<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Orang-orang Bergerak!</title>
	<link>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/</link>
	<description>Mempercayakan perubahan melalui kata-kata</description>
	<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 20:32:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: boyke</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-7799</link>
		<author>boyke</author>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2007 02:32:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-7799</guid>
		<description>kita semua akan sadar apabila sudah terbangun dari mimpi pada sebuah republik mimpi, mudah mudahan kita semua sedang tidak bermimpi mari kita membangan semangat perjuangan 45 meningkatkan kesejahteraan umum dan memajukan kehudupan Bangsa tidak hanya dalam buku atau diatas kertas Merdekaaa! Hidup Indonesia ! Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

salam boy.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita semua akan sadar apabila sudah terbangun dari mimpi pada sebuah republik mimpi, mudah mudahan kita semua sedang tidak bermimpi mari kita membangan semangat perjuangan 45 meningkatkan kesejahteraan umum dan memajukan kehudupan Bangsa tidak hanya dalam buku atau diatas kertas Merdekaaa! Hidup Indonesia ! Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.</p>
<p>salam boy.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: joy</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-3604</link>
		<author>joy</author>
		<pubDate>Sun, 26 Nov 2006 13:23:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-3604</guid>
		<description>UUD pesangin memang perlu, tapi harus dalam kadar yang normal. Di indonesia, itu sudah melebihi batas, bahkan menurut bappenas, indonesia adalah #1 tertinggi di dunia dalam hal pesangon. Padahal bila dilihat dari kualitas pekerja indonesia bekerja itu jauh terlalu tinggi, karena mereka sangat tidak produktif dan 'uneducated'.
BAGAIMANA BANGSA INI BISA MAJU? Bila, pekerja dibelakan terus oleh pemerintah? Pesangon yang berlebihan bisa memanjakan para pekerja dan bisa mengurangi investor di Indonesia. Maka perlakuan SBY memang sudah benar dalam mengurangi jumlah pesangon untuk buruh berpenghasilan 1jt keatas.
Masa orang korupsi dan malas masih harus dikasih pesangon? tolong pikir yang matang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>UUD pesangin memang perlu, tapi harus dalam kadar yang normal. Di indonesia, itu sudah melebihi batas, bahkan menurut bappenas, indonesia adalah #1 tertinggi di dunia dalam hal pesangon. Padahal bila dilihat dari kualitas pekerja indonesia bekerja itu jauh terlalu tinggi, karena mereka sangat tidak produktif dan &#8216;uneducated&#8217;.<br />
BAGAIMANA BANGSA INI BISA MAJU? Bila, pekerja dibelakan terus oleh pemerintah? Pesangon yang berlebihan bisa memanjakan para pekerja dan bisa mengurangi investor di Indonesia. Maka perlakuan SBY memang sudah benar dalam mengurangi jumlah pesangon untuk buruh berpenghasilan 1jt keatas.<br />
Masa orang korupsi dan malas masih harus dikasih pesangon? tolong pikir yang matang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: starchie</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-113</link>
		<author>starchie</author>
		<pubDate>Fri, 31 Mar 2006 07:24:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-113</guid>
		<description>#Mas Amal

Ah, Rony banged! (provokatif!) &#62;&#62; ini seharus nya di (tm) kan !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Mas Amal</p>
<p>Ah, Rony banged! (provokatif!) &gt;&gt; ini seharus nya di &#8482; kan !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wesly</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-112</link>
		<author>wesly</author>
		<pubDate>Fri, 31 Mar 2006 06:30:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-112</guid>
		<description>yok.. BERGER!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yok.. BERGER!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: merahitam</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-111</link>
		<author>merahitam</author>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2006 19:22:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-111</guid>
		<description>Ah, Mas Ron...Dari dulu yang selalu bergerak itu memang kaum tertindas yang notabene kebanyakan golongan bawah...Golongan menengahnya? Saya kok jadi skeptis bin pesimis ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ah, Mas Ron&#8230;Dari dulu yang selalu bergerak itu memang kaum tertindas yang notabene kebanyakan golongan bawah&#8230;Golongan menengahnya? Saya kok jadi skeptis bin pesimis ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vnuz</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-110</link>
		<author>vnuz</author>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2006 15:06:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-110</guid>
		<description>Aku baru dengar soal ini Sore tadi saat nonton berita di TV,

Emang bangsat banget pemerintah kita ini.

