Agak berat sebenarnya mengangkat tema ini, kenyataannya saya tidak memiliki kapasitas pengetahuan ilmu pemerintahan yang cukup. Namun saya pikir tidak ada salahnya juga saya coba berbicara mengenai hal ini.
Bagi Anda yang menonton acara jumpa pers Presiden SBY dan Bush kemarin di Bogor, tentu Anda mengamati pula pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban yang terlontar. Gaya jawaban masing-masing pemimpin negara tersebut. Lontaran pertanyaan wartawati TV7 tentang demokrasi di Indonesia, dengan sigap dijawab oleh Bush,”inilah contohnya, presiden Indonesia yang terpilih secara demokratis dan memimpin dengan cara demokratis pula”. Kurang lebih seperti itu jawabannya, sambil tak lupa Bush mengarahkan tangannya ke arah SBY.
Mari kita lihat jawaban SBY ketika wartawan asing –sepertinya dari Amerika kalau menilik kata-katanya– menanyakan,”kebijakan our president tentang Iraq”. SBY menjawab dengan kalimat bahwa *sepertinya hari ini sudah dikutip di banyak tempat* Iraq bukanlah tanggungjawab Amerika Serikat semata, tetapi tanggung jawab seluruh dunia.
Akibat Kenegaraan
Ah, kalimat ini tidak baku. Tapi baiklah, kita harus akui bahwa setiap ucapan presiden melambangkan kebijakan negara. Apalagi jika pendapat itu disampaikan dalam acara resmi berupa press conference dan isinya berkaitan dengan policy suatu negara.
Lantas akibatnya seperti apa? Secara nyata kita mungkin tidak akan melihatnya dalam satu dua hari ini. Namun dalam jangka panjang mungkin akan terlihat, hal ini tidak terlepas dari interpretasi yang mungkin muncul dari kalimat di atas. Interpretasi apa saja yang timbul dari pernyataan tersebut? Mari kita lihat satu per satu:
- USA bukan penanggung jawab kemerosotan di Iraq
Permasalahan Iraq tentusaja sudah mulai mengarah ke permasalahan multidimensi. Namun, kemerosotan dan peperangan di sana, tak lepas dari gerak tentara Amerika di negara tersebut. Maka tak heran jika muncul tuntutan Bush sebagai penjahat perang dari kalangan masyarakat Indonesia. Apalagi standar ganda Amerika atas isu Israel, jelas menorehkan luka cukup dalam di kalangan umat Islam. Kebetulan Umat Islam memang percaya bahwa sesama muslim adalah saudara, maka ketika ada umat muslim lain yang terluka (entah di desa yang sama ataupun di belahan dunia yang berbeda) umat muslam yang lain merasa perlu untuk berteriak dan membela.
Dengan ungkapan SBY tadi, maka secara implisit dia menegaskan bahwa tuduhan umat muslim terhadap USA berkait isu Iraq adalah salah.
- Tindakan USA atas Iraq adalah benar
Ini sih kesimpulan agak jauh. Tapi kenyataannya SBY tidak menunjuk USA sebagai penanggungjawab, sehingga bisa dibilang bahwa SBY (dalam hal ini adalah pemerintah Indonesia) tidak menyalahkan USA atas kemerosotan di Iraq. Jadi, kesimpulan lebih jauhnya, atas pandangan SBY pemerintah Amerika tidaklah bersalah.
- Indonesia ingin ikut terlibat
Nah, dengan menyebutkan bahwa ini tanggungjawab bersama, bisa juga dilihat bahwa Indonesia ingin ikut terlibat dalam penyelesaian masalah di Iraq. Keterlibatan seperti apakah itu? Yang jelas SBY mengatakan bahwa dia siap sharing ide dan pikiran untuk masalah Iraq.
Sejak pelajaran jaman SD hingga masa kuliah, juga dalam pemberitaan-pemberitaan, kita tidak pernah tahu seberapa kedekatan kita dengan Iraq. Keterlibatan yang diajukan oleh SBY kemudian memunculkan pertanyaan lain, kepentingan apa yang ingin diraih dari keterlibatan ini? Bukannya saya ingin menaruh kecurigaan, namun bukankah sudah hal yang jamak mengenai hal ini?
