
Demikian publikasi yang dilakukan oleh saudara-saudara di Hikmatul Iman melalui berbagai milis. Dikabarkan bahwa saat ini sedang berlangsung proses pemasangan alat tersebut di satu desa di Yogyakarta. Bunyi email itu seperti di bawah ini:
Laporan kemajuan alat anti gempa . Rabu , 14 juni 2006
Ini adalah laporan dari Kang Asep yang Akang beri mandat untuk mencoba alat anti gempa di yogya : ” Kang Dicky punten , setelah selasa malam aktifitas merapi dianggap menurun . Rabu pagi warga di pengungsian diperbolehkan pulang ke rumahnya , tapi tiba tiba Rabu jam 12 an , aktifitas merapi meningkat pesat , luncuran awan panas sampai 7 kilometer , Apakah ada hubungannya dengan alat ini ? Soalnya Rabu jam 11 an Asep mulai menggunakan alat ini , tapi di lokasi Kwasen mah aman . Nuhun .
- Memang kalau menggunakan alat ini otomatis molekular tanah menjadi kuat dan rapat , jadi wajar kalau lava menjadi lancar menuju ke atas , tapi gempa akan menjadi berkurang kekuatannya , paling nanti getaran yang diakibatkan aktifitas merapi saja . Kang Dicky .Laporan kemajuan alat anti gempa . Jumat , 16 juni 2006 :
Ini dari Kang Asep lagi : ” Pemasangan alat pertama hari rabu jam 11 siang , malamnya terjadi gempa 2 kali efeknya cuma bergetar saja , Alhamdulillah setelah itu di lokasi yang Asep tempati tidak terjadi gempa lagi dan cuaca disini sangat cerah . Nuhun ”
- Alhamdulillah , berarti molekular tanahnya sudah mulai menguat , getaran itu muncul karena aktifitas merapi . Buat semua HI ers , tetap doakan agar alat ini berhasil dengan baik . Amiiinn . Kang Dicky .
Apa yang Anda bayangkan dari email tersebut? Saya sendiri dengan sangat terpaksa harus tertawa. Maaf.
Teknologi Anti Gempa
Dalam penangkapan saya adalah sebuah alat yang menahan kemungkinan adanya gempa. Tentu saja alat tersebut haruslah menjawab sebab-sebab terjadinya gempa dan menghilangkan penyebabnya.
Dalam kasus gempa tektonik di Yogyakarta, penyebab gempa adalah pergeseran lempeng. Saya sendiri tidak mengerti sejauh mana pencetus ide alat anti gempa ini dalam memahami konsep lempeng. Karena sependek pengetahuan saya, pergeseran lempeng sama sekali tidak ada hubungannya dengan rapat atau tidaknya molekul tanah. Dan apa yang dimaksud dengan molekul tanah?
Alat anti gempa yang paling pas adalah alat yang menghentikan perputaran bumi. Karena bumi ini berputar sambil “mendinginkan” permukaannya. Hal ini jika ditinjau dari teori fisika. Magma di pusat bumi, jika sudah mendingin, maka bumi ini akan mati. Saat itulah yang dikatakan kiamat dalam pengertian Agama. Nah, ketika alat yang mendinginkan magma itu tercipta, dan benar-benar mendinginkannya, bukankah kiamat ujungnya?
Tinjauan Religi
Secara religius sendiri kehadiran alat ini sangat-sangat tidak pantas disampaikan. Membuat alat anti gempa, sama saja dengan membuat alat penghambat ketuaan. Artinya menolak keniscayaan. Gempa adalah keniscayaan, kenapa pula kita harus menolaknya?
Benar bahwa hasil dari gempa (output-nya) menyedihkan. Banyak sekali korban. Namun jika dilihat lebih jauh, bukankah ada yang dinamakan sebagai cobaan, ujian ataupun azab? Saya terus terang menolak ide adanya alat anti gempa ini.
Nah, mari kita lihat lagi email tersebut. Di sana ada disebutkan “di lokasi Kwasen”. Sepertinya tidak ada desa Kwasen di Yogyakarta, atau mungkin saya yang orang Bantul ini kurang gaul? Kecuali kalau itu nama alatnya, maka saya tidak bisa berkomentar.
vale, demi keniscayaan.
el rony, merakit alat anti hidup.
NB: melatih kembali kemampuan menulis. dulu saya tidak bisa menulis dengan baik, sekarang saya sudah lupa bagaimana caranya menulis dengan baik.
tambahan:
blog yang ngebahas gempa dengan sangat lengkap: http://my-musings.blogdrive.com/archive/224.html
Ternyata desa Kwasen itu ada. Letaknya di sini. - terimakasih buat mas Bahtiar ![]()
Category: Yogyakarta, Technology, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback
June 22nd, 2006 at 5:29 pm
alatnya seperti apa? jangan2 hoax atau joke, lebah..
June 23rd, 2006 at 8:43 am
#mpokb:
nah itu dia mpok, saya juga nggak tahu alatnya seperti apa. lha wong nama desa-nya saja saya tidak tahu.
kemungkinan ini hoax, hmm.. silakan cek di website-nya, ada pengumumannya di sana kok, juga ada perusahaan (PT lho ya) yang ada di belakang yayasan itu.
kemungkinan ini joke, ah bukan joke lah. Sila cek websitenya deh.
June 23rd, 2006 at 12:52 pm
alat anti panik gempa kali… hehe..
June 23rd, 2006 at 3:43 pm
sudah liat website-nya ron.. kalo membuat konstruksi antigempa sih pernah denger. tapi antigempa-nya sendiri…. hmmm…
June 23rd, 2006 at 3:58 pm
he2, yang namanya catastrophe (bencana) kayak gempa itu mah susah ditahan, *IMHO* dan *CMIIW* kenapa tanahnya (molekul tanahnya dipadatin menjadi kuat, maksudnya tanah-nya jadi padet gitu?), wah kalo jadi padet, gelombang gempanya jadi bisa lewat dong, tanpa teratenuasi lagi energinya *CMIIW*
June 23rd, 2006 at 7:40 pm
dites dhisik… yen truk guede liwat goyang-goyang gak.
June 24th, 2006 at 2:20 am
mungkin maksudnya alat mendeteksi gempa kali…masa iya ada yg bisa anti gempa…jepang yg udah pengalaman aja ga bsia nihil :d
*yg belum liat situsnya dan gak mau ngecek*
June 24th, 2006 at 12:32 pm
Dari yang saya tangkap, alat tersebut kok lebih cocok disebut alat peredam gempa. Katanya teman saya yang juga anggota HI, alat tersebut digunakan untuk memadatkan molekul tanah sehingga getaran gempa tidak keras. Teman saya mencontohkan air dan susu kental manis, kalau air disentuh, maka gelombangnya akan bergerak cepat semantara kalau susu kental nyaris tidak ada gelombang.
Yang mungkin perlu diteliti leibh lanjut
1. Apakah tanah memiliki karakteristik fluida seperti air
2. Apakah molekul tanah dapat dipadatkan, dan jika dipadatkan akan dapat meredam getaran gempa. Bisa jadi gelombang getaran pada tanah dan air berbeda.
June 24th, 2006 at 1:26 pm
oiya, teman saya tidak mencontohkan susu secara spesisifik, melainkan air dengan benda yang tidak seencer air.
June 24th, 2006 at 2:05 pm
Beware of JOKE! Jangan marah…!
Bikin alat anti gempa, Bisa… ! Idenya seperti ini,
1. Gempa(Earthquake) terjadi di permukaan bumi/earth ~ kalau kita tidak di permukaan planet tidak akan kena gempa.
2. Angkasa tidak berada di permukaan planet bumi.
3. Kalau kita sedang di angkasa, kayaknya tidak terkena dampak gempa.
4. Penerjun payung sering sekali mengunjungi angkasa, kita juga bisa mengunjungi angkasa dengan payung tsb.
Alat anti gempa:
Simpanlah payung di rumah anda!
June 24th, 2006 at 2:13 pm
buat Herman:

saya speechless dengan penjelasan model seperti itu. tapi oke deh, saya layani.
air dan benda yang kental, ketika disenggol oleh “sesuatu” dari luar, perambatannya akan LEBIH KENTARA air. Tapi apakah benda padat tidak merambatkan? bunyi merambat di air dengan di benda padat seperti apa perambatannya?
Yang lebih menggelikan lagi, lha itu kan “sesuatu”-nya dari luar, lha kalo penyebab gempa-nya adalah benda itu sendiri? ingat, gempa ini dari pergeseran lempeng lho ya, atau dalam bahasa mereka, pergeseran “molekul tanah”
June 25th, 2006 at 2:08 pm
Sebenernya, kalo denger namanya aja, mbayanginnya alat itu akan meniadakan gempa.

Mungkin salah di penamaan kali ya..
Bener kata momon, lebih tepat dibilang Alat Peredam Gempa..
Btw, pengen liat gambar alatnya dimana ya..
June 27th, 2006 at 11:30 am
ada aja orang kurang kerjaan
BTW, kalo bumi sama ama susu kentel….duh gw speechless juga nih
June 27th, 2006 at 8:54 pm
OH, kalau yang ngomong orang HI mah aku percaya-percaya saja pak rony
Mereka kan memang jagoan tenaga dalam, sudah biasa melihat jin, dan memang mendalami ilmu-ilmu metafisika. yang mereka maksud ‘alat’ itu mungkin semacam medan energi.
Agak-agak aneh tapi ya mudah-mudahan cara mereka berhasil.
*tersenyum terbahak-bahak*
June 28th, 2006 at 5:47 am
ya…itu mungkin juga. ‘Alat’nya tidak bisa kita liat secara fisik. Coba perhatikan kata ‘Pemasangan’ , mirip kayak ‘pasang susuk’? :-\
June 28th, 2006 at 5:48 am
Anu.. pendapatku belum berubah, nek gempa aku milih payungan wae! Sekali payung tetap payong!
June 28th, 2006 at 11:02 am
ralat komen saya yang diatas,
mungkin di HI, mau ngebuat tanah biar gak elastik, antara air dan susu kental kan beda elastisitasnya,
biar gempa gak lewat, bikin tanahnya jadi gak elastik, jadi susah dilewatin gelombang gempanya, mungkin seperti itu,
* tetep aja susah *
oh iya, CMIIW untuk semua pendapat saya diatas. thx
June 28th, 2006 at 2:17 pm
woo, wong mbantul to mas, salam kenal, tur msk g ngerti ‘kwasen’ to mas? lha seluruh mbantul kan ‘kwasen’ juga, kwasen bencana maksudnya =) po ‘kawasan sentolo’ paling [tambah ngawur, he..]
June 28th, 2006 at 6:24 pm
“Sepertinya tidak ada desa Kwasen di Yogyakarta”
===> jalur prambanan ke arah gunungkidul
June 28th, 2006 at 7:01 pm
wah maturnuwun mas bahtiar. malah saya yang diingetkan oleh orang solo. hehehe
dari kemarin nanya-nanya ke orang-orang juga pada gak tahu. gak kepikiran searching di google maupun flickr
btw, itu alatnya kira-kira seperti apa ya? apa kita samperi bareng yuk, kita lihat?
