Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Jogja - Laporan Sebisa-bisa Saya

Print This Post   Email This Post

Yogyakarta, Senin 29/05/06.
Pukul 10:00 WIB, NGO-NGO di Yogyakarta dan beberapa NGO dari penjuru Indonesia serta beberapa warga masyarakat, termasuk wakil dari Kementrian Lingkungan Hidup, mengadakan rapat untuk meresponse gempa. Rapat berlangsung di Kantor Cindelaras, Gg Pangkur, Manukan, Sleman. Saya tidak bisa ikut lama di rapat ini, hanya meninggalkan nomer kontak dan contact person untuk koordinasi dengan Tim Air Putih di Yogyakarta seandainya membutuhkan.

Saya sebentar saja ikut acara tersebut, karena saya harus berkoordinasi dengan teman-teman Fisika UGM untuk mengabarkan teman-teman Alumni Fisika yang menjadi korban di Yogyakarta. Tercatat ada banyak kawan yang menjadi korban.

Perjalanan Ke Selatan

Pukul 14:00 WIB saya dan teman-teman dari Lesehan Yogya berangkat ke selatan. Sengaja tidak memfokuskan ke satu tempat, kita memang memiliki tujuan untuk sekalian melihat distribusi bantuan. Sampai di perempatan Parangtritis-Ring Road, jalanan macet total. Aliran mobil bantuan yang mengarah ke selatan, bertubrukan dengan aliran dari barat maupun timur, juga dengan arus balik dari selatan ke utara. Kami memutuskan belok ke kiri, mengambil jalur Imogiri.

Setelah memasuki jalan Imogiri, keadaan agak macet karena ruas jalan anjlok hampir separuh badan jalan. Kami terus menuju ke selatan. Dengan motor bebek yang jok-nya sempit menjadikan perjalanan terasa sangat panjang karena posisi duduk tidak nyaman, terganjal barang.

Sampai di belokan Pleret, saya melihat kecenderungan bantuan mengalir terus ke selatan, arah pleret sepertinya agak kurang mendapat perhatian. Padahal di wilayah ini kerusakan termasuk parah. Keluarga saya, anak dari Om saya, sekeluarga masuk rumah sakit, sampai sekarang saya belum mendapat informasi di rumah sakit mana. Keluarga dik Eko ini tinggal di daerah Pleret Bantul.

Namun kami tidak berhenti di Pleret, kami putuskan untuk menuju Jetis. Sepanjang jalan pemandangan rumah roboh dan retaknya badan jalan menjadi menu. Di perempatan Patalan, kami berbelok ke barat. Dan akhirnya kami putuskan untuk mampir di Patalan. Benar saja, wilayah ini kurang mendapat perhatian. Sebagian besar warga masih tinggal di kandang sapi (entah kenapa kandang-kandang sapi sebagian besar malah selamat). Sayang kami hanya bawa satu tenda plastik, dua tikar dan beberapa kilogram beras serta beberapa lembar pakaian. Ini jauh dari cukup. Semoga hari ini sudah semakin banyak bantuan.

Info SONORA

Terus terang saya memutuskan untuk mengikuti perkembangan melalui SONORA FM. Karena radio tersebut yang memberikan informasi terus menerus dan melakukan cross check ke pihak berwenang. Informasi dari warga yang menanyakan PLN langsung dijawab dengan tanya jawab langsung dengan pihak PLN, demikian juga ketika muncul isu gempa susulan yang lebih besar, SONORA langsung melakukan konfirmasi ke BMG.

Kebetulan tadi malam dapat informasi langsung dari kepala Teknik Geologi UGM, Ibu Ida. Beliau memberi kuliah selama sekitar 15 menit tentang gempa ini. Menurut beliau, proses gempa ini terjadi akibat pergeseran lempeng. Lempeng/lensa (kerak bumi) selalu bergeser pada kurun waktu tertentu. Nah, Jogja ternyata “menyimpan” patahan lempeng yang terjadi jutaan tahun lalu. Patahan ini sudah terkubur karena aktivitas vulkanik Merapi.

