Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Kepada Senioritas..

Print This Post   Email This Post

Dengan tulisan ini, saya juga ingin mengingatkan diri saya sendiri akan godaan senioritas.

Setiap kita lahir bersama dengan berjalannya waktu. Waktu yang membuat sumbu untuk dirinya sendiri, tidak pernah mau berbalik, maka Tuhanpun membuat ayat khusus tentangnya. Dan waktu yang terus berjalan itu, menorehkan kekuasaannya pada diri kita, membuat alur waktu yang mengindikasikan kita semakin tua.

Seiring bertambahnya goresan alur waktu itu, memadat pula ego kita. Ukuran-ukuran akan kesempurnaan, berkembang untuk kemudian mencapai titik stagnan. Kita mencapai apa yang disebut sebagai kemapanan.

Sebuah Ancaman

Kemapanan memanglah sebenarnya sebuah ancaman. Kemapanan hanya membawa kita pada perasaan nyaman dan aman namun semu. Kita merasa sudah menemukan sebuah posisi dimana tidak akan tergoyahkan, sementara sebenarnya kondisi kita labil, karena begitu satu saja pilar keyakinan kita runtuh, maka runtuh pula seluruh bangunan kemapanan tersebut.

Lantas kita menjadi sadar, hal itu bisa saja terjadi. Namun langkah yang diambil sungguh di luar dugaan. Sebagian besar dari kita lebih memilih untuk menjadi Fir’aun. Kesadaran aneh itu membawa pada kesimpulan yang berbeda. Kesimpulan bahwa ancaman selalu muncul dari generasi muda. Generasi yang belum mapan, generasi yang selalu penuh dengan keingintahuan. Generasi itu harus dipercepat menuju mapan.

Maka, sebuah proses yang kita jalani bertahun-tahun, kita paksakan untuk dilalui oleh para generasi muda dalam hitungan minggu. Paksaan ini muncul dalam aturan-aturan yang kita pampang di setiap sudut. Bahkan di kamar mandi, di WC. Juga di ujung sajadah, di bawah lipatan kain sarung.

Ketika generasi ini sudah mapan, kita semakin aman, semakin nyaman. Generasi ini sudah bukan lagi ancaman alih-alih dia justru rekanan. Dia menjadi satu pilar kekuatan. Tempat menara gading kita terpatok semakin tajam dan dalam.

Tapi ada pula yang tidak mempan. Generasi ini juga melahirkan beberapa gelintir yang tidak mau tinggal diam. Dengan caranya dia muncul dengan berbagai pertanyaan, kadang dengan sangat berani dia mengusulkan perubahan. Bahkan ketika yang berbeda hanyalah cara pandang, beberapa gelintir dari mereka ini akan tetap ngotot hingga mereka menemukan jawaban yang memuaskan. Bagi Anda, bagi saya, hal ini, baik sadar ataupun tidak, dirasa mengganggu. Maka, sadar ataupun tidak, kita memilih untuk menendang, menyingkirkan.

Sebuah Nasehat

Kepada Generasi Muda

Jangan ragu. Temukan apapun yang menurutmu baru. Pertanyakan apapun yang menurutmu meragukan. Jangan takut akan ancaman. Yakinlah bahwa satu saat sejarah akan menceritakan hal yang benar, meskipun membutuhkan waktu yang lama. Kalian adalah tumpuan, hal-hal baru pastilah hanya kalian yang bisa merasakan.

Kepada Generasiku

Perbaiki diri, belajarlah untuk mempercayai. Dan, generasi yang sehat adalah generasi yang memberikan kesempatan kepada penerusnya untuk berkarya.

Kepada Senioritas..

Matilah kalian..

Vale, demi kesehatan

El rony, ..

Category: Culture, how to, Semiotics, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

13 Responses to “Kepada Senioritas..”

  1. cahyo Says:

    Postingan ini berdasar pengalaman apa sih mas? Kok punya ide buat tulisan ttg hal ini?

    *pengalaman pribadikah*

    hehehehe…

  2. rony Says:

    betul! hihihi.. jadi malu.
    saya sering tidak sengaja, memandang rendah tiap pandangan adik kelas (atau semacam itu), dan itu susah banget ilang. hehehe…

  3. enda Says:

    pada para junior, matilah, sekarang!

  4. Junkerz side B Says:

    TUNDUK KLEAN..TUNDUUKKKK….!!!

  5. basibanget Says:

    kurang nendang mas ronceh

  6. godril Says:

    Lho.. ini lak pembahasan kita kemaren to? ahahahahahaha

  7. Ben Says:

    SENIORITAS.. MAYORITAS.. sama saja!
    sama-sama hampir selalu tidak suka dan merasa terancam melihat kemajuan dari pihak lain

    *jrit, postingnya rony kok serius terus ya…*

  8. Azil Says:

    OSPEK?

  9. Mbah Dipo Says:

    “Bukan dari golonganku orang yang tidak menghormati kepada yang lebih tua, dan tidak belas kasih kepada yang lebih muda..” (Hadits shahih).

    Yang muda harus merasa bahwa orang yg lebih tua itu lebih banyak kebaikannya, sedangkan yang tua memandang kepada yg muda dan merasa bahwa kaum muda itu dosanya lebih sedikit.

    Senioritas cenderung menghilangkan belas kasih kepada yang lebih muda.

  10. Bangsari Says:

    Lagi musim Opspek ya?

  11. depolka Says:

    Klu mos?? trmsk senioritas??? gw lagee bikin makalah mengenai snioritas neee!!!! mana bentar lagi mo masuk SMA!!! gw jadi takut!!!!

  12. ArieL Says:

    ikh.., benci gue sama senioritas !

  13. bitaa Says:

    ak seringg bangett looh kena yg nama nya seniorotas .. tapi , ak jga sering nge lakuin senioritass .. hahaha :p

Leave a Reply