
PLN sampai merasa perlu untuk meluncurkan program hadiah bagi pelanggannya. Hal ini ternyata dipicu oleh kenyataan bahwa para pelanggan memilih untuk membayar di akhir jadwal. Bahkan tak sedikit pula yang memilih untuk membayar telat.
Seberapa efektifkah program hadiah “kesetrum rezzzeki PLN” itu? Saya terus terang bukan pada kapasitasnya untuk menganalisa, saya juga tidak/belum membuat penelitian tentang hal ini. Yang jelas, bulan kemarin saya membayar pada tanggal 20. Tanggal akhir batas pembayaran listrik.
Saya tentu saja memiliki alasan mengapa saya terlambat, namun tulisan kali ini bukan sedang akan membahas alasan tersebut. Saya hanya ingin bercerita bahwa ketika saya terlambat membayar tersebut, ternyata yang bersamaan dengan saya ada banyak sekali. Antrian panjang tersebut sudah ada semenjak pukul 5 pagi. Demikian kata salah seorang ibu yang mengantri dari jam setengah enam!
Bulan ini saya membayar listrik kemarin, tanggal 10 Juli. Ternyata antrian tidak banyak, hanya lima orang. Padahal menurut iklan “kesetrum rezzzeki PLN” disediakan poin tertinggi bagi yang membayar hingga tanggal 10. Saya membayar tanggal itu sih bukan karena iming-iming itu, tapi karena malas antri saja. Saya kemudian bertanya-tanya, kenapa bisa seperti ini?
Pemasaran
Mungkin itu salah satu poin penting yang kurang diperhatikan. Iklan kesetrum rezzzeki pln ini masih kalah jika dibandingkan dengan iklan kuis sepakbola misalnya.
Program kesetrum rezzzeki pln ini memakai model seperti kuis sms pada umumnya. Cara yang dipampangkan di posternya adalah mengirim sms ke nomer tertentu (empat digit dan saya lupa) disertai keterangan pembayarannya. Kemudian si pengirim sms akan mendapatkan poin untuk diikutsertakan ke undian kesetrum rezzzeki pln tadi. Sama bukan dengan kuis sms yang lain? Tapi sepertinya pelanggan lebih rela sms untuk acara Indonesian Idol ataupun Pildacil ataukah AFi daripada untuk ikut program ini.
Saya jadi semakin yakin bahwa permasalahannya adalah di pemasaran. Saya mulai aktif mengamati sekeliling. Tidak ada spanduk, poster ataupun baliho di tempat-tempat strategis tentang hal ini. Iklan program ini hanya saya dapati di gardu listrik, di daerah Kewek (Malioboro) ditampilkan sebagai marquee (text mengalir) di bagian atas gardu tersebut. Poster hanya saya dapati di tempat pembayaran listrik, itupun hanya ada satu dan sudah mulai hilang warnanya.
Program Iseng?
Hal itu yang kemudian muncul di kepalaku. Tuduhan ngawur ini saya keluarkan karena saya tidak melihat keseriusan dari pihak PLN. Media iklan ada banyak, mengapa tidak mengoptimalkan saja?
Lebih iseng lagi karena kenyataan yang menyedihkan di lapangan. Menurut poster di tempat pembayaran listrik, tidak ada keterangan tanggal mulai pembayaran listrik. Saya berkesimpulan, PLN sudah melayani pembayaran bahkan di awal bulan. Maka saya fikir akan lebih baik kalau saya membayar 5 hari pertama di awal bulan. Saya sudah siap membayar pas tanggal 5 kemarin. Tapi saya mendapat jawaban dari ibu-ibu berseragam: “pembayaran baru bisa tanggal 6 mas, itupun kalau tidak mundur. biasanya mundur sampai tanggal 8 mas”. Alamak!
Jadi, program itu tidak serius dicanangkan. Semestinya PLN sudah memperbaiki kinerjanya sehingga sudah bisa melayani semenjak awal bulan. Bukankah hal ini lebih memudahkan bagi PLN? Pelanggan jadi tidak berdesak-desak dan rebutan, administrasi lebih mudah dijalankan.
