
Kemarin, 03 Oktober 2006, adalah hari yang kami, saya dan Agus, rencanakan untuk berangkat ke Pundong. Seperti telah saya tuliskan dulu bahwa ada teman dari Jakarta yang ingin menyalurkan bantuan ke SD di wilayah Bantul Selatan, maka bantuan tersebut sudah bertengger di kantor saya semenjak hari Sabtu dua minggu yang lalu.
Oleh karenanya, sebelum saya menulis lebih panjang lebar, terlebih dahulu saya menyampaikan permohonan maaf kepada Yayasan Tunas Cendekia dalam hal ini Mas Yudhis, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya tetapi ternyata pelaksanaannya molor tak karuan. Sungguh ini bukanlah kesengajaan. Di samping kedatangan bantuan buku gelombang kedua yang agak terlambat, juga karena kesibukan saya yang seakan tanpa jeda.
Mbiyantu mBiyayani Brayat
Sub judul ini adalah bahasa jawa yang bermakna membantu membiayai keluarga. Kurang lebih demikianlah yang dilakukan oleh Mas Yudhis —dalam hal ini Yayasan Tunas Cendekia— dengan sumbangan buku yang dikirimkannya. Buku yang ada terutama sangat membantu dikarenakan ada kurikulum baru yang mengharuskan perubahan semua buku pegangan.
Bantuan buku yang sampai ke tempat saya terdiri dari tiga dos, dengan rincian isinya adalah sebagai berikut:
Selain itu, mas Yudhis juga mengirim uang sebesar Rp. 600.000,- kepada saya. Uang tersebut dimaksudkan untuk membeli alat olahraga bagi anak-anak SD Soka. Maka kemarin Sabtu, 29 September 2006, saya dan Agus mencari alat olahraga dimaksud. Beruntung sekali kami memperoleh diskon, walaupun cuma beberapa puluh ribu diskonnya, tapi kami jadi bisa membeli ekstra bola kaki dan bola kasti dengan uang sisa.
Semoga anak-anak SD Soka bisa ber-soka-gombira
Dan.. panassss
Benar! Panas sekali hari ini di Jogja. Saya dan Agus berangkat, dengan mobilnya Agus tentu saja, membawa amanat bantuan itu ke Pundong. Alhamdulillah, karena mobil ini bukan mobil sewa, jadi tidak ada biaya tambahan. Dan karena Agus baik hati, ongkos bensin-pun dia yang nanggung.
Makasih mas Agus!
![]()
Sampai di SD Soka, Pundong, kegiatan belajar-mengajar sudah terhenti. Kami bingung, bukannya hari masih terhitung pagi? Usut punya usut, ternyata di SD ini proses belajar mengajar terpaksa dibikin dalam dua shift. Shift pagi dan shift sore. Penyebabnya adalah angin lesus yang kemarin sempat melanda wilayah Pundong, sehingga tenda-tenda habis tersapu angin.
Di SD tersebut kami bertemu dengan ibu Jamharoh, salah seorang guru di sana. Pak Jumar, kepala sekolah SD tersebut, sedang ada penataran. Demikian informasi dari Ibu Jamharoh. Maka kamipun menyerahkan amanat itu ke ibu Jamharoh.
Kebetulan saya juga sudah mempersiapkan formulir serah terima, inisiatif saya saja sih, lengkap dengan jumlah barang yang disumbangkan, sehingga saya tinggal meminta ibu Jamharoh untuk menandatangani dan disertai cap sekolah. Mungkin dari pihak Yayasan Tunas Cendekia kurang setuju dengan hal ini, tapi saya tidak memiliki alat bukti lain, foto kan kadang juga kurang bisa bercerita. Maka saya memilih menempuh metode ini. Semoga berkenan.
Berhubung hari semakin panas, maka begitu serah terima selesai kami lakukan, saya mengambil beberapa foto, lantas pamitan. Panas, sumpah benar-benar panas. Tenggorokan kami terasa sangat kering. Ya, mas Agus sih tidak mengeluh, mungkin dia menyimpan cadangan minum di perutnya. hihihihi..
Yak, demikianlah laporan saya. Semoga apa yang Yayasan Tunas Cendekia lakukan ini, mendapat ridho dari Allah SWT. Amien.
vale, demi kesehatan
El rony, mengingat-ingat, ada banyak tenda sekolah yang roboh akibat angin ribut kemarin. Semoga saja tidak ada korban.
![]()
Category: Yogyakarta, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback
October 4th, 2006 at 12:00 pm
Terima kasih banyak atas bantuan anda dan Agus yang sudah memberikan banyak harapan bagi anak-anak yang terbantu. Salut!
October 4th, 2006 at 12:06 pm
Mudah2an mas Rony dan mas Agus mendapat pahala yang setimpal ya mas
Tapi ngomong-ngomong, kok kasiyan sekali ya warga pundong ini. Masih ada lesus yang memporak-porandakan tenda mereka. Duh gusti, paringono sabar marang tiyang pundong niki.. 
October 4th, 2006 at 12:49 pm
Tenda, angin ribut? berarti musim hujan sudah dekat, semoga yang masih di bawah tenda ga lebih repot.
October 4th, 2006 at 2:05 pm
Terima kasih juga kepada yayasan Tunas Cendekia dan mas Rony yang telah men-delivery bantuan ke SD di Seloharjo Pundong, Semoga Maslahat. Memang betul, saya punya tandon air di perut
October 4th, 2006 at 3:11 pm
selamat el rony!
October 4th, 2006 at 3:17 pm
kadingaren simas iki tulisane wes ra dowo2 ….
October 4th, 2006 at 3:33 pm
di zaman seperti sekarang, orang-orang peduli seperti Anda sungguh membawa damai bagi saudara kita yang membutuhkan. teruslah peduli…
October 5th, 2006 at 5:01 am
geneya bisa, tidak perlu bantuan naga dari utara kan?
October 5th, 2006 at 7:43 am
moga berkah mas rony…
dan alhamdulillah Fina Sport selamat dari gempa. itu toko langganan di jogja dulu mas.
October 5th, 2006 at 11:53 am
alhamdulillah… senang sekali mendengarnya… salut buat rony, agus dan yayasan tunas cendekia - mas yudhis
semoga Allah membalas semua kebaikan kalian.