June 29th, 2006 at 12:05 pm
[…] Saya memang masih kuper. Tapi baiklah, saya mencari info dari tempat lain juga. Dan akhirnya saya menemukan artikel ini di satu majalah. Dan saya mendapati tulisan di majalah tersebut lebih mendekati kenyataan di sekitar saya. Di situ dikatakan bahwa Din, sampeyan, menyatakan “ada 1.300 anak muslim yang pindah agama di Yogyakarta”. Kenyataannya, dari penelusuran berbagai pihak atas angka yang sampeyan peroleh tersebut, itu adalah angka/jumlah siswa muslim yang sekolah di yayasan non-muslim. Apakah indikasi itu sudah cukup untuk menyatakan bahwa telah terjadi pemurtadan? Apakah sampeyan sendiri sudah melihat langsung bahwa anak-anak ini menjalani proses pemindahan agama? Dan mereka masuk ke sekolah non-muslim itu atas kehendak siapa? Sudahkah Anda tahu? Lantas ide bahwa terjadi pemurtadan itu datang darimana? […]
July 3rd, 2006 at 4:17 pm
cara efektif menahan gempa tektonik adalah menahan gerakan lempengnya..
hehe.. kalo bisa sih sumonggo saja gitu..
eh, kalo molekul tanahnya rapet, bukannya malah bahaya? la kalo malah pecah gimana? kek naik motor tanpa shockbreaker.. kan jadi geli-geli enak gitu to?
heheh..
wah.. ndobos aku..
July 11th, 2006 at 1:43 pm
Re: kebodohan orang yang merasa paling pintar
AYO AYO AYO SIAPA YANG BERANI KONFIRMASI LANGSUNG KEPADA PEMBUAT ALAT ANTI GEMPA …. JANGAN MENGAJAK ORANG LAIN UNTUK NGGOSIP ….
Maaf tulisannya pake capital semua, bukannya apa2 tapi saya kepengen menekankan betapa pentingnya konfirmasi & jangan mengajak orang untuk nggosip/ berbuat salah (kalau mau salah, pake sendiri aja jangan ajak2 orang lain ikut berbuat salah)
Memangnya diatas langit tidak ada langit ?
Emang pendapat para pakar gempa itu sudah merupakan kebenaran yang mutlak ? sehingga orang lain harus lebih bodho untuk selalu ngikut
pendapatnya ?
Kenyataanya ada suara2 aneh didalam tanah setelah dipasangi alat anti gempa … http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/06/tgl/21/time/152450/idnews/620827/idkanal/10
(Ini murni pendapat saya pribadi bukan pendapat orang lain apalagi
pendapat teman2 saya … kalau saya salah, saya tidak perlu melempar
kesalahan saya pada orang lain)
Afwan ….. Wallahu’alam
=================================================
saya copy dari forum tetangga
July 11th, 2006 at 4:28 pm
Apakah yang dibilang “suara aneh” itu memang muncul SETELAH pemasangan?


Saya bisa pastikan, suara BUMM itu muncul SEMENJAK gempa. Setelah diteliti oleh geologist ternyata memang ada keunikan dalam struktur tanah di Yogyakarta (patahan Opak). Dan rongga yang terbuat itulah yang membuat munculnya suara berdentum.
Rasulullah pernah bersabda,”urusan dunia, mereka lebih mengetahuinya”. Hadits itu muncul setelah perdebatan soal kawin-silang kurma. Nah, siapa yang lebih mengetahui tentang lempeng bumi? Kalau Anda bilang bahwa orang HI yang baru muncul sekarang dengan alat anti gempanya lebih ngerti tentang lempeng bumi dibanding ilmuwan geologi yang sudah bertahun-tahun bahkan berabad meneliti hal ini, maka saya bilang ANDA KEBLINGER!
Dengan tulisan/pendapat seperti di atas, saya semakin malas untuk tahu tentang alat ini.
July 13th, 2006 at 12:43 am
hehehe, makin lucu aja nih
*tertawa terbahak-bahak*
July 13th, 2006 at 11:25 am
Ngga usah ditanggapi Mas Ronny, kalau kata Guru Besar mereka telek itu coklat, pasti sudah dibungkus jadi silver queen HI dan akan bisa memadatkan otak dan membangkitkan potensi aura. Hihihihihi.
Coba saja lihat alat-alat aneh mereka di situsnya.Kalau benar alatnya itu berfungsi Si Guru Besar itu pasti sudah dapat hadiah Nobel yaah minimal KIR-lah…..
July 16th, 2006 at 8:50 pm
Sebenernya lebih baik open minded aja, kemudian tabayyun.
ketemu ma orangnya langsung.
skeptis sih boleh2 aja, cuma paling ga dia berbuat sesuatu, sedang kita disini cuma bisa komen aja sambil nyengir.
July 17th, 2006 at 11:03 am
penemu & pembuat alat anti gempa sudah tau isi blog ini yg melecehkan alat anti gempa tapi Beliau sama sekali tdk tersinggung ( saya dengar langsung dr Beliau kemarin minggu 16 Juli di ITB)
Beliau sm sekali tdk tertarik sm Hadiah Nobel ( Hadiah Nobel itu cuma utk pemuasan EGO) ..beliau hanya ingin teknologinya bermanfaat utk org banyak ..saya juga dengar lgsg dr Beliau bahwa alat anti gempa bisa diubah settingannya menjadi alat pembuat gempa dan juga menjadi SENJATA PEMUSNAH MASSAL jenis baru prinsipnya menghancurkan otak dg gelombang yg sangat kuat
Besar alat ini sebesar jempol org gemuk dibuat oleh Beliau dlm waktu 2 jam langsung dibawa ke Jogja utk uji coba , umur alat ini hanya 2 minggu
Oleh Beliau alat ini tdk dipatenkan dan dipersilahkan utk ditiru KALO BISA ..kata Beliau juga : Jepang itu negara peniru teknologi bukan penemu teknologi
namanya juga teknologi yg melompat jadi sangat sulit dimengerti
Silahkan ngobrol langsung sm Beliau jangan menyebar gosip macam org dungu berotak udang di situs
July 17th, 2006 at 12:56 pm
Katanya Alat Anti Gempa?
http://rony.dgworks.net/2006/06/22/jogja-bangkit-alat-anti-gempa/…
July 17th, 2006 at 1:02 pm
buat mas spy.
:
saya mengirim email ke webmaster HI, dan mendapat balasan demikian:
Hi. This is the qmail-send program at server.
I’m afraid I wasn’t able to deliver your message to the following addresses.
This is a permanent error; I’ve given up. Sorry it didn’t work out.
Mail quota exceeded.
oh iya, saya bukan bermaksud melecehkan, saya mempertanyakan saja karena ini menyangkut orang banyak. pertanyaan saya ada dua tuh di atas, tinjauan teknis dan tinjauan religi. kenapa tidak ada yang menjawab ya?
July 17th, 2006 at 2:29 pm
klo ngirim pertanyaan langsung di FOSERBA di situs tsb tapi registrasi dulu gratis dan yg jawab pertanyaan langsung Beliau ( penemu dan pembuat alat tsb) , dan persiapkan pikiran utk menerima jawaban Beliau sebab ga semua org bisa mencerna ..sebab itu ilmu pengetahuan level tinggi mungkin sudah level 10 sedangkan pengetahuan Barat baru level 2 ( namanya juga TEKNOLOGI YANG MELOMPAT)
July 17th, 2006 at 2:38 pm
speechless seketika. :p
July 17th, 2006 at 3:56 pm
wah Oom Spy ini hebat euy, kalo yang buat alat itu level 10 anda tentu gak jauh-jauh amat yak, mungkin level 7. kewl
*sumpah ini bukan sarkasme!(finger cross)*
July 17th, 2006 at 5:19 pm
wah… kalau sudah bawa2 urusan semisal barat vs timur artinya makin perlu dicurigai keampuhan alat ini
July 18th, 2006 at 2:08 pm
Ada berbagai karakter manusia :
- ada yang pinter nulis tapi sebatas menjelekan orang lain & mengajak orang lain berbuat jelek
- ada yang pinter tapi sebatas ngikut pendapatnya aja
- ada yang pinter membuat/berbuat untuk orang lain walaupun dikatakan yang jelek2 karena beda pengetahuan
- ada yang pinter ngatakan orang lain lebih bodho dari dirinya tapi ujung2nya disuruh cross-chek keorang lain bukan pada dirinya (yang ngata2i orang lain lebih bodho)
July 18th, 2006 at 2:26 pm
buat Jojo:

maksudnya? maaf saya gak paham
Kalau komentar Anda ini menanggapi komentar saya, yang sebelah mana ya?
Saat ini saya sedang berdiskusi dengan pembuat alat anti gempa. Tetapi memang belum sampai pada kesimpulan, saya berencana menuliskannya nanti setelah selesai diskusinya. Kecuali kalau pertanyaan-pertanyaan saya tidak terjawab.
July 18th, 2006 at 2:40 pm
Hobinya kok ngeremehkan orang lain?
Tanya Kennn Napa?
July 18th, 2006 at 2:43 pm
ternyata di sini mirip sirkus
*kompor abadi nan jaya*
July 18th, 2006 at 2:52 pm
buat Erwin: itu pertanyaan/pernyataan untuk siapa?
maksud saya, siapa meremehkan siapa?
oh ya, diskusi saya dengan pembuat alat anti gempa, bisa diikuti di sini
saya sudah mengirimkan pertanyaan lanjutan, sepertinya belum di approve.
July 18th, 2006 at 4:17 pm
Udah sikat aja Ron, sikat bleh….xixixixixi
July 18th, 2006 at 7:53 pm
Kalau alat itu berfungsi coba dong dibawa ke gunung pongkor penambang tradisional di situ butuh “pemadat molekul tanah” hihihih
Lucu teknologi level 10 kok masih OS-nya windows heheheehhe
G-4 mendingan deh
July 18th, 2006 at 10:28 pm
Bang ronny,
Pertanyaannya dah dijawab tuh ma yang bikin alatnya.. liat aja disitusnya.
July 19th, 2006 at 12:22 am
talk is cheap, show me the proof. kalo gak bisa kasih buktinya artinya OMDO, titik! komentar lainnya tidak relevan dan gak perlu diambil pusing.
jadi gak usahlah komentar macem2 kecuali kalau anda mau kasih bukti, cara kerja alat tersebut atau informasi berguna lainnya. mengata2i penulis dengan sumpah serapah tidak lantas menjadikan alat tersebut menjadi berguna.
July 19th, 2006 at 1:23 am
[…] Bencana alam ini adalah peristiwa alam yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Tidak perlu membuat kepanikan yang tidak perlu dengan menghubung-hubungkan bencana ini dengan hal-hal supranatural, membuat hoax dengan tujuan membuat kepanikan dengan sengaja atau hal-hal aneh lainnya. […]
July 19th, 2006 at 4:22 am
alat anti gempa ??? … ntah pengen nangis ato ktawa … duh gusti, sebegitu rendahnyakah penghargaan buat science n logic di negeri 1001 macem (keanehan) ini
July 19th, 2006 at 4:40 am
nambah lagi ah … (br beres baca comment2-nye). Teknologi ada levelnya ??? buset dah [maqin aneh ni negri] …
yg ngomong2 ITBeh **spy** teh budak ITBeh laen ? ato alumni ? mun budak ato alumni, geuslah KGK USAH NGAKU2 LAGI ANAK ITB klo kgk mo make logika. malu2in tau …
TEKNOLOGI ADA LEVEL2AN KYQ MAEN MARIO BROSS AJE …
MIKIR DONK MIKIR … DIKASI OTAK TEH DIPAKE TONK MAKE DENGKUL (LULUS TPB KGK SICH ???)
[punten emosi]
July 19th, 2006 at 10:34 am
menurut pandangan religi, alat anti ketuaan memang ga pantas [sama sekali ga pantas..] dipikirkan apalagi dibuat…
tapi alat anti gempa patut dipertimbangkan lho mas. Ratusan tahun lalu sapa yang menyangka kalo umat manusia ini bisa membuat alat untuk melawan gravitasi, sehingga kita bisa terbang dengan burung besi?
