Rony's Blog
Shoutbox

Name

URL or Email

Message


Meta
8
comments

Sumpah! SMS Sambil Menyetir itu Norak!

February 4th, 2010

Lebih tepatnya mainan HP sambil menyetir, dengan lagak sekejap melihat jalan lantas balik lagi ke layar HP, itu sama sekali tidak keren! Tindakan bodoh yang hanya memakan korban, bukan cuma pelaku tetapi pengguna jalan yang lain.

Kemarin, temanku dan istrinya jatuh dan terseret yang mengakibatkan keduanya luka-luka dikarenakan seorang pengguna jalan yang sok-sokan smsan sambil menyetir. Kejadian yang menimpa temanku itu adalah kasus yang kesekian kalinya dari kejadian serupa. Dan sayapun melihat kejadian ini dimana-mana, bukan kecelakaannya untunglah, tapi perilaku pengguna jalan yang entah-sms-an-atau-apa sambil menyetir.

Maka, saya persembahkan Iklan Layanan Masyarakat ini. Dipersembahkan untuk Anda dari Emak Anda dan pengguna jalan yang lain. Silakan disebarkan kalau Anda berkenan.

JGN SMS + NYTR NYET  JGN SMS SMBL NYTR GBLK! KTHXBYE

Harap selalu Anda ingat, camkan di benak Anda, dengan melakukan tindakan bodoh itu, Anda berpotensi menjadi seorang pembunuh.

vale, demi kesehatan dan sedikit kecerdasan

el rony, akan menuntut MUI mengeluarkan fatwa haram bagi tattoo goblok di jidat.

Posted in Kesehatan, Culture, blog, how to, Daily Life | by rony
8
comments

Tentang Anak, Pertemanan dan Polisi

February 2nd, 2010

Tulisan ini dipicu oleh berita tentang Pengadilan Anak di Surabaya. Dikabarkan bahwa seorang anak bermain-main di sekolah membawa lebah, menempelkan lebah itu ke pipi temannya lalu sang lebah menyengat pipi temannya tersebut. Akhirnya sang anak terdampar di proses peradilan, yang walaupun vonisnya kemudian dinyatakan bebas namun hari-hari penuh teror mental itu pastilah mempengaruhi jiwa sang anak.

Juga tentang seseorang bernama Lanjar. Sungguh naas nasibnya, dalam perjalanan mudik, istrinya kecelakaan dan meninggal dunia, sudah begitu Lanjar dipenjara. Kenapa bisa begitu? Tentu saja tidak lepas dari pemilik mobil panther yang ternyata anggota kepolisian. Sang istri terhempas ke samping, tersambar oleh mobil panther hingga meninggal, sang suami terlempar ke penjara. Singkatnya begitu. Nasib? mungkin.

Saya jadi teringat dengan metode pembelajaran para orang tua dulu, metode yang sangat saya benci dan sudah berulang kali saya tuliskan di blog ini sebagai metode yang salah. Orang tua kita (yang jelas orang tua saya sih) dulu sering kali mengucapkan kata,”awas, nanti aku bilangin pak polisi” ketika kita tidak menurut.  Metode inipun masih saya lihat ketika saya sudah menginjak SMA, dilakukan oleh tetangga-tetangga saya ketika anak-anak mereka tidak mau makan.

[ detail ]

Posted in Pendidikan, Culture, Daily Life | by rony
1
comments

Manusia Limbik

January 31st, 2010

Berbicara mengenai perkembangan otak manusia maka kita akan dihadapkan pada berbagai macam teori, namun dari semua teori yang ada itu, kurang lebih semuanya merujuk pada tiga tahap utama perkembangan otak manusia. Untuk mengetahui detil tentang hal ini, Anda bisa mencari di google, cukup dengan memakai kata kunci bahasa Indonesia: “tahap perkembangan otak”. Saya tidak akan menjabarkan tiga hal itu dengan detil di sini.

Tiga tahap utama perkembangan otak itu adalah: Otak Primitif, Otak Limbik dan Otak Pikir. Otak primitif juga disebut sebagai tahapan otak reptil. Sedangkan otak limbik sering juga disebut sebagai tahapan otak mamalia. Kedua hal itu merujuk pada sifat-sifat yang kurang lebih mirip dengan sifat-sifat binatang sejenis. Sedangkan otak pikir disebut juga sebagai neo mamalia, dalam artian perkembangan paling mutakhir dari otak limbik.