- Kita punya konsep pemecahan
Nah, ini juga nih. Apakah memang kita punya konsep pemecahan? Trickletrack yang dibilang SBY itu seperti apa? Jangan-jangan hanya upaya mengelak karena dipaksa menjawab pertanyaan yang sensitif itu. Toh pada kenyataannya kita memang takut sama US. Nyatanya, biaya heliped 6 milyar, plus sekian milyar kerugian perusahaan seluler, plus sekian milyar kerugian pedagang, plus sekian milyar kerugian perusahaan transportasi, dan masih banyak lagi, adalah bukti bahwa kita sangat takut dengan US. Merasa perlu keluar duit banyak hanya untuk 6 jam kedatangan seorang presiden. Belum lagi sikap pengamanan yang berlebihan. Ah.. entahlah.
Nah, bagaimana menurut kalian. Saya sendiri tidak tahu seberapa kesiapan SBY atas jawaban ini. Bukannya saya merendahkan beliau, bagaimanapun ilmu beliau semestinya dan seharusnya sudah siap atas hal ini, tetapi melihat sikap atas kedatangan Bush, membuat saya bertanya ulang, bagaimana dengan Anda?
Shoot.. it’s a trap, robbin
Vale, demi kesehatan..
El rony, menyiapkan jebakan yang lain
Category: Daily Life | Comment RSS 2.0 |
trackback
November 22nd, 2006 at 2:24 pm
Petramax!!!!
November 22nd, 2006 at 2:52 pm
hahahaha…jebakan betmen…
November 22nd, 2006 at 4:46 pm
bush mengambil resiko buat ke indonesia yang sudah sangat pasti banyak yang benci dia buat apa?apa ada hidden agenda dari kedua presiden itu? pulau mana lagi yang mau di jual?
praktik jilat menjilat pantat memang tidak kenal tempat dan sby mengorbankan sesuatu yang lebih penting.
*sembunyi dari ring 1*
November 22nd, 2006 at 4:46 pm
eh lupa, MET ULANG TAUUUUNNNNNN
MAKAN-MAKAN!
November 22nd, 2006 at 4:48 pm
setelah pemilu, kayaknya pemerintah dan rakyat hidup di dua dunia yg berbeda yak.. saya sih nggak ikut milih presiden waktu pemilu, tapi rasanya kok nggak kena, malah rada kasihan, melihat seorang kepala negara berdiri berlama2 di teras menunggu tamu. menunggu rekan atau juragan?
November 22nd, 2006 at 5:19 pm
mbuh yo… *bingung mau komentar apa lagi*
November 22nd, 2006 at 7:24 pm
Vale, demi kesehatan..
apa sih maksudnya ????
selalu ada, emang postingan juga perlu signacur ya
November 22nd, 2006 at 9:48 pm
Aku kok ya sampe sekarang ngga ngerti-ngerti, jebakan Batman tu apaan sih? Tolong bantu jelasken dong, om *serius*
Bush datang? Ah kebanyakan dongkolnya. Berlebihan. Sebenernya yang paranoid itu pihak US atau pihak sini sih? Dateng namu kok nyusahin banyak orang.
November 23rd, 2006 at 9:56 am
#luthfi: itu semacam –> tabik, demi kesehatan.. *dan ini bukan signature* kalo anda bingung, silakan ke dokter. hehe
#lita: wah.. saya juga asal pake, gak tahu awal mulanya darimana, mungkin bisa ditanyakan ke mas “narsum moral gak jelas” alias priyadi.net hihihi
November 23rd, 2006 at 12:15 pm
Hallo Ron.. piye kabarmu
Ojo keakehan nduwe jebakan hehehe…
November 24th, 2006 at 1:31 pm
Lah terus seng bener seng endi ron.?
November 27th, 2006 at 1:46 am
sebagai seorang kepala negara, tentu harus berhati-hati dalam bicara. jadinya, banyak kata-kata diplomatis –yang tentu saja, multitafsir.
November 27th, 2006 at 9:09 am
jadi ingat pendudukan 6 jam di jogja…
November 28th, 2006 at 8:07 am
hahah..gw suka judulnya..jebakan betmen..betmen kasarung =)