Kuncinya “mungkin” cara kita untuk bekerjasama dengan alam, sehingga alam akan lebih ramah. Mungkin tidak sekarang, mungkin nanti.
July 19th, 2006 at 11:09 am
buat gerry:
Saya juga sedang mendiskusikan hal itu dengan pembuat alat. Namun bagi saya, alat anti gempa sama saja menolak hukum sebab-akibat.
Burung besi yang terbang itu bukan melawan gravitasi, tapi memanfaatkan gravitasi dan mengolahnya menjadi energi lain (dalam hal ini memanfaatkan gaya normal) sehingga memungkinkan untuk terbang.
Lha kalau dua lempeng bertumbukan, lantas berharap tidak ada efek dari benturan, saya masih berpendapat bahwa hal itu sudah melawan kodrat alam. Berbeda dengan mobil yang dipasangi bantalan udara. Tumbukan dan benturan tetap ada, hanya diminimalisir. Lha kalau alatnya menghilangkan efek benturan, lantas kemana perginya efek itu? Bukannya itu malah menafikkan kesetimbangan alam itu sendiri?
July 19th, 2006 at 11:36 am
Sori Ron gw agak kurang setuju kalo kamu publish artikel HI ke blog kamu, lantas kamu seolah lepas tangan. Just say : “Itu yg saya tahu dari HI, menurut orang HI begitu, blablabla”. Enggak ada usaha buat “mbelain” sedikit narasumber yg udah kamu link. Hasilnya kalo tu artikel bagus, maka kamu & blog kamu yg boleh bangga (krn HI-nya ga tahu!) Tapi kalo jelek, dan kamu cuma bilang dari sononya-cuci tangan- HInya bakal tercoreng. Krn ga byk org kenal HI lebih dalam. Emang kamu pikir HI udah mendunia?
Jadi mulai hari ini, jgn deh kamu publish lagi artikel dr situs2 yg ga bisa kamu pertanggung jawabkan. Kecuali kl kamu bukan org HI!
July 19th, 2006 at 11:49 am
Mas Ahmad:
Pertama, menjawab kalimat terakhir mas Ahmad, saya bukan orang HI.
Kedua, Orang HI, dalam hal ini Kang Dicky dan teman-temannya tahu akan blog ini. Silakan cek di komentar-komentar yang ada di blog ini. Saya juga berdiskusi melalui forum mereka (karena tidak bisa menghubungi lewat email) tentang alat ini.
Nah, kenapa saya tidak boleh menuliskan hal ini? Kalau ada kebenaran di dalamnya, kenapa harus disimpan? Ketika ada yang salah, kenapa harus ditutup-tutupi?
July 19th, 2006 at 12:51 pm
[…] Dibalik semua peristiwa, pasti ada hikmah yang dapat dipetik. Manusia memang harus terus berpikir dan berusaha untuk sebisa mungkin terhindar dari bencana. Terakhir, di suatu milis, ramai dibicarakan adanya ‘penemuan’ alat yang dinamakan alat anti gempa, dan juga seperti yang pernah ditulis oleh Rony. Terlepas dari benar-tidaknya berita dan alat tersebut, pada akhirnya semua kembali kepada kekuasaan dan kehendakNya. […]
July 19th, 2006 at 3:05 pm
(kutipan dari tanya jawab antara Sdr. Ronny dgn Penemu dan pembuat alat anti gempa)
Assalamu’alaikum. Selamat siang semuanya. Terutama untuk Akang.
Saya ingin menanyakan seputar alat anti gempa. Kebetulan saya sudah menuliskan pendapat saya mengenai alat anti gempa ini di blog saya. Namun sepertinya yang ditangkap oleh beberapa orang adalah melecehkan.
Inti dari postingan saya adalah menanyakan alat ini sebenarnya apa, bagaimana bekerjanya dan detail teknisnya.
Terus terang ada hal mengganjal di hati saya:
1. Alat anti gempa, berarti menolak adanya gempa. Apakah ini bisa dibenarkan oleh agama?
- Apakah dengan diam saja dengan tanpa mengantisipasi keadaan juga dibenarkan oleh agama ? dan agama mana yang melarang kita membuat alat anti gempa untuk menghindari korban yang berjatuhan ?
2. Gempa yang terjadi adalah karena pergeseran lempeng. Apa kaitan lempeng dengan padat dan tidaknya molekular tanah?
- Betul sekali , kalau molekularnya memadat dan menguat , maka seperti di yogya , frekwensi gempa bisa berkurang dengan cepat , hanya alatnya cuma bisa bertahan selama tiga minggu , karena kepepet dengan alat seadanya dan waktu pembuatannya kurang memadai , itu juga baru di dua tempat yaitu piyungan dan imogiri , tapi setelah alat ini dicabut , gempa susulan jadi membanyak lagi
3. Sebenarnya ini cukup prinsip, tapi saya taruh di nomer tiga. Saya bingung dengan maksud dari molekular tanah. Apakah itu?
- Kerapatan molekularnya , karena karakteristik tanah di tiap tempat itu berbeda , jadi alat itupun akang kalibrasi disesuaikan dengan tempatnya dan struktur tanah disana
4. Terlepas dari semua itu, jikalau molekular tanah dan proses pemadatan itu seperti yang saya terima di nalar saya, berarti struktur tanah memadat? Bukannya gelombang lebih mudah dihantarkan jika medianya padat?
- Iya , jadi tidak merusak jalur lewatnya karena kekuatannya cukup untuk menyalurkan gelombang , tanpa merusak jalur gelombang tersebut , jadi gelombang akan merambat dan tersalurkan dengan baik , dan keseimbangan alam terjaga
5. Jikalau memang alat ini benar adanya, kenapa tidak dibuat publikasinya?
- Sudah , tapi baru sebatas di komunitas HI saja dulu , dan Bank Indonesia rencananya akan membiayai untuk dipasang di beberapa tempat terutama di lampung dan di jakarta
Demikian list pertanyaan saya, terimakasih atas perhatiannya.
Oh ya, saya adalah Rony Agung Rahmanto, tinggal di Yogyakarta. Saya mencoba mengirim email melalui webmaster web ini, tapi sepertinya bounce karena kapasitas email penuh.
- Tapi terus terang akang sudah buka itu web nya , yang berkomentar : saya cuma bisa tertawa . sambil diikuti kata : maaf . Memang teknologi ini baru dan melompat , jadinya membuat orang menjadi bingung . Tapi akang memaklumi perbedaan pendapat kok , tenang saja . Dan tujuan akang bukan mencari hadiah nobel , tapi semoga Allah SWT meridhlai apa yang akang lakukan ini. Semoga anda selalu di rahmati Allah SWT . Amiiinn.
n/b: Kita wajib bersyukur bahwa di bumi Indonesia ini ada seorang anak negeri yang mampu membuat dan mencipta penemuan diluar nalar manusia biasa.
” Semoga Allah selalu membuka pikiran kita, agar kita menjadi manusia-manusia yang mulia dimuka bumi ini. Amin….”
July 19th, 2006 at 3:11 pm
Alat anti-gempa HI itu belum seberapa hebat dibanding teknologi-teknologi Klenik (sorry!) HI lainnya. Disana ada Soft ware lari cepat, soft ware raga sukma, soft ware yang aneh-aneh deh.
Ada juga alat brain activator yang katanya satu-satunya padahal alat sejenis udah ngebadek di amazon.com dari duluuuuu.
Herannya produk teknologi level 10 ini dijual secara obral dikorting dan menurut pengakuan orang Hi sendiri di situsnya penjualannya stagnan.
Kalau bener tuh barang bagus, masak kaya gitu siih
Hoooah dulu gue puas banget debat sama orang-orang HI ini, sampe muak dan jenuh, mending cari duit sambil baca blog-nya Om Priyadi deh, kebetulan temen ada yang sakit hati sama ike tuh gara-gara Anne Ahira
Caoo..Coba lihat seberapa tahan Mas Ronny “bicara” sama mereka.
July 19th, 2006 at 3:29 pm
buat mas ryan:
nanti pasti semua arsip diskusi saya publish di sini juga. Insya Allah.
Terimakasih sudah ke sini. Oh ya, link diskusi sudah saya tulis di komentar di atas.
untuk kali ini kopi paste ini saya approve, tapi lain waktu tidak. Soalnya diskusinya juga belum selesai
July 19th, 2006 at 4:01 pm
CMIIW
Saya merasa ada unsur “ngenye’-in” pada kalimat :
Apa yang Anda bayangkan dari email tersebut? Saya sendiri dengan sangat terpaksa harus tertawa. Maaf.
Bisa dijelaskan?
July 19th, 2006 at 4:12 pm
mas Ahmad:
Saya juga sampaikan kata maaf, karena kemungkinan banyak yang tidak suka karena saya tertawa.
ya saya jujur saja, waktu membaca email tersebut saya tertawa. kesan pertama saya adalah hoax.
Dibilang ngenye’ monggo, tapi saya sudah sampaikan alasan mengapa saya tidak menanggapi sebagai info serius. Dan saat ini, sekali lagi saya musti bilang, saya sedang berdiskusi dengan pembuat alat.
July 20th, 2006 at 9:03 am
Saya usul saja ….
Siapapun yang mau BENER-BENER SERIUS explore alat anti gempa ini, silahkan datangi penemunya.
Saya rasa penemunya tidak sulit dicari ? Daripada nunggu2 jawaban email yang cuma 1 ato 2 baris, malah kalah banyak sama yang nanggapi
July 20th, 2006 at 10:39 am
wah, ini jawaban super klasik :). kenapa gak anda saja yang menjelaskan? kenapa gak disini saja?
July 20th, 2006 at 11:09 am
Gaya ORBA tuh biasa, ORBA kan begitu gak mau menanggapi pertanyaan kritis secara publik, lebih baik dibicaraken baik-baik secara empat mata.
(model intimisasi/intimidasi klasik)
Kalau bawa-bawa agama sebaiknya dia mencontoh Rasulullah yang kalau memberi jawaban yang berkenan dengan kepentingan publik selalu di muka umum, kalau soal aib baru privat…
July 20th, 2006 at 3:36 pm
@priyadi
hohoho … ngapain saya harus menjelaskan, emang saya penemu alatnya apa ?
@selametsyahril
model intimidasi apa ? kalo buka2 forum tetangga yang dulu, yang grudak-gruduk sering ndatengi/ngancam orang lain siapa sih ? nggak berani datang sendirian, hanya berani kalau ngajak rombongan & pengecut lagi (hanya berani didepan PC, kalau diajak ketemu didarat ngeles melulu) …
@all
sori saya tidak akan melayani lagi jawaban2 yang ndak menyelesaikan masalah atau berbau konfrontasi (inipun paling hanya berani ditulisan2 aja)
Dan kalaupun penemu didatengin orang banyak, saya yakin ndak akan sembunyi.
… saya hanya berusaha netral, untuk mengusulkan kepada mas Rony untuk mempercepat/memperlengkap jawaban penemu.
Kalau mas Rony hanya menulis lewat email/forum kapan selesainya ? datengi penemunya, rekam jawabannya biar ada dokumentasinya tulis di blog ini
Silahkan siapapun yang merasa menjadi orang paling pinter & menganggap orang lain lebih bodho, untuk berani bertanggung-jawab terhadap tulisan2nya
July 20th, 2006 at 3:49 pm
mas jojo:

Terimakasih atas perhatian sampeyan. Saya memilih budaya tulis mas, dengan demikian pertanggungjawaban (paling tidak menurut saya) lebih bisa dipegang. Dengan melalui forum, maka saya bisa menunjukkan url-nya sebagai bukti. Lha kalau lewat rekaman? Ketahuilah mas, rekaman tidak bisa dijadikan barang bukti
Oh ya, supaya tidak terjadi kesalahpahaman lagi, diskusi bisa diikuti di link forum tersebut. Pertanyaan saya yang ketiga, sampai detik saya mengetik ini, masih belum di approve. Semoga bisa lebih dipercepat.
