
Yogyakarta, 31 Mei 2006. Berita-berita sedih masih saja menyelimuti warga yang sedang dirundung bencana. Berita sedih ini seakan menjadikan penderitaan yang bertubi-tubi menjadi semakin lengkap. Rumah hancur, tidur di alam terbuka, ditambah hadiah hujan dari-Nya.
Birokrasi - beurau crazy
Satkorlak sudah menyediakan supply tenda dan alas tidur untuk pengungsi. Jumlahnya sangat banyak sehingga pihak pemda sangat yakin bahwa stoknya bisa memenuhi kebutuhan setiap posko.
Permasalahannya kemudian adalah birokrasinya. Sampai kemarin lusa, syarat untuk mengambil bantuan tersebut haruslah memakai ijin RT, RW, Dukuh, Kelurahan. Disertai dengan KTP dan stempel dari semua pihak. Ketika banyak keluhan muncul di media, akhirnya muncul keputusan untuk mempermudah, sehingga tinggal dibutuhkan KTP atau stempel RT. Sayangnya rumah si RT juga rubuh, stempel dan KTP ikut terkubur. Dan kemarin salah satu RT pulang dengan tangan hampa karena tidak dipercaya.
Jarah Runtah - Ora Nggenah
Penjarahan terjadi. Ini sungguh luar biasa tingkat kegilaannya. Inilah Raja Tega paling tega. Di kala seluruh warga sedang berduka, datang orang-orang yang terorganisir. Mereka membawa ransel dan alat penerangan. Tercatat sudah ada lebih dari 10 desa yang warganya kehilangan motor dan sepeda.
Di dusun saya sendiri, pada hari Minggu malam, didatangi dua mobil dari dua arah. Setiap mobil berisi beberapa pemuda. Mereka turun di tempat-tempat gelap dan berkeliaran di rumah-rumah yang ditinggal kosong. Gelap karena listrik belum menyala, rumah kosong karena takut ada gempa susulan. Untung salah satu pemuda memergoki, sehingga terjadi kejar-kejaran. Tapi mereka lolos. Kemarin malam salah satu dari mereka tertangkap. Tapi tetap saja tidak bisa mendapatkan informasi mereka dari mana. Polisi sudah membawanya sebelum dia meninggal jadi bulan-bulanan masa. Ohya, orang-orang itu membawa senjata.
Rumah Roboh - Isu bikin heboh
Hingga tadi malam masih saja berkeliaran sms-sms tidak bertanggungjawab. Isinya selalu melansir dari BMG dari satu negara tertentu. Yang paling sering disebut adalah BMG dari Jepang. Isi berita adalah tentang adanya gempa susulan yang jauh lebih besar. Dan selalu diberitakan bahwa gempa itu akan terjadi tepat pukul 02:00 WIB.
Sudah berkali-kali BMG Yogya, BPPT, Teknik Geologi UGM menyampaikan bahwa itu isu belaka. Karena kenyataannya tidak ada yang bisa memprediksi gempa hingga kini. Kenyataan lain adalah adanya gempa Kobe di Jepang, nyatanya Jepangpun tidak bisa memprediksi. Tapi tetap saja warga menjadi resah.
Dan Kini - masyarakat disuguhi janji
Bukan Golkar, atau bukan Jusuf Kalla kalau tidak memenuhi mulut dengan janji. Janji yang terlontar adalah bahwa setiap penduduk yang rumahnya roboh atau rusak, akan mendapat bantuan sebesar 10 juta hingga 30 juta tiap KK.
Janji ini membumbungkan harapan. Tiap hari yang muncul adalah pertanyaan tentang kapan. Kapan janji itu akan direalisasikan? Aku sendiri melihat ini satu hal yang tidak bijak. Sebaiknya Sudah seharusnya kalau pemerintah memikirkan bagaimana warga yang rumahnya roboh mendapatkan ganti. Tapi tidak perlu mengumbar janji. Yang terbayang kemudian adalah BLT. Sedang dana 300ribu saja ricuhnya tiada tara, apalagi yang sampai puluhan juta?
Raja tega, oh raja tega.
vale, demi kesehatan.
el rony, mengikut mbah maridjan, tolak tunduk “penguasa tanpa perasaan”.
