Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Indonesia Berduka - Tsunami, Bencana, Siapa Bisa Menduga?

Print This Post   Email This Post

Manusia boleh saja berusaha, manusia boleh saja meramal. Bencana gempa di Yogyakarta, bencana tsunami di Aceh, bencana Tsunami di Pengandaran yang efeknya juga sampai ke Yogya, siapa yang bisa mengira?

Bencana ini terjadi akibat lempeng bumi yang terus bergerak. Keberadaan deretan pulau di bagian selatan Indonesia yang tepat di atas lempeng tektonik ini, sudah sampai pada saatnya untuk bergeser. Akibatnya tumbukan terjadi dan kemudian muncullah gempa. Gempa yang terjadi di Yogyakarta dengan kekuatan besar, berada di wilayah daratan, sehingga tidak memunculkan tsunami. Namun gempa yang terjadi di sebelah selatan Pengandaran, lokasinya sangat potensial memunculkan tsunami. Dan ternyata memang tsunami terjadi.

Di wilayah Pengandaran sendiri diberitakan bahwa korban mencapai 262 jiwa. Belum termasuk korban yang luka. Sementara untuk wilayah Yogyakarta, sampai tadi malam, informasi yang saya terima terdapat 3 (tiga) korban jiwa.

Konfirmasi yang saya peroleh, korban di wilayah parangtritis ada satu orang. Perempuan berusia 21 tahun. Dia sedang berlibur dengan temannya. Korban jiwa yang lain belum dapat saya peroleh informasinya.

Luapan Air

Itulah yang terjadi di Yogyakarta selatan. Air meluap dan terangkat hingga ketinggian sekitar 5 meter. Data ini saya peroleh berdasar testimoni dari warga di wilayah Parangtritis.

Cakupan sapuan air ini mencapai hingga 100 meter dari bibir pantai. Saudara saya yang berada di jarak 500 meter dari bibir pantai, belum saya peroleh kabarnya. Semoga tidak terjadi apa-apa.

Sementara ini dulu yang bisa saya tuliskan. Ya, kita kembali berduka.

vale, …

el rony, semua menghitam.

NB:

- warga Yogya sedang demo menuntut janji Jusuf Kalla. Dikatakan waktu itu bahwa Kalla akan memberikan bantuan berupa uang sejumlah 10-30juta bagi warga korban gempa. Nyatanya hingga minggu kemarin masih belum jelas kabarnya.

- Tanggal 19 Juli 2006 ini direncanakan dana akan dicairkan. Namun berdasar informasi dari Bupati Gunungkidul, Bupati Bantul dan Sri Sultan sendiri, dana yang diturunkan akhirnya jauh dari janji. Dana yang dikucurkan adalah 5 juta per rumah yang hancur.

Category: Yogyakarta, Culture, blog, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

14 Responses to “Indonesia Berduka - Tsunami, Bencana, Siapa Bisa Menduga?”

  1. Charly Silaban Says:

    Bencana demi bencana.. silih berganti..
    Apa gerangan akhir dari semua ini ?

  2. tifoso Says:

    yah… speechless…
    entah kapan semua bencana ini akan berakhir…

  3. bino Says:

    Padahal ada yang bilang :

    “…
    Tiada badai tiada topan kau temui
    Ikan dan udang menghampiri dirimu

    Trus piye yo ??

  4. sridewa Says:

    Pakbino:
    Tak kira lebih banyak ubur-ubur dan rumput laut dibanding ikan sama udang.

    *Sedia payung sebelum hujan.

  5. Junkerz side B Says:

    YAKKKK…BERIKUTNYA ANCOL KENA TSUNAMI…BIAR GA ADA MOBIL GOYANG2 TERUUUUSSZZZ…. :p

  6. gagahput3ra Says:

    hiks…dah perasaan gw gak enak, ditambah lagi dengan musibah ini…

  7. fajri Says:

    begawan kalla kok dipercaya

  8. didats Says:

    turut berduka.

    #kohpahmi: PENGALAMAN YAK?

  9. Hedi Says:

    melas mas…sungguh :(

  10. BMG Says:

    Kemarin 19 Juli, Saat Maghrib ada gempa, meski kami di Serpong nggak merasa, cuman PLN ko’it sekitar 5 menitan… (apa hubungannya, ye… *bingung*)

    btw, mudah-mudahan, pergerakan bawah tanah sudah selesai, ya, Pakde! Amiien

  11. cahyo Says:

    Halah, 5 juta saja belum tentu cair kok. Duitnya pemerintah darimana??? Jangan terlalu berharap deh.Kayaknya pemerintah terlalu banyak berjanji nih sama rakyatnya.

  12. mpokb Says:

    uhh.. betis aye masing rada kaku ron.. kemaren sore abis turun tangga 17 lantai kerna gempa di selat sunda…

  13. zam Says:

    saya habis dari parangtritis kemarin mas..

    saya membayangkan keadaannya seperti di pangandaran. ternyata ndak mas. saya malah heran. lo katanya kena tsunami? wong masih banyak kios berdiri je. juga keknya aman-aman saja. walau pengunjung saat itu sepi..

    insya allah saya mo liat keadaan di samas, baron, dan drini yg katanya juga terkena dampak..

    oya.. turut berduka cita atas musibah yg menimpa Indoesia.. semoga kita diberi ketabahan..

  14. rony Says:

    mas zam:
    Terimakasih atas informasinya mas. Saya juga sudah dapat informasi dari kawan yang rumahnya di dekat pantai patehan (dekat banget malah), saudari Vinni. Memang tidak seperti di Pengandaran kondisinya. Disampaikan bahwa sawah dekat rumahnya terendam setinggi 2 meter (semoga saya tidak salah tangkap), dan sampai tadi malam mereka masih memilih tinggal di tenda. Saya sendiri baru besok Minggu bisa ke Bantul.
    Mohon perkembangannya disampaikan ke semua orang mas, biar lebih jelas. Oh ya, kalau dari laporan JogjaTV sepertinya memang warung-warung rusak, salah satunya warung mie ayam di parangtritis, dan menurut pemiliknya yang sudah mulai memperbaiki, mereka memperkirakan sabtu sudah bisa berjalan normal.
    Sekali lagi terimakasih buat infonya. :)

Leave a Reply