Oh ya, dasar untuk menentukan seseorang paham atau tidak atas sesuatu, sebenarnya indikasinya mudah saja. Siapa saja yang bisa menjelaskan pengetahuannya dengan cara mudah dan absolut, berarti dia paham.
July 20th, 2006 at 4:20 pm
@jojo
lho, kalau gitu anda belum tahu juga cara kerja alat tersebut. lalu kenapa anda percaya begitu saja? jangan2 cuma karena indoktrinasi yang membabi buta.
July 20th, 2006 at 4:51 pm
Buat mas ronny dan pak pri, mungkin lebih simple buat minta ke pembuatnya ngebuktiin klo alatnya bener2 bs ngeredam gempa ;
1. Bukti secara scientific, misal keterkaitan dng hukum kekekalan energi, momentum, dll (klo ada penjabaran secara fisis n matematis lebih bagus lagi) dan bukan lewat contoh (kjadian diskrit tdk boleh digunakan utk membuktikan sesuatu itu terbukti benar)
2. Hasil pembuktian itu bs dipake dlm perhitungan utk kemudian di-match-kan dng kjadian di yogya (yg katanya alat itu bs meredam gempa)
Klo keduanya gak bs dipenuhin, then gak bs diterima oleh science, dlm konteks ini jdnya cuman omong doank buat ngibulin org yg pd gak ngerti.
Thx u
July 21st, 2006 at 8:50 am
Menurut saya, dalam Islam (ndak tahu kalo agama lain …. maaf jadi masuk areal agama) ada pola dasar yang harus dipakai yaitu BERBAIK SANGKA. Saya yakin, seorang muslim yang bener itu kalau pola berbaik-sangka dipakai PERTAMA KALI - apalagi kalau berhubungan dengan sesama muslim (saya yakin penemu alat itu juga muslim seperti saya).
Bagi saya, bukan sifat seorang muslim yang baik bila belum apa2 sudah mengambil kesimpulan apalagi sudah berhamburan kata2 membodohkan dsb. Apa seseorang itu tidak menyadari kelemahan2 dirinya … memang sulit melihat kekurangan diri-sendiri - lebih gampang melihat kesalahan orang lain, padahal belum tentu orang lain salah apalagi lebih bodho dari dirinya sendiri.
—-
@mas Roni
Silahkan kalau mas menggunakan tulisan (yang menurut anda lebih bisa dipegang), kalau menurut saya media apapun punya kelemahan termasuk tulisan (saya ingat tulisan orang yang mengatakan Al Qur’an adalah kitab suci paling porno, trus karena jadi rame sumber tulisannya dihapus oleh penulisnya & sekarang penulisnya mengelak dengan segala cara) yang menurut saya termasuk lemah.
Lain kalau bertemu langsung & diskusinya direkam/di-shot, ini saya kira media yang paling akurat … dan itu menunjukan keSERIUSan (atau mungkin kalimat lain dari KEBERANIAN) dari penanya.
Karena kalau melihat dari kejadian2 yang lalu (juga forum2 diskusi tetangga), banyak yang berhubungan dengan penemu alat itu yang hanya berani nulis di depan PC, bahkan dengan tulisan yang sangat garang (maaf kosa-kata yang tepat ndak ketemu sih). Tapi akhirnya setelah diminta untuk ketemu darat tidak pernah mau dengan alasan mecem2. Saya yakin mas Rony bukan termasuk orang yang hanya berani nulis tapi ndak berani ketemu seperti mereka2 itu (yang bisa di-cap sebagai pengecut)
Toh akhirnya mas Roni minta dipercepat jawaban2 dari penemu alat itu, berarti secara tidak langsung mas mengakui kalau lewat media tulisan/forum tidak bisa secepat kalau ketemu langsung …. makanya saya menyarankan supaya mas Roni datangi saja penemunya.
Mas Roni menulis, gampang saja indikasi seseorang paham. Kalau saya mengatakan belum tentu begitu, coba mas Roni bayangkan anak SD diberi pelajaran tingkat S2/S3 - apa yang diterima anak SD tadi ?
—–
@ Priyadi
(sudah saya katakan sebelumnya, saya sebenarnya males menjawab tulisan provokatif yang tidak menyelesaikan masalah, saya akan nulis singkat aja biar ndak ber-panjang2)
Siapa yang membabi-buta, emang siapa yang jadi BABI BUTA ? kalimat kuncinya konfirmasi (KETEMU KALAU BERANI, JANGAN JADI PENGECUT). Paling tidak penemunya sudah berikhtiar daripada hanya OMONG KOSONG menambah dosa …. maaf
July 21st, 2006 at 10:47 am
wah, simple aja lah. kalau anda tahu cara kerja alat tersebut, anda bilang. kalau gak tahu, anda diam. maaf, tapi komentar2 anda sama sekali tidak menjelaskan apapun.
sebelum ada penjelasan, artinya alat tersebut tidak berguna. jika ada yang menjelaskan, dan penjelasan tersebut dapat diterima, rasanya gak ada alasan untuk tetap bersikukuh kalau alat tersebut tidak berguna.
yang menjelaskan bisa siapa saja. bisa penemunya atau orang lain yang tahu cara kerjanya. kalau saya tanya bagaimana cara pesawat bisa terbang, masa saya disuruh tanya ke orville & wilbur wright?
July 21st, 2006 at 11:22 am
buat mas jojo:
Dan saya rasa saya sudah mengalah dengan masuk ke forum mereka dan mengajukan pertanyaan dialogis. Semestinya ulasan saya, dalam hubungan dialog keilmuan, dibalas dengan ulasan. 

Secara tidak langsung dorongan Anda (dan mungkin yang lain) untuk diskusi secara langsung (ketemu muka) adalah meng-amin-i pendapat Socrates atas kaidah mencari tahu, yaitu melalui dialog yang intens dan berkesinambungan.
Maka saya jawab dengan kaidah Socrates juga, bahwa orang yang paham adalah orang yang bisa menerangkan dengan jawaban yang mudah dan absolut (bermakna tunggal).
Dialog di sini, tidak harus langsung (tatap muka). Dan saya tetap memilih melalui tulisan. Kecuali jika Kang Dicky atau orang lain yang paham alat ini menemui saya dan mengajak diskusi langsung, maka transkrip akan saya ketikkan ulang. Mengenai ketakutan url dihapus, saya sendiri tidak ada keinginan menghapus
Dan saya sepakat dengan Priyadi, sebelum ada penjelasan artinya alat itu tidak berguna.
fyi, sampai detik saya menulis ini, pertanyaan ketiga saya juga belum di-approve.
July 21st, 2006 at 1:56 pm
buat Mas Jojo,
Saya sangat sependapat dengan Anda, memang setelah saya ikuti rangkaian pendapat mengenai alat anti gempa ini di blog Mas Roni sangat kecil kemungkinan diskusi ini akan berakhir dengan baik.
buat Mas Roni,
Hanya sedikit saran untuk Mas Roni, anda boleh berkarya, anda boleh merasa pintar. Tapi kepintaran anda janganlah disalah gunakan untuk merehkan suatu karya orang lain. Saya lihat anda ini sangat apatis terhadap penemuan alat anti gempa yang baru saja diuji cobakan. Atau kalau saya boleh buruk sangka sepertinya Anda memang sangat tidak suka dengan HI atau HI Technologi-nya.
buat mas priyadi,
Sepertinya Anda juga seorang yang cerdas, tapi kecerdasan Anda berapa persen ya? Kalau nggak salah di HI-Technologi ada produk yang dapat membuat Kecerdasan Anda meningkat dengan maksimal dan Anda dapat menjadi seorang pencipta atau penemu hal-hal baru…..amin
July 21st, 2006 at 2:51 pm
mas ryant:
Oh ya, saya tidak pernah merasa diri saya pintar mas, makanya saya bertanya. Jawaban yang masuk akal, yang terdefinisi dengan jernih, tentu akan saya terima dengan senang hati. 
waduh waduh.. kok dibawa ke kawasan like & dislike ya.. ini diskusi kawan, jauhkan dululah perihal suka gak suka, jangan-jangan nanti muncul istilah menang kalah pula.
Marilah kita cari kebenaran. Saling menasehati, saling terbuka.
July 21st, 2006 at 3:10 pm
@priyadi
kalo menurut Om Pri “hehehe, makin lucu aja nih
*tertawa terbahak-bahak*
menunjukan bahwa alat ini tidak berguna, tolong dijelaskan (simpel aja jg gpp) kelemahannya dimana? Pasti ulasan Om Pri lebih bagus ketimbang ngulas sales credit card yg nawarin by phone.
@all
Mungkin yg sm2 qt sepakati adalah tidak tahunya mekanisme kerja alat tsb. Jd kurang bermoral kl bilang alat tsb tidak berguna tanpa ada dasarnya. Begitupun sebaliknya. Bilang bagus kan harus ada buktinya juga. Kl memang SERIUS dan mau tahu lebih detil monggo datang ke Pulo Asem, Rwmagun. Saya ga melihat ada indokrinasi2an, objektif aja-lah. Satu bukti : ALat ini pernah dicoba di Yogya! Nah, tinggal periksa, analisa trus ambil kesimpulan. Kalo bener2 berjalan ya harus legowo nerima kesalahan pendapatnya, kl salah cepet2 laporin ke polisi kasus penipuan. Ga berani sendiri ya berame-rame.
Tapi kl ngecek ga mau, datengi emoh, cuma bisa nulis yg serba gantung (bahkan berkesan miring) ya sudah. Mungkin di sekolahnya cuma diajarin begitu …
Jadi inget ceritanya si Otong sama Babe :
Otong : Babe, bulan depan khan Otong mau kawin nih! Otong mau nanggap band XXX ya, Be?!
Babe : Jangan, jangan Tong! Itu band bayarannya mahal banged!!
Otong : Mahal pegimane? Emang Babe tau taripnya sekali manggung?
Babe : Kagak!
July 21st, 2006 at 3:51 pm
mas Ahmad:
Saya bukan Priyadi, tapi permintaan Anda kepadanya untuk membuktikan ketidakbergunaan alat tersebut saya pikir tidak relevan sekali.
Alatnya seperti apa, bagaimana mekanisme kerjanya, seperti apa analisa penggunaannya, tampilan data lengkap atas kinerja alat tersebut, semuanya tidak ada, tentu saja tidak mungkin mau menganalisa, kecuali model tebakan.
Mohon pertanyaan-pertanyaan saya dijawab, terus terang pertanyaan saya lebih mengarah “meraba” metode kerja alat tersebut, semacam guidelines untuk semua orang agar bisa memahami alat tersebut.
Tidak perlu datang ke sana kan? Di sini, di koran, dimanapun bisa, kalau memang alat itu bekerja. Kalau hanya dengan sms kita langsung percaya, lantas dikemanakan kemampuan berfikir kita? Allah, Tuhan saya, memerintahkan saya untuk berfikir mas
Oh ya, cerita Anda sangat relevan untuk alat ini. Bagaimana kita bisa tahu alat ini berguna atau tidak? Lha wong seperti apa kinerjanya aja hanya si pembuat yang tahu? Cukupkah hanya dengan klaim? Tanpa pembuktian?