Ketiga tahapan ini sebenarnya tidaklah berdiri sendiri. Tahapan yang satu mengafirmasi atau merespon tahapan selanjutnya. Sebagai contoh, otak pikir bisa menyuruh otak primitif untuk melakukan gerak reflek ketika sedang menghadapi bahaya tertentu. Namun pada tulisan ini, saya ingin menyoroti soal perkembangan psikologis manusia dewasa, oleh karenanya dengan semena-mena dan tanpa latar belakang keilmuan yang cukup, saya akan memisahkan ketiganya. :)

[ detail ]

Posted in Pendidikan, Culture, Daily Life | by rony
6
comments

Rumah Sakit dan Dokter, apakah memang tak tersentuh?

January 27th, 2010

Sedih sekali saya mendapatkan kabar ini, kenapa masih juga hal seperti ini terjadi? Berikut ini adalah paparan dari istri kawan saya, yang kemudian ditulis di notes Facebook beliau di sini. Saya copy paste dengan mengubah layout text agar lebih mudah dibaca.

RS JIH Yogyakarta dan dr.Ahmad Mahmudi SpB,SpBA sama sekali tidak Professional

NOTE :

1. Tulisan ini dibuat oleh istri saya dan dikirimkan melalui email kepada saya atas permintaan saya , dan saya (bino oetomo) yang menyebarkan nya. Dengan demikian saya mengambil alih segala konsekuensi hukum yang mungkin timbul atas penyebaran tulisan ini.
2. Mohon bantuan untuk menyebarkan tulisan ini seluas luas nya, tanpa melakukan perubahan apapun
3. Orisinalitas penyebaran akan dibandingkan dengan yang ada di facebook saya

=============================================================================

Kronologis:
Selasa 26 Januari 2009, jam 09.30 saya membawa putri saya Jasmine Prameswari ke RS JIH.

Kami mendaftar untuk bertemu dan konsultasi dengan dr. Elisa SpA. Sudah 5 hari jasmine demam,sakit kepala dan sakit perut yang terus berulang.

Dokter Elisa mencurigai demam berdarah,jadi jasmine diminta untuk cek darah. Hasilnya semuanya bagus kecuali Leukosit yang tinggi,jadi mungkin ada infeksi tapi tidak jelas dimana. Karena sakit perut yang berulang, dokter Elisa merujuk kami ke dr.Ahmad Mahmudi SpB,SpBA.

Kami dibuatkan janji dengan dokter bedah tersebut saat kami masih diruangan dokter Elisa,dan dikonfirm oleh perawat bahwa nanti dokter bedahnya jam 15.00 wib.

Tentunya karena masih jam 12.20 kami pulang kerumah.

Selasa 26 januari 2009,
Jam 14.30 saya menelpon JIH untuk menyanyakan apakah dr. Ahmad Mahmudi SpB,SpBA jadwalnya jam 15.00??
Jawabnya, nanti jam !6.00 ibu.
Ok lah,kami undur satu jam,padahal kami sudah siap berangkat.

Pukul 15.30 kami berangkat ke JIH,dalam perjalanan (krg lebih 300 meter sblm JIH) saya ditelpon oleh entah perawat atau front office menanyakan apakah appointment dengan dokter Ahmad Mahmudi akan dilaksanakan, saya jawab “iya,kami sudah dekat dari JIH”.

Kami mendaftar dan mendapat nomor urut satu, kemudian saya ingat betul,petugas pendaftaran mengatakan dokternya sedang dalam perjalanan.

Kami menunggu di depan ruang periksa dr. Ahmad Mahmudi SpB,SpBA di poliklinik sebelah timur. Setelah 30 menit,suami mulai bertanya ke petugas jam berapa dokternya mau datang, dan dijawab beliaunya sedang dalam perjalanan.
Perasaan dari jam 16.00 tadi jawabnya masih dalam perjalanan, perjalanan dari mana ke mana nih?

Sementara Jasmine mulai demam lagi, mengeluh perutnya sakit dan badannya pegal.
Saya mencoba menenangkan Jasmine dengan memintanya untuk tidur sambil saya gendong.
Semakin lama saya merasa suhu tubuhnya semakin hangat,dan saya minta suami bertanya lagi jam berapa dokternya datang.
Dan lagi2 dijawab masih diperjalanan.