Category: Yogyakarta, Culture, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback
May 31st, 2006 at 1:13 pm
gila! raja tega sudah banyak di negeri ini ya?
May 31st, 2006 at 1:22 pm
raja tega itu mungkin bandit yang gak tau etika bandit, alias bandit anyaran. TERKUTUK lah kau RAJA TEGA
May 31st, 2006 at 1:31 pm
well ……. ternyata masih banyak orang yg menari-nari diatas penderitaan orang lain. Manusia tidak INSYAF dengan pertanda-pertanda yg diberikan Tuhan. So ….. tinggal tunggu saat nanti mereka mendapatkan ganjarannya.
-=he509x™=-
May 31st, 2006 at 1:54 pm
Satu lagi… banyak bantuan yang harus ada wartawan. Dan setelah wartawan pergi… yaa.. bantuan juga pergi.
May 31st, 2006 at 2:22 pm
*speechless*
May 31st, 2006 at 2:30 pm
die radja tega !
May 31st, 2006 at 2:30 pm
keparat kuwi penjarah, yen ketemu langsung gebuki wae…negoro ku kok moral e podo koyok bangsat kabehh….
May 31st, 2006 at 3:07 pm
nda ngerti mo ngomong apa ron…
May 31st, 2006 at 3:51 pm
matilah kalian dengan segala kerumitan birokrasi anda
May 31st, 2006 at 4:07 pm
Semoga para raja tega itu diberi petunjuk oleh yang maha kuasa untuk segera kembali ke jalan yang benar. Amin.
May 31st, 2006 at 4:27 pm
Hore… nulis komentar… hm… apa ya… gitu deh… saya mah ndak mau ikut campur. dibilang tidak tau solidaritas ya sering… hehe
May 31st, 2006 at 9:31 pm
bencana … membawa berkah bagi yg melihat peluang .. hhuhuhu
May 31st, 2006 at 10:53 pm
Ehm…Gak bisa ngomong apa-apa. Super duper jahatnya!!
June 1st, 2006 at 2:46 am
kalo menurut gw, saat ini Indonesia sudah diingatkan untuk yang ke…….berapa kalinya, untuk mawas diri dan menghilangkan janji-janji dan memulai realisasi.
JUSUF KALLA SUCKS!!!
June 1st, 2006 at 8:03 am
dan pemerintah tidak mengakui adanya penjarahan tersebut. tidak mengakui artinya tidak ada tindakan dari pemerintah. saya setuju kalo yusuf kalla sucks
June 1st, 2006 at 10:22 am
birokrasi yang rumit itu juga diakui beberapa posko yang juga sebel, terus teman-teman NGO atau apapun lah itu apakah sudah berkoordinasi dan punya strategi untuk meminimalisir kebusukan itu? *berharap pada temen-temen jogja*
June 1st, 2006 at 1:41 pm
Hidup ronceh!
June 1st, 2006 at 3:18 pm
aku makin sedih…
sedih… jogjaku jadi begini. sediiih…
June 1st, 2006 at 6:02 pm
lha, wis piye manèh
mémang wis jamané
June 1st, 2006 at 10:04 pm
menyedihkan…menyedihkan…memalukan…memalukan, dah lama jg ga ngikutin berita dari Indonesia langsung. Taunya cuma dari detik ma kompas, jadi denger yg kaya gini agak shock juga. Intropeksi…intropeksi
June 1st, 2006 at 11:40 pm
Angkat Senjata!
June 1st, 2006 at 11:55 pm
hloo ……. iki lantip asli? tenane? ngalkamdulillah …….. ijik urip ae che shara iki ….
June 2nd, 2006 at 4:30 am
hiks….tiap nonton tipirasanya gw mo nangis terus…kok tega sih manusia diperlakukan kyk Binatang gitu….?
SEKALI LAGI JUSUF KALLA SUCKS!!!
June 6th, 2006 at 11:50 am
Injek-injek Raja Tega
June 9th, 2006 at 9:54 pm
semoga lekas ditangkap gento2 liar lainnya yg maling di tengah2 derita korban gempa. ben modar. eh… sebaiknya mati perlahan biar kapok.
mbah maridjan memang eksentrik, mungkin kalo beliau masih muda sudah diperkarakan dgn dakwaan berlapis2 hanya karena melawan ogah disuruh turun gunung.