July 21st, 2006 at 4:40 pm
@jojo
Anda bilang:
model intimidasi apa ? kalo buka2 forum tetangga yang dulu, yang grudak-gruduk sering ndatengi/ngancam orang lain siapa sih ? nggak berani datang sendirian, hanya berani kalau ngajak rombongan & pengecut lagi (hanya berani didepan PC, kalau diajak ketemu didarat ngeles melulu)
————-
Sudahlah tidak usah mungkir, anak HI terkenal grusa-grusu dan taklid buta pada guru-nya. Bukan cuma masalah ini saja. Dan saya ngga pernah dateng bawa rombongan atau tidak. Dari diskusi dan saling berbantahan selama ini yang saya lihat HI tidak memakai sama sekali logika sehat dalam berdiskusi. Dan lucunya waktu dulu anak Hi ngajak debat terbuka, mereka selalu minta kita yang ngaturin tempat, ngurus tetek bengek dll, walaaaaaaaaah lu kira gue EO!
@Ronny
Jangan mau pakai alat Brain Activatornya HI :PPPP meski sudah dijual bebas dan diobral (apalagi kalau bukan karena tidak marketable) alat itu belum punya SII dan ISO. Bayangkan alat yang tidak terstandarisasi dengan baik, kita tempelkan ke kepala untuk mempengaruhi otak…walaaaah mana perlindungan konsumennya. Emangnya kalau otak rusak, gurunya bisa betulian apa
July 21st, 2006 at 4:57 pm
Nah, kalo sudah sadar bahwa diri belum tahu alat ini berguna atau tidak, kenapa harus “melecehkan”?
Cerita yg saya tulis itu semacam cerminan diri kita yg langsung men-judge objek ini hitam, merah atau putih tanpa lihat dulu. Apa bedanya dg pepesan kosong? Ga berat kan untuk bilang tidak tahu? Bukankah setiap ucapan/tulisan akan dipertanggung jawabkan nantinya?
Saya tidak membicarakan hitam-putihnya alat tsb. Tapi me-reposisikannya sbg objek yg setara dg yg lain. Kenapa? Krn dalam kondisi yg sama-sama tidak tahu byk yg melontarkan “nada miring” (masa Mas Rony ga berasa sih?)
Mas Rony, alat anti gempa tsb dibuat oleh orang yg mengaku mempunyai level kecerdasan yang (jauh) dari orang kebanyakan. Jadi mustahil ada di koran atau internet. Kalopun pasti pemikirannya berbeda. Bahkan mungkin juga cara kerjanya berbeda. Contohnya vibrator di kaki yg harganya jutaan dan sendal totol-totol 20ribuan sama2 bagian dari refleksologi yg bekerja mengaktifkan syaraf di kaki yg dipercaya berhubungan dengan seluruh tubuh. Tapi buat org yg tahu ilmunya tentunya dia akan langsung melakukan pijat refleksi ke titik syaraf di telapak kaki, bukan? Bisa jadi ditambah dg pijatan di luar telapak kaki dan ramuan2 yg diketahuinya. Adalah keliru kalo si X bilang ke ahli refx itu, aha, mana ada pijat, yg ada tuh vibrate yg byk dijual di jepun/amrik sana!
Jd utk membuktikannya, ya datangi orangnya, pinjam alatnya dan coba. Kembali lagi, kl ga mau datangi, ga mau coba ya jangan ngenye’. Lha wong ga ngerti kok ngenye’!
Kalo ditanya, apa iya kecerdasan ada levelnya, mungkin sebaiknya dibalik, apa mau kita yg lulusan S2/S3 dibilang tingkat kecerdasannya sama dengan anak TK? Mungkin hanya parameter tiap levelnya saja yg belum sepakat.
Mas Rony, kl hanya meraba, saya kuatir Mas Rony salah pegang trus ambil kesimpulan sendiri, mungkin khan?
July 21st, 2006 at 5:17 pm
Mas Ahmad:
Lagi-lagi argumentasi Anda tidak relevan. Alat pijat refleksi, sejelek apapun, pasti disertai dengan teori-teori semacam akupuntur. Dengan begitu orang bisa menduga apakah alat itu benar atau tidak, demikian juga halnya dengan dinas kesehatan di negara-negara yang dijadikan wilayah pemasarannya, akan dengan mudah menelusur.
Anda menyuruh saya meminjam alat dan mencoba, sementara saya tidak tahu bagaimana kinerja alat tersebut? Itu sih namanya bunuh diri.
Lantas apa pula kaitan antara level kecerdasan dengan publikasi? Apakah orang yang sudah pintar lantas meninggalkan orang di sekitarnya dengan tidak mau berbagi? Jangan-jangan keyakinan atas kepintaran tersebut belum pernah teruji? Semoga saja sudah diuji.
Anda berkali-kali bilang saya ngenye’ tapi kenyataannya Anda sendiri yang ngenye’ semua orang, dengan mengedepankan pe-level-an kecerdasan.
Sederhana kok mas, buktikan, pampangkan hasil analisa dan teori yang dipakai (teori bikinan sendiripun monggo), nah nanti kan tinggal dipertanggungjawabkan saja to?
Justru Anda yang men-judge bahwa alat tersebut ‘absolut benar’ bahkan tanpa deretan pembuktian. Saya memilih tidak membabibuta men-judge demikian, sebelum ada pembuktian. Monggo, kami tunggu pembuktiannya.
Tidak perlu datang ke hiroshima tahun ‘45 dengan mesin waktu, untuk tahu kapasitas dan pembuktian akan teori dan bom nuklir bukan?
July 22nd, 2006 at 12:35 pm
Mas Rony, tulisan saya yg mana yg menyebutkan kl alat itu absolut benar? justru sy ingin menenpatkannya sbg objek netral. Jadi ag usahlah kita berpendapat negatif ato positif selama ga bs mempertanggung jawabkannya!
Sy shutdown dulu, tp janji, nanti sy terusin, sy lg ada perlu dulu.
July 22nd, 2006 at 1:32 pm
Mas Ahmad:

Berarti kita sepakat, ada yang belum jelas dari alat ini
Maaf, pendapat saya sebelumnya lebih tertuju kepada orang yang langsung percaya begitu saja. Dan tulisan saya ini adalah wujud tanda-tanya saya atas keberadaan alat ini. Kenyataannya saya mendapatkan informasi akan alat ini bukan dari situs HI, melainkan dari beberapa mailing-list yang saya ikuti. Saya mengemukakan pendapat, saya dasari dengan apa yang saya pahami.
July 22nd, 2006 at 2:35 pm
[…] Postingan saya terdahulu mengenai keberadaan alat anti gempa, ternyata memancing diskusi yang cukup intens, terutama di blog saya. Postingan tersebut dilatarbelakangi oleh tanda-tanya besar di dalam diri saya. […]
July 22nd, 2006 at 4:22 pm
Saya amati, gaya “diskusi”nya khas HI sekali:
1. nggak mau kalah, nggak mau terima pendapat orang
2. dikit-dikit me-refer ke gurunya
3. ngotot ngajak ketemuan, kalau tidak mau dibilang pengecut
4. dikit-dikit dibilang menjatuhkan/mencemarkan nama baik
Ada diskusi yang mirip dengan ini di kaskus, bisa lihat
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=164138&page=40
July 23rd, 2006 at 4:11 pm
well duh… buat ahmad dkk. ini saya punya alat untuk mengubah siang menjadi malam. buktinya? memangnya anda bisa membuktikan kalau alat ini tidak berfungsi?
hint: kewajiban untuk memberi bukti dan penjelasan lainnya ada pada pihak yang mengklaim, dan bukan membebankan publik untuk membuktikan sebaliknya. extraordinary claim require extraordinary evidence™
July 24th, 2006 at 6:50 pm
Trs klo ada yg bikin alat aneh tanpa nyertain pembuktian n analisa trs dia ngomong level kecerdasan dia jauh di atas org laen, anda percaya bgitu aja ??? gila bener. Einstein aja br dihargai n diakui jenius setelah berhasil ngebuktiin teori yg dia bikin.
July 24th, 2006 at 11:06 pm
Mas rony, ada desa Kwasen di Piyungan, Bantul
July 25th, 2006 at 10:45 am
Yang lucu ada anak HI (yang ngakunya perguruannya itu penemu barang-barang baru yang diluar kecerdasan manusia biasa) tapi malah menjajakan CD-CD paranormal sampah hasil downloadan made in Amrik.
What a crap!
July 25th, 2006 at 10:53 am
buat mas/mbak eika:
terimakasih. maaf, saya memang kuper. 
benar sekali mas/mbak, saya memang kuper. mas bahtiar juga sudah memberitahu saya sebelumnya di komen ini. Juga sudah saya tulis di bagian tambahan di bagian akhir tulisan di atas
July 25th, 2006 at 10:54 am
Eh di dialognya Om Roni dengan orang HI itu katanya:
“Sudah , tapi baru sebatas di komunitas HI saja dulu , dan Bank Indonesia rencananya akan membiayai untuk dipasang di beberapa tempat terutama di lampung dan di jakarta”
Bener tuh BI bakal ngebiayain bikin alat antigumpa itu? atas otoritas apa? ada yang sudah cek dengan humas BI? kok saya jadi curiga ini agak public lies ya?
August 8th, 2006 at 1:44 am
Jgn bergosip doank kalo gak suka. Daripd cuma bergosip ria lebih baik bergerak, berusaha, berdo’a. Kalo gosip doank hasilnya apa ?? Buat ngabisin waktu luang anda aja ?? Dapat apa ??
Kalo penasaran, datangi langsung sumbernya, minta pembuktian alat itu, minta data2 akurat percobaannya, selidiki donk yg bener, jgn cuma ngegosip dgn diawali sikap tdk suka. Coba donk open-mind dikiiit !! Lepaskan itu pikiran tertutup.
Apa pd takut utk datang langsung menyelidiki ?? Memangnya pd takut diapain siih ?? Anyway, inilah bedanya org barat dgn org Indonesia… Pantesan bangsa Indonesia susah maju…
August 8th, 2006 at 1:51 am
Buat jackey.
Diskusi di kaskus itu jadi panas krn diulahi oleh org2 yg sudah bersikap apriori thdp HI duluan krn sakit hati pernah terjadi sesuatu saat dia kuliah di ITB.. Itu saya ketahui dari teman kuliahnya si oknum tsb.
Jadi harap dibedakan antara mana org yg bener mengajak diskusi dgn sikap netral dan mana yg niatnya sudah ingin menyerang dari awal. Tolong dibaca dgn lebih teliti !! Terimakasih
August 8th, 2006 at 12:29 pm
buat bung prasst:
postingan saya ini saya lanjutkan di postingan alat anti gempa lanjutan.
August 9th, 2006 at 8:20 am
Maaf mas Ronny, cuma bisa copas aja
=================================================
Hmmmh, dari dulu yg namanya penemuan metode baru dlm pengobatan medis awalnya memang selalu jadi perdebatan sengit… Semua melibatkan ego masing2, terutama para guru besar di perguruan2 tinggi ilmu kedokteran terkemuka…
Saya jadi ingat kejadian ttg penemuan anestesi alias bius lokal… Penemu bius lokal di kala itu adalah seorg dokter gigi yg mana dia selalu dicemooh dan direndahkan oleh pihak2 yg katanya “guru besar perguruan tinggi”… Sampai2 krn merasa frustasi, si dokter gigi itu akhirnya bunuh diri… Mungkin krn merasa sangat terhina… Tapi nyatanya, 100 thn-an kemudian, bius lokal (anestesi) malah dipakai di dunia kedokteran, terutama utk operasi2 kecil hingga saat ini…. Ini kisah nyata, bukan fiktif
Itulah permainan ego… Org2 yg merasa dirinya org ahli plus jabatan guru besar universitas terkemuka pasti sulit mengakui penemuan org lain, apalagi hanya seorg yg bergelar “dokter gigi”… Eeh, gimana lagi yg gak punya gelar yaa ?? he he he he
- Mereka itu sekolah tapi tidak makan sekolahan , jadi mereka takut eksistensi mereka terganggu , jadi kita mah jalan saja dengan segala penemuan kita , dan amalkan di masyarakat , kalau semuanya sudah terbukti , alhadulillah , itu pun atas izin Allah SWT , kita mah urusannya dengan Allah SWT sajalah , toh gelar mah nggak akan di tanya di akhirat , yang di tanya mah ilmu nya bukan gelarnya
=================================================
Andai saja org2 yg pengen tahu lebih lanjut ttg alat anti gempa di blog mas ronny (blogger) itu seantusias k’xxx ini… Mau gitu mendatangi langsung sumbernya, menyelidiki sedetail mungkin ke sumbernya bukan sekedar meledek/mengolok-olok.. Tidak ada hasilnya kalo cuma mengolok-olok mah.. Buang2 energy..