Pukul 16.50 sambil menggendong Jasmine saya ke meja perawat dipoliklinik timur,” Mbak ini dokternya jadi datang nggak sih?? ini anak saya demam,jam berapa datangnya??”
Perawat menjawab ” barusan saya hubungi,beliau baru sampai taman siswa”.
Saya menuju lobby,dan kami bertanya lagi dan lagi2 belum mendapat kepastian.
Petugas pendaftaran terakhir bilang, “pak katanya 25 menit lagi”.
Kami minta untuk bertemu manajer tapi dengan berbagai macam alasan belum bisa.
Setelah suami mengancam untuk menyalakan alarm kebakaran (catatan#A),baru PR manajernya mau menemui padahal beliaunya dari tadi ada di depan mata kita.

Selanjutnya kami putuskan untuk pulang , dalam perjalanan kami kembali di telpon untuk menanyakan,apakah jadi bertemu dengan dokter Ahmad Mahmudi
SpB,SpBA, tentu saja kami jawab TIDAK (catatan#B).

dr. Ahmad Mahmudi SpB,SpBA/ RS JIH yang terhormat,
Kami datang ke JIH untuk berkonsultasi dgn anda,
membawa anak kami yang sedang sakit,bukan untuk piknik.
Kami sudah semalaman tidak bisa tidur,seharian dirumah sakit mengantri,menunggu hasil laboratorium,dirujuk kepada anda oleh dokter yang sangat kami percaya (kami sudah 7 tahun bersama dr.Elisa dan blm pernah kecewa). Dan secara psikologis kami disiksa karena harus menunggu anda selama satu jam,dan akhirnya tanpa hasil karena sampai kami memutuskan pulang anda belum datang dengan alasan masih dalam perjalanan( dari jam 16.00 sampai 17.00),padahal di jadwal praktek jelas tertulis pukul 15.00-17.00.

Dokter yang terhormat kalau anda memang tidak bisa datang atau harus terlambat sampaikan,informasikan,jadi anda tidak membuat pasien resah.
Apakah karena anda merasa dibutuhkan jadi anda bisa datang seenaknya,tanpa perlu berpikir apakah pasien anda sedang demamtinggi,atau sedang nyeri perutnya, atau apapun rasa sakit yang diderita.

Untuk rumah sakit mohon bisa lebih tegas dengan peraturan yang anda buat,dan jadwal yang pastinya sudah disepakati oleh rumah sakit dan dokter yang bersangkutan.
Kami pasien/ orangtua pasien merasa diperlakukan seenaknya oleh salah satu dokter anda. atau karena ini sudah bukan rahasia umum bahwa “doctor’s playing God” jadi hanya perlu minta maaf dan menganggap semuanya selesai tanpa ada perbaikan apapun.

Sangat TIDAK PROFESIONAL

Catatan :
#A. Urutan bertemu “manager” .. kurang lebih nya :
1. Saya mengatakan “saya ingin bertemu manager” , dan di jawab “Bapak silahkan tunggu
2. Saya menunggu
3. Beberapa menit kemudian saya kembali menanyakan dan sekalian mengancam akan menyalakan alarm kebakaran sebagai salah satu cara memanggil manager.
4. Saya juga dua kali di temui karyawati yang berusaha menanyakan permasalahan , saya menjawab “MBak saya ini mau marah. Apakah mbak mau menerima kemarahan saya .. atau panggil manager anda”

#B : Tepatnya saya mengatakan : “Persetan dengan dokter itu”

-Bino-

Posted in Kesehatan, Neolib, Yogyakarta | by rony
6
comments

Pendidikan yang menipu

January 25th, 2010

Saya adalah seorang bapak yang sedang dan berencana untuk terus belajar mengenai pendidikan anak. Dalam pembelajaran saya ini pula, saya melakukan pilahan atas pilihan-pilihan. Maka sampailah saya pada pilihan ini.

Hampir sudah menjadi kebiasaan umum dari kita para orang dewasa untuk merasa lebih pintar dari seorang anak, apalagi ketika anak itu masih berusia di bawah tiga tahun. Keterbatasan gerak, ucapan dan ingatan anak kecil, menjadi semacam alasan pembenaran bagi beberapa hal yang kita lakukan. Dalam hal ini, saya menyoroti ungkapan-ungkapan sederhana yang paling mudah dan sering diucapkan orang dewasa.

Ketika seorang anak kecil jatuh, sangat mudah sekali bagi kita untuk menyalahkan benda-benda di sekeliling si anak. “Batu yang nakal! Kodok yang jahat!” ungkapan semacam itulah yang sering muncul, demi menenangkan si anak. Gampang, dan batu maupun kodok tidak akan protes.