Gencar atau tidaknya pemasaran, juga satu hal yang bisa dijadikan ukuran untuk mengatakan bahwa program ini tidak serius direncanakan. Sudah sewajarnya bukan kalau program ini di-iklan-kan di koran atau radio ataupun televisi? Bukankah itu media yang memang sangat jamak ada di masyarakat?
Ah, PLN, sebenarnya apa sih maumu? Jangan pula kamu nanti hanya bilang kalo kamu merugi. Usahamu saja masih belum terbukti.
vale, demi kesehatan
el rony, menyetrum diri sendiri. Selamat, Anda memperoleh gelas cantik!
tambahan:
Program ini hanya untuk wilayah Jogja dan Jateng. Saya lupa belum menuliskannya
Foto poster, belum sempat saya ambil juga ![]()
Category: Yogyakarta, Culture, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback
July 11th, 2006 at 4:30 pm
kalo berbicara masalah PLN kita, emang bikin kita makan ati. Betul kata mas Rony, kenapa PLN tidak memperbaiki kinerjanya dulu, baru bikin program seperti ini. Tauk ah..gelap
Note : salam kenal buat mas rony, saya jogja juga tapi mencari sesuap nasi di jakarta..
July 11th, 2006 at 5:23 pm
cuma mau mbantu komentar aja. biar setenar blognya kupluk
July 11th, 2006 at 9:42 pm
walah, saya kok gak tau ya…
untuk jogja saja kah…?
BTW, blog-nya sip banget mas… ijin nge-link yaaa…
July 12th, 2006 at 12:57 am
bayar liwat ATM aja biar gag ngantri.
eh, programnya hanya utk jogja ya?
ron, mbok kalo bahas iklan itu dikasih skrinsut biar gag BASBANG™
*siyul-siyul*
July 12th, 2006 at 10:43 am
waduh saya bayar di awal bulan, tapi kolektif…jangan² hadiahnya bisa diembat anak-anak yg nagihin rekening itu ya :d
July 12th, 2006 at 11:49 am
uuuuh! hari sabtu kemarin di rumah saya listrik mati lima jam tanpa ada woro2.. sebel! coba kalo saya punya warung es. rugi, kan?
– ngapain sih pake program hadiah? dia kan masih monopoli, pelanggan gak akan lari. kalo rugi, ya salah sendiri..
July 12th, 2006 at 4:11 pm
zzzzzzzzzzzzzztttttttttt… maaf anda sedang kurang beruntung… lebah blom mengganti url blog anda menjadi awan.wibawa.net…
zzzzzzzzzzzzzzttttttttttt…
July 12th, 2006 at 6:08 pm
makanya Ron…udah miskin jangan nyolong listrik…xixixi…
bzzzttt….auuuu….
*njrit…gw disetrum Ronceh…*
July 13th, 2006 at 2:31 am
woo… kalau kita pake listrik itu harus bayar to?
*wajah lugu*
July 13th, 2006 at 3:53 am
skrinsyutnya mana om?
July 13th, 2006 at 10:30 am
isdah: belum sempat
maaf ya..
July 13th, 2006 at 6:50 pm
wah PLN mau nambah penghasilan rupanya, makin banyak sms makin besar peluang menang, mungkin ada bagi hasil penyedia provider? hmmmm…
mungkin bonus yang dibagi2in itu masih kurang kalee yaaa
July 14th, 2006 at 8:53 am
mbak mimi: yoih! :p senang juga ada yang menangkap derau. hehe
July 14th, 2006 at 5:00 pm
PLN = perusahaan lilin negara ?
:D 
July 16th, 2006 at 7:03 am
Setuju Mas Om Rony. Sekarang apa-apa program mainannya undian berhadiah melulu. Lebih baik perusahaan seperti PLN perbaiki kinerja daripada bikin program-program hadiah yang engga jelas.
July 16th, 2006 at 8:00 am
baru balik nih dari Jakarta..absen dulu ya…hmm….kalo soal PLN, berhubung saya di sumsel ya gak ada komentar ….hehehe
July 17th, 2006 at 4:24 pm
pake dong *nama bank* OneBill…
Mo listrik mau telpon.. di otak hanya ada satu tanggal…
Tanggal Jatuh Tempo… Bueress kan..