- Karena mampunya cuma mengolok olok , kalau disuruh berpikir mah susah buat mereka mah , jadi maklumi saja , mungkin Allah SWT cuma memberi mereka sekian . Kita jalan terus saja dengan segala macam kemampuan untuk bikin perubahan perubahan positif , karena Allah , biarkan saja anjing menggonggong kafilah terus berlalu . Juga ketawa itu lebih gampang dari pada berpikir .
August 9th, 2006 at 8:51 am
saya setuju nih dengan kalimat :
“biarkan saja anjing menggongong kafilah terus berlalu”
ya…….namanya juga anjing bisanya cuma bersuara tapi nggak punya nyali buat ngegigit….. :p apalagi berpikir ya….? :)),
August 9th, 2006 at 1:35 pm
*senyum-senyum*
August 9th, 2006 at 1:53 pm
BERPIKIR ITU JAUH LEBIH SULIT DARIPADA MENGHINA , MELECEHKAN, DAN MENGOLOK-OLOK
MAKANYA SANGAT SEDIKIT YANG MAU BERPIKIR SEBAB BERPIKIR ITU PEKERJAAN YG SULIT
August 9th, 2006 at 3:03 pm
pekerjaan paling gampang adalah menghina, mengolok-olok sedangkan berpikir dan bikin sesuatu yg bermanfaat susahnya bukan main
August 9th, 2006 at 3:18 pm
buat bung spy:
saya berpikir, saya berbuat dengan bertanya kebenaran alat itu, karena secara ilmu alam dan agama tidak ada pembenaran. jika tidak bisa menjawab, lupakan saja, alat itu tidak ada. selesai.
saya sangat tidak mau tuh, menjadi orang yang percaya dan taklid buta tanpa bertanya, gak boleh sama agama saya mas
buat bung ahmad:
iya ya, lucu. kalian makin lucu deh
buat bung jojo:
seperti sudah saya tulis, saya menanyakan. mustinya tinggal jawab pertanyaan saya saja kan? dibilang gak berpikir? waduh. siapa yang percaya begitu saja dan tidak mau bertanya, merekalah yang disentil Allah dengan “apakah kalian termasuk orang yang berfikir?”
percaya tanpa bertanya, dengan alasan khusnudzon sekalipun tidak dibenarkan. kecuali kalau kita bicara tentang Tuhan.
buat bung ryant:
walaupun sampai sekarang masih belum terjawab
iya bung, saya persilakan kok menggonggong. saya sih berlalu saja, menunggu jawaban
sekali lagi saya tekankan:
dan tidak usah klaim 
mencari tahu tidak harus datang, silakan tuliskan, kalau tidak bisa ditulis, lupakan saja
August 10th, 2006 at 10:32 am
Maaf mas Rony … saya jadi ingin bertanya pada mas Rony.
Misal, saya hanya SD sedangkan mas Rony dah S3 elektronik … mas Rony saya tanya tentang pembuktian HP, apa yang bisa mas Rony ceritakan kesaya ? apakah saya bisa paham dengan pengetahuan setingkat SD saya ?
Misalnya lagi, kalau saya hanya minta keterangan HP lewat tulisan, apakah itu mencukupi ? lha kalau mas Rony sibuk atau ada urusan yang lebih penting sehingga mas Rony tidak sempat membalas tulisan saya … apakah berarti alat HP itu
hanya HOAX alias OMONG KOSONG ?
Saya kira kalau hanya dengan tulisan & keterangan mas Rony, saya tetap tidak akan nyambung dengan (cara kerja) HP, setuju ? ……. paling efektif pembuktiannya (menurut saya), saya mencoba telpon ke mas Rony dengan HP - kalau ternyata bisa berarti alat HPnya bener2 BISA walaupun saya tidak tahu (cara kerja) HP.
maaf nih mas …. tidak bernuansa marah2an lho
August 10th, 2006 at 10:51 am
Iya…..nih Oom Ronny….saya juga cuma tamatan SD, SD Inpres lagi……tolong dong jelasin tentang HP……HP itu opo ya Oom ? HP itu Hang Pone ya Oom ? jangan marah ya Oom…saya kan cuma mau pinter
August 10th, 2006 at 11:27 am
Gimana kl jelasin aja secara detil (sekali lagi : SECARA DETIL) sehelai daun yang jatuh? Sy rasa bisa makan puluhan kalimat tuh! Malah bs sepanjang cerpen. Coba aja!
@Pak Pri
Selamat ya Pak Pri yg udah bikin alat pengubah siang jadi malam! Mudah2an byk manfaatnya bagi manusia. Kl Pak Pri butuh pengakuan dan penghargaan, Pak Pri hrs bikin presentasi sm org yg berkompeten. Jangan cuma jelasin ke milis atau blog aja! Krn ga semua org bs tangkap penjelasan Pak Pri. Terutama yg pengetahuannya di bawah Pak Pri atau org2 yg udah apriori duluan sm Pak Pri. Tp kl Pak Pri ga butuh pengakuan, mudah2an Allah SWT membalas karya Pak Pri dg balasan yg berlipat-lipat.
BTW, udah dicoba dimana? Kapan?
August 10th, 2006 at 4:00 pm
buat mas jojo:
dari ungkapan mas jojo, berarti memang benar ada pandangan lebih rendah kepada yang lain, kenapa? karena selau mengedepankan level keilmuan.
mengenai pertanyaan itu, karena saya bukan sarjana teknik elektro, dan bukan hobiers HP, maka saya tidak bisa membayangkan. Namun kalau ada anak kecil menanyakan kepada saya soal kenapa matahari terbit dari timur, insyaAllah saya tidak akan menipu, saya terangkan tentang rotasi bumi.
Tapi saya tidak akan bilang,”kamu tidak akan paham, karena ini ilmu tingkat tinggi”.
Jadi, tidak relevan bukan?
Pertanyaan tentang ada dan tidaknya gempa, kenapa dijawab dengan kewajiban? Anda ditanya “putih atau hitam”, tapi Anda jawab dengan “saya harus bayar listrik”? 
August 11th, 2006 at 9:33 am
terima kasih mas …..
=================================================
copas : Oh ya, supaya tidak terjadi Kesalahpahaman lagi, diskusi bisa diikuti di link forum tersebut. Pertanyaan saya yang ketiga, sampai detik saya mengetik ini, masih belum di approve. Semoga bisa lebih dipercepat.
Comment by rony — July 20, 2006 #
=================================================
OK …. (rasanya) semua yang kita diskusikan disini TIDAK AKAN MENYELESAIKAN MASALAH dari ke-ingin-tahu-an alat ini, hanya berisi tulisan2 tidak berguna tentang alat ini & penemunya.
mas Rony sudah menunjukan link sumber pembuatnya, sooo jadi siapa saja yang kepengen tahu dengan jelas segala seuatu tentang alat itu bisa tulis di link tadi, lebih baik (mungkin orang lain, bisa mengatakan “lebih berani”) lagi kalau ketemu langsung penemunya.
Kenapa saya mengatakan lebih baik KETEMU penemunya … itu akan lebih cepat & lebih banyak informasi yang tergali ttg alatnya daripada nunggu2 terus jawaban di website penemunya. Toh mas Rony MENGAKUI sendiri “UNTUK BISA DIPERCEPAT JAWABANNYA”, karena kita disini tidak tahu kesibukan penemunya sehingga jadi lambat jawabannya.
HAL MENDASAR YANG ADA DISINI kalau dilihat dari awal postingan ….. disini terlalu banyak diskusi tidak berguna, karena apa ? belum ada yang meminta klarifikasi dengan penemu - sudah banyak postingan tidak berguna serta meremehkan, bahkan tulisan2 yang kasar (mungkin memang hanya segitu isi kepala penulisnya) dengan pengetahuan yang dimiliki terus mengganggap pengetahuan penemu ada dibawah penulisnya. Sedangkan mas Rony toh pada akhirnya memprotes tulisan yang memandang rendah keilmuan pihak lain (copas : berarti memang benar ada pandangan lebih rendah kepada yang lain, kenapa? karena selau mengedepankan level keilmuan.
Comment by rony — August 10, 2006 #). Padahal dari awal tulisan mas Ronypun “SUDAH MEMANDANG RENDAH PENEMU” (copas : Apa yang Anda bayangkan dari email tersebut ? Saya sendiri dengan sangat terpaksa harus tertawa. Maaf.)
SATU HAL TERPENTING …. untuk membuktikan alat tadi (saya menyamakan dengan alat HP), silahkan siapapun untuk mencoba/membuktikan SENDIRI …. jangan karena dengan media tulisan yang tidak memadai serta jawaban penemu yang lambat trus menganggap alat tadi hanya omong kosong.
August 11th, 2006 at 11:21 am
HP bisa dijelaskan lewatkan dengan tulisan, dengan satu artikel, dengan pembuktian nyata..
Alat anti gempa Anda hanya bisa diomongkan, diklaim dengan klaim kosong dan mangada-ada, dengan data sebesar katanya 3 GB yang kalah jauh sama I-Pod dan sodara-sodaranya.
Buktikan dong! Buktikan! Dunia Sains perlu bukti!
August 11th, 2006 at 11:40 am
@ hera yunilawati
Maaf mbak Hera,kalau yg di maksud pembuktian alat itu bs dipake, itu dah di coba di desa Kwasen.
sedangkan kalau yg di maksud pembuktian depan Anda, tentu saja belum, karena yang buat belum kenal dengan Anda.
Atau bukan pembuktian bahwa alat itu bs di pake yg di maksud?
ngomong Dunia Sains itu apa sih ? apa ukuran sesuatu masuk dalam wilayah sains atau sebaliknya?
ini ada cerita sedikit sewaktu masih kuliah dulu ,tugas akhir temanku berupa converter digital analog dan sebaliknya yg dibuat dgn teknik baru,di tolak dosennya,karena Dia tidak mampu memberi referensi mengenai teknik yg digunakannya, pdhal alatnya terbukti jalan.
Apa yg di maksud pembuktian seperti itu ? tidak
masalah alatnya tidak jalan yg penting dasar teorinya ada, referensinya ada?
August 11th, 2006 at 3:17 pm
to Mba Hera
Memang betul kita sangat memerlukan bukti, dengan pembuktian semua akan dapat menjadi jelas.
