Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta

Influenza. Merapi. Dan Sekelumit Cerita Cendana.

Print This Post   Email This Post

Tiga hari saya tumbang. Influenza menyerang, tubuh merapuh. Penyebabnya? Saya memaksa tubuh rapuhku untuk begadang, menunggu dan mengamati proses Merapi. Dengan kamera terbatasku, dengan kursi panjang dari bambu, dari waktu ke waktu aku merekam perkembangan Merapi. Seandainya kondisiku lebih sehat, tentu aku memilih untuk ikut teman-temanku, turun ke sana dan membantu saudara-saudara di kamp-kamp, sayang badanku memang ringkih.

Sesudahnya aku hanya bisa terkapar. Aku memilih untuk membaca. Satu buku, kumpulan tulisan, salah satunya adalah tulisan kawan George Aditjondro. Terbayang kesulitan dia ketika powerbooknya tiba-tiba rusak, dan dia terpaksa meminjam laptop usangku, akhirnya dia memilih membeli powerbook karena dia tidak terbiasa windows dengan double click! :)

Soeharto Adalah Koruptor Terbesar!

Demikian kurang lebih kalimat yang bisa aku ringkas dari serangkaian tulisan George. Ya, wajar jika dia sampai pada kenyataan ini. Lawrence Whitehead dan Belinda A. Aquino, peneliti dari Philipina, membuat penelitian tentang korupsi yang dilakukan oleh Marcos, mantan presiden Philipina, pada tahun 1999.

Kesimpulan yang didapat adalah bahwa maling top dunia berasal dari diktator Amerika Selatan. Hal ini adalah sebelum Marcos muncul. Jumlah kekayaan yang dilaporkan dari lima orang caudillow yang ada antara tahun 1952 dan 1961 adalah antara US$1,8 juta sampai US$ 2,6 juta. Jumlah ini jauh di bawah kekayaan yang dikeruk Marcos, yaitu sejumlah US$5 juta hingga US$10 juta.

Aquino juga menegaskan bahwa para diktator Afrika tidak dapat dibandingkan dengan sejawat mereka di Amerika Latin dalam besarnya kecurangan yang dilakukan dan sumber alam yang dijarah. Kwame Nkrumah dari Ghana, misalnya, diduga menjarah “hanya” sekitar empat juta pound. Apalagi jika dibandingkan dengan Marcos.

Berangkat dari sini, George cukup yakin bahwa tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Soeharto. Dalam hal ini hebat dalam mengeruk dan menjadi maling. Soeharto beserta keluarganya berhasil mengeruk US$ 73 miliar selama masa kekuasaannya, namun menyimpan “hanya” US$15 Milyar dari kekayaannya (Time, 24 Mei, 1999). Jadi Soeharto telah mengalahkan para diktator tersebut, bahkan mengalahkan Mobutu Sese Zeko dari Zaire yang menggondol US$ 5 juta sebelum terlempar dari kekuasaannya pada 1997, dan Jean-Claude Duvalier yang mengambil US$500juta ketika jatuh dari kekuasaan 1986.

Ibu Tien Percent

Dalam penelitiannya, George juga sampai pada kesimpulan bahwa tidak semata-mata dari garis Soeharto saja korupsi itu terjadi. Tien Soeharto mendiang, juga terlibat di dalamnya. Bahkan di kalangan para pengusaha, Tien Soeharto, sebagaimana sub judul, mendapat julukan Ibu Ten Percent, karena meminta 10% dari setiap perjanjian-perjanjian bisnis dimana dia terlibat melalui yayasan ataupun saudara-saudaranya.

Semua saudara dekat Soeharto, saudara Tien, anak-anaknya, cucu-cucunya terlibat dalam kejahatan terburuk sepanjang sejarah ini. Tidak hanya sebatas bisnis dalam negeri dalam bentuk monopoli cengkeh, bahkan hingga ke penyelundupan senjata, emas dan lain-lain.

Bentuk Kejahatan Soeharto

Bentuk kejahatan Soeharto adalah:

