
Demikian spanduk terpampang di mana-mana. Rata-rata dipasang oleh aparat kepolisian, di sana memang tertera juga logo POLRI (mungkin POLDA). Spanduk dengan model print di atas bahan kain-plastik ini juga terlihat di depan kantor POLDA DIY.
Sepintas aku melihat ukurannya yang terlihat mini dibandingkan dengan lebar pagar Kantor Kepolisian, membuatnya tampak sebagai aksesori tambahan. Sepanjang jalan aku menggumamkan tulisan tersebut, mencoba menangkap maknanya.
Gagap Komunikasi
Itu yang akhirnya muncul sebagai kesimpulan dariku. Cobalah Anda mengulang kalimat singkat tersebut. Apa yang Anda tangkap? Yang saya tangkap terusterang hanyalah satu sosok (bisa orang, bisa lembaga) yang dengan nada keangkuhan maksimal berteriak lantang “Narkoba No! Prestasi Yes!”. Di lain waktu yang terlintas adalah sekelompok orang yang sedang berlari kecil, tubuh gempalnya menjaga ritme, tangannya terbebani senapan, dan punggungnya ditumbuhi ransel berrumput. Dari balik kepala-kepala plonthos itu muncul gumaman berima nyaris bernyani mars menyampaikan pesan sama,”Narkoba No! Prestasi Yes!”
Selesai di situ. Ya, hanya berhenti di situ saja. Yang terjadi setelah kalimat itu disampaikan, tidak ada. Lagi-lagi ini hanyalah permasalahan retorika. Narkoba, sebagai satu ancaman terbesar bagi daya nalar generasi muda, memanglah layak untuk ditentang, atau lebih tepatnya harus. Lantas, apa kaitannya dengan prestasi?
Satu ungkapan sederhana “Boys don’t Cry” yang dijadikan judul film, jauh lebih bermakna dibandingkan kalimat di atas. Anak Lelaki seharusnya Tidak Menangis. Kesan macho, patriarkis, muncul di sana. Meninggalkan pesan di benak para lelaki untuk malu kalau menangis. Juga istilah sederhana lain seperti “Dua Anak Cukup” telah membawa Soeharto ke papan Internasional dikenal sebagai Bapak KB. Sampai sekarang nasehat bagi para pasangan muda selalu saja sama, keluarga yang berencana adalah keluarga dengan dua anak saja.
Lantas apa kaitan Prestasi dengan Narkoba? Apakah kalau tidak ber-narkoba maka prestasi naik? Atau kalau mengejar prestasi maka meninggalkan narkoba? Ataukah bagaimana? Tidak ada relevansi, tidak juga meninggalkan kesan di benak pembacanya.
Kalimat di atas tak lebih setara dengan istilah yang diawali oleh kata “dalam rangka” ataupun “demi..” ataupun “Dengan..”. Seperti spanduk yang muncul tiap ada peringatan Nasional, misalnya “Dengan semangat memperingati HUT RI ke 150, kita tingkatkan keimanan”. Tidak peduli apakah peringatan HUT RI tersebut berkait dengan keimanan ataupun tidak, barangkali juga tidak ada kaitan antara negara ini dengan nilai moral, toh spanduk itu tetap saja muncul.
Saya melihat hal-hal seperti ini sebagai kegagapan institusi, terutama pemerintahan, dalam berkomunikasi. Dana yang dikeluarkan tentu saja tidak sedikit, tapi eksekusinya selalu saja tidak cerdas. Tidak pernah ada niatan untuk membuat masyarakat secara bawah sadar mendukung upaya mereka. Kampanye “Tanya Kenapa” yang kemudian muncul sebagai “TanyaKen … Napa” adalah satu contoh yang luar biasa, dimana masyarakat secara bawah sadar mengingat produk yang dikampanyekan tanpa harus dipertontonkan atau diperdengarkan seluruh isi iklan. Kenapa institusi pemerintahan tidak melakukan hal seperti ini? Entahlah.
Saya katakan tidak kepada narkoba, saya katakan IYA kepada prestasi, tapi saya katakan BODOH kepada insitusi pemerintahan.
vale, demi kampanye
el rony, mempelajari makna tag cloud
Category: Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback
March 25th, 2006 at 3:19 pm
yeaaahhH!! pertamaaa!!! Say no to drugs, yes to *** uhuy!!
*kabuur*
March 26th, 2006 at 2:20 am
Bukannya maknanya sudah jelas Tip? Makna utama dari pesan layanan POLRI diatas adalah supaya kamu nggak nulis postingan mengenai tema iklan tersebut didalam weblog ini… hehehe
March 27th, 2006 at 3:27 pm
jadi, kamu sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju, atau ragu-ragu?
March 28th, 2006 at 10:21 am
narkoba no, prestasi no, yg penting jadi anak rajin disayang mama papa?
June 2nd, 2008 at 4:12 pm
[…] terbesar bagi daya nalar generasi muda, … Atau kalau mengejar prestasi maka meninggalkan narkoba?http://rony.dgworks.net/2006/03/25/narkoba-no-prestasi-yes/Two Years Is Gnawed By Acquired Immunodeficiency Syndrome Form Of Acquired immunodeficiency syndrome […]
July 8th, 2008 at 9:53 pm
kalo boleh mampir-2 ke blog ane ye…. gue pengen banget berbagi ato saling sharing masalah NaRKOba…dan PreSTAsi yang tidak harus memakai NArKoba