Jangan sepeti Oom Ronny ya.. yang mengatakan : “Saya sendiri dengan sangat terpaksa harus tertawa. Maaf” padahal kalau kita mau berpikir punya suatu ide yang kreatif aja..kata Bu guru…kita harus menghargainya…betul nggak Mba
August 11th, 2006 at 3:58 pm
mas jojo:
saya sudah menerangkan kenapa saya tertawa. karena saya anggap ini hoax.
kalau memang belum ada kejelasan, saya tunggu terus kok. komentar kalian toh tidak ada yang menerangkan kinerja alat ini, justru menekankan taklid membabi buta yang menyedihkan.
mas ryant:

August 11th, 2006 at 5:39 pm
@Mas Rony
Saya tidak akan mengomentari pendapat bahwa ini cuma hoax, itu adalah hak mas pribadi Rony,
Tp atas dasar apa mas Rony bilang bahwa yg percaya alat itu adalah orang
yg taklid membabi buta yang menyedihkan ? apakah karena tidak ada satupun yg memberikan penjelasan
(menurut mas Rony) memuaskan lalu berarti yg lain taklid? apakah menurut mas Rony karena yg buat alat itu
tidak mendemokan kepada mas Rony secara pribadi,lalu melakukan hal yg sama kepada yg lain,dalam hal ini anak HI
(BAIK DIBUKTIKAN MAUPUN DI DEMOKAN) ?
FYI kang Dicky (yg buat alat tersebut) terbuka kalau ada yg menguji/mendebat soal alat itu, tentu saja
karena kang Dicky membuat alat itu bukan untuk meraih OPINI PUBLIK, maka beliau tentu saja tidak perlu
menjadi pihak yg menyediakan sarana untuk ekspose alat itu publik, tp kalo ada yg penasaran dipersilakan sekali mencoba/mendebat
,bukankah itu lebih enak daripada bertanya kepada yg lain, yg belum tentu kompeten menjawabnya,
kalo
kurang puas mungkin bs di rekam dan di sebarkan di sini hasil pertemuannya dengan kang Dicky bukankah itu lebih objektif ? atau ada yg lebih objektif dari itu ? , atau mas Rony
lebih puas dengan jawaban berupa tulisan ? yg di dapat dr org lain yg belum tentu kompeten menjawabnya ?
August 11th, 2006 at 6:20 pm
mas helmi:
terimakasih atas concern-nya. saya menyampaikan pertanyaan saya langsung kepada beliau yang melontarkan ide alat anti gempa.
Pertanyaan saya (baiklah saya sarikan lagi..) sederhana kok:
1. alat anti gempa = menolak adanya gempa (anti sama dengan menolak bukan?), bukankah itu melawan sunnatullah?
2. gempa itu akibat lempeng, berarti alat ini menolak teori tersebut?
pertanyaan ke tiga dan selanjutnya, saya lebih mengikuti “pola pikir” si pembuat, tentang gelombang, frekuensi dan perambatan. Nah, dari dua pertanyaan inti itu, sampai sekarang belum ada jawabannya. Silakan cek di website mereka.
Saya menyampaikan melalui tulisan, tentang adanya kemungkinan kebohongan publik/hoax atas isu alat ini. Jika memang saya salah, silakan sampaikan ke saya buktinya. Lha kok saya yang disuruh ke sana? bukankah itu terbalik? Jadi, selama tidak ada jawaban yang jelas (ya, saya berharap tertulis, karena menurut saya lebih bisa dipertanggungjawabkan, ada di komen saya sebelum ini), maka sudahi saja isu tentang alat ini.
August 14th, 2006 at 10:57 am
To : Oom El Ronny
Oom Ronny bilang : melawan sunnatullah?
Mau tanya nih kalau penangkal petir/alat anti petir itu dapat dikatakan melawan sunnatullah nggak ya ?
Sejauh mana ya…Oom Ronny dapat memahanmi Sunnahtullah secara mendalam ? …..bagi-bagi dong ilmu-nya, siapa tahu saya dapat menciptakan alat anti….tapi nggak bertentangan dengan sunnatullah yang Oom Ronny katakan
August 14th, 2006 at 11:22 am
mas ryant:
Alat-anti-petir terlanjur dinamakan seperti itu di Indonesia, padahal dia tidak anti/menolak/menghilangkan, tetapi justru meneruskan petir ke ground. 
Semoga hidup selamanya. 
Kalau tidak mau dikatakan melawan sunnatullah, sampaikan saja penjelasan kinerjanya.
Alat anti gempa dikatakan “memadatkan molekular tanah” sehingga tidak akan ada gempa (besar) lagi. Silakan baca di arsip HI sendiri deh. Bukankah menghilangkan berarti menolak adanya gempa (besar)? Itu yang saya katakan melawan sunnatullah. Menurut Anda ini tidak melawan? Ya sudah, selamat deh telah menemukan alat anti kiamat.
August 14th, 2006 at 11:36 am
alat anti gempa = menolak adanya gempa (anti sama dengan menolak bukan?), bukankah itu melawan sunnatullah?
- sunnatullah itu apa sih ? apa definisi pasti dari sunnatullah ?
bagaimana kalau ada yg melakukan rekayasa genetika utk melahirkan varietas padi unggulan misalnya?
apakah itu melanggar ketentuan Allah SWT ? Saya yakin mas Rony pun setuju, bahwa
tanpa ijin dari Allah SWT mustahil ada SATUPUN IKHTIAR dari manusia yg bs berhasil,
termasuk alat ini dan contoh rekayasa genetika yg saya sebutkan di atas.
kalau seandainya alat ini berhasil pun tentu karena ijin Allah,
gempa karena kuasa Allah SWT, tidak gempa pun karena kuasa Allah SWT.
apa karena ada kata ANTI lalu di sebut melawan sunnatullah ?
bagaimana dengan kosmetik krim anti keriput, yg bnayk di jual di pasaran ?
jadi mohon dijelaskan apa ukuran pasti bahwa ini adalah melanggar sunnatullah dan itu tidak ?
August 14th, 2006 at 12:11 pm
mas helmi:
Ya, siapa tahu nanti ada yang usul revisi surat Al-Zalzalah misalhya.. hmm.. mengerikan. 


Anti gempa = meniadakan gempa. Sementara Allah sudah bilang akhir jaman ditandai dengan gempa dimana-mana. Sampeyan masih sepakat bahwa melawan ayat ini tidak sama dengan melawan sunnatullah? Ya monggo saja.
Anti keriput? Ya, saya menolaknya. Tua itu niscaya, kenapa harus dilawan.
oh iya, alat ini tidak terbukti kok. Klaim bahwa gempa menurun, itu klaim sepihak tanpa penjelasan. Buktinya? Gempa di Aceh menurun lho, walaupun waktu itu belum ada yang koar-koar alat anti gempa.
August 14th, 2006 at 1:35 pm
To Oom Ronny
Jangan buru-buru ambil kesimpulan, toh diskusinya belum selesai, ndak baik loh ambil kesimpulan sendiri….?
Ini yang saya baca di Arsip HI : (copas)
“Memang kalau menggunakan alat ini otomatis molekular tanah menjadi kuat dan rapat , jadi wajar kalau lava menjadi lancar menuju ke atas , tapi gempa akan menjadi berkurang kekuatannya , paling nanti getaran yang diakibatkan aktifitas merapi saja . Kang Dicky”
Apakah ini dikatakan menolak adanya gempa dan melawan sunnatullah?
August 14th, 2006 at 2:09 pm
Anti gempa = meniadakan gempa. Sementara Allah sudah bilang akhir jaman
ditandai dengan gempa dimana-mana. Sampeyan masih sepakat bahwa melawan
ayat ini tidak sama dengan melawan sunnatullah? Ya monggo saja.
Ya, siapa tahu nanti ada yang usul revisi surat Al-Zalzalah misalhya..
hmm.. mengerikan.
-: Maaf Mas bisakah Mas memberi definisi dan batasan yg jelas
dari sunnatullah ?
apakah karena banyak gempa dimana - mana ,lalu ada yg berikhtiar membuat alat anti gempa maka di sebut melawan sunnatullah?
pdhal ALAT INI HANYA SEKEDAR IKHTIAR tidak lebih dari itu, sama seperti orang yg tenggelam di laut
dan berikhtiar berenang ke tepi,apa karena tenggelam di laut maka dia tidak boleh
berusaha berenang ke tepi karena itu melawan sunnatullah ?
padahal Jika ada gempa itu adalah karena Allah maka tiada gempa pun karena Allah,
atau Mas merasa memiliki pengetahuan yg sebanding dengan Allah soal kuasaNYA ?
sehingga berhak menghakimi, mana yg melawan sunnatullah dan mana yg tidak ?
Klaim bahwa gempa menurun, itu klaim sepihak tanpa penjelasan. Buktinya? Gempa di Aceh menurun lho,
walaupun waktu itu belum ada yang koar-koar alat anti gempa
-: Alat ini hanyalah sekedar ikhtiar manusia dengan menggunakan potensi yg Allah berikan kpd hambanya,
ada gempa itu adalah karena Allah maka tiada gempa pun karena Allah
bukan karena alat ini.
mengenai penjelasan alat itu, penjelasan seperti apa dan kepada siapa yg menurut Mas harus dilakukan
baru di sebut sah alatnya?
kalau kepada murid HI, kang Dicky sudah beberapa kali menjelaskannya di pertemuan2 HI, kalau kepada
Mas Rony tentu saja belum, karena (maaf kalo salah) kenalpun mungkin belum, kalo Mas Rony menuntut
jawaban yg lebih detil di foserba (sekali lg maaf kl sok tahu) mungkin karena kang Dicky
belum punya waktu untuk melakukannya.
jika seseorang wajib memberi penjelasan atas klaim yg di lakukannya, kita lihat dulu kepada siapa org itu
melakukan klaim, kang Dicky mengumumkan ini kepada komunitas HI antara lain lewat web HI yg notabene
web nya komunitas HI, dan kang Dicky memenuhi kewajibannya dengan menjelaskan alat ini dan jg melayani
pertanyaan mengenai alat ini kepada komunitas HI, sekarang (mohon maaf kalau salah) apakah pernah beliau melakukan klaim
kepada mas Rony secara pribadi?, sehingga harus bertanggung jawab menjelaskan kepada mas Rony ?
kalau mas Rony masih penasaran, kenapa mas Rony tidak datang saja kepada beliau? kalau menurut mas
Rony harusnya harusnya sebaliknya kang Dicky yg datang kepada Mas, mungkin alangkah baiknya
mas Rony menjelaskan kepada kang Dicky (lewat foserba, misalnya atau menulis pengumuman di sini)
alasan2 mengenai pentingnya menjelaskan dan mendemokan alat tersebut oleh beliau kepada mas Rony secara pribadi
agar alat tersebut dapat di sebut sah berjalan.
mohon maaf kalau ada kata - kata yg kurang berkenan, jawaban di atas hanya jawaban dari org bodoh yg sedang
belajar mengenai banyak hal
August 14th, 2006 at 3:22 pm
Kalau saya penemunya sy akan bilang : Memangnya ada kewajiban apa menjelaskan detil ttg alat tsb ke Rony? Memangnya Rony siapa? Lha wong tanpa ijin sy ujug2 ngelink situs sy ke blognya! Mau bikin opini atau cari kejelasan pasti?
Apalgi sy ga butuh pengakuan, penghargaan atau segala yg cuma bikin riya’ ujub! Sy berbuat yg sy pikir bs mendatangkan byk manfaat dan ridha Allah. Itu saja.
Adalah sunatullah setiap barang yg dilempat ke atas akan kembali ke bumi (gy gravitasi). Apa itu berarti kita tdk boleh melompat? Membuat pesawat?
Adalah sunatullah ce-co “bercampur” lalu hamil. Apa berarti KB melawan sunatullah?
Adalah sunatullah tubuh kita lebih lemah dari gagang pompa. Apa berarti jika kita berlatih sampai berhasil mematahkan gagang pompa itu melawan sunatullah?