Lantas kita juga mudah berjanji pada mereka,”yuk ikut yuk! naik mobil!” “nanti  kita jalan-jalan ya!” padahal kita sendiri  sebenarnya tidak berniat melakukannya. Kita sedang capek dan hanya ingin menggoda anak itu. Melihat reaksinya yang merajuk, membuat hidung terkembang dan kita tertawa lantas mengeluarkan kata jumawa,”haha, dia klayu” yang artinya kurang lebih “pingin ngikut kita terus”.

Di saat lain lagi, kita mudah pula bilang,”ini pedas!” padahal si anak cuma pingin gorengan. Gorengan yang penuh MSG memang harus dihindarkan, tidak ada tawaran, tapi bukan berarti kita harus menipu bukan? Lalu kitapun mudah untuk mengatakan,”barangnya rusak” padahal barang tidak rusak, hanya agar si anak tidak menggunakannya.

Kebanggan pada klayu adalah bodoh.

Ini yang berusaha amat sangat aku tekankan pada diriku sendiri. Bodoh, karena tidak ada pendidikan di situ. Yang ada adalah mengajari anak untuk sedemikian tergantung, dan mengajari dia untuk merajuk ketika meminta sesuatu.

[ detail ]

Posted in Pendidikan, Culture, how to | by rony
7
comments

Komunike #6969 - Programming is like sex..

October 30th, 2009

Berawal dari lontaran hasil merambah kemana-mana, kampung gajah kemudian melanjutkan ide ini. Lontaran hasil rambahan itu adalah: Programming is like sex, one mistake and you are providing support for a lifetime!

Karena bikin ngakak, saya lemparlah itu kemana-mana, plurk, facebook dan kampung gajah. Maka, demikianlah hasilnya di kampung itu:

  • programming is like sex, one mistake and you’re providing support for a lifetime.
  • programming is like sex, everyone loves it??
  • programming is like sex; you’re either too young or too old to enjoy it.
  • programming is like sex, never do it for free
  • Programming is like sex, it’s better in the silent night
  • Programming is like sex, ideas just come like morning glory
  • programming is like gangbang sex, you work with a team to satisfy user
  • programming is like sex, sometimes only one party is satisfied, the other has unmeetable requirements.
  • programming is like sex, it has handjob and blowjob
  • programming is like sex, nowdays people use agile method, help you code in a pair and everyone happy
  • programming is like sex, you can have threesome, foursome, gangbang and sort, you can even just watching others doing this while you still can get orgasm
  • programming is like sex, there is an app for that
  • is programming like sex?
  • programming is like sex, it will loop until it break
  • programmers (do) like sex.
  • programming is like sex, You can do it for money or for fun.
  • Programming is like sex, you have to tune it up and down
  • programming is like sex, can be done in various style
  • Programming is like sex, you will never walk alone.
  • Programming is like sex, you will never walk straight?
  • Programming is like sex, please indent properly
  • Programming is like sex, it’s not about how long, it’s about quality
  • Programming is like sex, it involves KISS
  • Programming is like sex, sometimes you scream along the way
  • Programming is like sex, just ask to have it.
  • programming is like corruption, it make everything ligit seems crackable [1] 1. ligit translator software being cracked :d
  • programming is like sex, it require balls
  • Programming is like sex, mundane and boring most of the time, with the occasional meteor in your garden
  • Programming is like sex, don’t do it when there’s a bleeding
  • programming is like sex, do it safely
  • programming is like sex, ati-ati bojomu minggat.

disarikan pertama kali oleh om Very

Posted in blog, how to, Technology | by rony
9
comments

Ajang Ketemu Blogger

October 24th, 2009

Sebuah ajang akbar tahunan, kini sudah menginjak tahun ketiga, yang rutin diselenggarakan oleh para blogger. Sedari awal, ajang pertemuan ini diberi label pesta. Mengapa menggunakan kata pesta, siapa pencetusnya, saya tidak tahu pasti, yang jelas kata pesta blogger pertama kali saya dengar dari Enda Nasution.

Terus terang, saya ingin hadir dalam acara itu, sayang Tuhan belum mengijinkan *digetok dari atas*. Baiklah, tulisan panjang yang tadi sempat saya tulis, saya hapus saja, saya ingin mempersembahkan ini saja buat para blogger, mikroblogger, pegiat online yang sekarang sedang bertemu-bersapa di pesta blogger 2009.

