mangkin heboh memang semenjak ada blog…beda banget macem dulu pas cuman ceting pake irc…walopun kopdar juga ada.

  8. enda Says:

    ayo ke bandung lagi ron januari ini, situ ke bandung itu tahun lalu kan masih bujangan hehehe

  9. mBu Says:

    Oo..
    Menyoal seleb blog masih tren to maass??

    *ngeloyor*

  10. endhoot Says:

    oon : kopdar heboh semenjak aku gabung milis id-gmail *PD seGR2nyah*

  11. Azil Says:

    *lirik ke kiri* Lantip, aku udah gak kuliah di MIT.

  12. achmadi Says:

    wah, saya malah belum sempat ngalap berkah ketemuan sama kanjeng Ronceh

  13. Luthfi Says:

    xixixixi
    KRMT Rony :-)

  14. Qky Says:

    Pakde Lantip minta tanda-tangannya dong… :P

  15. andika Says:

    Wah, aku arep ngalap berkah soko denmas Ronce, kok malah komputerku ngehang!

    *idek-idek Ronce*

  16. bedh Says:

    sowwi blognya saya link yah
    huhuhuhu segan.

  17. yaya Says:

    numpang lewat… aq ambil artikelnya yah… kbetulan lg nyariartikel tntang budaya pop

    makasih

Leave a Reply