–sekuel-
August 14th, 2006 at 3:23 pm
Kalau saya penemunya sy akan bilang : Memangnya ada kewajiban apa menjelaskan detil ttg alat tsb ke Rony? Memangnya Rony siapa? Lha wong tanpa ijin sy ujug2 ngelink situs sy ke blognya! Mau bikin opini atau cari kejelasan pasti?
Apalgi sy ga butuh pengakuan, penghargaan atau segala yg cuma bikin riya’ ujub! Sy berbuat yg sy pikir bs mendatangkan byk manfaat dan ridha Allah. Itu saja.
Adalah sunatullah setiap barang yg dilempat ke atas akan kembali ke bumi (gy gravitasi). Apa itu berarti kita tdk boleh melompat? Membuat pesawat?
Adalah sunatullah ce-co “bercampur” lalu hamil. Apa berarti KB melawan sunatullah?
Adalah sunatullah tubuh kita lebih lemah dari gagang pompa. Apa berarti jika kita berlatih sampai berhasil mematahkan gagang pompa itu melawan sunatullah?
–sekuel mau sholat ashar-
August 14th, 2006 at 3:28 pm
To Oom Ronny
Saya punya usul nih bagaimana kalau Oom Ronny mendirikan Badan Pengkajian Uji Kelayakan Nasional (BPUKN) yang diketuai oleh Oom Ronny sendiri.
Jadi barang siapa yang merasa telah menemukan suatu alat atau apapun wajib hukumnya mendaftarkan dan memberikan presentasi kepada Oom Ronny selaku ketua BPUKN.
Bila tidak barang tersebut atau penemuan tersebut bisa dikatakan HOAX atau melawan sunnatullah.
Ini hanya usulan aja loh Oom….jangan marah ya Oom….kayaknya Oom Ronny cocok deh
August 14th, 2006 at 3:30 pm
Tulisan mas Ahmad bagus… Saya tambahin lagi, apakah membuat hujan buatan demi kepentingan pertanian itu juga menentang sunatullah ?? Itu sudah dijalani bbrp kali lho mas… Teknologynya khan sudah ada..
Harap dipikirkan !!
August 14th, 2006 at 3:47 pm
mas Ahmad:
Tidak ada kewajiban kok. Saya hanya bertanya dan meminta kejelasan. Kalau tidak diberi jawaban, ya sudah, berarti tidak mau atau tidak bisa menjawab. Selesai.
mas prasst:
Tidak relevan mas. Silakan direnungkan saja, menghilangkan gempa itu melanggar atau enggak. Hapus saja surat yang berkait dengan hal itu, kalau memang masih memakai nama Islam tentu saja.
Mengenai alat lain, sudah ada keterangannya, dan bisa dilihat kok apakah dia melanggar sunnah atau tidak.
Pesawat tidak MENIADAKAN gravitasi. Alat KB tidak MENIADAKAN sunnatullah bahwa sel telur bertemu sperma akan menjadi zigote. Dan hujan buatan tidak MENIADAKAN kemarau.
Mohon kalau ber-argumen dipikir dahulu.
buat mas ryant:

wah.. semakin tidak nyambung mas.
jika saya tidak boleh bertanya, tidak boleh mempertanyakan, gimana kalo menghapus perintah Tuhan untuk berfikir saja? lebih relevan itu.
tapi saya gak bakalan ikut.
August 15th, 2006 at 9:21 am
Wah mendadak anak-anak HI ini pintar sekali bicara agama, padahal setahu saya Anda di cecar dimana-mana karena pemahaman Anda semua tentang maunah yang menurut ulama salah kaprah. Belum lagi soal-soal lainnya yang saya rasa ngga perlu lah dibicarakab disini googling saja nanti juga tahu
Soal sunatullah karena ini menyangkut agama, pakailah dalili yang shahih yang dari qur’an dan hadits. Oke deh biar pun saya cuma guru SDIT saya akan coba jabarkan dengan sesederhana:
Suatu malam Rasulullah SAW meminta izin kepada istrinya, Aisyah, untuk shalat malam. Dalam shalatnya, beliau menangis. Air matanya mengalir deras. Beliau terus beribadah hingga sahabat Bilal mengumandangkan azan Subuh. Beliau masih menangis saat Bilal datang menemuinya. ”Mengapa Tuan menangis?” tanya Bilal. ”Bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosa Tuan baik yang lalu maupun yang akan datang?”
Nabi menjawab, ”Bagaimana aku tidak menangis, telah diturunkan kepadaku malam tadi ayat ini, ‘Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.” (Ali ‘Imran: 190-191).
Alam semesta, menunjuk kepada dua ayat di atas, adalah ayat, yaitu tanda atau rambu bagi sujud dan kuasa Allah. Sebagai ayat, alam semesta ini harus dibaca dan dipelajari hingga menimbulkan iman dan kekaguman (khasy-yah) yang makin besar kepada al-Khaliq. Nabi pernah memberikan arahan agar manusia tidak memikirkan Zat Allah, tetapi cukup merenungkan alam ciptaan-Nya. Kata beliau, ”Pikirkanlah ciptaan Allah, dan jangan memikirkan Zat Allah.”
Jadi, ayat-ayat Allah itu ada dua macam. Pertama, ayat-ayat berupa Kitab Suci (qauliyah). Kedua, ayat-ayat berupa alam semesta sebagai ciptaan Allah (kauniyah). Menurut filsuf Muslim, Ibn Rusyd, alam semesta justru merupakan ayat-ayat Allah yang pertama. Dikatakan demikian, karena sebelum Allah SWT menurunkan Kitab Taurat, Injil, dan Alquran, Allah telah menciptakan alam jagat raya ini. Karena alam adalah ayat, maka sebagaimana sepotong firman adalah ayat, maka sejengkal alam juga ayat.
Sebagai ayat, alam ini selalu bergerak memenuhi tujuan penciptaan. Karena itu, penelitian terhadap alam diduga kuat dapat mengantar manusia menemukan dan meyakini wujud Allah dan kuasa-Nya. Sebagai ayat, alam ini juga mengandung hukum-hukum Allah yang dalam terminologi Alquran dinamakan takdir dan sunatullah.
Takdir merupakan hukum-hukum Allah yang diberlakukan pada alam fisik (makrokosmos), sedangkan sunatullah merupakan hukum-hukum Allah untuk alam sosial (mikrokosmos). Sebagai hukum-hukum Allah, keduanya, takdir maupun sunatullah, mengandung kepastian dan determinasi. Manusia, karenanya, tidak mungkin dan tidak dapat melawannya.
Sekarang Anda nilai sendiri apakah gempa itu takdir seperti halnya kematian atau bukan.
Kedua Klaim di desa kwasen itu sama sekali tidak fair. Kenapa? karena penelitiannya ngasal dan tidak sesuai protokol. Kalau penelitian Anda benar saya tantang Anda untuk mempresentasikan hasil”penelitian” desa kwasen di Majalah Geologi Indonesia, itu kalau benar lho ya, jangan dipaksain
@Ryant sudah ada sucofindo dan SNI silakan bawa alat ajaib Anda ke sana, bawa ke LIPI juga bisa dengan senang hati pihak di sana akan menerima mana tahu bisa jadi juara KIR minimal ikut lomba kelompencapir :)))
Nda usah bicara sertifikasi-sertifikasi segala lah mas, lha wong alat-alat dan obat HI saja nada ada yang terdaftar kok bahkan di sertifikasi wajib yang harusnya ada di setiap produk yang di lempar ke masyarakat
August 15th, 2006 at 10:18 am
Hallo Mba Hera
Panjang sekali jawaban Mba Hera, saya usulkan deh..supaya Mba Hera dapat penghargaan dari MURI sebagai penuis terpanjang di Blogger’s Oom Ronny
Sepanjang yang saya ketahui untuk obat-obat produk HI udah tuh ada yg terdaftar di DepKes, salah satu contoh : “RAGANI” dengan ijin Depkes RI No. SP 750/10.20/2003. Jadi salah ya Mba Hera kalau bilang nada ada yg terdaftar. Dan “RAGANI” ini saya sudah merasakan sendiri khasiatnya baik untuk saya pribadi maupun keluarga dan tetangga saya terutama utk METABOLISME TUBUH. Kalau Mba Hera tertarik mudah kok mendapatkannya dan harganya murah lagi.
August 15th, 2006 at 12:12 pm
Halo Mbak Hera, salam kenal
Sebagai ayat, alam ini selalu bergerak memenuhi tujuan penciptaan. Karena itu, penelitian terhadap alam diduga kuat dapat mengantar manusia menemukan dan meyakini wujud Allah dan kuasa-Nya. Sebagai ayat, alam ini juga mengandung hukum-hukum Allah yang dalam terminologi Alquran dinamakan takdir dan sunatullah.
Takdir merupakan hukum-hukum Allah yang diberlakukan pada alam fisik (makrokosmos), sedangkan sunatullah merupakan hukum-hukum Allah untuk alam sosial (mikrokosmos). Sebagai hukum-hukum Allah, keduanya, takdir maupun sunatullah, mengandung kepastian dan determinasi. Manusia, karenanya, tidak mungkin dan tidak dapat melawannya.
Sekarang Anda nilai sendiri apakah gempa itu takdir seperti halnya kematian atau bukan.
==> menurut mbak Hera, apakah sama gempa dengan kematian ?
saya setuju kematian adalah pasti, dan tidak dapat di cegah (saya sangat sepakat mengenai ini), tp bagaimana dengan gempa ? atas dasar apa mbak Hera
menyebut gempa tidak dapat di tangani (di tangani dengan ijin Allah tentunya) dan merupakan suatu kepastian /keniscayaan mutlak, bolehkah saya minta dalilnya ? (ngomong2 bolehkah saya bertnya,kenapa menyamakan gempa dengan kematian bukan dengan bencana lainnya , seperti topan, banjir dsb ?)
kalo menurut mbak Hera gempa adalah suatu keniscayaan mutlak (maksudnya diluar jangkauan semua faslitas yg Allah pinjamkan pada diri manusia), didasarkan oleh mbak Hera dari semua teori yang sekarang ada, apakah semua teori soal gempa (yg di utarakan oleh orang yg menyebut dirinya ahli gempa yang ada sekarang) adalah final, absolut, tanpa cacat, gak mungkin salah dan tidak dapat di ganggu gugat ? bukankah sangat mungkin
bisa jadi sebenarnya Allah memberi manusia kemampuan, fasilitas untuk mengatasinya (dengan ijin Allah tentunya) , hanya pengetahuan yang ada saat ini belum mampu mencapainya ? (atau saya yg terlalu bodoh menganggap bahwa fasilitas pinjaman dari Allah bagi manusia adalah lebih banyak lg dari yg kita sadari saat ini,
August 15th, 2006 at 12:50 pm
–>maaf message di bawah ini satu paket dgn di atas,tp karena terpotong jd dibagi jd 2 (maaf2
)
atau mbak Hera merasa sangat tahu yakin sekali dan merasa memiliki pengetahuan, bahwa kemampuan pinjaman dari Allah bagi manusia cuma sampai di sini gak lebih ?
kalau gempa itu adalah sesuatu yg mustahil ditangani manusia (tentunya dgn ikhtiar menggunakan fasilitas yg di berikan Allah dan ijin dari Allah) mohon Mbak memberi saya yg bodoh ini, dalil soal itu.
ngomong2 bukankah memanfaatkan faslitas pinjaman dari Allah untuk beramal adalah bagian dari bersyukur(tentu saja harus
dengan ikhlas, tanpa disertai ujub, riya dsb), atau saya salah lagi ya?
konon di suatu planet di galaksi bima sakti pada abad pertengahan, paham yg berkembang di masyarakat adalah bumi merupakan pusat semesta, maka yg ada waktu itu orang yg mengemukakan teori heliosentris akan di cap gila, bodoh dst