Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Peta memeta - Kategori mengkategori

Print This Post   Email This Post

Aku sedang terheran-heran. Bukan karena pekerjaan yang terbengkalai, ataupun kepala yang tidak bisa bekerja sama, ataupun flu yang tak sembuh-sembuh. Aku heran setelah berjalan-jalan sejenak di dunia blog, aku melihat ada kecenderungan orang untuk membeda-bedakan.

Kemarin saya sempat posting mengenai how to - radical blogger. Satu postingan lucu-lucuan. Ada yang menanggapi serius, tapi itu resiko. Yang saya heran pemetaan semakin berkembang. Bukan menyatu kulihat, membeda! Baik melalui peringkat, maupun melalui tipologi. Dengan berbagai cara ataupun metode.

Ah tapi peringkat sebenarnya bisa jadi tidak masalah. Tipologi mungkin juga bukan suatu yang penting, dalam rangka mengenali. Namun apa setelah itu? Entahlah. Aku belum, atau mungkin tidak mau(?), memikirkannya lebih dalam.

Dan Tipologi Lahir

Ya, sayapun sempat tercetus soal tipologi. Dalam satu chattingan singkat dengan Enda, aku coba lontarkan tipologi itu. Dan Enda “membantuku” dengan mengajukan tipologi baru berdasar tipologi sebelumnya.

Blog(ger) Kapitalis

Adalah blog(ger) yang sedikit me-link orang lain namun berusaha mendapatkan link yang banyak dari blog orang lain. Dengan mendasarkan pada asas modal sesedikit mungkin untuk mendapatkan keuntungan seoptimal mungkin, dia menebar komen di mana-mana. Incoming Links adalah kapital yang layak diperjuangkan baginya. Dan Outgoing Links hanya akan menurunkan nilai blog-nya di pasar saham Blogshare.

Blog(ger) Sosialis

Merupakan blog(ger) yang mengandalkan asas kesetaraan. Tidak ada eksploitasi incoming links maupun outgoing links oleh dan darinya. Perkembangan links olehnya mungkin tidak terlalu cepat, tapi seiring waktu maka bertambah. Hal ini kurang lebih berbarengan dengan bertambahnya incoming links ke blog dia. Tipe ini kadang muncul secara santun, menawarkan penambahan link.

Blog(ger) Altruis

Layaknya mentari, selalu memberi tak pernah meminta. Incoming links dia jauh lebih sedikit dari outgoing linksnya. Ini satu hal yang bisa dijadikan tolok ukur. Mungkin saya masuk dalam kategori ini, lha wong saya bikin model auto add link. :)

Blog(ger) Fundamentalis

Ini muncul dari pertanyaan Enda. Waktu itu aku jawab cirinya adalah blogger yang berjenggot. Namun setelah dipikir lagi, mungkin akan lebih tepat jika dilihat sebagai blogger yang selalu mendasarkan tulisannya pada satu sumber. Incoming maupun outgoing links untuk blogger jenis ini tidak bisa dijadikan patokan.

Blog(ger) Komunis

Bagaimanapun komunalisme adalah satu sifat dasar blog. Mereka meng-komunal, mengelompok. Dan lagi, globalisasi maupun internet sebenarnya adalah muka lain dari internationale. Blog(ger) komunis adalah blogger yang berasas sama rata sama rasa, satu untuk semua. Blog dipakai bareng, diupdate bareng, di link bareng, beranggotakan blog-blog yang juga selalu me-refer ke blog barengan tadi. *pusing gak sih?*

Dan masih banyak lagi. Saya capek. Dan akhirnya kembali ke pertanyaan awal tadi, mengapa memetakan? Apa keuntungan saya dengan membuat pengkategorian seperti itu? Apakah kemudian menjadi pilih kasih dalam berteman? Atau kemudian membagi pertemanan dalam kelompok berdasar kategori, sehingga dalam ber-komen juga harus menyesuaikan? Tapi dengan demikian pengelompokkan tidak lagi berguna bukan?

Tentu saja! Pengelompokkan dengan metode apapun, sifatnya sementara. Bagaimanapun ini ciptaan manusia, tidak ada yang abadi. Sampai pada kesimpulan ini, saya berlega hati. Jadi sejauh ini, yang terjadi hanyalah upaya manusia mengenali dirinya sendiri. Satu saat nanti, upaya sama akan dilakukan dengan hasil yang belum bisa kita bayangkan sekarang.

vale, masih juga memetakan kawan?

el rony, bukankah peta ada di tas? Tanyalah Dora!