  1. Menggunakan Pesawat Pribadi untuk Menyelundupkan Emas di Luar Negeri
    1990, PT Bayu Air, maskapai penerbangan swasta milik keluarga cendana, dicurigai terlibat dalam penyelundupan emas batangan ke Swiss.
  2. Mengimpor Senjata dan Berdagang Bahan Peledak
    Semua tahu, impor landing ship tank bekas untuk angkatan Laut Indonesia, melibatkan sebuah perusahaan milik adik Tien, yaitu Ibnu Harjanto. Sementara untuk impor kendaraan lapis baja untuk AD, PT Surya Kepanjen yang mendapat jatah monopoli. Perusahaan itu milik Tutut. Juga untuk impor pesawat Hawk-2000. Mamiek sendiri menguasai wilayah impor suku cadang pesawat Hercules.
    Bambang dan Tommy menjadi agen tunggal untuk perusahaan amunisi PT Dahana. Dengan didukung keppres No. 14/1997, hanya perusahaan milik mereka berdua yang diperbolehkan memonopoli penjualan amunisi dari PT Dahana untuk kepentingan pribadi.
    Masih ingat ketika Siti Hutami Endang Adiningsih ditangkap polisi? karena kepemilikan pistol NAA kaliber 22 secara ilegal? Dia hanya dihukum percobaan 30 hari lho.
  3. Percetakan dan Perdagangan Uang Palsu
    Ah, ini juga sebenarnya cukup jelas. Gusti Maya Firanti Noor, istri dari Ari Haryo Wibowo, cucu Soeharto, pernah ketangkap polisi. Karena membeli kartu telefon prabayar dengan uang palsu.
    Sebuah percetakan di Jakarta, tempat sejumlah uang palsu dicetak, dicurigai milik Tommy Soeharto. Tak kalah penting, seorang perwira AD pernah diperiksa karena berperan dalam peredaraan mata uang palsu, ternyata malah menjadi rekanan dekat kakak tertua Tien Soeharto, Ibnu Harjanto.
  4. Penyelundupan Obat Terlarang
    Tiga mahasiswa Indonesia di Australia Barat, Nasar Aliando (25 tahun), Iwan Suparman (35) dan Jose Rizal Paruntu (25), diadili di Perth pada Desember 1995 karena mengimpor secara ilegal 450 butir ecstasy. Tak lama setelah peristiwa itu, ayah dari ketiga mahasiswa tersebut naik pangkat. Edan!
  5. Melarikan Uang Terkumpul ke Luar Negeri
    Bagaimanapun juga banyak orang pintar di negeri ini yang tahu bahwa Soeharto memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh internasional. Kekayaannyapun sudah lari ke banyak bank di luar negeri.
    Kedekatan Soeharto dengan McMoran (Freeport), Kissinger, dan lain-lain, terungkap dalam tulisan panjang George ini. Hal ini mengingatkanku pada tulisan The Confession of Economic Hitman.

Negara ini hancur. Kekayaan sudah habis dikeruk oleh orang terjahat di dunia. Soeharto dan keluarganya tentu saja. Tapi yang terjadi adalah vonis bebas. Bahkan Tommy mendapt penghargaan sebagai insan otomotif. Negara macam apa ini?

Hanya bisa berdo’a kiranya. Semoga Soeharto matinya masih lama, biar busuk dulu badannya.

vale, marah

el rony, masih marah dan tidak habis fikir walaupun sedang flu.

Category: Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

11 Responses to “Influenza. Merapi. Dan Sekelumit Cerita Cendana.”

  1. Priyadi Says:

    heheheheh, setuju. udah jelas2 salah kok bisa bebas gitu aja. sakit atau mati sekalipun harusnya gak dibebaskan gitu aja.

  2. didats Says:

    KALIMAT TERAKHIRNYA, KEREN…!!!

    SEMOGA MATINYA LAMA, BIAR BUSUK DULU BADANNYA…
    TAMBAHIN DIKIT, PAKE BELATUNG SEGALA…

    HIHIHI
    *kepslok on*

  3. lafea Says:

    ternyata ini toh baca-baca kemarin itu…

  4. mpokb Says:

    bosen sama berita yg itu2 juga. boseennnn…!!! gimana caranya dung supaya duit itu bisa dibalikin lagi? rupiah merosot, harga pupuk naik… ganti abu merapi aja yak?

  5. pembaca setia Says:

    suharto…. sumber dari segala sumber endonesa ini … !

  6. Imponk Says:

    Selama ini mungkin kita bisa saja berteriak bahwa Soeharto adalah koruptor terbesar. Tetapi kata itu sesungguhnya tidak mempunyai kekuatan apa-apa karena sang korup sendiri ternyata aman dari jeratan hukum. Dan dia hanya bisa tersenyum sumringah dengan teriakan anda, bung!

  7. johan Says:

    saya yakin, kalo soeharto masih berkuasa, kita nggak bakalan sebebas ini ngeblog .. apalagi nulis posting setajam ini .. :)

  8. SOEHARTO Says:

    coba, itu… Yon (SBY), pergilah…. yang mana kepada si Ronny itu… tanyaken kenapa?

    BTW, Menurutmu… hingga kini, kekuatan ekonomi republik ini, berapa persenkah andil Cendana dan kroninya?

  9. rony Says:

    #1. setuju bung pri! :)
    #2. woloh-woloh, kok kamu makin sadis dats? :p
    #3. gitulah hon. :)
    #4. bosan, lalu melupakan. itu yang menakutkan mpokb!
    #5. berarti soeharto = pancasila? :p
    #6. tapi ponk, saya kan nggak teriak. saya cuma do’a lho ponk. kalo dia tersenyum, berarti do’a saya terkabul. dia hidup makin lama, biar busuk dulu badannya. hehe
    #7. saya juga yakin. :D
    #8. 100% bung semplicesuharto! hahaha

  10. fahdi Says:

    MARI MARI
    KITA BANGUN KEMBALI INDONESIA INI, setelah apa yang terjadi selama 32 tahun di belakang …

  11. nananias Says:

    nama anaknya enrico kan yak? *ngga nyambung, mencoba mengingat-ingat*

Leave a Reply