Kini lempeng dari arah selatan mendorong lempeng Asia secara horisontal dan memicu aktifnya lagi patahan lama tersebut. Akibatnya daerah di sepanjang lempeng tersebut jadi retak dan banyak rumah hancur. Patahan ini, berdasar pantauan saya juga, meliputi wilayah Bambanglipuro - Jetis - Pleret - Pundong - Prambanan dan berlanjut hingga daerah Wedi Klaten.

Kondisi tanah yang khas, masih menurut Ibu Ida, yaitu struktur Pasir-Lempung-Pasir membuat hasil patahan yang khas pula. Pasir yang selama ini “agak renggang” dan terisi air, akibat guncangan menjadi mengeras. Air yang mengisi rongga pasir tersebut akhirnya terdesak keluar. Oh ya, tambahan lagi air tersebut adalah air artesis. Seperti kita tahu kebanyakan sumur di daerah Jogja adalah artesis. Tipikal air ini adalah air bertekanan. Sehingga ketika dipicu oleh memadatnya pasir tadi, air ini menjadi semakin tinggi tekanannya, walhasil keluar dalam bentuk “puncratan”. Di beberapa daerah patahan air-air memang memuncrat dari badan jalan/tanah yang retak. Ini nampaknya yang membuat masyarakat panik dan keluar isu tsunami.

Sumber gempa (hiposentrum) berada di kedalaman –kurang lebih– 37km, termasuk dangkal. Dan episentrum (pusat gempa permukaan) berada di kurang lebih 25km hingga 36km dari kota Yogyakarta, artinya berada di daratan ataupun di dekat pantai. Sehingga gempa ini kecil kemungkinan mengakibatkan tsunami. Ditambah dengan kenyataan bahwa geseran yang terjadi adalah geseran horisontal, bukan geseran vertikal (seperti di Aceh).

Dari kuliah tersebut saya menjadi semakin paham dengan adanya gempa ini. Saat ini masih terjadi gempa susulan. Barusan, 11:15 WIB, terjadi lagi gempa. Mungkin sebesar 3 skala richter, ukuran yang kecil. Hanya saja, gempa kecil seperti ini selalu berdampak parah di daerah patahan. Saya hanya bisa berdoa semoga korban tidak bertambah.

vale, demi kesehatan.

el rony, berdo’a demi kesehatan.

Link Terkait:

http://helpjogja.net/
http://merapi.combine.or.id/
http://indonesiahelp.blogspot.com/
http://www.gudeg.net/jogjamenangis/
http://www.mediacenter.or.id/

Info Tambahan (Peta):

http://inisiatif.rsgisforum.net/merapi/
http://rsrc.pandhitopanji-f.org/documents/figures/gempayogya.jpg
NB:

Bantuan untuk daerah Triharjo dan Pajangan agak kurang. Saya belum mendapat informasi dari Bupati Bantul.

Dari Klaten, Bupati Klaten menyebutkan bahwa daerah yang parah di wilayahnya meliputi tiga tempat, sayangnya saya tidak sempat mencatat. Salah satunya adalah kecamatan Wedi. Jumlah korban untuk wilayah Klaten adalah 1002 jiwa, dengan jumlah rumah roboh 33.000 buah, rumah rusak berat 19.000 buah.

Category: Yogyakarta, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

3 Responses to “Jogja - Laporan Sebisa-bisa Saya”

  1. MaNongAn Says:

    OK, ditunggu Koordinasi dr lesehan.or.id nya.

    -=he509x™=-

  2. merahitam Says:

    Mas, saya dapat informasi dari sejumlah kawan yang keluarganya terluka dan meninggal di Yogya. Menurut mereka, terjadi penjarahan atas barang-barang yang mereka beli sendiri. Padahal mereka belinya di Magelang. Bener begitu?

  3. SOEHARTO Says:

    selamat berjuang, bung… semoga keadaan menjadi lebih baik. SALUT!!!

Leave a Reply