Category: blog, Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

18 Responses to “Peta memeta - Kategori mengkategori”

  1. johan Says:

    huaaaa .. gw mo jadi blogger pancasilais … titlenya 5 sila …. heheh

  2. enda Says:

    coba ya, kalo nyebut nama gue dibuat link hihihihi

    woi masih banyak kan yg gue tanya, ini bentuk self-censorship neh, jangan dijadikan bakat ya.

  3. merahitam Says:

    Hihihi…Blog-ku masuk kategori yang mana ya? Btw, apa toh maksudnya incoming links dan outgoing links, mas?

  4. Priyadi Says:

    nah lho, ini terlalu serius nanggepin peringkat blog ato gimana?

    sebenernya, orang atau blog memang berbeda2, kategori mengkategori itu akibat dari blog yang berbeda2.

    nah, tapi komen ini jangan ditanggepin serius ya :)

  5. mangli Says:

    gw gak ngaruh mo dimasukin mana aja…yg penting post apa yg kusuka dan kumau…hehe

    terlalu sederhana klo blog di kotak-2an spt sederhananya warung padang sederhana di depan komplek rumah :)

  6. rony Says:

    #1. Silakan pasang gambar garuda pancasila, lengkap dg foto presiden dan wakil presiden di kanan-kirinya. seperti saya sebutkan di posting yang dulu. hehehe
    #2. hayyah.. capek bikin link. haha.. ya wis.. kuperbaiki :p
    yang lain gak kumasukin, takut ada yang sakit hati.. haha
    #3. walah, wong saya gak niat mengkategori kok. hehe.. incoming links adalah link ke blog kita yang ada di blog orang lain, bisa dari komen, content maupun dari blogroll. outgoing links sebaliknya.
    #4. nah lho. terus kapan kita serius? hihihi
    #5. yoih! setuju bang! haha

  7. fahdi Says:

    BLOGGER JOMBLOIST: ngeblog buat dapet jodoh, gimana pak, bisa dimasukkan kategori?

  8. ndra Says:

    *masih mikir* gw masuk kategori mana yah???

  9. gagahput3ra Says:

    kalo saya sich kayaknya masuk ke kategori go-blogger, soalnya gak ngarti sama sekali ama yang namanya pemetaan :D

  10. Ben Says:

    saya blogger baik-baik pak… tolong jangan dipersulit

    *pasang tampang baik-baik*

  11. sridewa Says:

    Blog(ger) Fundamentalis

    Ini muncul dari pertanyaan Enda. Waktu itu aku jawab cirinya adalah blogger yang berjenggot. …..

    —> Asyuuu jenggotku tak keroke sikik aaah…

  12. jipeng Says:

    Blogger Konjenialis :
    Blogger yang dengan ramah membalas setiap komen yang masuk dengan tujuan mengumpulkan kekuatan.
    :P
    *ngilang*

  13. mpokb Says:

    Blogger Kembangkempis : sesekali bisa update, lebih sering mati akal *angkat telunjuk*

  14. saylow Says:

    Bloger Kumis Metalis : Blogger yang layaknya lubang kakus selalu menganga siap mencaplok link atau auto add terus bikin postingan buat menggambar mukamu sendiri hahahah “Altruis” ahk terlalu kweren… ganti yes! hihihi

  15. didats Says:

    gw kemana aja hayuk… hahahaha

  16. Andry Says:

    Mensitir postulat ke-13 dalam Das Kapital, saya bisa katakan bahwa blogger hanya bisa menterjemahkan dunia.

    Padahal yang paling penting adalah merubahnya.

    Menulis dengan satu tujuan, menyebarkan virus pemikiran sehingga terjadi pergeseran paradigma diantara para pembaca adalah jalan lama untuk merubah dunia. Dan blog, adalah medium baru progresif revolusioner (thanks to David Winner on that).

    Sekarang, coba bayangkan jika di jaman Muhammad atau Lenin-Stalin sudah ada blog dan RSS.

    Jadi menurut saya, saat kita ngeblog, kita sudah menjadi seorang radikal, revolusioner, sosialis, dan komunis sekaligus.

    Demikian.

    Sekarang saya permisi, ada kewajiban menjadi gilda-gilda kecil mesin besar bernama kapitalisme yang harus saya tunaikan.

  17. rony Says:

    #andry: hihihi, njur ketok jawa timure. :D santai dab. mabus bebak! :p

  18. Qky Says:

    postingan yang sangat bagus, menarik, mencirikan sang pemiliknya adalah seorang blogger “gue banget”… CERDAS, JUJUR, DAN BERKOMITMEN, TINGGI. Selamat, anda dapat gelas :-P

Leave a Reply