*kadar nasionalisme ku semakin menurun*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku baru dengar soal ini Sore tadi saat nonton berita di TV,</p>
<p>Emang bangsat banget pemerintah kita ini.</p>
<p>*kadar nasionalisme ku semakin menurun*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: godril</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-109</link>
		<author>godril</author>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2006 11:55:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-109</guid>
		<description>misal saya sebagai buruh setuju..  asal uang pensiun pegawai negeri juga direview gimana ya? pada setuju ndak ya? hehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>misal saya sebagai buruh setuju..  asal uang pensiun pegawai negeri juga direview gimana ya? pada setuju ndak ya? hehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rony</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-107</link>
		<author>rony</author>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2006 06:03:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-107</guid>
		<description>#lafea: yuk yuk.. hup hup.. :)

#pak amal:
benar sekali pak rektor! :) saya tidak menuliskan bahwa kepedulian adalah sama dengan ikut turun ke jalan, tapi saya memang tidak menuliskan bentuk kepedulian lain. maka wajar jika pak "rektor" punya pandangan begitu. 
Nah, maksud saya justru munculnya pandangan bahwa ini semata-mata permasalahan buruh *mulai menyesal kenapa menulis dengan buru-buru* padahal ini adalah permasalahan umum, yaitu hak asasi. Ketika undang-undang ini muncul, maka orang bisa sah secara hukum sementara dia melanggar hak asasi. 
Hal ini tentunya berbahaya. Kepedulian yang saya bayangkan sederhana saja, bisa surat pembaca, bisa artikel di koran, memanfaatkan media, blog, milis atau membahasnya di mimbar-mimbar keagamaan, dll. Dan ini belum terjadi.
Wajar memang jika penduduk memiliki perbedaan isi pikiran, dan saya salah kalau menyalahkan hal itu. Namun, saya sebenarnya ingin membidik arus pemikiran yang "dipecah-pecah" oleh "sesuatu". Saya merasa curiga dengan hal ini. Semoga saja kecurigaan saya kali ini salah.
btw, saya provokatif ya? whoa! :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#lafea: yuk yuk.. hup hup.. <img src='http://rony.dgworks.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>#pak amal:<br />
benar sekali pak rektor! <img src='http://rony.dgworks.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> saya tidak menuliskan bahwa kepedulian adalah sama dengan ikut turun ke jalan, tapi saya memang tidak menuliskan bentuk kepedulian lain. maka wajar jika pak &#8220;rektor&#8221; punya pandangan begitu.<br />
Nah, maksud saya justru munculnya pandangan bahwa ini semata-mata permasalahan buruh *mulai menyesal kenapa menulis dengan buru-buru* padahal ini adalah permasalahan umum, yaitu hak asasi. Ketika undang-undang ini muncul, maka orang bisa sah secara hukum sementara dia melanggar hak asasi.<br />
Hal ini tentunya berbahaya. Kepedulian yang saya bayangkan sederhana saja, bisa surat pembaca, bisa artikel di koran, memanfaatkan media, blog, milis atau membahasnya di mimbar-mimbar keagamaan, dll. Dan ini belum terjadi.<br />
Wajar memang jika penduduk memiliki perbedaan isi pikiran, dan saya salah kalau menyalahkan hal itu. Namun, saya sebenarnya ingin membidik arus pemikiran yang &#8220;dipecah-pecah&#8221; oleh &#8220;sesuatu&#8221;. Saya merasa curiga dengan hal ini. Semoga saja kecurigaan saya kali ini salah.<br />
btw, saya provokatif ya? whoa! :p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Amal</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-106</link>
		<author>Amal</author>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2006 05:10:25 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-106</guid>
		<description>Ah, Rony banged! (provokatif!)

