Rony's Blog
Meta

Lagi-lagi Pengalih Perhatian (?)

Print This Post   Email This Post

Itu yang kupikirkan ketika mengamati gejolak seputar RUU APP dan RUU Ketenagakerjaan. Dua hal itu, terutama RUU anti pornografi dan pornoaksi, telah mengundang kontroversi sengit di tengah masyarakat.

Baik di mailinglist, wacana blog, hingga ke media jalanan, reaksi masyarakat atas RUU tersebut sedang hangat-hangatnya.

Pikiran saya serta merta teringat pada Rencana kenaikan TDL (tarif dasar listrik) yang akan diberlakukan beberapa bulan lagi. Kenaikan yang dianggarkan sekitar 80%. Juga tentang kenaikan harga BBM, segera menyusul.

Pola pemerintahan jaman Soeharto (orde baru) membuatku waspada atas setiap move yang muncul di permukaan. Isu tentang RUU APP maupun Ketenagakerjaan tersebut memanglah penting, namun kalau mau melihat ini sebagai upaya pembelokan tentu kita juga akan melihat lebih jelas (paling tidak menurutku).

Saya suka sekali dengan slentingan dari mas te el yang mengatakan bahwa pemunculan RUU APP didasari oleh ide yang tidak nggenah (tidak berdasar). Artinya riuh rendah reaksi atas hal inipun menjadi tidak berguna.

Lantas?

Ya, saya juga bingung. Hal-hal yang muncul ini sepertinya memang sangat urgen. Terbayanglah kiranya jika bapak-bapak yang tidak memiliki uang untuk bikin wc, dan buang hajat di sungai, bagaimana mereka akan membayar denda sampai ratusan juta itu?

Tentu mereka akan lebih memilih untuk di penjara. Dan tiba-tiba ada satu scene komikal yang muncul di kepalaku, dialog antara dua orang narapidana.

A: Kamu di penjara karena apa?
B: Maling ayam. Kalau kamu?
A: Oh, aku buang air di kali.

Lalu muncul lagi satu iklan yang sepertinya terpampang di sebuah baliho besar. Iklan sebuah perusahaan kain sarung dan bunyinya:

“Gunakan sarung kami, Anda bebas menyusui tanpa gerah”

Maklum, ibu-ibu juga jadi susah menyusui.

Lho? Lantas apa kaitannya dengan postingan ini? Ya nggak tahu, saya sedang bingung kok. Yang jelas sekarang saya sedang pasang kuda-kuda. Bagaimanapun kenaikan tarif dasar listrik hingga 80% itu sangat gila.

Saya jadi teringat dengan tulisan John Perkins tentang rencana awal pembuatan jaringan listrik di Indonesia. Beban yang kita tanggung adalah akibat dari kecerobohan di masa lalu. Dan hasil akhirnya lagi-lagi adalah porak-porandanya daya beli masyarakat.

vale, demi kesehatan

el rony, memikirkan ulang ajakan untuk beternak udang

Category: Daily Life | Comment RSS 2.0 | trackback

6 Responses to “Lagi-lagi Pengalih Perhatian (?)”

  1. Mimi Hitam Says:

    APP? itu bukannya merk mobil ya hihihi…
    Oh iya udah baca berita perpu tangerang yang mirip2 RUU APP? nggilani rek!

  2. didats Says:

    pertama…………!

    ron, skrinsot iklan sarungnya kok ndak ada

  3. Mimi Hitam Says:

    emangnya dakyu ndak nempelin link artikyelnya? halah… kepleset deh lidahnya nih ;))
    ada kok mas eh om eh pak eh bang hihihi… ada linknya, dari kompas gitu ganti… coba ditingali deh di Forbidden 7 pm ;)

  4. vnuz Says:

    Pikiran kita soal ini sama Ron,

    Sudah dari dulu kita selalu dibodohi dengan hal-hal seperti ini, pasti ada pengalih perhatian.
    Dan masyarakat kita adalah masyarakat yang mudah lupa dan sangat permisif… Akhirnya ya KLOP!!

  5. ivo Says:

    low trust society:
    (1) beternak udang? saat akan panen dijarah orang?
    (2) warga cepu tolak pertamina krn exxon sudah ‘terbukti’ mau membantu rakyat sekitar?
    (3) pengusaha voip diperkarakan krn melanggar monopoli telkom?
    (4) riset/pengusaha electric-car dihambat taipan bensin?
    (5) bu guru pulang malam ditangkap krn dianggap pelacur?

  6. nananias Says:

    ehm. saya juga curiganya semua ini diblow up buat menutupi agenda yang bakal segera meledak. TDL naik? BBM naik lagi?

    udah kebiasaan pemerintah sekarang nampaknya selalu ada hal-hal ngga jelas dipake untuk membuyarkan perhatian.

Leave a Reply