Pasta Blogger 2009

 *ide didapat dari logo pestablogger2009*

vale, demi kebersamaan

el rony, mengudap pasta

Posted in blog, Daily Life | by rony
9
comments

Perjalanan Aksara Jawa menjadi Unicode

October 20th, 2009

Beberapa hari yang lalu, tepatnya 16 Oktober 2009, saya mendapat kabar dari kang Jay tentang perkembangan aksara Jawa. Kabar menggembirakan bahwa ternyata proposal Aksara Jawa sebagai unicode sudah disetujui. Jauh hari sebelumnya, Aksara Sunda sudah lebih dahulu diterima sebagai unicode.

Perjalanan Aksara Jawa menjadi unicode sendiri bisa dilihat di roadmaps-nya unicode di sini. Satu hal yang patut mendapat apresiasi dari siapa saja yang peduli dengan kebudayaan bangsa.

Aksara Jawa sebagai font dikembangkan oleh Mas Teguh Budi Sayoga,  hadir pada 13 Maret 2004, melalui sebuah situs gratisan bernama hanacaraka.fateback.com. Selain membuat aksara jawa, mas Teguh juga membuat jawa-palsu alias alphabet dengan style penulisan seperti huruf jawa. Kini berbagai model dari font ini (baik font aksara jawa maupun jawa-palsunya) sudah sangat beragam. Mas Teguh sepertinya memang seorang kreatif yang sangat produktif. Untuk mendapatkannya, Anda bisa memesan melalui website barunya yaitu www.pallawa.com.

Bagaimana Kementrian kita?

Kalau kemarin kita gegap gempita tentang curi mencuri budaya, maka huruf/kata/bahasa sebagai satu identitas sebuah kebudayaan, sudah semestinya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah kita. Kebudayaan bukan semata tari dan baju, justru bahasa-lah yang membentuk sebuah kebudayaan.

Lantas bagaimana posisi kementrian kita atas hal ini? Aksara Sunda maupun Aksara Jawa, seakan menjadi perjuangan dari individu-individu tanpa pamrih, yang pada akhirnya nanti hanya akan menjadi artefact dengan ancaman punah. Akankah hal ini dibiarkan saja?

Menunggu

Saat ini saya hanya bisa menunggu. Menunggu respons dari pemerintah? Bukan, saya tidak terlalu bersemangat dalam hal itu. Saya menunggu kode-kode unicode untuk aksara jawa, sehingga saya bisa menuliskannya di blog ini. Satu saat nanti.

vale, demi budaya

el rony

adalah orang jawa

nb. bagi Anda yang ingin melihat font-chartnya, silakan download di sini.

Posted in Bahasa Jawa, Culture, blog | by rony
6
comments

Ganti saja rakyatnya!

August 5th, 2009

Ungkapan itu muncul dari percakapan teman saya (Doni Kristian Dachi) dengan sopir taksi yang membawanya pulang ke penginapannya. Ungkapan itu bukan muncul dari mulut teman saya, tetapi dari sang sopir taksi. Ah, mungkin tidak terlalu penting dari siapa kalimat itu muncul.

Kalimat ini keluar setelah melalui sedikit perbincangan mengenai perkembangan negara. Dan kalimat ini membawa saya ke sebuah angan-angan, sebuah pertanyaan besar,”apakah memang problematika dunia demokrasi itu seperti ini?” Apakah negara-negara besar, yang sudah makmur, yang juga menjunjung demokrasi, mengalami kegelisahan ini?

Sebuah kalimat yang menyiratkan betapa sudah peliknya problematika kita. Seakan tidak ada lagi hal yang bisa diperbaiki baik dari segi tatanan sosial hingga struktur kekuasaan. Anehnya, atau mungkin sudah sewajarnya (?), secara spontan naluri saya mengangguk menyetujui kalimat itu. Jadi, apakah saya juga sudah sedemikian putus asa?

Mengganti Rakyat

Adalah sebuah langkah paling radikal yang mungkin bisa dilakukan oleh sekumpulan manusia. Tentunya mengganti di sini tidak bisa dengan mengebom habis seluruh penduduk negeri, lalu mendatangkan penduduk yang “lebih baik” dari negeri antah berantah atau malah dari surga. Mengganti di sini artinya melakukan perubahan radikal terhadap kunci-kunci sendi pergerakan bangsa.

[ detail ]

Posted in Politik, Neolib, Culture, Daily Life | by rony
1
comments

Turut Berduka Cita

July 17th, 2009

Turut berduka cita atas meninggalnya hati nurani dan tenggang rasa.

Jakarta, 17 Juli 2009

WE WILL NOT GO DOWN!

we have in the past
we will now
and will continue to do so
for we are one country, one nation, one people undivided

vale, demi kemanusiaan

el rony, berpita hitam

Posted in Neolib, Daily Life | by rony