Mengapa kecewa hanya karena kepedulian seperti itu hanya diikuti oleh "kaum buruh"? Menurutku pandangan seperti itu terlalu retorik.

Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk sangat banyak. Jadi wajar jika sebagian memikirkan tentang A, yang lain tentang B, dan yang lain lagi tentang C. Demikian seterusnya. Apakah semua orang harus turun ke jalan dan meninggalkan pekerjaan mereka? Itu sangat tidak produktif dan menurut saya bukan seperti itu budaya demokrasi.

Menyebut "sebagian besar tidak peduli" dan menghempaskan kekecewaan pada masyarakat dengan mengatakan "tidak sadar" bisa jadi malah tidak kondusif, karena hal itu menjadi sikap ofensif bagi banyak orang. Tidak semua orang bekerja menjadi "buruh". Sebagian dari "buruh" itu pun tidak selalu berhadapan dengan kondisi resiko seperti di atas (faktor nilai tawar mereka atau budaya kekeluargaan di perusahaan misalnya). Masih ada lagi: sebagian dari "buruh" yang terancam pun bisa jadi punya cara lain untuk berhadapan dengan pengusaha -- tidak selalu dengan demo.

Ringkasnya: banyak faktor dan terlalu sederhana jika digeneralisir begitu saja.

Bagi yang bergerak, menyuarakan pendapat: sila unjuk pendapat dan pikiran, pakai cara yang benar. Ujian yang lebih berat dari menghadapi orang lain yang korup adalah diri sendiri yang diliputi amarah dan putus asa.

Selamat berjuang untuk semua!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ah, Rony banged! (provokatif!)</p>
<p>Mengapa kecewa hanya karena kepedulian seperti itu hanya diikuti oleh &#8220;kaum buruh&#8221;? Menurutku pandangan seperti itu terlalu retorik.</p>
<p>Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk sangat banyak. Jadi wajar jika sebagian memikirkan tentang A, yang lain tentang B, dan yang lain lagi tentang C. Demikian seterusnya. Apakah semua orang harus turun ke jalan dan meninggalkan pekerjaan mereka? Itu sangat tidak produktif dan menurut saya bukan seperti itu budaya demokrasi.</p>
<p>Menyebut &#8220;sebagian besar tidak peduli&#8221; dan menghempaskan kekecewaan pada masyarakat dengan mengatakan &#8220;tidak sadar&#8221; bisa jadi malah tidak kondusif, karena hal itu menjadi sikap ofensif bagi banyak orang. Tidak semua orang bekerja menjadi &#8220;buruh&#8221;. Sebagian dari &#8220;buruh&#8221; itu pun tidak selalu berhadapan dengan kondisi resiko seperti di atas (faktor nilai tawar mereka atau budaya kekeluargaan di perusahaan misalnya). Masih ada lagi: sebagian dari &#8220;buruh&#8221; yang terancam pun bisa jadi punya cara lain untuk berhadapan dengan pengusaha &#8212; tidak selalu dengan demo.</p>
<p>Ringkasnya: banyak faktor dan terlalu sederhana jika digeneralisir begitu saja.</p>
<p>Bagi yang bergerak, menyuarakan pendapat: sila unjuk pendapat dan pikiran, pakai cara yang benar. Ujian yang lebih berat dari menghadapi orang lain yang korup adalah diri sendiri yang diliputi amarah dan putus asa.</p>
<p>Selamat berjuang untuk semua!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lafea</title>
		<link>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-105</link>
		<author>lafea</author>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2006 05:02:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://rony.dgworks.net/2006/03/29/orang-orang-bergerak/#comment-105</guid>
		<description>markiber!
mari kita bergerak!

*hup, hup... sibuk gerak badan* :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>markiber!<br />
mari kita bergerak!</p>
<p>*hup, hup&#8230; sibuk gerak badan* :p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
